Kamus Penyakit

Serba-serbi Penyakit Aterosklerosis: Ketahui Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

July 4, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu
feature image

Penyakit aterosklerosis adalah masalah yang cukup umum terjadi dan kerap berkaitan dengan penuaan. Kondisi ini dapat mengacu pada penumpukan lemak, kolesterol, dan zat lain di dalam dan dinding arteri sehingga akan membatasi aliran darah.

Seiring usia, penyakit ini bisa dialami semua orang. Namun upaya menjaga kesehatan yang dilakukan selagi muda dapat membantu agar penyakit ini tidak menyerang sedini mungkin. Yuk kenali lebih jauh tentang penyakit aterosklerosis.

Baca juga: 5 Penyebab Limfosit Rendah: Salah Satunya Akibat Penyakit Autoimun!

Apa itu penyakit aterosklerosis?

Aterosklerosis terjadi akibat penumpukan plak di dinding arteri. (Foto: mayoclinic)

Penyakit aterosklerosis merupakan penyempitan pembuluh darah yang disebabkan oleh adanya penumpukan plak. Kondisi ini akan membuat darah sulit mengalir melalui arteri. Penumpukan biasanya dapat terjadi pada arteri mana saja, termasuk jantung, kaki, dan ginjal.

Seseorang dengan aterosklerosis mungkin mengalami kesulitan bernapas dan lemah karena penumpukan plak di dinding arteri. Arteri membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh.

Penyempitan pada pembuluh darah dapat menyebabkan kekurangan darah dan oksigen di berbagai jaringan tubuh. Potongan plak bisa putus hingga menyebabkan gumpalan darah dan jika tidak diobati maka bisa mengakibatkan serangan jantung, stroke, hingga gagal jantung.

Terdapat pula endotelium yakni lapisan sel tipis yang membuatnya halus dan memungkinkan darah mengalir dengan mudah. 

Penyakit aterosklerosis terjadi ketika endotelium rusak karena beberapa faktor, seperti merokok, tekanan darah tinggi, serta kolesterol tinggi dalam darah. Aterosklerosis dapat memengaruhi arteri manapun namun utamanya akan terjadi pada arteri yang lebih besar dan bertekanan tinggi.

Gejala penyakit aterosklerosis yang mungkin dirasakan

Penyakit aterosklerosis biasanya menyerang orang tua, namun bisa berkembang selama masa remaja. Seringkali, tidak terlihat gejala yang jelas sampai sedikit plak pecah sehingga membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengetahui penyakitnya. 

Nah, gejala penyakit aterosklerosis akan berbeda-beda tergantung pada arteri mana yang terpengaruh. Untuk penjelasan lebih lanjut, berikut beberapa gejala berdasarkan jenis arteri pada tubuh yang perlu diketahui.

Arteri karotis

Arteri ini bertugas untuk memberikan darah ke otak sehingga jika pasokannya terbatas maka bisa mengakibatkan stroke.

Gejala stroke dapat muncul secara tiba-tiba, termasuk kelemahan, sulit bernapas, sakit kepala, mati rasa di wajah, dan kelumpuhan. Karena itu, jika mengalami stroke maka membutuhkan penanganan medis segera. 

Arteri koroner

Arteri jenis ini bertugas untuk memberikan darah ke jantung sehingga jika suplainya menurun maka bisa mengakibatkan serangan jantung. Karena itu, gejala yang akan dirasakan antara lain nyeri pada dada, muntah, mengalami kecemasan ekstrem, batuk, hingga pingsan. 

Arteri ginjal

Arteri ginjal bertugas untuk memasok darah ke ginjal sehingga jika suplainya terbatas maka bisa mengakibatkan sakit ginjal kronis.

Penyumbatan arteri pada ginjal akan ditandai dengan beberapa gejala seperti kehilangan selera makan, pembengkakan pada tangan serta kaku, hingga sulit berkonsentrasi.

Arteri perifer

Arteri satu ini bertugas untuk memasok darah ke lengan, kaki, serta panggul sehingga jika suplainya kurang bisa mengakibatkan mati rasa pada anggota tubuh.

Pada kasus yang parah, kematian jaringan dan gangren dapat terjadi sehingga juga akan meningkatkan risiko stroke serta serangan jantung.

Penyebab penyakit aterosklerosis secara umum

Penumpukan plak dan pengerasan arteri akan membatasi aliran dan mencegah organ serta jaringan mendapatkan darah beroksigen yang dibutuhkan tubuh. Nah, dilansir dari Healthline berikut beberapa penyebab umum penyakit aterosklerosis.

Kolesterol tinggi

Kolesterol merupakan zat kuning lilin yang ditemukan secara alami di dalam tubuh dan juga makanan tertentu.

