Kamus Penyakit

Varises

September 16, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Varises atau varicose vein merupakan kondisi yang tidak boleh disepelekan dan biasanya terjadi pada wanita. Penanganan tepat harus segera dilakukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penyakit ini, kamu dapat menyimak ulasan berikut.

Baca juga: Cara Alami Hilangkan Varises yang Aman di Rumah, Yuk Dicoba!

Apa itu penyakit varises?

Varises adalah penyakit yang terjadi ketika pembuluh darah membesar, melebar, dan penuh dengan darah. Kondisi ini merupakan salah satu kondisi umum terjadi pada wanita.

Penyakit varises biasanya diidentifikasi sebagai tonjolan, serta pembuluh darah yang tampak kebiru-biruan di bawah permukaan kulit. Karena itu, kondisinya akan ditandai dengan pembuluh darah yang membesar, membengkak, serta tampak memutar.

Akan tetapi, penyakit ini seringkali terjadi pada batang kaki. Hal ini terjadi karena berdiri dan berjalan tegak dapat meningkatkan tekanan di pembuluh darah bagian bawah tubuh.

Pembuluh darah vena yang tampak bengkak dan bengkok terkadang dikelilingi oleh bercak kapiler yang dikenal sebagai spider veins serta dianggap sebagai varises superfisial.

Apa penyebab varises?

Setiap kondisi yang memberi tekanan berlebihan pada kaki atau perut dapat menyebabkan penyakit ini. Kondisi yang paling umum menyebabkan tekanan adalah kehamilan, obesitas, atau berdiri dalam waktu yang terlalu lama.

Dalam kasus yang jarang, tumor juga dapat menyebabkan terjadinya penyakit ini. Kondisi tubuh yang menetap juga dapat menyebabkan terjadinya penyakit ini, karena otot-otot tidak dalam kondisi yang baik.

Varicose vein juga dapat disebabkan oleh vena yang melemah sebagai faktor pertambahan usia. Cedera kaki yang dialami sebelumnya juga menjadi penyebab penyakit ini.

Tidak sampai di situ, genetika juga mengambil peran dalam kondisi ini. Jika anggota keluarga kamu mengalami varises, kemungkinan kamu akan mengalami penyakit ini lebih besar.

Siapa saja yang lebih berisiko terkena varises?

Sama seperti penyakit pada umumnya, varicose vein juga memiliki beberapa faktor risiko potensial. Adapun beberapa faktor tersebut adalah sebagai berikut:

  • Menopause
  • Kehamilan
  • Berusia di atas 50 tahun
  • Berdiri terlalu lama
  • Riwayat keluarga
  • Obesitas.

Beberapa hal lain yang juga dikaitkan dengan risiko mengidap penyakit ini adalah:

  • Jenis kelamin: Penyakit ini lebih banyak memengaruhi wanita jika dibandingkan dengan pria. Kemungkinan ini terjadi karena faktor hormonal.
  • Genetik: Penyakit ini juga sering terjadi berdasarkan riwayat dalam keluarga.
  • Obesitas: Memiliki berat badan yang berlebih dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ini.
  • Umur: Risiko juga dapat meningkat karena faktor usia karena katup vena yang melemah.
  • Beberapa pekerjaan: Individu yang menghabiskan waktu terlalu lama berdiri dalam pekerjaannya memiliki kesempatan yang lebih besar untuk terkena penyakit ini.

Apa gejala dan ciri-ciri varises?

Urat berwarna ungu tua. Sumber foto: https://www.acvcare.com/

Seperti dilansir Medical News Today, varises juga memiliki gejala yang beragam. Berikut adalah gejala yang seringkali ditimbulkan oleh penyakit ini.

  • Pembuluh darah atau urat terlihat bengkok, bengkak, dan menonjol
  • Urat berwarna biru atau ungu tua.

