Kamus Penyakit

Kenali Penyakit Gastroenteritis: Masalah pada Usus dengan Gejala Diare

June 15, 2020 | Nanda Hadiyanti
feature image

Jika mengalami sakit perut yang disertai diare dan juga muntah, jangan menganggapnya diare biasa dan sembarangan minum obat, ya. Karena kamu bisa saja mengalami penyakit gastroenteritis.

Penyakit ini memang masih terdengar asing, dibandingkan dengan penyakit yang berhubungan dengan organ pencernaan seperti diare, tukak lambung atau penyakit asam lambung. Tapi kamu juga perlu mengetahui penyakit ini.

Apa itu penyakit gastroenteritis?

Penyakit gastroenteritis juga disebut sebagai flu perut. Penyakit ini disebabkan oleh virus dan menyebabkan peradangan pada usus. Penyakit ini mudah menular dan biasanya berawal dari mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi.

Penyakit ini akan menyebabkan rasa tidak nyaman selama beberapa hari, namun umumnya penyakit ini mudah ditangani. Pasien yang mengalaminya hanya membutuhkan beberapa hari untuk kembali pulih.

Gejala yang terlihat dari penyakit gastroenteritis

Umumnya orang yang mengalami penyakit ini akan mengalami gejala, antara lain:

  • Diare.
  • Kram perut.
  • Mual dan muntah.
  • Terkadang demam dan meriang.
  • Berkeringat.
  • Kehilangan selera makan.

Gejala-gejala tersebut dapat berlangsung dari hari pertama terkena penyakit ini hingga 10 hari. Segera cari bantuan medis jika mengalami gejala parah seperti:

  • Diare berlangsung selama tiga hari berturut-turut atau lebih, tanpa menunjukkan gejala membaik.
  • Terlihat adanya darah pada feses.
  • Muntah terlihat berwarna hijau.
  • Mengalami atau terlihat seperti orang dehidrasi dengan ciri-ciri bibir kering dan pusing.
  • Jika terjadi pada anak perhatikan kondisinya, jika mata cekung atau menangis tanpa mengeluarkan air mata menandakan ia butuh mendapatkan perawatan sesegera mungkin.

Siapa saja yang bisa terkena penyakit gastroenteritis?

Penyakit ini bisa muncul pada siapa saja, namun ada beberapa kategori untuk mereka yang rentan atau berisiko tinggi terkena penyakit ini. Mereka adalah:

  • Anak-anak berusia di bawah 5 tahun.
  • Lansia, terutama jika mereka tinggal di panti jompo.
  • Anak-anak dan orang dewasa dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Anak-anak yang tinggal di asrama.
  • Atau orang yang berada di perkumpulan atau kelompok tertentu, dapat menjadi sarana penularan virus ini.

Apa yang menyebabkan penyakit gastroenteritis?

Seperti yang sudah disebutkan di awal paragraf bahwa penyakit ini disebabkan oleh virus. Terkadang juga disebabkan oleh bakteri seperti salmonella. Beberapa jenis virus yang menyebabkan penyakit ini antara lain:

Norovirus

Anak-anak dan orang dewasa bisa terinfeksi oleh norovirus. Virus ini terkait dengan makanan. Dalam banyak kasus seseorang terinfeksi virus ini setelah mengonsumsi makanan atau air terkontaminasi.

Meskipun memungkinkan juga orang yang mengalami penyakit ini tertular dari orang lain yang sedang mengidap penyakit ini. Hal yang umum penyakit ini menular dalam kelompok yang seringkali beraktivitas bersama.

Rotavirus

Virus ini diketahui sebagai penyebab paling umum penyakit gastroenteritis pada anak-anak. Biasanya, anak-anak terinfeksi saat mereka memasukkan jari atau benda lain yang terkontaminasi virus ke dalam mulut.

Penyakit ini memang diketahui paling mudah menginfeksi anak-anak atau bayi. Karena itu di beberapa negara, salah satunya Amerika Serikat telah menyediakan vaksin untuk melawan gastroenteritis. Cara tersebut dianggap sebagai yang paling efektif untuk dilakukan.

Adenovirus

Virus ini bisa menginfeksi segala usia. Dapat menyebabkan beberapa kondisi, termasuk gastroenteritis. Virus ini menyebar melalui udara saat bersin dan batuk.

Seseorang bisa tertular dengan menyentuh benda yang terkontaminasi. Atau bisa tertular saat menyentuh tangan orang lain yang memiliki virus adenovirus. Anak-anak yang berada di penitipan anak, terutama yang berusia 6 bulan hingga 2 tahun, cenderung lebih rentan terkena virus ini.

