Kamus Penyakit

Mengenal Penyakit Hipotiroidisme, Kondisi yang Bikin Penderitanya Mudah Lelah

June 28, 2020 | Dani Kosasih
feature image

Penyakit hipotiroidisme merupakan kondisi yang terjadi saat tubuh tidak menghasilkan cukup hormon tiroksin yang diproduksi oleh kelenjar tiroid. Hingga akhirnya membuat penderitanya akan merasa mudah lelah dan sulit untuk berkonsentrasi.

Tiroid sendiri adalah kelenjar kecil berbentuk kupu-kupu yang berfungsi melepaskan hormon untuk membantu tubuh dalam mengatur dan menggunakan energi.

Baca Juga: Banyak Menyerang Lansia, Kenali Cara Mencegah Alzheimer

Cara kerja hormon tiroid

Hormon tiroid bertugas menghasilkan hormon tiroksin (T4), triiodothyronine (T3), dan kalsitonin. Hormon tiroid berfungsi mengendalikan cara kerja tubuh dalam menggunakan energi. Hormon tiroid juga bertanggung jawab memberikan energi ke hampir setiap organ di tubuh.

Tanpa jumlah hormon tiroid yang tepat, fungsi alami tubuh seperti bagaimana detak jantung dan cara kerja sistem pencernaan, akan melambat.

Penyakit hipotiroidisme bisa menyerang segala usia

Penyakit hipotiroidisme lebih sering memengaruhi wanita di atas usia 60 tahun. Namun demikian, penyakit hipotiroidisme tidak bisa dianggap remeh karena juga bisa menyerang siapapun, pria dan wanita pada segala usia.

Kasus penyakit hipotiroidisme pada bayi dan anak, bahkan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan.

penyakit hipotiroidisme
Kondisi normal dan hipotiroidisme. Foto: https://www.psychologytoday.com

Kondisi penyakit hipotiroidisme di Indonesia

Kementerian Kesehatan mengeluarkan data skrining hipotiroidisme pada bayi di Indonesia.

Data tersebut mengatakan bahwa, Telah dilakukan pemeriksaan skrining hipotiroid kongenital (SHK) dari tahun 2000 hingga 2014 di beberapa lokasi terpilih di Indonesia.

Hasil pemeriksaan itu mengatakan kalau telah ditemukan kasus positif hipotiroidisme pada bayi dengan proporsi sebesar 0,4 per 1,000 bayi yang baru lahir.

Gejala penyakit hipotiroidisme

Gejala penyakit hipotiroidisme bisa bervariasi pada setiap orang. Gejala hipotiroidisme juga dipengaruhi oleh tingkat keparahan kondisi dan seberapa rendah kadar hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid.

Gejala awal

Gejala awal penyakit hipotiroidisime biasanya tidak disadari karena gejalanya berkembang cukup lambat bahkan bisa dengan hitungan tahun.

Gejala awal yang paling umum terjadi adalah penambahan berat badan dan kelelahan yang akan terus berkembang seiring bertambahnya usia.

Banyak orang tidak menyadari gejala ini sampai dengan kondisi tubuh mengalami banyak gejala lainnya.

Gejala penyakit hipotiroidisme lainnya

Bagi kebanyakan orang, gejala awal akan berkembang secara bertahap selama bertahun-tahun. Ketika hormon tiroid semakin sering melambat, maka gejala yang muncul mungkin menjadi lebih mudah diidentifikasi.