Beberapa pasien juga biasanya mengalami:

  • Rasa sakit pada kaki
  • Kaki terasa berat, terutama setelah berolahraga atau pada malam hari
  • Cedera ringan pada daerah yang terkena dan dapat menyebabkan perdarahan lebih lama dari biasanya.
  • Lipodermatosclerosis, lemak di bawah kulit tepat di atas pergelangan kaki bisa menjadi keras, dan dapat mengakibatkan kulit menjadi menyusup.
  • Pergelangan kaki bengkak
  • Telangiectasia di kaki yang sakit (spider veins)
  • Mungkin saja terdapat perubahan warna kulit menjadi mengkilap di dekat area yang terkena, biasanya berwarna biru atau kecoklatan.
  • Eksim vena (dermatitis statis), kulit di daerah yang terkena biasanya berwarna, merah, kering, dan gatal.
  • Ketika tiba-tiba berdiri, biasanya seseorang akan mengalami kram kaki
  • Persentase yang tinggi dari orang-orang yang mengalami penyakit ini juga biasanya memiliki sindrom kaki gelisah.
  • Atrophie blanche, bercak keputihan tidak teratur yang terlihat seperti bekas luka muncul di pergelangan kaki.

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat varises?

Semua kondisi di mana aliran darah yang tepat terganggu biasanya akan menimbulkan risiko komplikasi. Meskipun demikian, pada kebanyakan kasusnya tidak memiliki komplikasi.

Jika komplikasi muncul, hal tersebut biasa saja dapat menimbulkan:

  • Perdarahan
  • Tromboflebitis: Gumpalan darah pada vena di kaki yang dapat menyebabkan peradangan vena.
  • Insufiensi vena kronis: Kulit tidak membiarkan pergantian oksigen, nutrisi, dan produk limbah dengan darah dengan baik, karena aliran darah terlalu lemah.

Orang dengan insufiensi vena kronis dapat mengalami eksim varises, lipodermatosclerosis (kulit keras dan kencang), serta ulkus vena.

Jika komplikasi serius telah muncul, sebaiknya segeralah hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan secara cepat agar komplikasi tidak semakin parah.

Bagaimana cara mengatasi dan mengobati varises?

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengobati penyakit, yakni perawatan bersama dokter dan perawatan secara mandiri di rumah. Nah, berikut ini pengobatan yang bisa kamu coba untuk mengatasi masalah varises.

Perawatan varises di dokter

Pada kasus yang parah, terdapat pengobatan yang harus dilakukan. Biasanya perawatan ini dilakukan bersama dokter ahli setelah pemeriksaan lebih lanjut. Beberapa perawatan lanjutan yang akan dokter lakukan, antara lain:

Skleroterapi

Pada prosedur ini, dokter akan melakukan suntik varises kecil dan sedang dengan larutan atau busa dengan goresan dan kemudian menutup pembuluh darah tersebut.

Pada beberapa minggu, pembengkakan vena yang dirawat melalui perawatan ini akan memudar.

Skleroterapi busa dari vena yang besar

Cara menghilangkan varises lainya bisa dengan menggunakan skleroterapi busa dari vena yang besar. Suntik varises ini diberikan pada vena yang besar dengan larutan busa juga merupakan perawatan yang memungkinkan untuk menutup vena.

Pengobatan laser

Dokter menggunakan teknologi baru pada pengobatan laser untuk menutup varises yang lebih kecil serta spider veins.

Pengobatan laser bekerja dengan mengirimkan semburan cahaya yang kuat ke pembuluh darah perlahan memudar dan hilang. Tidak ada sayatan jarum yang digunakan.

Prosedur menggunakan frekuensi radio atau energi laser

Dokter memasukan tabung tipis (kateter) pada pembuluh darah yang besar dan memanaskan ujung kateter menggunakan frekuensi radio atau energi laser.

Saat kateter ditarik keluar, panas menghancurkan pembuluh darah dengan membuatnya jatuh dan menutup. Prosedur yang digunakan sebagai cara menghilangkan varises ini merupakan perawatan yang disukai jika pembengkakan sudah lebih besar.

Ligasi tinggi dan vein stripping

Prosedur ini melibatkan pengikatan vena sebelum bergabung dengan vena yang dalam dan mengeluarkan vena dengan sayatan kecil. Ini merupakan prosedur rawat jalan bagi kebanyakan orang.

Melepaskan vena memengaruhi sirkulasi kaki, karena vena yang lebih dalam di kaki menjaga volume darah yang lebih besar.

Flebektomi

Dokter menghilangkan pembengkakan vena yang lebih kecil melalui serangkaian tusukan kulit kecil. Hanya bagian kaki yang tertusuk yang mati rasa dalam prosedur rawat jalan.

