Kamus Penyakit

Bisa Menular, Yuk Cari Tahu Cara Mencegah dan Mengobati Penyakit Kurap!

May 17, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Kulit merupakan bagian tubuh yang rentan terkena infeksi. Biasanya jika mengalami infeksi bakteri maupun jamur, kulit akan terasa gatal. Ada berbagai macam infeksi jamur atau bakteri yang sering terjadi pada kulit, salah satunya adalah kurap.

Baca Juga: Ini Pertolongan Pertama yang Harus Kamu Lakukan saat Hipotermia

Apa itu kurap?

Kurap
Kurap. Sumber foto: Shutterstock

Kurap (ringworm) atau yang juga dikenal sebagai dermatophytosis, dermatophyte infection, atau tinea corporis merupakan infeksi jamur yang terjadi pada kulit.

Biasanya penyakit ini berwarna merah, gatal, dan memiliki ruam berbentuk bundar dengan warna kulit yang lebih jelas di bagian tengah.

Kurap masih berhubungan dengan kutu air (tinea pedis), gatal di selangkangan (tinea cruris), serta kurap kulit kepala (tinea capitis).

Penyakit ini merupakan penyakit yang umum terjadi yang disebabkan oleh infeksi jamur. Meskipun tidak berbahaya, sebaiknya kamu harus tetap berhati-hati pada penyakit ini.

Penyakit ini dapat menyerang kulit kepala, kaki, kuku, selangkangan, janggut, atau area lainnya.

Baca juga: 7 Penyakit Kulit yang Sering Diidap Orang Indonesia, Kamu Permah Alami yang Mana?

Apa penyebab kurap?

Meskipun penyakit ini juga dikenal sebagai ringworm, akan tetapi penyakit ini bukanlah disebabkan oleh cacing ataupun parasit. Melainkan penyakit ini disebabkan oleh jamur yang dikenal sebagai dermatofita.

Ada tiga jenis jamur yang dapat menjadi penyebab penyakit ini, di antaranya adalah trichophyton, microsporum, dan epidermophyton.

Kurap dapat dialami oleh orang-orang dari segala usia, namun anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan terkena penyakit ini. Penyakit ini biasanya muncul pada iklim yang hangat dan lembap.

Penyakit ini merupakan penyakit menular dan dapat disebarkan melalui kontak langsung serta tidak langsung.

Berikut adalah beberapa penyebab penyebaran kurap seperti yang dilansir dari Healthline:

  • Orang ke orang: Penyebaran ini terjadi melalui kontak langsung dengan kulit pada orang yang terinfeksi penyakit ini.
  • Hewan ke manusia: Ini terjadi ketika kamu melakukan kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi. Baik anjing maupun kucing dapat menyebarkan penyakit ini. Ferret, kuda, kelinci, kambing, dan babi juga dapat menyebarkan penyakit ini ke manusia.
  • Barang ke manusia: Penyebaran ini dapat disebut sebagai penyebaran yang tidak langsung. Penyakit ini juga dapat disebarkan oleh barang. Misalnya saja melalui rambut dari orang yang terinfeksi, tempat tidur, pakaian, shower, atau bahkan lantai.
  • Tanah ke manusia: Penyebaran ini merupakan penyebaran yang jarang terjadi. Penyakit ini juga dapat menyebar melalui kontak dengan tanah yang sangat terinfeksi untuk waktu yang lama

Siapa saja yang berisiko terkena penyakit ini?

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya bahwa penyakit ini paling rentan menyerang anak-anak jika dibandingkan dengan orang dewasa. Meskipun demikian, penyakit ini dapat menyerang orang-orang dari segala usia.

Menurut National Health Services of The United Kingdom, sekitar 10-20 persen masyarakat akan terinfeksi jamur di beberapa titik dalam kehidupan mereka.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ini. Di antaranya adalah:

  • Tinggal di daerah lembap dan hangat
  • Keringat berlebih
  • Berpartisipasi dalam olahraga yang memerlukan kontak fisik
  • Mengenakan pakaian ketat
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Berbagai pakaian, tempat tidur, atau handuk dengan orang lain

Sebaiknya, jika kamu tidak ingin berisiko terkena penyakit ini. Hindarilah faktor risiko tersebut.

Bagaimana penyakit ini didiagnosis?

Jika dokter mencurigai bahwa kamu memiliki kurap, dokter akan memeriksa kulit atau bahkan dapat melakukan tes lain untuk menyingkirkan kondisi kulit lain yang tidak disebabkan oleh jamur, seperti dermatitis atopik atau psoriasis.

Biasanya pemeriksaan kulit yang dilakukan tersebut akan menghasilkan diagnosis yang lebih akurat.

Dokter juga mungkin akan mengamati area yang terinfeksi di bawah mikroskop untuk mencari jamur yang menjadi penyebab penyakit ini.

Sampelnya kemudian akan dikirimkan pada laboratorium untuk mengonfirmasi. Laboratorium dapat melakukan tes kultur untuk melihat apakah jamur tumbuh atau tidak.