Anak-anak yang terkena virus ini akan membaik setelah beberapa hari. Sementara pada orang dewasa gejala virus ini dapat terlihat jelas seperti mata terlihat merah muda, demam, batuk, pilek dan sakit tenggorokan.

Astrovirus

Virus ini juga umum diketahui sebagai penyebab terjadinya gastroenteritis pada anak-anak. Biasanya anak-anak yang terkena virus ini akan menunjukkan gejala berupa diare, dehidrasi ringan dan sakit perut. Gejalanya akan mereda setidaknya dalam tiga hari.

Virus ini paling sering menyerang pada akhir musim dingin dan di awal musim semi. Penularannya bisa melalui makanan atau tertular dari orang lain.

Selain virus, ada beberapa hal lainnya yang menyebabkan terjadinya penyakit ini, meskipun dianggap jarang terjadi. Beberapa hal tersebut antara lain:

  • Meminum air yang mengandung logam berat seperti timah, merkuri atau arsenik.
  • Makan makanan asam terlalu banyak seperti jeruk dan tomat.
  • Racun tertentu dalam makanan laut.
  • Obat-obatan tertentu seperti antibiotik, antasida, obat pencahar dan obat kemoterapi.

Bagaimana mendiagnosis penyakit ini?

Dokter akan melakukan pemeriksaan dasar kepada pasien, seperti menanyakan tanda awal yang dirasakan. Apakah mengalami muntah dan juga diare. Jika dalam kondisi ringan, maka dokter biasanya akan menjelaskan penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya.

Namun jika terlihat gejala yang parah, maka dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan. Pasien juga akan diminta melakukan tes atau pemeriksaan pada feses untuk memastikan penyebab sakit yang dialami pasien.

Dokter juga bisa meminta pasien melakukan prosedur sigmoidoskopi. Yaitu pemeriksaan usus dengan memasukan selang kecil dengan kamera melalui anus untuk melihat kondisi peradangan pada usus. Biasanya dilakukan dalam waktu 15 menit dan tidak membutuhkan sedasi.

Seperti apa pengobatan penyakit gastroenteritis?

Tidak ada pengobatan khusus untuk mengatasi penyakit ini. Penggunaan antibiotik tidak efektif melawan virus. Menggunakannya dengan dosis berlebihan justru akan menyebabkan kebal antibiotik.

Hal yang paling penting dilakukan untuk mengatasi penyakit ini adalah minum cukup air agar tubuh tetap terhidrasi. Karena diare dan muntah menyebabkan tubuh kehilangan cairan dan elektrolit.

Pengobatan gastroenteritis di rumah

Untuk orang dewasa

Untuk mendukung penyembuhan, selain mengonsumsi cukup air kamu juga perlu memperhatikan makanan. Beberapa makanan yang sebaiknya dikonsumsi antara lain:

  • Kentang.
  • Nasi.
  • Roti panggang.
  • Pisang.

Sampai kondisi membaik, sebaiknya hindari dulu makanan yang mungkin menyebabkan sakit perut yang dialami berlanjut. Makanan yang perlu dihindari antara lain:

  • Makanan tinggi lemak.
  • Mengandung kafein.
  • Alkohol.
  • Makanan manis.
  • Produk susu.
  • Makanan pedas.

Selain itu pasien yang mengalami penyakit gastroenteritis juga memerlukan cukup istirahat. Karena diare dan muntah dapat menghabiskan tenaga seseorang.

Berikan waktu untuk mengembalikan tenaga, dengan begitu dapat melawan infeksi dengan memperbaiki kerusakan di dalam usus. Istirahat membantu sistem kekebalan tubuh bekerja lebih cepat memperbaiki kerusakan sel.

Untuk anak-anak

Jika terjadi pada anak-anak, pastikan orang tua merawat hingga kondisinya membaik dengan melakukan beberapa hal, seperti:

  • Cegah dehidrasi atau jangan biarkan dehidrasi bertambah parah. Berikan cairan yang cukup.
  • Jangan cuma memberikan air putih untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Pada anak-anak yang mengalami penyakit ini, air putih biasa tidak akan cukup menggantikan elektrolit yang hilang.
  • Berikan larutan yang dapat mengembalikan cairan tubuh. Kamu bisa membelinya di apotek tanpa resep dokter.
  • Hindari memberi jus apel pada anak. Karena itu dapat membuat diare bertambah parah.
  • Berikat anak-anak makanan yang mudah dicerna dan bertekstur lunak seperti pisang dan kentang. Atau roti bakar.
  • Hindari makanan yang dapat memperburuk diare, seperti es krim, permen, makanan manis lainnya, produk susu atau minuman bersoda.
  • Pastikan anak cukup istirahat selama pemulihan. Diare akan membuatnya kelelahan.
  • Hindari memberikan obat diare pada anak. Kecuali atas saran dari dokter. Karena obat tersebut justru akan menyulitkan tubuh anak mengatasi virus.
  • Hindari juga memberikan aspirin kepada anak-anak atau remaja yang terkena virus ini. Karena dapat menyebabkan sindrom reye, kondisi yang menyebabkan pembengkakan pada organ hati dan otak.
  • Jika terjadi pada bayi, tetap berikan ASI selama bayi mengalami sakit. Ibu bisa menanyakan dokter apakah diperlukan pemberian larutan oralit untuk bayi, untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.

