Kamus Penyakit

Benjolan di Ketiak? Curigai Jadi Pertanda Penyakit Lipoma!

June 2, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Penyakit lipoma memang bukan kondisi medis yang serius, namun penanganan juga diperlukan agar tidak terjadi komplikasi. Dokter biasanya akan menganggap lipoma sebagai tumor jinak di mana berarti adanya pertumbuhan non-kanker.

Mengenal penyakit lipoma

Lipoma didefinisikan sebagai penyakit yang ditandai dengan benjolan di bawah kulit dan terjadi karena pertumbuhan berlebih sel-sel lemak.

Lipoma dapat tumbuh di bagian tubuh mana saja, terutama jika terdapat sel-sel lemak seperti bahu, dada, leher, paha, dan ketiak. Namun, dalam beberapa kasus lain, penyakit ini juga bisa terbentuk di organ internal, tulang, serta otot.

Penyakit lipoma akan terasa lembut dan mungkin sedikit bergerak di bawah kulit ketika menekannya. Pertumbuhan penyakit ini cukup lambat selama beberapa bulan bahkan tahun dan biasanya mencapai ukuran sekitar 2 hingga 3 sentimeter atau cm.

Lipoma merupakan massa sel lemak jinak atau dikenal juga sebagai liposarkoma. Berdasarkan penelitian, banyak ahli yang telah menyimpulkan jika liposarkoma tidak berkembang dari lipoma, namun merupakan jenis tumor berbeda.

Sebaliknya, para ahli lain berpendapat jika lipoma mungkin mengandung sel-sel kanker dan prakanker, namun lipoma sangat jarang menjadi kanker.

Sementara umumnya lipoma dianggap sebagai tumor jinak, akan tetapi, beberapa orang mungkin ingin menghilangkan lipoma jika merasakan sakit, komplikasi, atau gejala lainnya.

Baca juga: Sakit Kepala Berkepanjangan? Hati-hati Bisa Jadi Gejala Tumor Otak

Gejala penyakit lipoma secara umum

Seseorang yang memiliki penyakit lipoma biasanya akan merasakan sakit, terutama jika sedang tumbuh dan menekan saraf di dekatnya. Tak hanya itu, lipoma juga bisa bergerak dengan mudah jika mendapatkan sedikit tekanan dari jari. Beberapa gejala yang mungkin menyertai, seperti:

  • Terasa benjolan lembut berbentuk oval tepat di bawah kulit
  • Menimbulkan rasa sakit, kecuali jika memengaruhi sendi, saraf, dan pembuluh darah
  • Lipoma yang terletak di dekat usus bisa menyebabkan mual, muntah, dan sembelit. 

Faktor risiko penyakit lipoma

Dokter juga tidak sepenuhnya mengetahui apa yang menyebabkan penyakit lipoma. Namun, beberapa orang mewarisi gen yang salah dari orang tua bisa menyebabkan satu atau lebih lipoma. Kondisi ini disebut juga sebagai lipomatosis multiple keluarga.

Lipoma bisa terjadi pada orang-orang dengan kondisi tertentu, seperti sindrom gardner, sindrom cowden, serta penyakit madelung adiposis dolorosa. Selain itu, beberapa peneliti mengatakan bahwa lipoma dapat diderita seseorang yang pernah mengalami cedera. 

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena lipoma. Faktor risiko yang dimaksud, antara lain berusia antara 40 dan 60 tahun, serta genetika.

Tak hanya itu, seseorang yang berisiko terkena lipoma lainnya adalah jika memiliki kolesterol tinggi, obesitas, diabetes, penyakit hati, dan intoleransi glukosa

Diagnosis penyakit ini

Sebelum pengobatan dilakukan, diagnosis bersama dokter juga diperlukan untuk mendukung hasil pemeriksaan.

Untuk mendiagnosis lipoma, dokter biasanya akan melakukan beberapa tes, seperti pemeriksaan fisik, pengambilan sampel jaringan atau biopsi, serta tes pencitraan lain seperti MRI dan CT Scan.

Diagnosis penyakit lipoma dengan biopsi

Pemeriksaan penyakit lipoma bisa diawali dengan pengambilan sampel jaringan atau biopsi. Biopsi sendiri dilakukan dengan memberikan anestesi lokal untuk mematikan rasa di daerah yang terdapat benjolan.

Sampel yang telah dikumpulkan dengan menggunakan jarum steril kemudian akan dibawa dan diperiksakan ke laboratorium. Pemeriksaan ini bisa membantu mendapatkan hasil diagnosis lebih tepat.

Sinar X

Tak hanya biopsi, sinar X juga akan dilakukan ketika dokter mendiagnosis penyakit lipoma. Sinar X merupakan prosedur diagnostik non invasif yang menggunakan sinar untuk menangkap gambar organ dalam tubuh.

Pada lipoma, sinar X polos dapat membantu menunjukkan bayangan menonjol dari tumor jaringan lunak. Pemeriksaan ini juga dapat membantu dokter untuk lebih mudah mendapatkan diagnosis penyakit.

