Kamus Penyakit

Mengenal Penyakit Brucellosis di Tiongkok: Penyebab dan Gejalanya

September 22, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Saat dunia belum selesai menghadapi pandemi COVID-19, perhatian global kembali menuju Tiongkok. Ada gelombang baru dari penyakit lain bernama brucellosis yang telah menjangkiti ribuan orang.

Hingga pertengahan September, tak kurang dari tiga ribu kasus ditemukan di titik episentrum, yaitu provinsi Gansu. Banyaknya kasus positif dalam waktu relatif singkat mengundang perhatian banyak kalangan.

Apa sebenarnya penyakit brucellosis itu? Bagaimana penularannya? Yuk, simak ulasannya berikut ini!

Apa itu brucellosis?

Brucellosis adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri dari genus Brucella. Bakteri ini tidak hanya bisa menginfeksi hewan, tapi juga manusia. Pada manusia, infeksi sering terjadi setelah mengonsumsi makanan mentah yang terkontaminasi atau susu yang tidak di pasteurisasi. bakteri jug abisa menyebar lewat udara dan kontak dengan luka terbuka.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), brucellosis bisa menular dari orang ke orang, meski kemungkinannya rendah. Ibu menyusui misalnya, bisa menularkannya ke bayi. Begitu juga dengan seseorang yang menerima darah transfusi dari orang yang terinfeksi.

Kasus brucellosis di Tiongkok

Jarak antara pabrik vaksin Brucella dengan pemukiman warga. Sumber foto: www.haskovo.net

Dilansir dari Global Times, kasus brucellosis di Tiongkok diyakini bermula dari pabrik farmasi Zhongmu di kota Lanzhou, provinsi Gansu. Pabrik menggunakan disinfektan kedaluwarsa dalam proses produksi vaksin Brucella untuk hewan.

Limbah gas dari cairan fermentasi vaksin tersebut mengandung bakteri, lalu membentuk aerosol (partikel padat) dan menyebar ke udara. Di sinilah awal mula penularan brucellosis pada warga sekitar. Kondisi ini diperparah dengan arah angin yang berembus ke pemukiman.

Hingga kini, tak kurang dari 20 ribu penduduk kota Lanzhou telah menjalani tes pemeriksaan.

Mengutip Healthline, kasus meninggal akibat brucellosis memang cukup rendah dan jarang. Persentasenya bahkan di bawah 2 persen.

Baca juga: Penyakit Tick-Borne di China, Apakah Berpotensi Jadi Wabah Baru Seperti COVID-19?

Penyebab penyakit brucellosis

Seperti yang telah disebutkan, bakteri dari genus Brucella adalah pemicu utama dari penyakit brucellosis. Bukan hanya satu, ada empat jenis bakteri dari genus tersebut yang bisa menyebabkan infeksi, di antaranya:

  • B. melitensis, sebagian besar hidup di hewan seperti kambing dan domba.
  • B. suis, terdapat pada hewan yang hidup di hutan seperti babi.
  • B. canis, terdapat pada anjing.
  • B. abortus, biasanya terdapat pada hewan ternak seperti sapi.

Gejala penyakit brucellosis

Mengutip Mayo Clinic, gejala dari penyakit brucellosis bisa muncul kapan saja, mulai sejak beberapa hari hingga rentang mingguan setelah infeksi pertama. Tanda dan gejalanya hampir mirip seperti flu, yaitu:

  • Demam tinggi
  • Panas dingin
  • Berkeringat
  • Hilang nafsu makan
  • Lelah dan letih
  • Nyeri otot dan sendi
  • Nyeri punggung
  • Sakit kepala
  • Sakit perut

Gejala dari brucellosis bisa bertahan selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Pada kasus yang parah, brucellosis dapat memicu kondisi serius seperti endokarditis.

Endokarditis sendiri merupakan peradangan jantung yang disebabkan oleh bakteri. Dalam hal ini, bakteri Brucella berhasil mencapai area organ tersebut.

Penanganan penyakit brucellosis

Sebelum memberikan obat-obatan atau perawatan, dokter perlu membuat diagnosis. Tes darah biasanya dilakukan pertama kali untuk mendeteksi kemungkinan adanya antibodi yang sudah terbentuk. Jika diperlukan hasil pendukung, pemeriksaan lanjutan bisa berupa:

  • Sinar-X, digunakan untuk memeriksa perubahan pada tulang dan persendian akibat infeksi bakteri.
  • CT-Scan atau MRI, digunakan untuk memeriksa kemungkinan adanya peradangan yang terjadi pada sejumlah jaringan tubuh akibat infeksi bakteri.
  • Ekokardiografi, pemeriksaan menggunakan gelombang suara untuk mendeteksi kemungkinan adanya infeksi bakteri pada jantung.

Sedangkan untuk penyembuhan, antibiotik adalah obat yang biasanya digunakan. Sebab, brucellosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Antibiotik sendiri merupakan obat yang bekerja dengan cara membunuh dan memusnahkan bakteri penyebab infeksi.

Mencegah penularan brucellosis

Ada beberapa cara untuk meminimalkan penularan atau transmisi bakteri pemicu brucellosis, di antaranya adalah:

  • Hindari mengonsumsi makanan mentah, terutama daging.
  • Hindari minum susu dan olahannya (seperti keju) yang tidak diproses melalui pasteurisasi.
  • Masak daging hingga benar-benar matang.
  • Pakai sarung tangan jika kamu adalah pemburu, petani, atau seseorang yang bekerja di rumah jagal.
  • Selalu bersihkan tempat yang berisiko tinggi menjadi penyebaran bakteri Brucella.
  • Gunakan masker ketika berada di daerah berisiko tinggi, karena bakteri Brucella bisa menyebar melalui udara.

Nah, itulah ulasan tentang brucellosis yang kini menjangkiti lebih dari 3 ribu orang di provinsi Gansu, Tiongkok. Tidak bepergian ke daerah transmisi tinggi adalah salah satu langkah pencegahan terbaik yang bisa kamu lakukan. Tetap jaga kesehatan, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Global Times, diakses 21 September 2020, More than 3,000 people test positive for Brucellosis in Lanzhou, NW China’s Gansu Province.
  2. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diakses 21 September 2020, Brucellosis.
  3. Healthline, diakses 21 September 2020, Brucellosis.
  4. Mayo Clinic, diakses 21 September 2020, Brucellosis.
  5. WebMD, diakses 21 September 2020, What Is Brucellosis?

    register-docotr