Kamus Penyakit

Serba-serbi Kanker Usus: Gejala, Penyebab dan Pengobatannya

May 18, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Jika bicara tentang kanker usus, akan lebih banyak orang yang familiar dengan penyebutan kanker usus besar. Banyak juga yang menyebutnya dengan kanker kolorektal.

Atau ada juga yang menyebutnya dengan kanker rektum. Penamaan ini biasanya tergantung dari lokasi pertama kali ditemukannya kanker.

Untuk lebih jelasnya, berikut informasi tentang kanker usus dimulai dari pengertian hingga proses perawatan kanker usus. 

Apa itu kanker usus? 

Kanker usus adalah pertumbuhan sel kanker pada organ usus. Biasanya dimulai dari munculnya gumpalan kecil sel jinak yang disebut polip. 

Polip ini kebanyakan ditemukan tumbuh di dalam bagian usus besar. Meski pada awalnya jinak, polip bisa tumbuh menjadi kanker yang membahayakan. 

Jika ditemukan pada fase awal, saat masih berbentuk polip, dokter akan merekomendasikan skrining secara berkala. Ini dilakukan untuk mencegah polip tumbuh menjadi kanker pada usus.

Dokter biasanya juga akan mengidentifikasi dan melakukan tindakan menghilangkan polip sebelum berubah menjadi kanker. 

Namun tidak semua polip ini berubah menjadi kanker. Karena itu polip yang tumbuh itu pun dibagi menjadi dua jenis utama.

  1. Polip hiperplastik dan polip inflamasi. Polip yang lebih umum. Polip ini tidak bersifat pra-kanker.
  2. Polip adenoma. Polip jenis ini terkadang berubah menjadi kanker. Karena itu polip ini juga disebut dengan pra-kanker.

Jika polip sudah berubah menjadi kanker, maka penyakit ini akan mengalami pertumbuhan dan terbagi ke dalam lima tahapan atau stadium. 

  • Stadium 0: tahap sangat awal, di mana kanker masih berada di dalam mukosa atau lapisan dalam usus
  • Stadium 1: kanker telah menembus lapisan usus atau mukosa, tapi belum menyebar ke dinding organ
  • Stadium 2: kanker telah menyebar ke dinding usus besar atau rektum tapi belum memengaruhi jaringan di dekatnya
  • Stadium 3: kanker telah pindah ke kelenjar getah bening. Biasanya sudah berpindah ke satu hingga tiga kelenjar getah bening
  • Stadium 4: Kanker sudah menyebar ke organ lain yang lebih jauh seperti liver atau paru-paru

Apa saja gejala kanker usus?

Pada tahap awal seringkali tidak terlihat gejala yang spesifik. Namun ada juga yang mengalami gejala seperti:

  • Sembelit
  • Diare
  • Perubahan warna feses
  • Perubahan bentuk feses
  • Darah pada feses
  • Darah dari dubur
  • Buas gas yang berlebihan
  • Kram perut
  • Sakit perut

Jika mengalami gejala di atas, sebaiknya kamu berkonsultasi pada dokter untuk melakukan skrining kanker. 

Sementara pada stadium 3 dan 4, kanker biasanya juga memiliki gejala yang lebih terlihat, seperti:

  • Lelah yang berlebihan
  • Lemas yang tak bisa dijelaskan
  • Penurunan berat badan
  • Perubahan feses lebih dari satu bulan
  • Usus terasa terisi
  • Muntah

Sedangkan pada stadium di mana kanker sudah menyebar ke organ lain, orang yang mengidap kanker usus akan menunjukkan gejala:

  • Terlihat kuning (kuning di mata dan kulit)
  • Bengkak di tangan atau kaki
  • Kesulitan bernapas
  • Sakit kepala kronis
  • Penglihatan kabur
  • Masalah pada tulang, seperti retak atau patah

Apa penyebab terjadinya kanker usus?

Secara umum kanker ini dimulai saat sel sehat dalam usus mengalami mutasi dalam DNA. Biasanya sel sehat tumbuh dan membelah untuk menjaga tubuh berfungsi normal. 

Tapi saat DNA sel rusak itu dapat menjadi kanker. Sel terus membelah dan menumpuk membentuk tumor. 

Namun di luar itu penelitian mengenai penyebab pasti munculnya kanker kolorektal masih terus dilakukan.

Meski begitu, hingga saat ini sudah terkumpul beberapa faktor risiko, yang diketahui dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengidap kanker kolorektal. 

