Kamus Penyakit

Hal-hal yang Perlu Kamu Tahu Tentang Kanker Kelenjar Getah Bening

May 7, 2020 | Putri Prima Soraya | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Tentunya ketika mendengar kanker, kita spontan merasa takut dan khawatir. Kanker bisa menyerang siapa saja, baik muda maupun tua. Jenis kanker yang angka penderitanya tinggi di Indonesia adalah kanker kelenjar getah bening.

Tercatat berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, di Indonesia ada 14.905 penderita.

Dengan angka penderita yang tinggi, kelenjer getah bening menjadi salah satu kanker yang umum ditemui. Nah, lantas apa itu kanker kelenjar getah bening, bagaimana pengobatannya? Yuk, simak ulasan berikut.

Apa itu kanker kelenjar getah bening

Ada lebih dari 60 kelenjar getah bening kecil yang berbentuk kacang di seluruh tubuh kita. Kelenjar getah bening tersebar di seluruh tubuh, termasuk leher, ketiak, perut dan selangkangan.

Kelenjer ini memiliki tugas menyimpan sel-sel kekebalan dan bertindak sebagai filter untuk menghilangkan kuman, sel-sel mati dan rusak, dan limbah lainnya dari tubuh kita.

payudara besar pada pria
Kelenjar getah bening di ketiak. Sumber gambar shutterstock

Kanker kelenjar getah bening atau juga dalam istilah medis disebut lymphoma malignant, merupakan kanker yang menyerang sistem limfatik.

Sistem limfatik bertugas untuk sistem kekebalan tubuh dari infeksi dan virus.  Ketika kanker limfosit  menyebar ke jaringan lain, sistem kekebalan tubuh tidak dapat bertahan melawan infeksi secara efektif.

Semua kalangan usia dapat mengidap kanker getah bening, namun banyak kasus kanker terjadi pada anak-anak dan remaja dengan rentang usia 15-24 tahun. 

Bagaimana kanker menyebar ke kelenjar getah bening

Kanker merupakan suatu penyakit yang ganas, kanker dapat menyebar dari tempat asalnya ke bagian tubuh lain.

Kanker yang muncul di kelenjar getah bening adalah indikator bagaimana kanker menyebar. Ketika sel-sel kanker melepaskan diri dari tumor, mereka dapat melakukan perjalanan ke area lain dari tubuh, baik melalui aliran darah atau sistem getah bening. 

Agar sel kanker menyebar ke bagian tubuh yang baru, mereka harus melalui beberapa perubahan. Pertama-tama, mereka harus dapat melepaskan diri dari tumor asli dan kemudian menempel pada dinding luar pembuluh darah atau getah bening.

Jika sel-sel kanker hanya ditemukan di kelenjar getah bening di dekat tumor asli, itu mungkin menunjukkan kanker berada pada tahap awal dan belum menyebar jauh melampaui daerah utamanya.

Gejala-gejala kanker kelenjar getah bening

Pada lymphoma malignant, keluhan yang paling sering dialami adalah pembengkakan kelenjar getah bening. Pembengkakan ini biasa terjadi di leher, pangkal paha, perut, atau ketiak.

Biasanya juga pembengkakan ini tidak menimbulkan rasa sakit, rasa sakit baru terasa jika kelenjar yang membesar menekan organ, tulang, dan struktur lainnya. 

Selain mengalami hal tersebut, ada juga beberapa gejala lain yang mungkin dialami, meliputi:

  • Demam
  • Keringat pada malam hari
  • Penurunan berat badan, dan nafsu makan
  • Mengalami rasa gatal yang luar biasa
  • Mudah mengalami lelah dan kekurangan energi

Namun, gejala juga ditentukan dari jenisnya, kanker kelenjar getah bening ada dua yaitu limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin. Keduanya terlihat mirip, tapi sebenarnya punya gejala yang berbeda. 

Limfoma non-hodgkin

Limfoma non-Hodgkin adalah kanker yang berasal dari sistem limfatik tubuh. Pada kondisi ini, tumor berkembang dari limfosit (sel darah putih). Sel darah putih ini dapat ditemukan di limpa, kelenjar getah bening, dan organ lain dari sistem kekebalan tubuh.