Jika kadar kolesterol dalam darah terlalu tinggi, maka bisa menyumbat pembuluh darah hingga membentuk plak keras yang membatasi atau menghalangi sirkulasi darah ke jantung atau organ lainnya.

Melakukan diet tidak sehat

Masalah penyempitan pembuluh darah dapat pula terjadi akibat melakukan diet yang tidak sehat.

Karena itu, American Heart Association atau AHA merekomendasikan pola diet sehat secara keseluruhan yang menekankan konsumsi berbagai macam buah serta sayur, biji-bijian, produk susu rendah lemak, ikan, serta minyak nabati

Akibat penuaan

Seiring bertambahnya usia, jantung dan pembuluh darah bekerja lebih keras untuk memompa serta menerima darah.

Tak hanya itu, arteri juga mungkin akan melemah dan menjadi kurang elastis sehingga membuatnya rentan terhadap penumpukan plak dan berisiko tinggi menyebabkan penyempitan pembuluh darah. 

Siapa saja yang berisiko menderita penyakit aterosklerosis?

Banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit aterosklerosis sehingga perlu penanganan dini agar tidak menyebabkan masalah serius. Beberapa faktor risiko masalah aterosklerosis yang perlu diketahui, antara lain sebagai berikut.

Sejarah keluarga

Jika salah satu anggota keluarga memiliki penyakit ini, maka besar kemungkinan kamu juga berisiko tinggi mengalami pengerasan pembuluh darah. Kondisi ini termasuk masalah terkait jantung lainnya mungkin juga bisa terjadi secara turun temurun sehingga perlu disadari sejak dini.

Kurang berolahraga

Aktivitas fisik atau olahraga yang kurang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, termasuk aterosklerosis.

Karena itu, pastikan untuk rutin berolahraga sejak usia dini untuk membantu otot jantung lebih kuat dan mendorong oksigen serta aliran darah mengalir ke seluruh anggota tubuh dengan baik.

Tekanan darah tinggi

Tekanan darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah dan membuatnya lemah di beberapa daerah. Selain itu, kolesterol dan zat lain dalam darah juga bisa mengurangi kelenturan pembuluh darah seiring berjalannya waktu. 

Kebiasaan merokok memang diketahui dapat merusak pembuluh darah dan jantung. Tak hanya itu, penderita diabetes juga memiliki risiko penyakit jantung koroner atau CAD yang jauh lebih tinggi sehingga pemeriksaan bersama dokter perlu segera dilakukan.

Adakah komplikasi penyakit aterosklerosis yang mungkin terjadi?

Komplikasi penyakit aterosklerosis dapat terjadi tergantung pada jenis arteri yang tersumbat. Beberapa jenis komplikasi akibat penyakit aterosklerosis yang mungkin terjadi, antara lain sebagai berikut:

  • Penyakit arteri koroner. Umumnya bisa menyebabkan nyeri dada atau angina, serangan jantung, atau gagal jantung
  • Penyakit arteri karotis. Biasanya akan menyebabkan serangan iskemik transien atau TIA serta stroke
  • Penyakit arteri perifer. Dalam kasus yang jarang terjadi biasanya dapat menyebabkan kematian jaringan atau gangrene
  • Aneurisma. Komplikasi dapat terjadi di mana saja termasuk munculnya tonjolan di dinding arteri.
  • Penyakit ginjal kronis. Penyempitan pembuluh darah pada ginjal bisa memengaruhi fungsi organ tubuh satu ini.

Selain itu, penyempitan pembuluh darah juga menyebabkan komplikasi lain dalam tubuh. Salah satunya adalah irama jantung yang tidak biasa sehingga perlu penanganan bersama dokter lebih lanjut.

Diagnosis penyakit aterosklerosis yang biasa dokter lakukan

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik jika gejala aterosklerosis dirasakan oleh penderita. Beberapa pemeriksaan yang akan dilakukan, antara lain denyut nadi melemah, penonjolan abnormal atau pelebaran arteri, serta jika menunjukkan aliran darah terbatas.

Seorang ahli jantung mungkin juga akan mendengarkan suara abnormal dalam tubuh yang menandakan adanya arteri tersumbat. Dokter juga akan melakukan beberapa tes lanjutan, meliputi:

  • Tes darah, biasanya dilakukan untuk memeriksakan kadar kolesterol di dalam tubuh
  • USG Doppler, dilakukan menggunakan gelombang suara untuk melihat penyumbatan
  • Indeks pergelangan kaki-brakialis, untuk mencari penyumbatan di lengan atau kaki
  • Magnetic resonance angiography atau MRA, dilakukan untuk rontgen dada
  • Elektrokardiogram atau EKG, dilakukan untuk mengukur aktivitas listrik di jantung.

Selain itu, dokter mungkin juga memerlukan pemeriksaan lainnya berupa tes stres dan tes toleransi olahraga. Tes ini dilakukan untuk memantau detak jantung dan tekanan darah saat berolahraga di treadmill atau sepeda stasioner.

