Kamus Penyakit

Penyakit Influenza: Tipe Virus hingga Pencegahan yang Bisa Dilakukan

June 8, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Penyakit influenza umumnya terjadi akibat infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan, termasuk hidung, tenggorokan, dan paru-paru.

Bagi kebanyakan orang, influenza bisa sembuh dengan sendirinya tanpa penanganan medis yang serius. Namun, beberapa di antaranya justru bisa berkembang menjadi komplikasi yang mematikan.

Baca juga: Penyakit Osteoarthritis, Cegah Bahaya Nyeri pada Persendian!

Apa itu influenza?

Influenza sendiri dikenal sebagai flu yang bisa menular dengan mudah melalui paparan cairan, seperti ketika batuk dan bersin. Flu ini berbeda dari “common cold” karena dapat menyebabkan penyakit parah dan memperburuk kondisi medis, seperti asma, penyakit jantung, dan diabetes.

Selain itu, penyakit ini juga bisa menyebabkan komplikasi yang berbahaya terutama jika diderita oleh anak kecil, wanita hamil, orang lanjut usia, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah.

Jenis influenza dibagi menjadi beberapa tipe

penyakit influenza
Virus influenza terdiri dari tiga tipe. Foto: https://www.researchgate.net

Influenza A

Tipe flu satu ini menjadi satu-satunya jenis yang dapat menyebabkan pandemi atau menyebar secara global. Flu burung dan flu babi menjadi contoh dari penyakit yang disebabkan oleh virus influenza A. Karena itu, influenza A bisa menyerang hewan dan manusia.

Influenza B

Berbeda dengan tipe A, influenza B dapat menyebabkan epidemi musiman yang biasanya hanya menyerang manusia. Namun, perlu diketahui jika virus influenza B bermutasi lebih lambat dari virus influenza A.

Influenza C

Jenis lainnya dari penyakit influenza adalah tipe C. Tipe penyakit satu ini menjadi salah satu yang hanya menyebabkan gejala ringan. Influenza tipe C biasanya juga tidak menyebabkan epidemi seperti tipe sebelumnya. 

Influenza D

Tipe selanjutnya adalah influenza D yang utamanya hanya akan menyerang ternak dan tidak menginfeksi manusia. 

Gejala influenza secara umum

Gejala flu yang dirasakan bisa bervariasi antar individu, mulai dari ringan hingga berat. Nah, beberapa gejala umum influenza, meliputi kelelahan, hidung tersumbat, batuk, sakit kepala, sakit tenggorokan, pegal-pegal, demam, dan muntah atau diare.

Sementara itu, jika gejala sudah parah maka akan ditandai dengan beberapa hal yang lebih serius. Tanda atau gejalanya, meliputi nyeri dada, sesak napas, kelemahan parah, demam tinggi, kejang, pusing parah, hilang kesadaran.

Jika seseorang sudah merasakan gejala parah, maka harus segera melakukan penanganan bersama medis. 

Gejala flu yang berisiko menyebabkan komplikasi perlu mendapatkan perawatan bersama dokter dengan cepat. Biasanya, dokter akan memberikan obat antivirus yang berguna untuk mencegah penyakit berkembang menjadi lebih serius dan jangan lupa untuk memenuhi asupan cairan harian.

Apa penyebab seseorang menderita influenza?

Virus flu penyebab penyakit bisa menyebar dengan mudah melalui udara, terutama saat berbicara, batuk, maupun bersin. Tak hanya itu, virus juga bisa menular jika menggunakan barang yang telah terkontaminasi dan kemudian ditransfer melalui mata, hidung, atau mulut.

Penderita influenza kemungkinan menularkan virus dari hari pertama sebelum gejala muncul hingga sekitar lima hari terinfeksi atau lebih sebelum gejala bener-bener muncul dengan jelas. Anak-anak dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah mungkin dapat tertular untuk waktu yang sedikit lebih lama. 

