Kamus Penyakit

Skoliosis

September 19, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Penyakit skoliosis merupakan salah satu kelainan tulang yang menyebabkan tulang belakang melengkung ke satu sisi. Biasanya penyakit ini akan terlihat saat kamu masih anak-anak atau sudah menginjak masa remaja.

Kondisi ini umum terjadi pada masa pertumbuhan menuju pubertas. Meski begitu, ada juga beberapa gangguan kesehatan khusus seperti kelainan otot yang bisa menyebabkan gangguan ini terjadi.

Sebagian besar kasus skoliosis relatif ringan dan tidak mengganggu kegiatan sehari-hari. Namun, pada beberapa kejadian ada pula yang menyebabkan rasa sakit tak tertahankan. Untuk mengenalnya lebih jauh, kamu bisa membaca ulasan di bawah ini.

Baca Juga: Diet OCD saat Puasa, Yuk Intip Panduannya di Sini!

Apa itu penyakit skoliosis?

Skoliosis adalah kondisi tidak normal yang terjadi pada tulang belakang yakni tulang belakang memiliki bentuk lengkungan yang tidak wajar. 

Dalam kondisi normal, bentuk tulang belakang adalah sedikit melengkung di bagian atas bahu dan di bawah punggung. Pada penderita skoliosis bentuknya malah seperti huruf ‘S’ atau ‘C’.

Dilansir spine-health.com, sekitar 3 persen populasi diperkirakan mengalami kelainan tulang belakang ini.

Apa penyebab skoliosis?

Berdasarkan penelitian American Association of Neurological Surgeons (AANS), disebutkan bahwa 80 persen kasus skoliosis tidak diketahui penyebab pastinya. Selain faktor genetik yang berperan besar, ada juga beberapa penyebab lain seperti:

  1. Kondisi neuromuscular seperti cerebral palsy, dimana ada gangguan sistem saraf yang memengaruhi kemampuan motorik, mendengar, melihat, dan berpikir
  2. Kondisi otot muscular dystrophy, yakni sekelompok gangguan gen yang menyebabkan pelemahan otot
  3. Gen tertentu, setidaknya satu gen dipercaya terlibat dalam menyebabkan terjadinya skoliosis
  4. Panjang kaki, apabila seseorang memiliki kaki yang panjangnya berbeda maka ia akan punya kecenderungan mengalami kondisi ini
  5. Syndromic scoliosis, skoliosis muncul sebagai bagian dari timbulnya penyakit lain seperti neurofibromatosis dan Marfan’s syndrome
  6. Osteoporosis, dapat menyebabkan skoliosis sekunder akibat adanya pengapuran tulang
  7. Cacat lahir yang memengaruhi pertumbuhan tulang belakang seperti spina bifida, dan
  8. Kecelakaan yang membuat tulang belakang mengalami infeksi.

Siapa saja yang lebih berisiko terkena skoliosis?

Seseorang dikatakan terpapar risiko mengalami skoliosis di antaranya berdasarkan beberapa hal di bawah ini.

  1. Usia: Gejala dan tanda terjadinya kondisi ini umum terjadi pada saat memasuki usia pertumbuhan sampai menjelang pubertas.
  2. Jenis kelamin: Dilansir dari mayoclinic.org meskipun tingkat kejadian skoliosis pada laki-laki dan perempuan sama tinggi. Namun, perempuan dikatakan lebih berisiko terhadap gangguan kesehatan ini dan seringnya membutuhkan perawatan lebih lanjut.
  3. Riwayat kesehatan keluarga juga merupakan faktor yang sangat memengaruhi besar risiko seseorang terkena skoliosis atau tidak.

Apa gejala dan ciri-ciri skoliosis?

Kondisi skoliosis banyak ditemukan pada anak-anak, umumnya penyakit skoliosis selalu ringan sehingga tidak perlu penanganan secara khusus. Ini dikarenakan tulang belakang akan memperbaiki diri seiring dengan berlangsungnya masa pertumbuhan.

Beberapa gejala yang umum terjadi di antaranya adalah:

  1. Bahu yang tidak seimbang
  2. Tulang belikat yang satu lebih menonjol dibanding yang lain
  3. Pinggang terlihat tidak sejajar, dan
  4. Salah satu panggul terlihat lebih tinggi dibanding yang satunya lagi.