Jenis-jenis kurap

Penyakit ini memiliki beberapa jenis dan dapat menginfeksi beberapa bagian tubuh tertentu. Untuk lebih jelasnya kamu dapat menyimaknya di bawah ini.

1. Tinea barbae

Kurap yang menyerang daerah janggut pada wajah dan leher dengan pembengkakan dan ditandai dengan pengerasan, sering disertai dengan rasa gatal. Terkadang penyakit ini juga dapat menyebabkan bulu janggut putus. Jenis ini tentu saja sering menyerang pria dan remaja laki-laki.

2. Tinea capitis

Jenis ini merupakan jenis yang menyerang kulit kepala dan umumnya menyerang anak-anak, sebagian besar pada akhir masa kanak-kanak atau remaja.

Kondisi ini dapat menyebar di sekolah. Tinea capitis muncul ditandai dengan bintik-bintik pada kulit kepala (berbeda dengan dermatitis seboroik dan ketombe).

3. Tinea corporis

Jenis ini terjadi ketika jamur menyerang kulit. Jenis ini sering menghasilkan bintik-bintik kurap yang biasa terjadi. Tahap pertama dari gejala melibatkan kulit bersisik merah yang sedikit terangkat (plak). Tahap ini cenderung memburuk dengan cepat.

4. Tinea cruris

Jenis ini terjadi pada daerah pangkal paha. Cenderung memiliki warna coklat kemerahan dan memanjang dari lipatan pangkal paha ke bawah, dapat terjadi pada satu pada atau keduanya.

Kondisi lain juga dapat memiliki bentuk yang hampir mirip dengan jenis ini, seperti psoriasis, infeksi ragi, serta intertrigo.

5. Tinea faciei (faciale)

Jenis ini menyerang wajah kecuali di area janggut. Di wajah, penyakit ini jarang berbentuk bulat. Secara karakteristik, jenis ini memiliki tampilan bersisik merah dengan tepi yang tidak jelas.

6. Tinea manus

Jenis ini menyerang tangan, khususnya telapak tangan dan jari-jari tangan. Jenis ini biasanya menyebabkan penebalan (hyperkeratosis) pada area-area tersebut dan seringkali hanya terjadi pada satu tangan.

7. Tinea pedis

Tinea pedis atau yang biasa dikenal dengan kutu air merupakan kurap yang biasanya terjadi di daerah kaki.

Kutu air dapat menyebabkan kerak dan peradangan dengan disertai gatal dan iritasi pada jari kaki, terutama di antara jari kaki keempat dan kelima. Tinea pedis merupakan kondisi kulit yang sangat umum terjadi.

8. Jenis kurap tinea unguium

Infeksi jamur ini menyerang kuku, baik kuku kaki maupun kuku tangan. Ini dapat membuat kuku menjadi lebih tebal, berwarna kuning, serta rapuh. Ini juga dapat disebut kuku jamur atau onikomikosis.

Baca juga: Jangan Remehkan Psoriasis, Penyakit Kulit Ini Mampu Dorong Penderitanya Bunuh Diri

Bagaimana tanda dan gejala kurap?

Gejala kurap secara spesifik bergantung pada area yang terinfeksi. Namun, gejala umum yang dapat terjadi seperti:

  • Area berbentuk cincin yang bersisik
  • Kulit terasa gatal
  • Daerah yang lebih jelas atau bersisik di dalam cincin, dapat juga disertai dengan benjolan merah
  • Cincin sedikit terangkat dan mengembang
  • Pola berbentuk bulat datar serta gatal
  • Cincin yang tumpang tindih
  • Kulit merah, bersisik, atau bahkan pecah-pecah
  • Rambut rontoh di area yang terinfeksi (jika ada rambut)

Jika kamu mengalami gejala seperti di atas, sebaiknya segeralah lakukan pengobatan sebelum penyakit ini bertambah parah.

Pengobatan yang biasa dilakukan untuk kurap

Meskipun penyakit ini memiliki banyak jenis, tetapi kamu tidak perlu khawatir karena penyakit ini dapat disembuhkan.

Ada yang mengatakan bahwa penyakit ini dapat disembuhkan dengan menggunakan bahan-bahan alami. Akan tetapi pengobatan tersebut tidak efektif.

Untuk mengobati penyakit ini sebaiknya gunakanlah obat antijamur.

Menurut Medicine Net, kurap dapat diobati dengan menggunakan obat berbentuk krim atau salep (topikal) serta dapat juga diobati dengan obat yang dikonsumsi.

Pengobatan topikal

Ketika jamur memengaruhi kulit tubuh atau selangkangan, kamu dapat menggunakan krim antijamur sebagai bentuk pengobatan. Krim antijamur ini diperkirakan dapat membersihkan kondisi tersebut sekitar 2 minggu.

