Kamus Penyakit

Kutu Air di Kaki Bikin Risih? Atasi dengan Cara Ampuh Ini

September 11, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Pernahkah kamu mengalami kutu air di kaki? Jika kamu mengalami hal ini kamu tidak perlu khawatir karena kebanyakan orang pernah mengalaminya. Lalu, apa sih sebenarnya kutu air itu dan bagaimana cara pengobatannya? Yuk simak artikel ini.

Tak hanya terjadi di jari kaki saja, infeksi jamur ini pun juga dapat menyebar pada kuku, kaki, dan tangan. Infeksi jamur ini dapat menular, namun bukanlah infeksi yang serius. Akan tetapi, terkadang kutu air sulit untuk disembuhkan.

Baca Juga: 7 Penyakit Kulit yang Sering Diidap Orang Indonesia, Kamu Pernah Alami yang Mana?

Penyebab kutu air di kaki

Athlete’s foot (tinea pedis) atau yang lebih dikenal sebagai kutu air merupakan infeksi jamur yang biasanya muncul di antara jari kaki. Biasanya kutu air muncul pada orang yang memiliki kaki yang berkeringat saat terkurung dalam sepatu ketat.

Penyebab kutu air adalah infeksi yang disebabkan oleh jamur. Jamur yang berperan dalam menimbulkan infeksi ini bernama trichophyton yang merupakan suatu dermatofita (golongan jamur) yang menyebabkan infeksi pada kulit manusia, rambut, serta kuku.

Jamur yang dapat hidup di kulit manusia ini tidak berbahaya selama kulit tetap kering dan bersih. Reproduksi mereka terbatas, akan tetapi dalam kondisi lembap dan panas mereka dapat berkembang biak dengan cepat.

Pemicu utama yang biasanya menyebabkan kondisi ini adalah sepatu yang tebal dan kencang, karena hal ini memungkinkan jari-jari kaki menjadi rapat sehingga dapat menjadi lembap. Kaus kaki lembap juga dapat menjadi penyebab kutu air.

Dilansir dari Medical News Today, kutu air dapat menyebar melalui kontak langsung dan tidak langsung.

  • Kontak langsung: Biasanya penyebaran melalui kontak langsung adalah dari kulit ke kulit. Hal ini dapat terjadi ketika orang yang tidak terinfeksi menyentuh area tubuh yang terinfeksi pada orang yang terkena kutu air
  • Kontak tidak langsung: Kutu air dapat disebabkan melalui kontak tidak langsung ketika jamur menginfeksi orang melalui permukaan yang terkontaminasi, pakaian, kaus kaki, seprai, dan handuk

Pada umumnya, kutu air dapat menyebar di sekitar kolam renang dan kamar mandi bersama. Tempat tersebut biasanya hangat dan lembap sehingga cocok untuk pertumbuhan jamur yang menjadi penyebab kutu air.

Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah biasanya paling rentan terkena kondisi ini.

Baca juga: Ternyata Inilah Penyebab Badan Gatal-gatal Bentol Tanpa Sebab

Gejala kutu air di kaki

Gatal akibat kutu air merupakan gejala umum penyakit ini, selain itu gejala lainnya adalah:

  • Gatal, perasaan seperti menyengat, serta terbakar di sela-sela jari atau telapak kaki
  • Muncul lepuhan yang dapat menyebabkan rasa gatal
  • Kulit kaki yang terkelupas atau retak
  • Kering pada kulit
  • Kulit kasar
  • Kuku kaki berubah warna, tebal, dan rapuh
  • Terdapat cairan di area kulit kaki yang terinfeksi oleh jamur.

Obat kutu air di kaki

Cara menghilangkan kutu air biasanya menggunakan obat antijamur yang bebas dijual di pasaran.

Obat kutu air yang ada di pasaran hadir dalam bentuk salep atau krim (topikal). Namun, jika pengobatan tersebut tidak berfungsi, dokter akan memberikan obat dalam bentuk tablet sebagai cara tambahan untuk menghilagkan kutu air.

Pengobatan dalam bentuk salep kutu air

Obat topikal yang biasanya berupa salep atau krim merupakan obat-obatan yang paling sering digunakan untuk mengatasi kutu air. Biasanya obat-obatan jenis ini mudah untuk ditemukan di apotek. Berikut adalah beberapa obat topikal yang dapat digunakan:

Miconazole

Obat ini biasanya dipakai untuk mengatasi infeksi kutu air, infeksi jamur di selangkangan, kurap dan infeksi jamur di kulit lainnya. Sesuai namanya, prinsip obat ini bekerja adalah dengan mencegah pertumbuhan dari jamur tersebut.