Bagaimana penanganan terhadap penyakit aterosklerosis?

Penanganan terhadap penyakit aterosklerosis perlu segera dilakukan karena bisa menyebabkan masalah fatal yang mengancam jiwa. Melakukan perawatan dini sagat diperlukan karena dapat mengurangi risiko komplikasi parah.

Pengobatan bertujuan untuk memperlambat atau menghentikan perkembangan plak, mencegah pembekuan darah, dan mengobati gejala. Beberapa opsi pengobatan yang biasa dokter lakukan, meliputi perubahan gaya hidup, mengonsumsi obat-obatan, hingga operasi.

Perubahan gaya hidup

Mengubah kebiasaan buruk atau gaya hidup merupakan  salah satu cara terbaik untuk mengobati penyakit aterosklerosis.

Beberapa perubahan gaya hidup yang perlu dilakukan, antara lain menghindari atau berhenti merokok, kurangi konsumsi alkohol, berolahraga secara teratur, lakukan diet sehat, dan jaga berat badan tetap ideal. 

Konsumsi obat-obatan

Biasanya dokter akan meresepkan obat yang sesuai dengan kebutuhan individu serta tergantung pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Obat yang dikenal sebagai statin dapat membantu mengelola kadar kolesterol dalam tubuh. Obat ini juga diketahui dapat menurunkan tekanan darah, mengurangi gula darah, dan mencegah pembekuan serta peradangan.

Tindakan operasi

Beberapa penderita penyakit aterosklerosis terkadang membutuhkan operasi untuk memastikan bawah darah di arteri terus mengalir secara efektif. Beberapa pilihan operasi penyakit aterosklerosis,, meliputi:

  • Operasi bypass. Dilakukan dengan melibatkan penggunaan pembuluh darah dari tempat lain di tubuh atau memakai tabung sintetis guna mengalihkan darah di sekitar arteri yang tersumbat.
  • Terapi trombolitik. Biasanya dilakukan dengan melarutkan bekuan darah dengan menyuntikkan obat ke dalam arteri yang terkena.
  • Angioplasty. Umumnya dilakukan dengan melibatkan penggunaan kateter dan balon untuk memperluas arteri atau terkadang memasukkan stent untuk membiarkan arteri terbuka.
  • Endarterektomi. Dilakukan dengan melibatkan pembedahan untuk membuang timbunan lemak dari arteri.
  • Atherectomy. Biasanya dilakukan dengan melibatkan pengangkatan plak dari arter dengan menggunakan kateter yang memiliki pisau tajam di salah satu ujungnya.

Baca juga: Risiko Penyakit Setelah Menopause: Osteoporosis hingga Masalah Jantung

Beberapa tindak pencegahan penyakit aterosklerosis yang bisa dilakukan

Pencegahan perlu dilakukan agar penyakit tidak kambuh dan menyebabkan masalah serius lainnya.

Nah, untuk itu perubahan gaya hidup sehat sangat direkomendasikan untuk mengobati penyakit dan membantu mencegah risiko kekambuhan. Beberapa perubahan gaya hidup yang bisa dilakukan, yakni sebagai berikut:

Berhenti merokok

Nikotin dalam rokok sangat berbahaya karena bisa menyebabkan berbagai penyakit serius yang berbahaya. Karena itu, segera hentikan kebiasaan merokok untuk mencegah risiko terkena penyakit berbahaya, termasuk penyakit aterosklerosis.

Konsumsi makanan sehat

Makanan sehat, berupa sayur dan buah-buahan bisa membantu tubuh menjadi sehat dan asupan nutrisi tercukupi. Untuk itu, usahakan untuk segera mengubah pola makan dengan mengonsumsi makanan sehat setiap hari.

Olahraga secara teratur

Olahraga dapat membantu kerja jantung menjadi stabil dan pasokan darah mengalir dengan cukup ke seluruh anggota tubuh. Karena itu, penderita aterosklerosis perlu melakukan olahraga secara rutin paling tidak satu kali dalam seminggu.

Ingatlah untuk melakukan perubahan selangkah demi selangkah agar hasil yang didapatkan bisa maksimal.

Perubahan gaya hidup biasanya memerlukan jangka waktu panjang sehingga harus konsisten dalam melakukannya. Jika masalah kembali serius, segera hubungi dokter untuk mengetahui penanganan lain yang mungkin dilakukan.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Webmd (2019), diakses 30 Juni 2020. Atherosclerosis
  2. Mayo Clinic (2018), diakses 30 Juni 2020. Arteriosclerosis / atherosclerosis
  3. Healthline (2020), diakses 30 Juni 2020. Atherosclerosis
  4. Medical News Today (2020), diakses 30 Juni 2020. What to know about atherosclerosis
    register-docotr