Pembedahan vena endoskopi

Selain suntik varises, kamu mungkin saja membutuhkan operasi jika sudah mencapai kasus yang lebih parah jika dengan melibatkan borok kaki. Operasi ini juga dilakukan jika teknik lain gagal.

Operasi akan dilakukan menggunakan kamera video tipis yang dimasukan ke dalam kaki untuk memvisualisasikan dan menutupnya serta kemudian menghilangkan vena melalui sayatan kecil.

Cara mengatasi varises secara alami di rumah

Perawatan diri seperti berolahraga, menurunkan berat badan, tidak mengenakan pakaian yang ketat, meninggikan posisi kaki, dan menghindari berdiri atau duduk terlalu lama dapat meringankan rasa sakit dan mencegah penyakit ini semakin memburuk.

Penggunaan stoking kompresi untuk varises

Contoh stoking kompresi. Sumber foto: https://www.medicalnewstoday.com/

Mengenakan stoking kompresi untuk varises sepanjang hari seringkali merupakan cara menghilangkan varises di mana menjadi pendekatan pertama yang harus dicoba sebelum beralih ke perawatan lain.

Stoking kompresi untuk varises akan terus menekan kaki, sehingga membantu pembuluh darah dan otot-otot untuk menggerakkan darah lebih efisien. Jumlah kompresi biasanya bervariasi tergantung dari jenis dan merek.

Apa saja obat varises yang biasa digunakan?

Varicose vein bisa ditangani dengan menggunakan obat-obatan dari apotek atau menggunakan bahan alami. Beberapa obat-obatan yang dimaksud, antara lain sebagai berikut:

Obat varises di apotek

Pembuluh darah yang membengkak sehingga menonjol melewati permukaan kulit bisa diobati dengan beberapa obat-obatan. Nah, obat-obatan dari apotek yang bisa digunakan, antara lain polidocanol, asclera, sotradecol, dan varithena.

Obat varises alami

Meskipun pengobatan ini belum banyak dipelajari, namun beberapa terapi alternatif diklaim dapat membantu bermanfaat untuk insufiensi vena kronis.

Ini merupakan suatu kondisi yang berhubungan dengan varises di mana vena tungkai mengalami masalah mengembalikan darah ke jantung. Terapi ini meliputi:

  • Tumbuhan berangan kuda
  • Tumbuhan butcher’s broom
  • Anggur (daun, getah, biji, dan buah)
  • Semanggi manis.

Jika kamu memiliki gejala varises, kamu dapat mengobatinya dengan cara-cara di atas. Namun, jika kondisi terasa semakin parah jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih tepat ya.

Apa saja makanan dan pantangan untuk penderita varises?

Selain mencari bantuan medis untuk mengobati pembengkakan pembuluh darah ini, penting juga untuk menjaga pola makan sehat. Beberapa makanan pantangan yang harus dihindari oleh penderita varises, antara lain:

Karbohidrat olahan

Karbohidrat olahan atau karbohidrat sederhana harus dihindari sebisa mungkin. Makanan yang mengandung karbohidrat olahan juga berkontribusi pada kesehatan pembuluh darah yang buruk.

Makanan kalengan

Makanan kaleng biasanya dilapisi dengan bahan kimia yang disebut dengan bisphenol. Bisphenol ini meniru estrogen di mana dapat memengaruhi hormon dalam tubuh sehingga dapat memperburuk varises.

Makanan asin

Makanan yang memiliki kandungan natrium tinggi harus dibatasi dengan segala cara. Hal ini dikarenakan konsentrasi natrium yang tinggi dalam darah juga bisa menyebabkan peningkatan tekanan pada pembuluh darah vena.

Bagaimana cara mencegah varises?