Miconazole yang hadir dalam bentuk krim biasanya bernama miconazole nitrate 2% topical cream. Untuk memakai salep kutu air ini, kamu harus membersihkan dan mengeringkan area kaki yang akan disembuhkan lalu aplikasikan langsung ke lokasi yang gatal akibat kutu air itu.

Terbinafine

Obat yang satu ini tidak hanya bermanfaat untuk mengatasi kutu air, tapi juga infeksi jamur lainnya salah satunya adalah kurap, infeksi jamur di selangkangan serta pityriasis versicolor.

Terbinafine hadir dalam bentuk krim, salep, gel hingga spray. Ada juga obat cair yang khusus untuk mengatasi kutu air.

Clotrimazole

Obat kutu air ini bisa juga digunakan untuk mengatasi infeksi jamur lainnya seperti kurap, infeksi kuku jamur hingga ruam di lipatan kulit karena jamur. Clotrimazole tersedia dalam bentuk krim, spray hingga obat cair.

Pakai clotrimazole dalam bentuk salep atau lainnya di lokasi kutu air atau infeksi jamur lain 2 atau 3 hari sekali selama dua minggu. Biasanya gatal dan infeksi akibat kutu air ini akan terasa mendingan setelah 7 hari pemakaian.

Butenafine

Obat ini berfungsi untuk menghentikan pertumbuhan jamur, itu sebabnya ini bisa dipakai untuk mengatasi kutu air. Selain itu, butenafine juga bisa dipakai untuk mengatasi infeksi karena jamur lainnya pada kulit seperti kurap.

Butenafine hadir dalam bentuk krim dan salep sehingga bisa kamu aplikasikan langsung di lokasi kutu air. Sebelum dipakai, bersihkan dan keringkan lokasi kulit yang terinfeksi kutu air tersebut.

Tolnaftate

Obat kutu air ini hadir dalam wujud krim, cairan, bedak, gel hingga spray. Tolnaftate bisa dibeli di apotek atau toko obat dengan atau tanpa resep dokter.

Tolnaftate ini biasanya dipakai dua kali sehari dan kamu harus ikuti petunjuk di dalam kemasan atau sesuai dengan yang diresepkan dokter.

Pengobatan dalam bentuk obat yang diresepkan

Cara menghilangkan kutu air ini harus melalui resep dokter dan tidak boleh sembarangan. Beberapa obat yang dapat diresepkan oleh dokter untuk mengobati kutu air di kaki diantaranya adalah:

  • Topikal, obat anti jamur seperti clotrimazole atau miconazole
  • Obat antijamur yang dapat diminum seperti itraconazole (Sporanox), fluconazole (Diflucan), atau obat antijamur yang lebih kuat seperti terbinafine (Lamisil)
  • Obat steroid topikal yang digunakan untuk mengurangi peradangan yang menyakitkan
  • Antibiotik yang dapat diminum jika infeksi bakteri berkembang yang dapat menyebabkan kulit lecet

Pengobatan alami untuk kutu air

Selain dapat menggunakan salep, krim, ataupun obat dalam bentuk tablet, kutu air pun juga dapat disembuhkan dengan bahan-bahan alami. Berikut bahan alami yang dapat kamu gunakan untuk mengobati kondisi ini.

  • Tea tree oil
  • Bawang putih
  • Baking soda
  • Cuka sari apel
  • Hidrogen peroksida
  • Teh hijau

Pengobatan alami memang dapat dilakukan, tetapi sangat dianjurkan untuk mengetahui terlebih dahulu kandungan yang terdapat dalam bahan-bahan alami tersebut agar tidak dapat membahayakan kulit.

Kutu air dapat terjadi kapan saja, meskipun bukan merupakan kondisi yang serius, namun kamu tidak boleh sembarangan dalam menggunakan obat kutu air.

Sebaiknya, ikutilah saran dari dokter atau petunjuk yang terdapat dalam kemasan obat untuk mengobati kondisi ini. Dan jangan lupa terus jaga kebersihan kaki ya agar kutu air tidak semakin parah.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Healthline (2018). Diakses pada 11 Mei 2020. Athlete’s Foot (Tinea Pedis)

Mayo Clinic (2019). Diakses pada 11 Mei 2020. Athlete’s Foot 

Medical News Today (2017). Diakses pada 11 Mei 2020. Everything You Need to Know about Athlete’s Foot 

The Healthy (2019). Diakses pada 11 Mei 2020. 8 Natural Home Remedies for Athlete’s Foot 

Nhs.uk (2020) diakses 11 September 2020. Terbinafine

Nhs.uk (2019) diakses 11 September 2020. Clotrimazole

Webmd.com, diakses 11 September 2020. Butenafine Cream

Medlineplus.gov (2017) diakses 11 September 2020. Tolnaftate

Webmd.com, diakses 11 September 2020. Miconazole Nitrate 2 % Topical Cream

    register-docotr