Pemindaian tomografi komputer atau CT Scan

Hasil diagnosis terhadap penyakit lipoma lainnya yang bisa dilakukan dokter adalah CT Scan. CT Scan merupakan prosedur diagnostik tanpa rasa sakit yang menggunakan sinar X sempit untuk menangkap gambar detail organ dalam.

CT Scan juga dapat membantu menunjukkan gambar detail massa lemak pada lipoma. Karena itu, dokter biasanya akan sangat terbantu setelah penderita lipoma melakukan pemeriksaan dengan menggunakan CT Scan.

Pencitraan resonansi magnetik atau MRI

MRI merupakan produser diagnostik paling umum untuk memeriksakan benjolan akibat lipoma. MRI ini akan membuat gambar rinci jaringan lunak dan membantu dalam mengungkap lipoma secara rinci.

Dalam sebagian kasus besar, dokter akan mengonfirmasi diagnosis dengan melakukan pemeriksaan MRI. Detail mengenai benjolan lipoma akan diketahui secara jelas melalui pemeriksaan MRI ini.

Lipoma yang dibiarkan tanpa penanganan biasanya tidak menimbulkan masalah serius. Namun, perlu ditangani jika benjolan sudah mengganggu.

Bagaimana penanganan atau tindakan medis penyakit lipoma?

Nah, beberapa rekomendasi pengobatan bisa dilakukan berdasarkan berbagai faktor, termasuk ukuran lipoma, jumlah benjolan, dan riwayat keluarga.

Tindakan medis penyakit lipoma dengan operasi

Cara paling umum untuk mengobati lipoma adalah dengan mengangkatnya melalui operasi. Hal ini sangat membantu terutama jika tumor pada kulit tumbuh besar.

Lipoma sendiri terkadang bisa tumbuh kembali setelah diangkat setelah operasi. Prosedur operasi ini biasanya dilakukan dengan anestesi lokal melalui prosedur eksisi.

Sedot lemak

Sedot lemak adalah pilihan perawatan lipoma yang bisa dilakukan. Hal ini dikarenakan lipoma berbasis lemak sehingga produser ini dapat bekerja dengan baik untuk mengurangi ukurannya. 

Sedot lemak sendiri melibatkan jarum suntik besar yang terpasang dan biasanya area lipoma mati rasa sebelum prosedur dilakukan. Prosedur ini efektif menyembuhkan lipoma, namun tetap memerlukan perawatan lebih lanjut bersama dokter ahli.

Suntikan steroid

Tak hanya operasi dan sedot lemak, perawatan lipoma pada kulit juga bisa dilakukan dengan suntikan steroid. Suntikan bisa dilakukan pada area yang terkena karena bekerja dengan cara mengecilkan namun tidak sepenuhnya menghilangkan. 

Obat alami untuk penyakit lipoma

penyakit lipoma
Cara alami menghilangkan lipoma. Foto:Wikihow.

Meskipun tidak ada bukti klinis yang mendukung tentang obat alami untuk penyakit lipoma, namun ada beberapa cara pengobatan dengan bahan alami yang biasa direkomendasikan.

Beberapa pengobatan alami yang disarankan adalah dengan menggunakan tanaman dan ramuan tertentu, seperti:

Thuja occidentalis

Sebuah studi menyimpulkan jika thuja occidentalis dapat membantu menghilangkan benjolan, termasuk lipoma pada kulit. Pengobatan alami dengan ramuan satu ini diketahui dapat secara efektif mengurangi benjolan yang disebabkan oleh lipoma.

Boswellia serrata atau kemenyan India

Ulasan studi klinis mengindikasikan potensi boswellia sebagai agen anti inflamasi yang mampu membantu perawatan penyakit lipoma. Pengobatan dengan bahan alami satu ini juga diketahui mampu menghilangkan benjolan akibat lipoma secara efektif. 

Lipoma yang lebih besar dari 2 inci terkadang disebut juga dengan lipoma raksasa. Benjolan akibat lipoma ini bisa mengakibatkan sakit saraf yang membuat aktivitas sehari-hari menjadi sedikit terganggu karena tampilannya cukup terlihat. 

Untuk menyembuhkan lipoma yang berukuran besar, mungkin akan sulit dilakukan. Namun, dokter mungkin akan memberikan obat untuk membantu tubuh tidak merasakan sakit saat melakukan prosedur operasi

Kapan lipoma harus segera dihilangkan?

Perlu diketahui, lipoma biasanya tidak berbahaya sehingga beberapa orang terkadang mengabaikan penyakit ini. Namun, beberapa orang yang mungkin perlu menghilangkan lipoma umumnya karena bersifat kanker dan besar atau tumbuh dengan cepat.

Selain itu, jika penderita lipoma juga menyebabkan gejala yang mengganggu, seperti rasa sakit dan ketidaknyaman maka harus segera melakukan penanganan. Dokter mungkin perlu membuat sayatan yang lebih signifikan untuk menghilangkan lipoma secara keseluruhan. 