Gejala pada bayi

Seperti yang telah diulas sebelumnya, gangguan kesehatan ini umumnya terlihat sejak bayi hingga remaja. Tanda-tanda yang bisa muncul pada bayi antara lain adalah:

  1. Tonjolan pada salah satu sisi dada
  2. Lengkungan tulang belakang yang cenderung mengarah ke salah satu sisi secara terus menerus, dan
  3. Terdapat gangguan pada hati dan paru-paru yang menyebabkan kesulitan bernapas dan sakit pada dada.

Gejala pada anak-anak hingga remaja

Kasus skoliosis yang banyak terjadi pada anak-anak mulai dari usia 10 tahun sampai remaja adalah idiopathic scoliosis. Gejala yang ditimbulkan biasanya adalah sebagai berikut:

  1. Kepala tidak tegak atau agak miring ke salah satu sisi
  2. Tulang rusuk terlihat tidak simetris, jadi keduanya seolah memiliki tinggi yang berbeda
  3. Salah satu tulang panggul terlihat lebih menonjol
  4. Baju yang dikenakan tidak terlihat pas di tubuh
  5. Saat berdiri penderita ini mungkin terlihat miring ke salah satu sisi, dan
  6. Panjang kaki yang tidak sama.

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat skoliosis?

Meskipun sebagian besar penyakit skoliosis selalu terjadi ringan dan tidak memerlukan penanganan serius, beberapa kasus lain menunjukkan adanya risiko komplikasi seperti:

Kerusakan paru-paru dan organ jantung

Meski terbilang jarang terjadi, tetapi ketika tulang iga lama-lama bergeser ia akan menekan paru-paru sehingga membuat kamu kesulitan bernapas. Lebih jauh lagi, tulang iga akan menekan jantung dan menyulitkan pemompaan darah ke seluruh tubuh.

Sakit punggung

Seseorang yang ketika anak-anak mengalami kondisi ini kemungkinan besar lebih mudah merasa sakit punggung pada saat dewasa ketimbang orang pada umumnya.

Gangguan penampilan

Skoliosis yang semakin memburuk secara jangka panjang akan membuat postur tubuh menjadi terlihat tidak seimbang.

Bagaimana cara mengatasi dan mengobati skoliosis?

Ada dua jenis tindakan untuk mengatasi penyakit ini, yaitu:

Perawatan di dokter

Sebelum memutuskan tindakan apa yang akan dilakukan untuk menangani kondisi ini, dokter akan melihat derajat kelainan lengkungan yang ada pada pasien. Beberapa hal lain yang umumnya dijadikan pertimbangan adalah:

  1. Usia
  2. Masa pertumbuhan
  3. Jumlah dan tipe lengkungan, dan
  4. Tipe skoliosis yang diidap.

Cara penanganan yang umumnya diterapkan adalah sebagai berikut:

Memakai korset penjepit skoliosis

Menurut AANS, korset penjepit lebih efektif diterapkan pada penderita skoliosis yang lengkungan tulang belakangnya ada di 25-40 derajat. Meski penjepit tidak akan dapat meluruskan tulang belakang, tapi ini dapat mencegah ia semakin melengkung.

Orang yang menggunakan korset penjepit akan memakainya selama 16 sampai 23 jam sehari sampai ia tidak lagi berada di masa pertumbuhan. Ada dua tipe penjepit yang dipakai yakni:

  1. Di bawah lengan, terbuat dari plastik dan dibuat menyesuaikan bentuk tubuh. Pemakaiannya tidak terlihat dari luar dan biasa dipakai untuk menangani lengkungan di bawah tulang belakang.
  2. Milwaukee, dipakai dari leher sampai batang tubuh tapi tidak mengikutsertakan kaki dan lengan. Ini dipakai untuk menutupi bagian-bagian yang tak bisa dijangkau penjepit di bawah lengan.

Metode ini terbilang efektif apabila diterapkan pada kasus skoliosis yang terdeteksi sejak dini.

Operasi

Tindakan ini dilakukan pada orang yang lengkungan tulang punggungnya mencapai lebih dari 40 derajat. Jika skoliosis yang terjadi derajatnya di bawah itu tetapi sudah sangat mengganggu aktivitas, kamu juga boleh mendiskusikan pilihan ini kepada dokter.

Tahapan operasi skoliosis adalah:

Spinal fusion

Adalah standar operasi skoliosis yang paling umum dilakukan. Dokter akan menyambung dua bagian tulang belakang dengan mencangkok tulang baru menggunakan material yang menyerupai tulang.

