Kamus Penyakit

Serba-serbi Penyakit Hashimoto: Penyakit Autoimun yang Menyerang Kelenjar Tiroid

August 1, 2020 | Richaldo Hariandja
feature image

Penyakit hashimoto adalah suatu kondisi saat sistem imun kamu menyerang tiroid, kelenjar kecil yang terletak di leher, di bawah jakun. Serangan terhadap tiroid ini mengganggu fungsi dari tiroid, sehingga berujung pada hipotiroid.

Kelenjar ini melepaskan hormon yang mengatur metabolisme, suhu tubuh, kekuatan otot dan banyak fungsi tubuh lainnya. Pada saat terjadi hipotiroid karena penyakit hashimoto, kelenjar tiroid kurang aktif sehingga produksi hormon pun berkurang.

Asal nama penyakit hashimoto

Penyakit hashimoto ini diberi nama dari seorang ahli bedah Jepang, Hakaru Hashimoto, yang menemukan penyakit ini pada 1912. Temuan ini dikarenakan ketertarikan Hashimoto terhadp jaringan tiroid saat dia bekerja di departemen bedah.

Pada waktu itu, Hashimoto melakukan ekstraksi terhadap sampel jaringan tiroid dari empat pasien dan menemukan karakteristik patologi yang baru. Hashimoto kemudian melaporkan temuannya itu sebagai penyakit baru.

Laporan berjudul Notes of lymphomatous in the thyroid gland itu diterbitkan dalam jurnal bedah klinis jerman Archiv Fur Klinishe Chirurgie. Hashimoto menjabarkan laporannya itu sepanjang 30 halaman dengan 5 gambar.

Penyebab penyakit hashimoto

Penyakit ini adalah kelainan autoimun, yang artinya kondisi ini terjadi saat sel imun menyerang jaringan yang sehat, padahal tugasnya adalah melindungi jaringan ini. Itu sebabnya penyakit ini juga dikenal dengan nama penyakit autoimun tiroid.

Awal mula terjadinya penyakit ini adalah saat sel imun yang rusak mulai memasuki kelenjar tiroid. Sel imun ini disebut juga dengan limfosit, itu sebabnya nama lain dari penyakit hashimoto adalah chronic lymphocytic thyroiditis.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan penyakit ini. Namun beberapa ilmuwan meyakini jika faktor genetik menjadi salah satu pemicunya.

Menyerang tiroid

Saat kelenjar tiroid kamu diserang oleh sistem imun yang tidak berfungsi dengan baik ini, maka kemampuan kelenjar tiroid akan menurun. Hal ini berujung pada kondisi hipotiroid, dan penyakit Hashimoto ini adalah penyebab paling umum dari hipotiroid ini.

Saat limfosit memasuki tiroid, mereka akan menghancurkan sel, jaringan dan pembuluh darah di dalam kelenjar itu. Proses penghancuran ini berjalan dengan lambat, itu sebabnya banyak penderita penyakit ini yang tidak merasakan gejala apa-apa selama bertahun-tahun.

Akan tetapi hipotiroid ini bukan satu-satunya komplikasi penyakit hashimoto. Pada beberapa orang, penyakit ini dapat membuat kelenjar tiroid inflamasi dan membesar sehingga menyebabkan gondok.

Gejala penyakit hashimoto

Pada penyakit hashimoto, ada dua gejala umum yang berkaitan dengan sistem imun yang menyerang tiroid, yaitu gondok dan hipotiroid. Masing-masing gejalanya sebagai berikut:

Pada penyakit gondok

Pada saat kamu terkena penyakit hashimoto ini, sistem imun akan salah menyerang jaringan sehat tiroid. Saat ini terjadi, kelenjar tiroid akan inflamasi dan membesar hingga kamu bisa lihat ada gondok yang tumbuh.

Tanda umum dari gondok adalah pembengkakan di depan leher kamu. Pada awalnya, tonjolan ini memang tidak terasa sakit.