Jika kamu memiliki kecurigaan mengalami gejala akibat masalah tiroid, penting bagi kamu untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Khususnya apabila kamu sudah mulai mengalami gejala lainnya, seperti:

  • Mudah merasa lelah
  • Depresi
  • Sembelit
  • Merasa sensitif pada cuaca dingin
  • Kulit lebih sering kering
  • Pertambahan berat badan
  • Mengalami kelemahan otot, mudah nyeri dan kaku
  • Detak jantung mulai melambat
  • Mengalami kolesterol
  • Mengalami darah tinggi
  • Rasa nyeri dan kekakuan pada persendian
  • Rambut mengering dan menipis
  • Mengalami kerusakan pada memori atau ingatan
  • Mudah lupa dan sulit berkonsentrasi
  • Mengalami kondisi kesuburan yang buruk
  • Mengalami perubahan siklus menstruasi
  • Kekakuan otot, nyeri, dan nyeri tekan
  • Mengalami suara serak
  • Wajah bengkak

Gejala penyakit hipotiroidisme pada bayi

Kasus hipotiroidisme pada bayi yang baru lahir biasanya disebut hipotiroidisme kongenital. Penyakit hipotiroidisme pada bayi biasanya terjadi saat bayi lahir tanpa kelenjar tiroid atau dengan kelenjar yang tidak berfungsi dengan baik.

Beberapa gejala yang mungkin muncul adalah:

  • Kulit dan bagian putih mata menguning (jaundice). Dalam kebanyakan kasus, gejala ini terjadi ketika hati bayi tidak dapat mendaur ulang sel darah merah yang lama atau rusak
  • Lidah besar dan menonjol
  • Sulit bernapas
  • Serak menangis
  • Hernia pusar
  • Sembelit
  • Nada otot buruk
  • Rasa kantuk yang berlebihan
  • Sering buang angin atau bersendawa
  • Tangan dan kaki akan merasa lebih dingin
  • Bayi akan lebih rewel dan suara tangisannya terdengar parau
Hernia pusar merupakan gejala hipotiroidisme pada bayi. Foto: Shutterstock.com

Ketika penyakit hipotiroidisme pada bayi tidak diobati, bahkan kasus-kasus ringan dapat menyebabkan keterbelakangan fisik dan mental yang parah.

Melansir laman kemkes.go.id, penyakit akibat gangguan tiroid, termasuk penyakit hipotiroidisme, sesungguhnya dapat dideteksi sejak 3 hari setelah bayi baru lahir.

Gejala penyakit hipotiroidisme pada anak-anak dan remaja

Secara umum, anak-anak dan remaja yang mengalami hipotiroidisme memiliki gejala yang sama dengan orang dewasa.

Namun, pada beberapa kasus, penyakit hipotiroidisme pada anak-anak dan remaja juga akan mengalami beberapa gejala berikut:

  • Mengalami pertumbuhan yang buruk
  • Mengalami keterlambatan perkembangan pada gigi permanen
  • Pubertas yang tertunda
  • Mengalami perkembangan mental yang buruk

Penyebab penyakit hipotiroidisme

Penyebab hipotiroidisme cukup beragam. Namun yang pasti, penyakit hipotiroidisme terjadi saat kelenjar tiroid tidak dapat memproduksi hormon tiroid dalam jumlah cukup.

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh beberapa gangguan kesehatan, seperti:

Penyakit autoimun

Penyebab paling umum dari hipotiroidisme adalah salah satu gangguan autoimun yang dikenal sebagai tiroiditis Hashimoto.

Penyakit Hashimoto adalah penyakit yang menyerang kelenjar tiroid dan menyebabkan peradangan tiroid kronis dan dapat mengurangi fungsi tiroid.

Sedangkan tiroiditis adalah peradangan kelenjar tiroid yang disebabkan oleh infeksi virus.

Tiroiditis Hashimoto adalah gangguan autoimun yang terjadi saat sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi yang menyerang jaringan tubuh sendiri. Gangguan autoimun ini memengaruhi kemampuan tiroid untuk memproduksi hormon.

Pengobatan untuk gangguan tiroid

Orang yang memproduksi terlalu banyak hormon tiroid atau hipertiroidisme sering diobati dengan yodium radioaktif atau obat anti-tiroid. Tujuan dari perawatan ini adalah untuk mengembalikan fungsi tiroid menjadi normal.

Namun terkadang pengobatan hipertiroidisme dapat menurunkan produksi hormon tiroid terlalu banyak, sehingga memicu kondisi hipotiroidisme permanen.