Batang tulang ‘buatan’ ini akan menjaga tulang belakang agar tetap ada dalam posisi tegak lurus. Batang tulang yang telah dicangkok dapat disesuaikan seiring masa pertumbuhan berlangsung.

Perawatan intensif

Setelah operasi selesai, rumah sakit akan memindahkan pasien ke unit perawatan intensif untuk diberikan pemberian obat melalui injeksi. Ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemulihan dan menghilangkan rasa sakit. Secara umum pasien akan berada di ruang ICU selama 1 sampai 10 hari.

Pemulihan

Pasien anak-anak yang menjalani tindakan ini biasanya bisa kembali beraktivitas setelah 4-6 minggu dari selesai operasi. Namun, karena tingkat pemulihan setiap orang berbeda-beda, ada pula yang baru bisa berkegiatan satu tahun setelah tindakan.

Risiko yang bisa terjadi dalam prosedur ini adalah:

  1. Perdarahan
  2. Perubahan posisi tulang cangkokan, biasanya membutuhkan operasi lanjutan untuk memperbaikinya
  3. Pseudarthrosis, salah satu tulang yang dipakai tidak menempel dengan baik sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman. Ini juga membutuhkan operasi lanjutan untuk memperbaikinya
  4. Infeksi, yang akan membutuhkan obat antibiotik untuk penanganannya
  5. Rasa sakit
  6. Kerusakan saraf pada tulang belakang yang akan menimbulkan gejala mati rasa pada kaki, paraplegia, dan menurunnya fungsi tubuh bagian bawah.

Mengalami skoliosis mungkin sedikit banyak akan membuat seseorang tidak percaya diri dengan postur tubuhnya. Rasa sakit yang muncul juga bisa saja mengganggu aktivitas sehari-hari.

Cara mengatasi skoliosis secara alami di rumah

Aktivitas untuk memperkuat dan meregangkan punggung dapat mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh kelainan tulang ini. Latihan atau olahraga juga dapat membantu kamu untuk menjaga berat badan yang sehat sehingga dapat mengurangi tegangan di bagian punggung.

Tidak masalah tipe olahraga atau latihan fisik apa yang kamu pilih, yang penting adalah membuat punggung kamu bergerak. Karena itu, pilihlah jenis kegiatan atau olahraga yang membuat kamu nyaman dan bisa kamu lakukan terus.

Apa saja obat skoliosis yang biasa digunakan?

Biasanya, ada dua jenis obat yang bisa digunakan untuk penyakit ini, yaitu:

Obat di apotek

Pengobatan biasanya dipakai untuk mengurangi nyeri. Beberapa obat yang biasa dipakai adalah:

  • Pengilang nyeri: NSAID seperti ibuprofen dan acetaminophen biasa dipakai untuk mengurangi rasa nyeri
  • Injeksi: Epidural steroid injection dapat mengurangi inflamasi, atau facet block injection biasanya dipakai untuk menghambat sinyal rasa sakit ke otak.

Obat skoliosis alami

Cara lain untuk mengurangi tekanan dan nyeri di sekitar tulang belakang secara alami adalah sebagai berikut:

  • Kurangi berat badan
  • Perbanyak nutrisi atau makanan yang dapat mengurangi inflamasi
  • Kompres dengan air dingin atau air hangat

Apa saja makanan dan pantangan untuk penderita skoliosis?

Dilansir treatingscoliosis.com, berikut ini adalah makanan yang harus dihindari penderita kelainan tulang ini, yaitu:

  • Daging babi
  • Alkohol
  • Tepung putih
  • Soda
  • Kedelai dan produk turunannya
  • Teh dan kopi
  • Gula
  • Garam
  • Cokelat
  • Makanan yang digoreng
  • Sirup jagung
  • Pemanis buatan
  • MSG dan penyedap rasa lainnya

Sedangkan makanan yang bisa dinikmati para penderita skoliosis adalah:

  • Buah-buahan segar
  • Sayu-sayuran segar
  • Daging organik

Bagaimana cara mencegah skoliosis?

Sampai saat ini belum ada cara untuk mencegah skoliosis. Laman webmd.com, menyarankan agar kamu lupakan saja rumor yang kamu dengar tentang penularan atau pencegahan penyakit ini, seperti misalnya cedera karena olahraga di masa kecil dapat menyebabkan skoliosis.