Virus influenza terus berkembang dengan jenis baru yang bisa muncul secara teratur.

Jika kamu sudah pernah menderita penyakit ini saat kecil, maka tubuh telah membuat antibodi untuk melawan virus ini di masa depan. Karena itu, infeksi kemungkinan tidak akan terjadi atau berkurang keparahannya. 

Namun, perlu diketahui jika antibodi terhadap virus yang ditemui di masa lalu tidak dapat melindungi tubuh dari jenis influenza yang baru. Hal ini dikarenakan, jenis influenza baru bisa sangat berbeda secara imunologis dari apa yang dimiliki sebelumnya.

Karena itu, diperlukan perawatan yang tepat bersama dokter ahli agar penyakit bisa disembuhkan sesuai dengan faktor penyebabnya. Berkonsultasi dengan tenaga medis juga diperlukan agar penyakit tidak kambuh atau berkembang menjadi komplikasi berbahaya.

Faktor risiko yang perlu diketahui

Selain disebabkan oleh penularan melalui udara dan barang yang terkontaminasi, influensi juga memiliki beberapa faktor risiko peningkatan penyakit. Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena influenza atau komplikasinya, meliputi:

  • Usia. Influenza musiman cenderung menargetkan anak-anak berusia 6 bulan sampai 5 tahun dan orang dewasa berusia 65 tahun atau lebih.
  • Kondisi hidup atau lingkungan pekerjaan. Orang yang tinggal atau bekerja di fasilitas dengan banyak penghuni lebih mungkin terpapar virus influenza dengan mudah.
  • Sistem kekebalan tubuh lemak. Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan melemahnya sistem kekebalan adalah perawatan kanker, penggunaan steroid jangka panjang, atau menderita penyakit HIV/AIDS.
  • Penyakit kronis. Kondisi kronis, termasuk penyakit asma, diabetes, penyakit jantung, penyakit neurologis, kelainan jalan napas, ginjal, dan penyakit hati dapat meningkatan risiko komplikasi influenza.
  • Penggunaan aspirin di bawah usia 19 tahun. Orang berusia di bawah 19 tahun dan menerima terapi aspirin jangka panjang berisiko terkena sindrom Reye jika terinfeksi influenza.
  • Kehamilan. Wanita hamil lebih mungkin mengalami komplikasi influenza terutama pada trimester kedua dan ketiga.
  • Kegemukan. Orang dengan indeks massa tubuh atau BMI 40 atau lebih memiliki peningkatan risiko komplikasi dari flu.

Penyakit flu ini secara umum bisa hilang dengan sendirinya dalam satu atau dua minggu tanpa efek yang bertahan lama. Namun, pada anak-anak dan orang lanjut usia bisa berisiko menyebabkan komplikasi, seperti radang paru-paru, bronkitis, pneumonia dan asma.

Diagnosis penyakit

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik, untuk mencari tanda dan gejala influenza. Namun, ketika influenza menyebar, dokter dapat mendiagnosis berdasarkan tanda dan gejala yang sedang dirasakan. 

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin menyarankan untuk dites influenza dengan melakukan beberapa pemeriksaan lanjutan. Salah satu pemeriksaan yang akan dilakukan adalah pengujian reaksi rantai polimer atau PCR.

Tes ini lebih sensitif dibanding yang lain sehingga mungkin bisa dengan mudah mengidentifikasi jenis influenza.

Pengobatan penyakit influenza

Biasanya, penderita influenza disarankan untuk memperbanyak istirahat dan konsumsi banyak makanan sehat untuk mengobati penyakit.

Namun, jika kondisi infeksi sudah parah dan berisiko tinggi menyebabkan komplikasi, maka dokter akan meresepkan beberapa obat antivirus, seperti oseltamivir, zanamivir, peramivir dan baloxavir.

Obat-obatan ini dapat membantu mempersingkat penyakit sekitar satu hari atau lebih serta mencegah terjadinya komplikasi serius. Oseltamivir merupakan obat oral, sementara zanamivir adalah obat yang dihirup melalui alat mirip seperti inhaler asma.