Tapi jika dibiarkan saja, pembengkakan ini akan menekan bagian bawah leher kamu. Pada gondok yang lebih besar, dia dapat mengganggu proses pernapasan dan menelan makanan kamu, lho!

Pada penyakit hipotiroid

Penyakit hashimoto adalah penyebab umum terjadinya hipotiroid. Hal ini terjadi karena kemampuan kelenjar tiroid untuk menghasilkan hormon tiroid rusak oleh serangan sel imun, sehingga jumlah hormon tiroid tidak sesuai dengan yang dibutuhkan.

Tanpa hormon tiroid yang cukup, tubuh tidak akan berfungsi dengan baik. Jika kamu terkena hipotiroid, kamu akan mengalami gejala:

  • Kelelahan
  • Peningkatan berat badan
  • Sensitif terhadap dingin
  • Sulit berkonsentrasi
  • Kulit, kuku dan rambut menjadi kering
  • Konstipasi
  • Sakit pada otot
  • Peningkatan aliran menstruasi

Pada beberapa penderita hipotiroid, gejala-gejala ini tidak sama, kamu bisa saja mengalami gejala berupa keringnya kulit, kuku dan rambut. Sementara orang lain bisa mengalami gejala seperti letih dan sulit berkonsentrasi.

Meskipun demikian, semakin kamu waspada dan mampu mengenali gejala penyakit ini, maka peluang kamu untuk ditangani dengan cepat akan meningkat.

Faktor risiko 

Penyebab penyakit hashimoto masih tidak diketahui. Akan tetapi, beberapa faktor risiko telah berhasil diidentifikasi. Office on Women’s Health Amerika Serikat mencatat jika perempuan memiliki peluang tujuh kali lebih besar ketimbang laki-laki untuk terkena penyakit ini.

Penyakit ini adalah kelainan sistem imun, itu sebabnya salah satu faktor risikonya adalah dia bisa berkembang pada orang-orang yang memiliki kondisi autoimun atau sejarah autoimun di keluarga.

Beberapa penyakit autoimun yang bisa menyebabkan penyakit hashimoto adalah: 

Graves’ disease

Penyakit ini adalah salah satu kelainan sistem imun. Kebalikan dari hipotiroid, graves’ disease justru akan menyebabkan kelenjar tiroid kamu menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid di dalam tubuh, yang disebut juga dengan hipertiroid.

Pada penyakit ini, sistem imun akan membuat antibodi yang dikenal dengan nama thyroid-stimulating immunoglobulin. Antibodi ini kemudian akan menempel di sel tiroid sehat dan membuat kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid.

Diabetes tipe 1

Penyakit ini merupakan penyakit kronis. Pada penderita diabetes tipe 1, sel pankreas yang menghasilkan insulin sudah rusak sehingga tubuh tidak mampu untuk membuat insulin.

Lupus

Penyakit ini merupakan penyakit kronis autoimun yang dapat menyebabkan inflamasi di seluruh bagian tubuh. Meskipun demikian, kebanyakan dari inflamasi yang disebabkan penyakit lupus muncul di lokasi tertentu saja, sehingga dia tidak sistemik.

Sjögren’s syndrome

Penyakit autoimun ini biasanya menyerang kelenjar ludah dan air mata. Kedua kelenjar ini membantu untuk melembapkan tubuh dengan ludah dan air mata, sementara orang yang mengidap penyakit ini tidak mampu menghasilkan kelembapan yang cukup dari kedua kelenjar.

Rheumatoid arthritis

Penyakit autoimun ini akan menyebabkan nyeri sendi dan kerusakan di sekujur tubuh kamu. Kerusakan sendi biasanya terjadi di kedua sisi tubuh.