Operasi tiroid

Menghapus semua atau sebagian besar kelenjar tiroid akan mengurangi atau bahkan menghentikan produksi hormon. Jika ini terjadi, kamu akan terus mengonsumsi hormon tiroid seumur hidup.

Terapi radiasi

Radiasi yang digunakan untuk mengobati kanker kepala dan leher dapat memengaruhi kelenjar tiroid dan dapat menyebabkan hipotiroidisme.

Radiasi yang digunakan mampu merusak sel-sel pada tiroid. Membuat kelenjar lebih sulit untuk menghasilkan hormon.

Penggunaan obat-obatan tertentu

Penggunaan obat-obatan tertentu untuk mengobati masalah jantung, kondisi kejiwaan, dan kanker kadang-kadang dapat memengaruhi produksi hormon tiroid.

Terlalu sedikit yodium dalam menu diet

Tiroid membutuhkan yodium untuk menghasilkan hormon tiroid karena tubuh tidak bisa membuat yodium sendiri.

Sumber yodium bisa didapatkan dari garam meja atau makanan yang mengandung yodium seperti kerang, ikan laut, telur, produk susu, dan rumput laut.

Jika kamu kekurangan yodium, maka akan menyebabkan hipotiroidisme.

Kehamilan

Untuk penyebab kehamilan, hinga saat ini masih belum ada alasan yang jelas. Namun pada beberapa kasus, peradangan tiroid terjadi setelah kehamilan yang disebut tiroiditis postpartum.

Wanita dengan kondisi ini biasanya mengalami peningkatan kadar hormon tiroid yang parah diikuti oleh penurunan tajam dalam produksi hormon tiroid.

Hipotiroidisme bawaan

Penyakit hipotiroidisme bawaan terjadi pada bayi yang dilahirkan dengan kelenjar tiroid yang tidak berkembang dengan benar atau tidak berfungsi dengan baik.

Diagnosis penyakit hipotiroidisme

Saat kamu diduga mengalami gejala-gejala hipotiroidisme, dokter mungkin akan melakukan diagnosis melalui dua cara umum yang paling sering dilakukan.

Dua cara tersebut adalah melalui evaluasi medis dan melakukan tes darah.

Evaluasi medis

Pertama-tama, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan memeriksa riwayat medis secara menyeluruh.

Dokter akan memeriksa tanda-tanda fisik hipotiroidisme, seperti:

  • Kulit yang mengering
  • Refleks yang melambat
  • Terjadi pembengkakan
  • Detak jantung lebih lambat

Selain itu, dokter juga akan meminta kamu untuk melaporkan gejala apa pun yang pernah kamu alami, seperti kelelahan, depresi, sembelit, atau merasa sensitif terhadap cuaca dingin.

Sangat penting untuk memberi tahu dokter jika kamu memiliki riwayat keluarga dengan kondisi tiroid.

Tes darah

Tes darah adalah satu-satunya cara untuk memastikan diagnosis penyakit hipotiroidisme. Tes darah dilakukan untuk mengukur kadar hormon tiroid dan TSH (thyroid-stimulating hormone) di dalam tubuh.

Jika kamu memiliki hipotiroidisme, kadar TSH yang kamu miliki akan tinggi, karena tubuh mencoba untuk merangsang lebih banyak aktivitas hormon tiroid.

Komplikasi penyakit hipotiroidisme

Jika penyakit hipotiroidisme tidak diobati, maka risiko mengalami komplikasi pun akan semakin besar. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi, seperti:

  • Mengalami masalah jantung
  • Mengalami gangguan kesuburan
  • Nyeri pada sendi
  • Mengalami obesitas atau kegemukan

Komplikasi hipotiroidisme pada wanita hamil

Masalah tiroid pada wanita hamil dapat memengaruhi bayi yang sedang berkembang. Selama tiga bulan pertama kehamilan, bayi menerima semua hormon tiroid dari ibunya.

Jika ibu memiliki penyakit hipotiroidisme, bayi tidak mendapatkan hormon tiroid yang cukup. Ini dapat menyebabkan masalah dengan perkembangan mental.