Begitupun juga dengan anggapan saran untuk kamu memerhatikan berat buku yang dia bawa. Sesungguhnya membawa tas yang berat memang bisa menyebabkan nyeri di punggung, pundak dan leher, tapi tidak serta merta menjadi penyebab skoliosis.

Lalu yang perlu diingat, cara duduk atau berdiri pun tidak akan memengaruhi seseorang dapat terkena skoliosis. 

Tapi, tulang belakang yang bengkok memang mudah dilihat, karena itu jika ada tanda-tanda pada kamu atau anak tidak bisa berdiri dengan tegak, segera periksakan diri ke dokter, ya! 

Penyakit kelainan tulang belakang lain: kifosis & lordosis

Ada satu penyakit kelainan tulang lain yang mirip dengan skoliosis, yaitu kifosis dan lordosis. Masing-masing memiliki ciri khas kelainan tulang yang berbeda.

Jika pada skoliosis tulang akan terlihat aneh karena lengkungannya ke kiri dan kanan, kifosis memiliki lengkungan ke depan dan ke belakang yang tidak biasa. Sedangkan kelainan tulang pada lordosis lebih pada hilangnya kelengkungan di bagian bawah tulang belakang.

Dari penyebabnya, skoliosis memang tidak diketahui, akan tetapi kifosis terjadi karena kelainan dalam proses perkembangan semasa remaja. Sedangkan untuk lordosis, kelainan terjadi sejak lahir atau bisa karena kelainan bentuk panggul.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Everything you need to know about scoliosis, https://www.medicalnewstoday.com/articles/190940#treatment diakses pada 13 Mei 2020

Everything You Need to Know About Scoliosis, https://www.healthline.com/health/scoliosis#types diakses pada 13 Mei 2020

Scoliosis, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/scoliosis/symptoms-causes/syc-20350716 diakses pada 13 Mei 2020.

Breneerchildrens.org diakses 19 September 2020. Scoliosis/Kyphosis/Lordosis

Spine-health.com (2016) diakses 19 September 2020. Types of Scoliosis Braces

Mayoclinic.org (2019) diakses 19 September 2020. Scoliosis

Treatingscoliosis.com (2018) diakses 19 September 2020. Scoliosis Nutrition: Vitamins, Diet & Nutrient Therapies

Spine-helath.com (2017) diakses 19 September 2020. Treatment for Degenerative Scoliosis

Nhs.uk (2020) diakses 19 September 2020. Scoliosis

Webmd.com (2020) diakses 19 September 2020. Scoliosis 

Penyakit skoliosis merupakan salah satu kelainan tulang yang menyebabkan tulang belakang melengkung ke satu sisi. Biasanya penyakit ini akan terlihat saat kamu masih anak-anak atau sudah menginjak masa remaja.

Kondisi ini umum terjadi pada masa pertumbuhan menuju pubertas. Meski begitu, ada juga beberapa gangguan kesehatan khusus seperti kelainan otot yang bisa menyebabkan gangguan ini terjadi.

Sebagian besar kasus skoliosis relatif ringan dan tidak mengganggu kegiatan sehari-hari. Namun pada beberapa kejadian ada pula yang menyebabkan rasa sakit tak tertahankan. Untuk mengenalnya lebih jauh, kamu bisa membaca ulasan di bawah ini.

Baca Juga: Diet OCD saat Puasa, Yuk Intip Panduannya di Sini!

 

Apa itu penyakit skoliosis?

Skoliosis adalah kondisi tidak normal tiga dimensi yang terjadi pada tulang belakang. Saat penyakit ini menyerang, tulang belakang memiliki bentuk lengkungan yang tidak wajar. 

Dalam kondisi normal, bentuk tulang belakang adalah sedikit melengkung di bagian atas bahu dan di bawah punggung. Pada penderita skoliosis bentuknya malah seperti huruf ‘S’ atau ‘C’.

Dilansir spine-health.com, sekitar 3 persen populasi diperkirakan mengalami kelainan tulang belakang ini.

 

Apa penyebab skoliosis?