Gejala dari limfoma non-hodgkin dapat meliputi:

  • Kelenjar getah bening yang membengkak di leher, ketiak, atau selangkangan tapi tidak menimbulkan sakit.
  • Nyeri perut atau bengkak
  • Nyeri dada, batuk, atau sulit bernapas
  • Kelelahan terus menerus
  • Demam
  • Berkeringat di malam hari
  • Penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan

Limfoma hodgkin

Limfoma hodgkin adalah kanker yang menyerang kekebalan tubuh, di mana perkembangan limfosit jadi tidak terkendali. Ada dua jenis limfosit: limfosit B (sel B) dan limfosit T (sel T). Limfoma Hodgkin hampir selalu berkembang dari sel B.

Gejala dari limfoma hodgkin yang paling umum adalah adanya pembesaran kelenjar getah bening di bagian leher, dada, ketiak, selangkangan dan tidak menimbulkan rasa nyeri. Selain itu ada juga gejala lainnya, seperti:

Batuk terus menerus dan sesak napas (jika limfoma Hodgkin terletak di dada)

  • Keringat pada malam hari
  • Kelelahan terus menerus
  • Nafsu makan yang menurun
  • Kulit yang terasa gatal
  • Nyeri pada perut dan mengalami kebengkakan
  • Demam
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan 
  • Adanya peningkatan sensitivitas pada alkohol, kelenjar getah bening akan terasa nyeri atau sakit. 

Perawatan kanker kelenjar getah bening

Seperti kanker yang lainnya, deteksi sedini mungkin adalah hal yang mempengaruhi pengobatan sebelum kanker semakin ganas. Dalam kanker kelenjar getah bening, ada beberapa  pengobatan yang bisa dilakukan tergantung dari limfoma.

Jika mengidap limfoma non-hodgkin, beberapa perawatan yang bisa dilakukan adalah.

  1. Kemoterapi, menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker
  2. Terapi radiasi,dengan menggunakan sinar berenergi tinggi untuk menghancurkan sel kanker.
  3. Imunoterapi, yang menggunakan sistem kekebalan tubuh untuk menyerang sel kanker.
  4. Terapi bertarget yang menargetkan aspek sel limfoma untuk mengekang pertumbuhannya

Untuk limfoma hodgkin, perawatan yang dilakukan, seperti

  1. Kemoterapi
  2. Terapi radiasi
  3. Imunoterapi

Jika jenis perawatan tersebut tidak berhasil, dokter mungkin akan menyarankan kamu untuk melakukan transplantasi sel induk. Pertama, kamu akan menjalani kemoterapi lebih tinggi.

Kemoterapi ini bukan cuma membunuh sel-sel kanker, tapi juga menghancurkan sel-sel induk di sumsum belakang. Setelah kemoterapi selesai, kamu akan mendapatkan transplantasi sel induk untuk menggantikan sel-sel yang hancur.

Ada dua jenis transplantasi yang bisa dilakukan transplantasi autologus menggunakan sel induk Anda sendiri. dan transplantasi alogenik menggunakan sel induk yang diambil dari donor.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Web Md (2018). Diakses pada 03 Mei 2020. What Is Lymphoma?

Mayo Clinic (2018). Diakses pada 03 Mei 2020. Non-Hodgkin’s lymphoma

Science Daily (2019). Diakses pada 03 Mei 2020. How do metastatic tumor cells grow in lymph nodes?

Medical News Today (2019). Diakses pada 03 Mei 2020. What to know about lymphoma

Lymphoma Action. Diakses pada 03 Mei 2020. Symptoms of lymphoma

Lymphoma Action. Diakses pada 03 Mei 2020. Hodgkin lymphoma

American Cancer Society (2020). Diakses pada 03 Mei 2020. Lymph Nodes and Cancer

Mayo Clinic (2019). Diakses pada 03 Mei 2020. Lymphoma

NHS. Dikases pada 03 Mei 2020. Lymph node cancer – secondary

Kemenkes (2013). Diakses pada 03 Mei 2020. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013

 

 

    register-docotr