Selain itu, fungsi tiroid yang rendah atau hipotiroidisme yang tidak terkontrol selama kehamilan pun dapat menyebabkan:

  • Anemia
  • Keguguran
  • Preeklampsia atau komplikasi kehamilan serius yang ditandai dengan tekanan darah tinggi
  • Melahirkan bayi dengan berat badan rendah
  • Melahirkan bayi dengan masalah perkembangan otak
  • Mengalami cacat lahir

Kondisi hipotiroidisme terparah

Jika kamu mengalami kondisi di mana kadar hormon tiroid sangat rendah, maka kemungkinan kamu akan mengalami miksedema. Miksedema adalah bentuk penyakit hipotiroidisme yang paling parah.

Seseorang dengan miksedema dapat kehilangan kesadaran atau koma. Kondisi ini juga dapat menyebabkan suhu tubuh turun sangat rendah, yang dapat menyebabkan kematian.

Pengobatan penyakit hipotiroidisme

Penyakit hipotiroidisme biasanya dialami seumur hidup oleh penderitanya. Oleh karena itu, pengobatan pun hanya ditujukan untuk mengurangi atau meringankan gejalanya.

Pengobatan tersebut dilakukan dengan mengonsumsi obat minum yang berisi hormon tiroid sintetis, bernama levothyroxine. Obat ini dirancang untuk mengembalikan kadar hormon tiroid yang memadai ke aliran darah.

Setelah kadar hormon dipulihkan, gejala-gejala kondisi hipotiroidisme kemungkinan akan hilang atau setidaknya menjadi jauh lebih mudah dikelola.

Baca Juga: Manfaat Kangkung untuk Tubuh: Antioksidan Alami dan Baik untuk Kulit

Proses perawatan hipotiroidisme

Setelah memulai perawatan, dibutuhkan beberapa minggu sebelum kamu mulai merasa tubuh kamu membaik. Untuk selanjutnya, kamu akan memerlukan tes darah lanjutan untuk memantau kemajuan perawatan.

Karena kemungkinannya bervariasi, maka kamu dan dokter akan bersama-sama mendiskusikan dosis dan rencana perawatan yang paling baik untuk mengatasi gejala hipotiroidisme yang kamu alami.

Pada kebanyakan kasus, orang dengan penyakit hipotiroidisme harus tetap menggunakan obat ini sepanjang hidup mereka. Untuk memastikan perawatan yang kamu jalani tetap berfungsi dengan baik, dokter akan terus melakukan uji kadar TSH setiap tahun.

Jika kadar darah menunjukkan obat sudah tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya, dokter pun akan menyesuaikan dosisnya sampai keseimbangan tercapai.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

1. kemkes.go.id (2015). Diakses 24 Juni 2020. https://www.kemkes.go.id/article/view/15052700009/gangguan-akibat-tiroid-sejak-bayi.html

2. webmd.com. Diakses 24 Juni 2020. https://www.webmd.com/women/hypothyroidism-underactive-thyroid-symptoms-causes-treatments#3-7

3. healthline.com (2017). Diakses 24 Juni 2020. https://www.healthline.com/health/hypothyroidism/symptoms-treatments-more#medications

4. mayoclinic.org. Diakses 24 Juni 2020. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hypothyroidism/diagnosis-treatment/drc-20350289

5. niddk.nih.gov. Diakses 24 Juni 2020. https://www.niddk.nih.gov/health-information/endocrine-diseases/hypothyroidism

6. thyroid.org. Diakses 24 Juni 2020. https://www.thyroid.org/hypothyroidism/#:~:text=(Underactive),thyroid%20hormone%20in%20the%20blood.

7. p2ptm.kemkes.go.id (2017). Diakses 24 Juni 2020. http://www.p2ptm.kemkes.go.id/artikel-sehat/mengenal-gangguan-kelenjar-tiroid

8. p2ptm.kemkes.go.id (2018). Diakses 24 Juni 2020. http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/penyakit-diabetes-melitus/page/11/mengenal-hipotiroid

    register-docotr