Vitiligo

Jika memiliki penyakit ini, sel tubuh yang berfungsi menghasilkan warna di tubuh akan rusak. Sel yang bernama melanocyte ini tidak dapat menghasilkan pigmen yang disebut melanin, itu sebabnya area sel yang rusak akan berubah warna menjadi putih.

Addison’s disease

Penyakit autoimun ini terjadi saat lapisan luar kelenjar adrenal rusak sehingga kelenjar ini tidak bisa menghasilkan hormon steroid kortisol dan aldosteron yang cukup bagi tubuh. 

Penyakit hashimoto pada ibu hamil

Jika penyakit autoimun tiroid ini tidak ditangani dengan baik pada masa kehamilan, maka beberapa masalah berikut ini bisa timbul:

  • Preekamsia
  • Anemia
  • Keguguran
  • Placental abruption (kondisi saat plasenta terpisah dari rahim sehingga janin tidak mendapatkan oksigen yang cukup)
  • Perdarahan pascapersalinan

Penyakit ini bisa menghadirkan masalah serius pada bayi seperti:

  • Lahir prematur
  • Berat badan di bawah normal
  • Janin mati dalam kandungan
  • Masalah tiroid

Karena itu, penting bagi ibu hamil segera berkonsultasi dengan dokter apabila mereka merasakan gejala-gejala yang timbul.

Diagnosis penyakit hashimoto

Biasanya kamu akan diminta untuk melakukan tes fisik dan memeriksa gejala yang sudah ada di laboratorium. Ada tiga tes yang biasanya dipakai untuk mendiagnosis penyakit autoimun tiroid ini, yaitu:

Tes hormon perangsang tiroid

Hormon perangsang tiroid (TSH) tidak diproduksi oleh tiroid, melainkan dihasilkan oleh kelenjar di bawah otak. Saat kelenjar ini merasakan ada pengurangan produksi hormon tiroid, maka dia akan melepaskan TSH dalam jumlah besar untuk merangsang tiroid menghasilkan lebih banyak hormon.

Tujuan dari tes TSH ini adalah untuk menentukan seberapa normal level TSH kamu. Jika lebih besar daripada yang seharusnya, ini bisa jadi satu indikasi awal kamu menderita penyakit hashimoto. 

Meskipun demikian, kadar TSH di setiap orang beragam. Jadi sebelum tes, dokter akan menentukan terlebih dahulu seberapa sehat normal kandungan TSH kamu.

Tes antibodi anti-tiroid (ATA)

Bentuk tes ATA yang secara umum digunakan untuk memeriksa keberadaan penyakit hashimoto di tubuh kamu adalah microsomal antibody test yang juga dikenal dengan thyroid peroxidase antibody test serta anti-thyroglobulin test.

Karena penyakit ini termasuk penyakit autoimun, maka dia akan membentuk antibodi. Dan tes ini digunakan untuk mengetahui keberadaan dan level dari antibodi ini dalam tubuh kamu.

Tes T4

Tiroksin, atau yang dikenal dengan T4, adalah aktivitas hormon tiroid di dalam tubuh. Dan Dokter akan menghitung level T4 ini di dalam aliran darah untuk mengetahui keberadaan dari penyakit hashimoto.

Hormon tiroid dan level T4 menunjukan level rendah saat kamu mengidap penyakit ini. 

Komplikasi penyakit hashimoto

Apabila didiamkan saja, penyakit autoimun tiroid ini dapat menyebabkan beberapa komplikasi, beberapa di antaranya bahkan bisa berujung pada komplikasi parah, yaitu:

  • Penyakit jantung, termasuk gagal jantung
  • Anemia
  • Pusing dan hilang kesadaran
  • Kolesterol tinggi
  • Penurunan libido
  • Depresi

Karena penyakit ini adalah penyakit autoimun, maka komplikasi yang paling utama adalah kamu juga berisiko terkena penyakit autoimun lainnya. Seperti:

  • Addison’s disease
  • Graves’ disease
  • Kegagalan ovarium prematur
  • Diabetes tipe 1
  • Lupus erythematosus (kelainan yang menyebabkan inflamasi di sejumlah sistem tubuh, termasuk paru-paru dan jantung)
  • Pernicious anemia (kelainan yang mencegah terjadinya penyerapan vitamin B12)
  • Rheumatoid arthritis
  • Thrombocytopenic purpura (kelainan yang mengganggu kemampuan darah untuk membeku)
  • Vitiligo

Pada beberapa kasus yang jarang terjadi, penyakit autoimun tiroid ini bisa memicu perkembangan kanker thyroid lymphoma. Kanker ini dapat ditangani dan disembuhkan asalkan kamu bisa mendeteksinya sejak dini.

Menangani penyakit hashimoto

Penyakit autoimun tiroid ini butuh penanganan, sehingga kamu tidak bisa mendiamkannya begitu saja. Jika tiroid berfungsi normal, maka kamu hanya akan diawasi saja perkembangannya.

Kalau tiroid tidak menghasilkan cukup hormon, kamu akan membutuhkan pengobatan. Levothyroxine adalah hormon sintesis yang dapat menggantikan hormon tiroid (T4) yang hilang dari tubuh kamu.

Kalau kamu dikatakan dokter membutuhkan obat ini, maka kamu akan mengonsumsinya seumur hidup kamu. Kamu bisa sedikit tenang, karena obat ini tidak memiliki efek samping yang terlihat.

Penggunaan levothyroxine secara rutin akan mengembalikan level hormon tiroid menjadi normal. Dengan demikian, maka gejala dari penyakit autoimun tiroid ini akan hilang, meskipun demikian kamu membutuhkan tes berkala untuk memantau level hormon tiroid.

Yang perlu diperhatikan

Beberapa suplemen dan pengobatan dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk menyerap levothyroxine. Di antaranya adalah:

  • Suplemen zat besi
  • Suplemen kalsium
  • Proton pump inhibitor, pengobatan untuk penyakit refluks asam
  • Beberapa obat kolesterol
  • Estrogen

Kamu mungkin harus menyesuaikan waktu untuk mengonsumsi masing-masing obat supaya mereka tidak saling berinteraksi yang merugikan penyerapan di tubuh. Beberapa makanan pun bisa saja memberikan efek serupa.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Endocrineweb.com (2020) diakses 28 Juli 2020. https://www.endocrineweb.com/conditions/hashimotos-thyroiditis/hashimotos-thyroiditis-overview
  2. Mayoclinic.com (2020) diakses 28 Juli 2020. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hashimotos-disease/symptoms-causes/syc-20351855
  3. Healthline.com (2019) diakses 28 Juli 2020. https://www.healthline.com/health/chronic-thyroiditis-hashimotos-disease
  4. Healthline.com (2018) diakses 28 Juli 2020. https://www.healthline.com/health/graves-disease
  5. Healthline.com (2020) diakses 28 Juli 2020. https://www.healthline.com/health/type-1-diabetes-causes-symtoms-treatments
  6. Healthline.com (2019) diakses 28 Juli 2020. https://www.healthline.com/health/lupus
  7. Healthline.com (2017) diakses 28 Juli 2020. https://www.healthline.com/health/sjogren-syndrome
  8. Healthline.com (2020) diakses 28 Juli 2020. https://www.healthline.com/health/rheumatoid-arthritis
  9. Healthline.com (2018) diakses 28 Juli 2020. https://www.healthline.com/health/skin-disorders/vitiligo-pictures
  10. Healthline.com (2019) diakses 28 Juli 2020. https://www.healthline.com/health/addisons-disease
  11. Womenshealth.gov (2018) diakses 28 Juli 2020. https://www.womenshealth.gov/a-z-topics/hashimotos-disease

(2018) diakses 28 Juli 2020. https://www.womenshealth.gov/glossary#placental_abruption

    register-docotr