Kamus Penyakit

Kenali Penyakit Endometriosis: Gejala, Pemeriksaan dan Pengobatannya

April 27, 2020 | Ajeng Annastasia | dr. Astari F.A.
feature image

Banyak wanita yang takut dengan penyakit endometrosis karena bisa menurunkan peluang kehamilan. Ya, endometriosis merupakan salah satu gangguan kesehatan yang  memengaruhi sistem reproduksi wanita.

Penyakit ini dapat menimbulkan rasa sakit di bagian bawah perut dan biasanya dapat berefek pada peluang kehamilan.

Pada endometriosis, sel yang mirip dengan lapisan dalam rahim tumbuh di luar rahim. Sampai saat ini, tidak diketahui persis bagaimana atau mengapa hal ini dapat terjadi.

Jaringan yang seharusnya tidak berada di luar rahim ini kemudian dapat pecah, berdarah, dan akhirnya memunculkan gejala. Yuk simak informasi lengkap tentang penyakit endometriosis berikut ini:

Gejala endometriosis

puasa saat hamil muda
Segera cek ke dokter jika menemukan gejala endometriosis. Foto: Shutterstock.com

Beberapa wanita dengan endometriosis bisa saja tidak memiliki gejala. Namun, banyak yang merasakan sakit di bagian bawah perut yang muncul ketika: 

  • Sebelum atau selama periode menstruasi
  • Antara periode menstruasi
  • Selama atau setelah berhubungan seksual
  • Ketika buang air kecil atau merasa usus menjadi lebih aktif (sering selama periode menstruasi)

Gejala lain dari endometriosis dapat mencakup:

  • Kesulitan untuk bisa hamil
  • Pertumbuhan pada ovarium yang dapat dirasakan oleh seorang dokter selama pemeriksaan

Semua gejala yang telah disebutkan juga dapat disebabkan oleh kondisi yang tidak mengarah ke endometriosis. Tetapi jika kamu memiliki salah satu gejala di atas, jangan tunda untuk segera konsultasi ke dokter spesialis kandungan, ya.

Baca juga: Nyeri Haid Pertanda Susah Hamil? Ini Faktanya

Pemeriksaan untuk diagnosis endometriosis

nyeri haid bikin susah hamil
Selalu jaga kesehatan dan periksakan diri ke dokter jika sakit. Foto: Shutterstock.com

Sampai saat ini belum ada pemeriksaan spesifik untuk penyakit endometriosis, tetapi dokter mungkin akan menegakkan diagnosis berdasarkan beberapa hal.

Mulai dari mempelajari gejala yang kamu keluhkan, sampai melakukan beberapa pemeriksaan penunjang. Salah satunya ultrasonografi atau USG.

Satu-satunya cara untuk tahu pasti apakah kamu memiliki endometriosis adalah dengan melakukan operasi dan mencari jaringan endometriosis di luar rahim.

Pengobatan penyakit endometriosis

Pengobatan dilakukan sebaiknya hanya oleh dokter. Foto: Shutterstock.com

Endometriosis dapat diobati dengan cara yang berbeda-beda. Pengobatan yang tepat untuk kamu akan bergantung pada gejala yang muncul dan apakah kamu sedang ingin melakukan program hamil.

Dokter dapat menggunakan obat-obatan untuk mengobati endometriosis, termasuk di antaranya:

  • Obat penghilang rasa sakit. Terdapat beberapa obat yang dapat mengurangi rasa nyeri yang disebabkan oleh endometriosis. Tetapi perlu dicatat bahwa obat ini tidak membuat endometriosis hilang.
  • Kontrasepsi hormon. Terapi ini dapat membantu mengurangi gejala nyeri, akan tetapi pengobatan menggunakan kontrasepsi hormon tidak sesuai pada wanita yang hendak melakukan program hamil.
  • Obat-obatan yang dapat menghentikan menstruasi. Obat ini membuat tubuh berhenti memproduksi hormon tertentu. Terapi ini dapat membantu untuk wanita yang tidak membaik dengan kontrasepsi hormon. 

Beberapa wanita memilih untuk menjalani operasi agar dapat mengobati endometriosis lebih baik. Berbagai jenis operasi dapat mencakup:

  • Laparoskopi

Jenis operasi ini adalah yang paling umum, dokter akan membuat sayatan kecil di perut dan memasang selang kecil dengan kamera di dalam tubuh. Kemudian dokter dapat melihat dan menghilangkan jaringan endometriosis.

  • Histerektomi

Dalam kasus yang parah di mana tidak ada pengobatan lain yang berhasil, dokter mungkin akan menyarankan histerektomi. Operasi ini untuk mengangkat rahim wanita.

Terkadang, dokter juga akan menghilangkan ovarium dan saluran yang menghubungkan ovarium ke rahim. Jika melakukan operasi ini, maka wanita tidak bisa hamil lagi.

Baca juga: Bahaya Hipertensi pada Ibu Hamil, Segera Kenali Gejalanya!

Program hamil untuk wanita yang mengidap penyakit endometriosis

Jika kamu mengalami kesulitan untuk hamil, konsultasikan masalah ini dengan dokter spesialis kandungan. Ada berbagai macam pengobatan atau terapi yang dapat membantu seorang wanita untuk hamil.

Jangan lupa juga tetap menjalani pola hidup sehat seperti makan makanan yang sehat dan bergizi, olahraga teratur, menghindari stres psikologis, dan minum air putih minimal 1,5 liter per hari, ya!

Reference

UI.ac.id (2017) diakses 15 Februari 2020. Konsensus Tata Laksana Nyeri Endometriosis
Webmd (2019) diakses 15 Februari 2020. Endometriosis
Medscape (2018) diakses 15 Februari 2020. Endometriosis
Mayoclinic (2019) diakses 15 Februari 2019. Endometriosis
NCBI (2017) diakses 15 Februari 2020. Endometriosis: Epidemiology, Diagnosis, and Clinical Management
NEJM (2017) diakses 15 Februari 2020. Treatment of Endometriosis-Associated Pain with Elagolix, an Oral GnRH Antagonist

    register-docotr