Efek samping dari penggunaan obat antivirus ini mungkin akan menyebabkan mual dan muntah. Karena itu, perlu rekomendasi dosis dari dokter ahli ketika ingin mengonsumsi beberapa obat influenza tersebut.

Pencegahan terhadap bahaya virus influenza

Pencegahan awal yang bisa dilakukan terhadap infeksi virus influenza adalah melakukan vaksinasi flu tahunan. Vaksin ini mengandung perlindungan dari tiga atau empat virus influenza yang berbeda.

Vaksin biasanya tersedia dalam bentuk suntikan atau injeksi dan semprotan hidung. 

Mengontrol penyebaran virus influenza tidak 100 persen bisa efektif mencegah penyakit. Karena itu, dibutuhkan beberapa langkah pencegahan lain yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti:

Mencegah penyakit influenza dengan rutin cuci tangan

Cuci tangan secara menyeluruh dan sering merupakan cara yang efektif untuk mencegah berbagai infeksi umum, termasuk influenza. Jika sabun dan air tidak tersedia, kamu bisa menggunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol untuk membersihkan tangan.

Mencegah penyakit influenza dengan menutup mulut dan hidung saat bersin

Gejala influenza yang paling umum adalah bersin dan batuk, sehingga cara paling tepat untuk menghindari penyebaran virus adalah menutupinya. Untuk menghindari kontaminasi pada tangan, tutupi batuk atau bersin dengan lekukan siku. Untuk menghindari penularan penyakit atau menularkan penyakit ke orang lain ada baiknya kamu benggunakan masker saat keluar rumah ya.

Hindari kerumunan orang untuk mencegah penyakit influenza

Virus flu dapat menyebar dengan mudah, terutama jika berada di tempat yang banyak kerumunan orang. Dengan menghindari tempat ramai, penyebaran virus bisa dihindari dan virus tidak menular kepada orang lain dengan mudah.

Tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut

Virus penyebab penyakit influenza bisa menyebar melalui mata, hidung, mulut melalui cairan yang keluar ketika bersin atau batuk. Karena itu, usahakan sebisa mungkin untuk tidak menyentuh area wajah sebelum tangan dicuci bersih.

Mencegah penyakit influenza dengan cairan desinfektan

Penyebaran virus flu bisa terjadi lewat barang yang telah terkontaminasi. Karena itu, cara paling tepat untuk menghindari penyebaran virus adalah dengan menyemprotkan cairan desinfektan pada benda yang rentan menjadi media penularan. 

Istirahat yang cukup bantu mencegah penyakit influenza

Mendapatkan lebih banyak tidur bisa membantu menjaga sistem kekebalan tubuh sehingga infeksi bisa dilawan. Tak hanya itu, kamu juga disarankan untuk mengubah tingkat aktivitas terutama jika gejala flu sudah mulai dirasakan.

Baca juga: Bumil Jangan Bingung! Simak Begini Cara Membaca Hasil USG

Selain itu, kamu juga perlu mengubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan memperbanyak konsumsi cairan untuk tubuh. Pilihlah air, jus, atau sup hangat untuk mencegah dehidrasi dan meningkatkan sistem kekebalan sehingga terhindar dari berbagai infeksi virus dan bakteri.

Penanganan yang tepat dan segera terhadap penyakit influenza memang sangat diperlukan untuk mencegah penularan pada orang lain dan menghindari komplikasi lebih lanjut.

Gejala flu jarang menyebabkan masalah serius namun jika sudah parah harus segera diperiksakan bersama dokter ahli. 

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Mayo Clinic (2019), diakses 5 Juni 2020. Influenza (flu)
  2. Medical News Today (2020), diakses 5 Juni 2020. Influenza A vs. B: What to know
  3. Healthline (2020), diakses 5 Juni 2020. How Are Influenza A and B Different?
    register-docotr