Setelah operasi lipoma dilakukan, dokter biasanya akan mengirim benjolan lipoma yang sudah diangkat untuk dibawa ke laboratorium untuk dianalisis lebih lanjut. Jenis operasi ini seringkali hanya meninggalkan bekas luka kecil setelah sembuh total. 

Lipoma termasuk tumor jinak yang berarti memiliki kemungkinan untuk tidak menyebar ke seluruh tubuh. Penyakit ini juga tidak akan menyebar melalui otot atau jaringan lain di sekitarnya sehingga jarang mengancam jiwa. 

Penyakit lipoma sulit untuk diobati dengan perawatan sendiri. Kompres dengan air hangat dapat bekerja untuk jenis benjolan lainnya, namun tidak akan membantu untuk menyembuhkan lipoma. Hal ini dikarenakan lipoma terdiri dari kumpulan sel-sel lemak.

Hal yang perlu diperhatikan sebelum pengobatan

Membuat janji bersama dokter mungkin diperlukan terutama dengan spesialis gangguan kulit atau dermatologis.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika akan menemui dokter, antara lain membuat daftar gejala, beri tahu obat atau vitamin yang biasa dilakukan, dan siapkan daftar pertanyaan untuk dokter untuk informasi lipoma.

Pertanyaan yang bisa ditanyakan, seperti apa yang menyebabkan pertumbuhan lipoma, apa tes yang diperlukan, apa benjolan bisa menghilang dengan sendirinya, dan bagaimana pengobatannya.

Selain itu, kamu juga perlu mengetahui apa saja risiko yang mungkin bisa terjadi serta apakah lipoma bisa kambuh kembali setelah perawatan.

Jangan ragu untuk bertanya mengenai lipoma lebih jelas agar penyakit tidak berlanjut lebih serius. Penanganan yang dilakukan pada awal gejala bisa mencegah keparahan penyakit serta komplikasi lebih serius.

Baca juga: Sering Buang Gas Tiba-tiba? Ini Cara Mengatasi Perut Kembung

Pencegahan terhadap penyakit lipoma

Selain melakukan pengobatan dengan bantuan medis dan obat alami, lipoma juga harus dicegah agar penyakit tidak kambuh atau menyebabkan komplikasi lainnya. Beberapa pencegahan yang bisa dilakukan dengan mudah, antara lain:

Melakukan olahraga secara teratur

Olahraga memang sangat membantu dalam mencegah berbagai macam penyakit, termasuk lipoma. Rutin melakukan olahraga bisa membuat tubuh sehat dan terhindar dari penyakit karena sistem kekebalan tubuh tinggi.

Mengonsumsi makanan sehat

Selain melakukan olahraga, daya tahan tubuh harus bisa dipertahankan dengan baik. Cara termudah yang bisa dilakukan adalah mengonsumsi makanan sehat. Perbanyaklah mengonsumsi makanan sehat yang kaya akan serat, termasuk buah dan sayuran.

Mempertahankan berat badan yang sehat

Berat badan ideal memang menjadi idaman setiap orang, namun perlu diketahui juga jika hal ini bisa mencegah kamu dari berbagai macam serangan penyakit. Berat badan yang sehat akan membantu kamu dalam menjaga sistem kekebalan tubuh tetap tinggi.

Baca Juga: Manfaat Vitamin A, Bukan Cuma Menjaga Kesehatan Mata Lho

Hindari kebiasaan buruk

Berbagai penyakit terkadang datang tanpa disadari karena pengaruh kebiasaan buruk yang dilakukan setiap hari. Salah satu kebiasaan yang perlu dihindari adalah konsumsi minuman beralkohol. Karena itu, segera hindari kebiasaan ini agar penyakit tidak mudah menyerang.

Lipoma sudah dapat dipastikan merupakan penyakit yang tidak berbahaya, namun tetap perlu melakukan tindak pencegahan. Penyakit yang dibiarkan tanpa penanganan tepat bisa saja menyebabkan komplikasi yang berbahaya, termasuk lipoma.

Untuk itu, sebelum penyakit bertambah serius maka pemeriksaan bersama dokter harus segera dilakukan terutama jika sudah menyebabkan gejala yang mengganggu.

Pemeriksaan awal tak hanya bisa membuat kamu mengetahui penyakit yang diderita, namun juga mencegah masalah serius lainnya.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. Healthline (2019), diakses 29 Mei 2020. Lipoma (Skin Lumps)
  2. Medical News Today (2020), diakses 29 Mei 2020. What is a lipoma?
  3. Mayo Clinic (2020), diakses 29 Mei 2020. Lipoma
  4. Healthline (2018), diakses 29 Mei 2020. Is There a Lipoma Cure?
  5. Webmd, diakses 29 Mei 2020. Lipoma
  6. Medlife (2020), diakses 29 Mei 2020. Lipoma: Causes, Symptoms, Diagnosis, Treatments And Prevention
    register-docotr