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh American Association of Neurological Surgeons (AANS), disebutkan bahwa 80 persen kasus skoliosis tidak diketahui penyebab pastinya. Selain faktor genetik yang berperan besar, ada juga beberapa penyebab lain seperti:

  1. Kondisi neuromuscular seperti cerebral palsy, dimana ada gangguan sistem saraf yang memengaruhi kemampuan motorik, mendengar, melihat, dan berpikir
  2. Kondisi otot muscular dystrophy, yakni sekelompok gangguan gen yang menyebabkan pelemahan otot
  3. Gen tertentu, setidaknya satu gen dipercaya terlibat dalam menyebabkan terjadinya skoliosis
  4. Panjang kaki, apabila seseorang memiliki kaki yang panjangnya berbeda maka ia akan punya kecenderungan mengalami kondisi ini
  5. Syndromic scoliosis, skoliosis muncul sebagai bagian dari timbulnya penyakit lain seperti neurofibromatosis dan Marfan’s syndrome
  6. Osteoporosis, dapat menyebabkan skoliosis sekunder akibat adanya pengapuran tulang
  7. Cacat lahir yang memengaruhi pertumbuhan tulang belakang seperti spina bifida, dan
  8. Kecelakaan yang membuat tulang belakang mengalami infeksi.

 

Siapa saja yang lebih berisiko terkena skoliosis?

Seseorang dikatakan terpapar risiko mengalami skoliosis di antaranya berdasarkan beberapa hal di bawah ini.

  1. Usia: Gejala dan tanda terjadinya kondisi ini umum terjadi pada saat memasuki usia pertumbuhan sampai menjelang pubertas.
  2. Jenis kelamin: Dilansir dari mayoclinic.org meskipun tingkat kejadian skoliosis pada laki-laki dan perempuan sama tinggi, namun perempuan dikatakan lebih berisiko terhadap gangguan kesehatan ini dan seringnya membutuhkan perawatan lebih lanjut.
  3. Riwayat kesehatan keluarga juga merupakan faktor yang sangat memengaruhi besar risiko seseorang terkena skoliosis atau tidak.

 

Apa gejala dan ciri-ciri skoliosis?

Kondisi skoliosis banyak ditemukan pada anak-anak, umumnya penyakit skoliosis selalu ringan sehingga tidak perlu penanganan secara khusus. Ini dikarenakan tulang belakang akan memperbaiki diri seiring dengan berlangsungnya masa pertumbuhan.

Adapun beberapa gejala yang umum terjadi di antaranya adalah:

  1. Bahu yang tidak seimbang
  2. Tulang belikat yang satu lebih menonjol dibanding yang lain
  3. Pinggang terlihat tidak sejajar, dan
  4. Salah satu panggul terlihat lebih tinggi dibanding yang satunya lagi.

Gejala pada bayi

Seperti yang telah diulas sebelumnya, gangguan kesehatan ini umumnya terlihat sejak bayi hingga remaja. Adapun tanda-tanda yang bisa muncul pada bayi antara lain adalah:

  1. Tonjolan pada salah satu sisi dada
  2. Lengkungan tulang belakang yang cenderung mengarah ke salah satu sisi secara terus menerus, dan
  3. Terdapat gangguan pada hati dan paru-paru yang menyebabkan kesulitan bernapas dan sakit pada dada.

Gejala pada anak-anak hingga remaja

Kasus skoliosis yang banyak terjadi pada anak-anak mulai dari usia 10 tahun sampai remaja adalah idiopathic scoliosis. Gejala yang ditimbulkan biasanya adalah sebagai berikut:

  1. Kepala tidak tegak atau agak miring ke salah satu sisi
  2. Tulang rusuk terlihat tidak simetris, jadi keduanya seolah memiliki tinggi yang berbeda
  3. Salah satu tulang panggul terlihat lebih menonjol
  4. Baju yang dikenakan tidak terlihat pas di tubuh
  5. Saat berdiri penderita ini mungkin terlihat miring ke salah satu sisi, dan
  6. Panjang kaki yang tidak sama.

 

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat skoliosis?

Meskipun sebagian besar penyakit skoliosis selalu terjadi ringan dan tidak memerlukan penanganan serius, beberapa kasus lain menunjukkan adanya risiko komplikasi seperti:

Kerusakan paru-paru dan organ jantung

Meski terbilang jarang terjadi, namun ketika tulang iga lama-lama bergeser ia akan menekan paru-paru sehingga membuat kamu kesulitan bernapas. Lebih jauh lagi, tulang iga akan menekan jantung dan menyulitkan pemompaan darah ke seluruh tubuh.

