Kamus Penyakit

Kekurangan Oksigen di Otak Bisa Bahaya, Bagaimana Gejala dan Penanganannya?

August 29, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Kekurangan oksigen di otak biasa dikenal dengan istilah hipoksia serebral. Hal ini bisa menjadi sangat berbahaya mengingat otak merupakan organ penting bagi kelangsungan hidup seseorang.

Lalu apa saja hal yang dapat menyebabkan kekurangan oksigen di otak? Apakah hal ini bisa dicegah? Lalu bagaimana jika sudah terlanjur mengalaminya? Yuk simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Apa itu kekurangan oksigen di otak?

Kondisi ini terjadi ketika otak tidak mendapat asupan oksigen dalam jumlah yang seharusnya. Ini bisa terjadi meski aliran darah ke dalam otak tetap berjalan normal.

Menurut Medical News Today, kondisi termasuk situasi darurat karena bisa mengancam jiwa seseorang.

Penyebab kekurangan oksigen di otak

Terdapat beberapa hal yang bisa menjadi faktor penyebab terjadinya hipoksia serebral. Secara umum yang paling sering terjadi adalah akibat tenggelam, dicekik, dan serangan jantung.

Adapun menurut Healthline, penyebab lain terjadinya gangguan ini adalah:

  1. Hipotensi atau tekanan darah yang sangat rendah
  2. Komplikasi obat bius selama prosedur operasi
  3. Keracunan karbon monoksida
  4. Bepergian ke daerah dataran tinggi di atas 8.000 kaki
  5. Kecelakaan otak
  6. Gangguan kesehatan lain yang menyebabkan kesulitan bernapas, misalnya serangan asma

Baca juga: Punya Asma? Ketahui Beberapa Faktor Penyebab Asma Kambuh Berikut Ini

Gejala kekurangan oksigen di otak

Kondisi hipoksia serebral bisa ditandai dengan gejala yang ringan sampai berat. Ini semua bergantung pada jumlah kekurangan dan lama otak tidak menerima oksigen yang dibutuhkan. Adapun gejala yang termasuk ringan di antaranya adalah:

  1. Kehilangan ingatan sementara
  2. Sulit menggerakkan bagian tubuh tertentu
  3. Kurang fokus
  4. Susah memutuskan sesuatu

Perlu diketahui bahwa sel-sel otak bisa mati jika selama 5 menit kekurangan oksigen. Oleh sebab itu, gejala-gejala di atas akan semakin parah apabila lama otak kekurangan oksigen semakin panjang. Adapun gejala kekurangan oksigen di otak yang termasuk berat adalah:

  1. Koma
  2. Kejang
  3. Otak mati

Pada kasus otak mati, pupil mata tidak dapat merespons terhadap cahaya dan penderitanya tidak bisa bernapas tanpa alat bantu. Meski demikian jantung terus memompa darah kepada organ lain di dalam tubuh.

Baca juga: Miliki Riwayat Penyakit Anemia? Yuk Ketahui Daftar Buah Penambah Darah!

Siapa yang lebih berisiko mengalami gangguan ini?

Pada dasarnya semua orang memiliki risiko terkena gangguan ini. Namun terdapat beberapa kategori orang yang memiliki risiko lebih besar, di antaranya:

Atlet dan profesi tertentu

Olahraga seperti tinju, menyelam, atau mendaki gunung, adalah aktivitas yang memiliki risiko tinggi membuat pelakunya terkena hipoksi serebral.

Orang yang memiliki profesi seperti pemadam kebakaran terpapar risiko yang lebih besar atas gangguan ini.

Penderita penyakit tertentu

Beberapa jenis penyakit seperti asma, serangan jantung, hipotensi, kelainan paru-paru, atau sakit otot, juga sangat rentan membuat seseorang terkena gangguan ini.

Penanganan kekurangan oksigen di otak

Kondisi ini harus segera diatasi agar aliran oksigen dapat segera masuk ke dalam otak. Adapun langkah penanganannya akan tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan yang terjadi.

Misalnya jika kamu mengalami hal ini karena mendaki gunung, kamu disarankan untuk segera kembali ke dataran rendah. Pada kasus tertentu yang lebih berat, umumnya tenaga medis akan memakai alat bantu pernapasan untuk mengatasi situasi ini.

Selain melakukan penanganan terhadap otak, biasanya jantung juga menjadi organ yang mendapat perhatian khusus dalam kondisi ini.

Baca juag: Daftar Antibiotik Obat Tipes di Apotek, Mau Tahu Apa Saja?

Bisakah hipoksi serebral dicegah?

Kamu dapat mencegah hal ini terjadi dengan memantau kondisi kesehatanmu secara berkala. Temui dokter apabila tekanan darah dirasa terlalu rendah, dan siapkan obat hirup setiap saat jika kamu memiliki riwayat asma.

Hindari bepergian ke daerah dengan ketinggian tertentu. Jika tanpa diduga kamu terjebak kebakaran, segera lakukan cardiopulmonary resuscitation atau CPR sebelum kondisimu semakin buruk.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

Brain Hypoxia, https://www.healthline.com/health/cerebral-hypoxia#prevention diakses pada 27 Agustus 2020

What to know about brain hypoxia, https://www.medicalnewstoday.com/articles/322803 diakses pada 27 Agustus 2020

 

    register-docotr