Beberapa faktor risiko tersebut antara lain:

  • Usia lanjut. Kanker ini bisa berkembang pada usia berapa saja. Namun kebanyakan pasiennya berusia di atas 50 tahun
  • Peradangan usus. Kondisi radang usus kronis seperti kolitis dapat meningkatkan risiko kanker
  • Mutasi gen. Mutasi gen dari generasi ke generasi keluarga dapat meningkatkan risiko kanker usus secara signifikan
  • Riwayat keluarga dengan kanker usus. Jika ada anggota keluarga yang mengidap penyakit ini, kamu berisiko besar terkena penyakit ini
  • Makan makanan tinggi lemak dan kalori namun rendah serat dapat dikaitkan dengan kanker usus. Beberapa studi mengungkap orang yang suka makan daging merah lebih berisiko terkena penyakit ini
  • Gaya hidup. Ubah gaya hidupmu yang kurang bergerak. Orang yang tidak aktif lebih mungkin terkena kanker usus
  • Diabetes. Orang dengan diabetes atau resistensi insulin memiliki peningkatan risiko kanker usus besar
  • Obesitas. Orang dengan obesitas lebih berisiko dibanding dengan orang menjaga berat badannya tetap normal atau ideal
  • Alkohol dan rokok. Pengguna alkohol dan perokok lebih berisiko mengalami kanker usus
  • Kanker lain dengan perawatan radiasi. Radiasi yang diarahkan ke perut dapat meningkatkan risiko kanker usus
  • Riwayat kanker usus. Jika sebelumnya sudah pernah terkena kanker ini, maka risiko terkena kembali masih sangat mungkin

Bagaimana mendiagnosis penyakit ini?

Untuk mendiagnosis dokter akan menanyakan tentang riwayat medis pasien serta keluarganya. Setelah itu dilakukan pemeriksaan fisik awal. 

Jika dirasa perlu pemeriksaan lanjutan pasien akan diminta melakukan serangkaian pemeriksaan seperti:

  • Tes darah

Meski tidak ada tes darah yang secara khusus dapat menunjukkan kanker secara spesifik, namun tes ini ini dapat mengeliminasi kemungkinan penyakit lain. 

  • Kolonoskopi

Prosedur ini dilakukan agar dokter dapat melihat bagian dalam usus besar dan bagian rektum. Pada prosedur ini jika dokter melihat adanya jaringan abnormal bisa mengambil sampelnya untuk diteliti lebih lanjut. 

  • X-ray

Saat pemeriksaan ini dokter akan memasukan cairan barium ke dalam usus agar usus lebih terlihat pada gambar X-ray. 

Cara apa saja yang bisa dilakukan untuk mengobati kanker usus?

Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk perawatan atau pengobatan kanker kolorektal. Penentuan pengobatan ini tergantung dari beberapa faktor. 

Salah satu faktornya adalah tingkatan stadium kanker yang diidap oleh pasien. Namun secara umum, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengobati penyakit ini. 

Operasi

Pada kondisi tertentu dokter akan melakukan kolektomi, yakni prosedur bedah berupa pengangkatan sebagian usus besar untuk menghindari penyebaran penyakit di dalam usus. 

Dalam hal ini kolektomi dilakukan untuk membuang bagian usus yang terdapat kanker di dalamnya. Selain kolektomi, dokter juga bisa melakukan tindakan bedah sesuai kondisi yang dibutuhkan oleh pasien.

Beberapa jenis operasi yang bisa dilakukan antara lain. 

  • Endoskopi. Untuk kasus kanker usus besar, dokter akan memasukkan alat yang dilengkapi kamera melalui rektum
  • Laparoskopi. Teknik bedah dengan membuat beberapa sayatan kecil di perut dan memasukkan alat lewat sayatan tersebut
  • Bedah paliatif. Bedah yang ditujukan meredakan gejala kanker yang tidak dapat diobati. Dokter akan meredakan penyumbatan, mengatasi perdarahan, dan gejala lainnya

Kemoterapi

Dalam perawatan ini pasien akan diberikan obat yang dapat mengganggu proses pembelahan sel. Dengan begitu juga akan membunuh sel kanker. 

Pada kanker ini pilihan kemoterapi akan dilakukan jika kanker sudah menyebar. Obat yang diberikan akan bekerja di seluruh tubuh. 