Alternatif yang bisa dilakukan

Selama pemulihan, orang dewasa dengan penyakit ini dapat melakukan hal-hal berikut, agar tubuh terasa lebih nyaman.

  • Menggunakan plester penghangat, ini dapat meringankan kram perut selama pemulihan.
  • Minum air rebusan beras merah. Kandungan elektrolitnya dipercaya mampu mengatasi dehidrasi.
  • Rebusan air jahe juga bisa membantu meredakan rasa tidak nyaman pada perut.
  • Minum teh daun mint dapat membantu meredakan mual dan muntah selama mengalami gastroenteritis.
  • Yoghurt atau kefir. Meski sebaiknya menghindari produk susu namun yoghurt tanpa rasa atau kefir membantu memulihkan keseimbangan bakteri alami dalam tubuh setelah sakit.
  • Akupresur juga bisa menjadi pilihan karena dipercaya dapat mengurangi rasa mual. Pijatan akupresur bisa dilakukan selama beberapa menit.
  • Terakhir, bisa meminum teh chamomile. Tanaman chamomile dipercaya dapat melemaskan otot-otot tubuh dan bersifat anti peradangan. Meminumnya dapat meredakan kram perut, diare, kembung dan mual.

Apakah penyakit gastroenteritis bisa menyebabkan komplikasi?

Komplikasi yang paling utama adalah dehidrasi. Terutama pada anak-anak dan bayi, dehidrasi akan berdampak buruk, bahkan bisa mengancam jiwa jika tidak ditangani dengan baik.

Karena itu usahakan untuk menjaga tubuh terhidrasi, agar tidak menyebabkan komplikasi lainnya, seperti:

  • Pembengkakan otak.
  • Koma.
  • Syok hipovolemik atau suatu kondisi yang terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup cairan atau darah.
  • Gagal ginjal.
  • Kejang.

Jika anak menunjukkan tanda-tanda dehidrasi seperti diare tak berhenti selama beberapa hari, terdapat darah pada feses, pusing, mulut kering tidak ada urine yang keluar lebih dari 8 jam atau urine terlihat kuning gelap atau coklat dan mata cekung, segera cari bantuan medis.

Selain dehidrasi, komplikasi yang mungkin muncul dan dialami anak-anak karena penyakit ini antara lain ketidakseimbangan nutrisi dan lemah otot.

Apakah penyakit gastroenteritis bisa dicegah?

Meski tak selalu ampuh, namun beberapa cara ini bisa dilakukan untuk mencegah penularan, terlebih jika ada salah satu anggota keluarga yang sedang mengalaminya.

  • Pastikan mencuci tangan sesering mungkin dengan air mengalir dan menggunakan sabun. Terutama setelah dari toilet dan sebelum menyentuh makanan.
  • Jangan hanya mengandalkan gel pembersih tangan, karena tak selalu efektif.
  • Jika ada keluarga yang sedang mengalami penyakit ini usahakan melakukan desinfeksi benda-benda yang mungkin terkontaminasi.
  • Jika ada keluarga yang mengalami penyakit ini sebaiknya tidak menyiapkan makanan untuk anggota keluarga lainnya.
  • Jangan berbagi peralatan makan atau handuk saat ada keluarga yang mengalami penyakit ini.
  • Cuci buah-buahan sampai bersih sebelum memakannya.
  • Bersihkan dan siapkan setiap makanan dengan baik. Pastikan makanan dimasakan dengan benar dan matang. Usahakan untuk menghindari makanan yang belum dimasak, terutama makanan laut untuk mencegah terjadinya keracunan makanan.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar info sehat lainnya? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline diakses 11 Juni 2020 Viral Gastroenteritis (Stomach Flu) 
  2. Medicalnewstoday diakses 11 Juni 2020 Causes and treatments of stomach flu
  3. Mayoclinic.org diakses 11 Juni 2020 Viral gastroenteritis (stomach flu) 
  4. Webmd diakses 11 Juni 2020 Gastroenteritis “Stomach Flu” 
    register-docotr