Sakit punggung

Seseorang yang ketika anak-anak mengalami kondisi ini kemungkinan besar lebih mudah merasa sakit punggung pada saat dewasa ketimbang orang pada umumnya.

Gangguan penampilan

Skoliosis yang semakin memburuk secara jangka panjang akan membuat postur tubuh menjadi terlihat tidak seimbang.

 

Bagaimana cara mengatasi dan mengobati skoliosis?

Ada dua jenis tindakan untuk mengatasi penyakit ini, yaitu:

Perawatan di dokter

Sebelum memutuskan tindakan apa yang akan dilakukan untuk menangani kondisi ini, dokter akan melihat derajat kelainan lengkungan yang ada pada pasien. Beberapa hal lain yang umumnya dijadikan pertimbangan adalah:

  1. Usia
  2. Apakah kamu masih mungkin mengalami masa pertumbuhan atau tidak
  3. Jumlah dan tipe lengkungan, dan
  4. Tipe skoliosis yang diidap.

Adapun pilihan penanganan yang umumnya diterapkan adalah sebagai berikut:

Memakai korset penjepit soliosis

Menurut AANS, korset penjepit lebih efektif diterapkan pada penderita skoliosis yang lengkungan tulang belakangnya ada di 25-40 derajat. Meski penjepit tidak akan dapat meluruskan tulang belakang, tapi ini dapat mencegah ia semakin melengkung.

Orang yang menggunakan korset penjepit akan memakainya selama 16 sampai 23 jam sehari sampai ia tidak lagi berada di masa pertumbuhan. Ada dua tipe penjepit yang dipakai yakni:

  1. Di bawah lengan, terbuat dari plastik dan dibuat menyesuaikan bentuk tubuh. Pemakaiannya tidak terlihat dari luar dan biasa dipakai untuk menangani lengkungan di bawah tulang belakang.
  2. Milwaukee, dipakai dari leher sampai batang tubuh tapi tidak mengikutsertakan kaki dan lengan. Ini dipakai untuk menutupi bagian-bagian yang tak bisa dijangkau penjepit di bawah lengan.

Metode ini terbilang efektif apabila diterapkan pada kasus skoliosis yang terdeteksi sejak dini.

Operasi

Tindakan ini dilakukan pada orang yang lengkungan tulang punggungnya mencapai lebih dari 40 derajat. Jika skoliosis yang terjadi derajatnya di bawah itu namun sudah sangat mengganggu aktivitas, kamu juga boleh mendiskusikan pilihan ini kepada dokter. Adapun tahapannya adalah:

Spinal fusion

Adalah standar operasi skoliosis yang paling umum dilakukan. Dokter akan menyambung dua bagian tulang belakang dengan mencangkok tulang baru menggunakan material yang menyerupai tulang.

Batang tulang ‘buatan’ ini akan menjaga tulang belakang agar tetap ada dalam posisi tegak lurus. Batang tulang yang telah dicangkok dapat disesuaikan seiring masa pertumbuhan berlangsung.

Perawatan intensif

Setelah operasi selesai, rumah sakit akan memindahkan pasien ke unit perawatan intensif untuk diberikan pemberian obat melalui injeksi. Ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemulihan dan menghilangkan rasa sakit. Secara umum pasien akan berada di ruang ICU selama 1 sampai 10 hari.

Pemulihan

Pasien anak-anak yang menjalani tindakan ini biasanya bisa kembali beraktivitas setelah 4-6 minggu dari selesai operasi. Tapi karena tingkat pemulihan setiap orang berbeda-beda, ada pula yang baru bisa berkegiatan satu tahun setelah tindakan.

Adapun risiko yang bisa terjadi dalam prosedur ini adalah:

  1. Perdarahan
  2. Perubahan posisi tulang cangkokan, biasanya membutuhkan operasi lanjutan untuk memperbaikinya
  3. Pseudarthrosis, salah satu tulang yang dipakai tidak menempel dengan baik sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman. Ini juga membutuhkan operasi lanjutan untuk memperbaikinya
  4. Infeksi, yang akan membutuhkan obat antibiotik untuk penanganannya
  5. Rasa sakit, dan
  6. Kerusakan saraf pada tulang belakang yang akan menimbulkan gejala mati rasa pada kaki, paraplegia, dan menurunnya fungsi tubuh bagian bawah.