Jenis krim antijamur yang dapat kamu gunakan diantaranya adalah:

  • Clotrimazole
  • Miconazole
  • Ketoconazole
  • Econazole
  • Naftifine
  • Terbinafine

Pengobatan ini sangat efektif untuk banyak kasus yang disebabkan oleh jamur. Krim ini dapat kamu temukan dengan mudah di apotek. Untuk pengobatan dengan menggunakan krim biasanya membutuhkan waktu selama 2 minggu.

Badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat Food and Drug Administration (FDA) juga mengizinkan obat antijamur Luliconazole untuk pengobatan tinea cruris dan tinea corporis pada orang dewasa berusia 18 tahun atau lebih.

Pengobatan sistemik

Beberapa infeksi jamur tidak merespons dengan baik pengobatan yang dilakukan dari luar (topikal). Sebagai contoh jamur pada kulit kepala dan kuku.

Untuk mengobati jamur jenis ini atau penyakit yang lebih parah dan luas, biasanya menggunakan obat-obatan yang dikonsumsi.

Untuk waktu yang cukup lama, tablet antifungal yang paling efektif adalah Griseofulvin. Namun, sekarang terdapat beberapa obat yang aman dan juga efektif untuk mengobati kondisi ini. Misalnya saja:

  • Terbinafine
  • Itraconazole
  • Fluconazole

Untuk pengobatan dengan cara dikonsumsi biasanya diberikan selama 3 bulan.

Pencegahan yang dapat dilakukan untuk penyakit ini

Pencegahan. Sumber foto: https://www.bloglino.com/

Kurap memang dapat disembuhkan, namun akan lebih baik jika kita mencegahnya. Berikut pencegahan yang dapat dilakukan.

Pencegahan penularan dari manusia

Untuk mencegah penyakit ini sebaiknya hindarilah kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Tak hanya itu saja, meminimalkan keringat dan kelembapan juga dapat membantu mencegah penyakit ini.

Rekomendasi umum untuk mencegah penyakit ini bagi pria adalah hindarilah menggunakan celana boxer ketat, dan untuk wanita sebaiknya hindarilah menggunakan stocking, dan sebagainya.

Kamu juga dapat melakukan langkah-langkah pencegahan lain dengan menghindari berbagi pakaian, handuk, sisir, aksesoris rambut, perlengkapan olahraga, atau barang-barang perawatan pribadi lainnya.

Mengenakan sandal atau sepatu di gymnasium, ruang ganti, serta di kolam renang juga dapat membantumu untuk mengurangi risiko terkena kutu air.

Hal lain yang juga dapat kamu lakukan sebagai upaya pencegahan adalah dengan mengeringkan tubuh dengan benar sehabis mandi, terutama di bagian jari kaki di mana kulit menyentuh kulit, pangkal paha, serta ketiak.

Hal tersebut dikarenakan, area tersebut sangat rentan terhadap serangan infeksi jamur.

Pencegahan penularan dari hewan

Kamu juga harus menghindari menyentuh hewan yang memiliki tanda terkena kurap (biasanya bintik-bintik botak). Bersihkanlah tangan dengan mencucinya jika kamu menyentuh hewan yang terkena penyakit ini.

Jika hewan peliharaanmu memiliki penyakit ini, kenakanlah sarung tangan dan baju lengan panjang ketika kamu menyentuh hewan peliharaanmu. Bersihkanlah sesering mungkin area rumah yang sering dikunjungi oleh hewan peliharaanmu.

Sebaiknya, jika hewan peliharaanmu terkena kurap, bawalah hewan ke dokter hewan agar jamur dapat diberantas.

Pencegahan penularan dari benda

Kamu juga dapat membunuh spora jamur dengan mendisinfeksi permukaan dan alas tidur dengan menggunakan larutan pemutih klorin, benzalkonium klorida, maupun deterjen yang memiliki kandungan yang kuat.   

Bagaimana jika sudah terkena kurap?

Jika kamu memiliki kurap pada bagian tubuhmu, pastikanlah untuk menjaga kebersihan pribadi di sekitar orang lain.

Salah satu cara menjaga kebersihan adalah dengan mencuci tangan dan mandi dengan benar.

Dan yang paling penting adalah hindarilah untuk menggaruk bagian yang terkena infeksi, karena hal tersebut hanya akan memperparahnya dan membuat area penyebaran infeksi lebih luas.

Namun, jika kurap juga tidak berangsur sembuh, sebaiknya segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat ya, agar kurap dapat segera disembuhkan.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Everyday Health (2018). Diakses pada 14 Mei 2020. What Is Ringworm? Symptoms, Causes, and Treatment 

Healthline (2019). Diakses pada 14 Mei 2020. Everything You Want to Know About Ringworm 

Healthline (2017). Diakses pada 14 Mei 2020. Ringworm of The Body (Tinea Corporis) 

Mayo Clinic (2019). Diakses pada 14 Mei 2020. Ringworm (Body) 

Medicine Net (2019). Diakses pada 14 Mei 2020. Ringworm 

NHS (2017). Diakses pada 14 Mei 2020. Ringworm 

    register-docotr