Tapi perawatan ini memiliki efek samping, seperti:

Jenis pengobatan ini bisa juga dibarengi dengan jenis perawatan lainnya. 

Terapi radiasi

Terapi ini dilakukan dengan cara memberikan sinar gamma pada tubuh untuk membunuh sel-sel kanker. 

Terapi ini baru akan disarankan jika kanker sudah memasuki stadium lanjut di mana kanker telah merambat ke kelenjar getah bening di sekitarnya.

Terapi ini juga memiliki efek samping berupa:

  • Kulit seperti terbakar sinar matahari
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Kelelahan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Berkurangnya berat badan

Efek tersebut akan berhenti beberapa minggu setelah menjalani perawatan. 

Terapi dengan konsumsi obat 

Regorafenib adalah obat yang diberikan kepada pasien kanker usus besar. Penggunaan obat ini telah mendapat persetujuan dari Food and Drug Administration (FDA).

Obat ini bekerja dengan cara memblokir enzim yang mendorong pertumbuhan sel kanker. 

Obat ini diberikan kepada pasien kanker usus stadium akhir, di mana kondisi tubuh sudah tidak tanggap pada jenis perawatan lainnya.

Pada tahap ini kanker biasanya juga sudah menyebar ke bagian tubuh lain. 

Apa yang bisa dilakukan selain menjalani pengobatan medis?

Mengidap kanker pastinya akan memengaruhi kegiatan sehari-hari seseorang. Setiap orang memiliki reaksi dan cara mengatasi diagnosis yang berbeda-beda. 

Apapun diagnosis dokter, pasien tetap harus menjalani perawatan agar kembali pulih. Di luar itu pasien juga perlu dukungan dari sekitar. Karena itu, seorang yang mengidap kanker sebaiknya:

  • Bicara pada orang terdekat yang bisa menjadi penyemangat untuk sembuh
  • Mengikuti grup dengan sesama pengidap kanker usus, untuk bertukar informasi dan saling mendukung
  • Mencari tahu atau belajar tentang penyakit kanker
  • Lakukan hal yang menyenangkan untuk mendukung kesembuhan

Apakah penyakit ini bisa pulih sepenuhnya?

Peluang sembuh kanker bergantung pada seberapa dini penyakit ini didiagnosis dan diobati.

Pemulihan setelah pengobatan pun tak begitu saja terjadi. Karena dokter akan kembali memeriksa berbagai faktor, di antaranya:

  • Melihat apakah pengobatan kanker menimbulkan masalah pada usus, misalkan penyumbatan. Ini akan menentukan apakah diperlukan perawatan selanjutnya atau tidak
  • Meninjau kembali kesehatan pasien secara menyeluruh
  • Karena pada pasien yang telah pulih, tidak menutup kemungkinan untuk kembali dinyatakan mengidap kanker

Apakah penyakit ini dapat dicegah?

Untuk beberapa faktor tidak bisa dicegah. Misalkan riwayat keturunan dari keluarga yang pernah mengidap penyakit ini.

Namun ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk menurunkan risiko terkenanya penyakit ini. 

Salah satunya adalah gaya hidup. Berikut daftar lengkapnya tentang perubahan gaya hidup yang perlu dilakukan untuk mengurangi risiko penyakit ini.

  • Mengurangi mengonsumsi daging merah
  • Hindari makan daging olahan
  • Lebih banyak makan makanan berbahan dasar tumbuhan
  • Kurangi asupan lemak dalam makanan sehari-hari
  • Rajin berolahraga
  • Kurangi berat badan jika direkomendasikan dokter
  • Tidak merokok
  • Usahakan hindari alkohol
  • Kurangi stres
  • Mengontrol gula darah

Pencegahan lain yang bisa dilakukan adalah pastikan kamu melakukan kolonoskopi setelah melewati usia 50 tahun. Semakin dini kanker ditemukan, akan semakin cepat untuk ditangani. Semakin besar juga peluang untuk tetap hidup sehat.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Mayoclinic.org diakses 15 Mei 2020 Colon Cancer 
  2. Medicalnewstoday diakses 15 Mei 2020 Everything you need to know about colon cancer 
  3. NHS UK diakses 15 Mei 2020 Bowel Cancer 
  4. Cancer.org diakses 15 Mei 2020 What is Colorectal Cancer? 
  5. Healthline.com diakses 15 Mei 2020 Colorectal (Colon) Cancer 
    register-docotr