Mengalami skoliosis mungkin sedikit banyak akan membuat seseorang tidak percaya diri dengan postur tubuhnya. Rasa sakit yang muncul juga bisa saja mengganggu aktivitas sehari-hari.

Cara mengatasi skoliosis secara alami di rumah

Aktivitas untuk memperkuat dan meregangkan punggung dapat mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh kelainan tulang ini. Latihan atau olahraga juga dapat membantu kamu untuk menjaga berat badan yang sehat sehingga dapat mengurangi tegangan di bagian punggung.

Tidak masalah tipe olahraga atau latihan fisik apa yang kamu pilih, yang penting adalah membuat punggung kamu bergerak. Karena itu, pilihlah jenis kegiatan atau olahraga yang membuat kamu nyaman dan bisa kamu lakukan terus.

 

Apa saja obat skoliosis yang biasa digunakan?

Biasanya, ada dua jenis obat yang bisa digunakan untuk penyakit ini, yaitu:

Obat di apotek

Pengobatan biasanya dipakai untuk mengurangi nyeri. Beberapa obat yang biasa dipakai adalah:

  • Pengilang nyeri: NSAID seperti ibuprofen dan acetaminophen biasa dipakai untuk mengurangi rasa nyeri
  • Injeksi: Epidural steroid injection dapat mengurangi inflamasi, atau facet block injection biasanya dipakai untuk menghambat sinyal rasa sakit ke otak.

Obat skoliosis alami:

Cara lain untuk mengurangi tekanan dan nyeri di sekitar tulang belakang secara alami adalah sebagai berikut:

  • Kurangi berat badan
  • Perbanyak nutrisi atau makanan yang dapat mengurangi inflamasi
  • Kompres dengan air dingin atau air hangat

 

Apa saja makanan dan pantangan untuk penderita skoliosis?

Dilansir treatingscoliosis.com, berikut ini adalah makanan yang harus dihindari penderita kelainan tulang ini, yaitu:

  • Daging babi
  • Alkohol
  • Tepung putih
  • Soda
  • Kedelai dan produk turunannya
  • Teh dan kopi
  • Gula
  • Garam
  • Cokelat
  • Makanan yang digoreng
  • Sirup jagung
  • Pemanis buatan
  • MSG dan penyedap rasa lainnya

Sedangkan makanan yang bisa dinikmati para penderita skoliosis adalah:

  • Buah-buahan segar
  • Sayu-sayuran segar
  • Daging organik

 

Bagaimana cara mencegah skoliosis?

Sampai saat ini belum ada cara untuk mencegah skoliosis. Laman webmd.com, menyarankan agar kamu lupakan saja rumor yang kamu dengar tentang penularan atau pencegahan penyakit ini, seperti misalnya cedera karena olahraga di masa kecil dapat menyebabkan skoliosis.

Begitupun juga dengan anggapan saran untuk kamu melmerhatikan berat buku yang dia bawa. Sesungguhnya membawa tas yang berat memang bisa menghadirkan nyeri di punggung, pundak dan leher, tapi mereka tidak akan berakhir menjadi skoliosis.

Lalu yang perlu diingat, cara duduk atau berdiri pun tidak akan memengaruhi seseorang dapat terkena skoliosis. 

Tapi, tulang belakang yang bengkok memang mudah dilihat, karena itu jika ada tanda-tanda pada kamu atau anak tidak bisa berdiri dengan tegak, segera periksakan diri ke dokter, ya! 

 

Penyakit kelainan tulang belakang lain

Ada satu penyakit kelainan tulang lain yang mirip dengan skoliosis, yaitu kifosis dan lordosis. Masing-masing memiliki ciri khas kelainan tulang yang berbeda.

Jika pada skoliosis tulang akan terlihat aneh karena lengkungannya ke kiri dan kanan, kifosis memiliki lengkungan ke depan dan ke belakang yang tidak biasa. Sedangkan kelainan tulang pada lordosis lebih pada hilangnya kelengkungan di bagian bawah tulang belakang.

Dari penyebabnya, skoliosis memang tidak diketahui, akan tetapi kifosis terjadi karena kelainan dalam proses perkembangan semasa remaja. Sedangkan untuk lordosis, kelainan terjadi sejak lahir atau bisa karena kelainan bentuk panggul.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar skoliosis? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Caranya, buka aplikasi Grab kemudian pilih fitur Kesehatan, atau langsung klik di sini.

    register-docotr