Pencegahan terhadap kaki varises bisa dilakukan dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Beberapa tindak pencegahan yang bisa membantu memperlambat perkembangan penyakit ini, antara lain:

  • Rutin berolahraga. Jalan kaki adalah cara yang bagus untuk mendorong sirkulasi darah di kaki sehingga mencegah perkembangan varises.
  • Perhatikan berat badan. Menurunkan berat badan dengan mengikuti diet rendah garam dapat membantu menghilangkan tekanan yang tidak perlu dari pembuluh darah.
  • Perhatikan apa yang dikenakan. Hindari pemakaian sepatu hak tinggi dan tidak menggunakan pakaian ketat bisa membantu mencegah kaki varises.
  • Angkat kaki. Untuk meningkatkan sirkulasi di kaki, istirahatlah sejenak dan baringkan tubuh dengan kaki bertumpu pada tiga atau empat bantal.
  • Hindari duduk atau berdiri terlalu lama. Usahakan untuk sering mengubah posisi guna mendorong aliran darah pada kaki tetap lancar.

Diagnosis pada kaki varises

Dokter kemungkinan akan memeriksa kaki varises yang terlihat saat kamu duduk atau berdiri untuk mendiagnosis penyakit ini. Dokter juga akan bertanya mengenai rasa sakit dan gejala yang kamu alami.

Beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk menentukan diagnosis di antaranya ultrasound untuk memeriksa aliran darah. Ini merupakan tes noninvasif yang menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk melihat berapa banyak darah yang mengalir di pembuluh darah.

Tergantung pada lokasi, venogram juga dapat dilakukan untuk menilai lebih lanjut tentang pembuluh darah. Selama tes ini, dokter akan menyuntikkan pewarna khusus ke kaki dan mengambil sinar-X dari daerah tersebut.

Pewarna yang muncul pada sinar-X memberi dokter pandangan yang lebih baik mengenai bagaimana darah mengalir.

Baca juga: 6 Cara Alami Atasi Flek Hitam akibat KB, dari Lidah Buaya hingga Teh Hijau!

Lokasi munculnya varises selain di kaki

Varises umumnya muncul di kaki, namun tahukah kamu bahwa penyakit ini bisa juga bisa muncul pada bagian anggota tubuh lainnya.

Esofagus varises

Esofagus varises merupakan pembengkakan vena yang terjadi pada lapisan esofagus. Biasanya, esofagus varises terjadi pada orang yang memiliki penyakit hati.

Tekanan darah tinggi di vena portal dapat mendorong darah ke pembuluh darah di sekitarnya, termasuk pembuluh di kerongkongan. Jika tekanan yang disebabkan oleh darah berlebih menjadi terlalu tinggi, maka varises bisa bedah dan berdarah.

Perdarahan yang tidak terkontrol bisa dengan cepat menyebabkan syok hingga kematian. Karena itu, esofagus varises yang sudah parah harus segera mendapatkan perawatan bersama dokter.

Varises vagina

Varises pada ibu hamil sangat umum terjadi dan biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Hal ini karena, varises pada ibu hamil bisa menyusut dan menghilang dengan sendirinya setelah melahirkan.

Perlu diketahui, volume ekstra darah yang dihasilkan selama kehamilan sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dua tubuh. Namun, hal tersebut akan memberi tekanan ekstra pada pembuluh darah, terutama pada kaki.

Selain itu, wanita hamil bisa juga menderita varises vagina yang biasanya menyebabkan rasa sakit. Varises vagina sendiri merupakan jenis varises sering terjadi pada usia kehamilan memasuki trimester ketiga.

Varises pada ibu hamil satu ini akan ditandai dengan beberapa gejala, seperti sering buang air kecil, perdarahan tidak normal, dan muncul keputihan.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Healthline (2017). Diakses pada 27 Mei 2020. Varicose Veins 

Mayo Clinic (2019). Diakses pada 27 Mei 2020. Varicose Veins

Medical News Today (2017). Diakses pada 27 Mei 2020. What Can I Do About Varicose Veins?

Webmd (2019). Diakses pada 27 Mei 2020. Understanding Varicose Veins 

Drugs.com, diakses 16 September 2020. Medications for Varicose Veins

Veinsbegone.com (2016), diakses 16 September 2020. 5 FOODS THAT VARICOSE VEIN VICTIMS SHOULD NEVER EAT

Cleveland Clinic (2019), diakses 16 September 2020. Esophageal Varices

Whattoexpect.com (2020), diakses 16 September 2020. Varicose Veins During Pregnancy

Healthwoman.org (2019), diakses 18 September 2020. PVFD: Think of It as Vaginal Varicose Veins

    register-docotr