Kamus Penyakit

Merasa Sedih Setelah Melahirkan? Bisa Jadi Tanda Baby Blues, Ini Gejalanya

July 19, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Memiliki buah hati tentu saja menjadi kebahagiaan bagi seorang ibu. Tetapi kebanyakan ibu mengalami baby blues selama beberapa minggu pertama setelah melahirkan. Baby blues sendiri memiliki beberapa gejala yang harus diperhatikan. Yuk kenali gejala baby blues di sini.

Diperkirakan sekitar 70-80 persen dari semua ibu baru mengalami beberapa perasaan negatif atau perubahan suasana hati setelah kelahiran anak mereka. Ini disebut sebagai baby blues. Biasanya baby blues akan hilang dengan sendirinya dan Moms tidak perlu melakukan perawatan apapun.

Meskipun demikian, bukan berarti baby blues tidak perlu diwaspadai. Pada kasus lain, baby blues dapat terjadi lebih lama dan dapat menimbulkan depresi postpartum.

Gejala baby blues

Gejala baby blues dapat dimulai 2 hingga 3 hari setelah bayi lahir. Tetapi jika Moms mengalami persalinan yang sulit, baby blues dapat terjadi lebih cepat.

Sebagian besar baby blues dapat hilang dengan sendirinya, bisanya dalam 10 hari dan terkadang bisa juga menghilang dalam 14 hari.  Jika terjadi lebih dari 2 minggu, ini bisa menjadi tanda depresi postpartum.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah gejala baby blues yang perlu Moms ketahui.

Baca juga: Jangan Panik Moms, Begini Lho Cara Mengatasi Baby Blues

1. Gejala baby blues, menangis tanpa alasan yang jelas

Jika seseorang biasanya menangis dikarenakan oleh suatu hal dan memiliki alasan yang jelas, lain halnya dengan ibu yang mengalami baby blues. Menangis tanpa sebuah alasan yang jelas merupakan tanda awal baby blues yang dapat terlihat dari seorang ibu.

Dalam beberapa menit, Moms mungkin saja akan bahagia memiliki si kecil, tetapi pada menit berikutnya Moms bisa menangis atau bahkan menjadi kewalahan.

Sering menangis dan merasa kewalahan di hari-hari setelah melahirkan merupakan hal biasa yang terjadi pada seorang ibu. Tetapi yang perlu diperhatikan adalah perasaan ini tidak lebih dari 2 minggu, jika lebih dapat menjadi pertanda depresi postpartum.

2. Mengalami perubahan suasana hati dan mudah tersinggung

Selain menangis, Moms juga biasanya akan mengalami perubahan suasana hati, dari perasaan sangat bahagia menjadi perasaan sangat sedih.

Perubahan suasana hati ini diyakini disebabkan oleh perubahan hormon yang terjadi pada tubuh wanita setelah ia melahirkan. Kadar estrogen dan progesteron yang dibutuhkan selama kehamilan tiba-tiba turun, dan menyebabkan perubahan suasana hati.

Hal-hal lainnya yang dapat menjadi faktor penyebab perubahan suasana hati adalah kurang tidur dan kelelahan.

Tak hanya mengalami perubahan suasana hati saja, Moms juga dapat menjadi seseorang yang mudah tersinggung.

3. Merasa cemas dan khawatir

Memperhatikan kesehatan si kecil memang merupakan hal yang harus dilakukan oleh seorang ibu. Cemas mengenai keadaan si kecil memang merupakan sesuatu yang wajar.

Akan tetapi jika Moms memiliki kecemasan dan kekhawatiran yang berlebihan mengenai kesehatan dan keselamatan si kecil, bisa jadi Moms mengalami baby blues.

4. Kesulitan untuk tidur

Menjadi seorang ibu baru memang membuat Moms harus meninggalkan kebiasaan lama dan beradaptasi dengan kebiasaan baru.

Tak jarang, menjaga bayi bisa membuat Moms kelelahan. Meskipun Moms merasa sangat lelah, tetapi Moms kesulitan untuk tidur. Ini merupakan gejala lain dari baby blues. Bahkan Moms juga dapat mengalami insomnia saat si kecil sudah tertidur.

5. Kesulitan membuat keputusan

Gejala lain baby blues yang juga dapat dialami oleh Moms adalah kesulitan membuat keputusan. Sulitnya membuat keputusan ini disebabkan karena Moms tidak dapat berpikir jernih. Tak hanya itu saja, Moms juga dapat sulit untuk berkonsentrasi.

Pengobatan baby blues

Meskipun dapat hilang dengan sendirinya, namun ada beberapa cara yang dapat Moms lakukan agar baby blues dapat hilang dengan cepat.

Berikut adalah cara tersebut seperti yang dilansir dari Healthline.

  • Tidur cukup
  • Bicaralah pada orang lain
  • Melakukan hal yang disukai
  • Perkuat ikatan dengan pasangan

Moms, jika kamu mengalami baby blues jagalah diri sendiri dengan baik, tak ada salahnya lho untuk berbicara kepada orang lain jika Moms membutuhkan bantuan. Mendapatkan dukungan dari orang lain dapat membuat Moms tidak merasakan kesepian.

Dan yang paling penting adalah, jika baby blues berlangsung lebih lama, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

American Pregnancy Association. Diakses pada 11 Juli 2020. Baby Blues

Harvard Health Publishing (2011). Diakses pada 11 Juli 2020. Beyond the “Baby Blues” 

Healthline (2020). Diakses pada 11 Juli 2020. What Are The Baby Blues and How Long Do They Last? 

Kids Health (2018). Diakses pada 11 Juli 2020. I Love My New Baby. So, Why Am I Sad? 

March of Dimes (2017). Diakses pada 11 Juli 2020. Baby Blues After Pregnancy 

NCT (2018). Diakses pada 11 Juli 2020. The Baby Blues: What to Expect

Stanford Children’s Health. Diakses pada 11 Juli 2020. Baby Blues? Mood Swings or More Serious? 

The Women’s. Diakses pada 11 Juli 2020. Baby Blues 

    register-docotr