Kamus Penyakit

Jangan Khawatir! Ini 7 Cara Mengobati Luka Diabetes agar Lekas Pulih

May 20, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Mengobati luka diabetes bukan perkara mudah, karena membutuhkan proses yang tidak sebentar. Penyembuhan luka yang biasanya ada di kaki melambat karena sistem kekebalan tubuh semakin menurun.

Luka tersebut juga rentan untuk membesar dan menyebar ke area sekitar. Oleh karena itu, perlu beberapa tindakan untuk mengobati luka diabetes dengan tepat. Yuk, simak cara menangani luka diabetes berikut ini.

1. Bersihkan luka

Hal pertama yang harus kamu lakukan sesaat setelah mengetahui ada luka pada kaki adalah mencucinya dengan bersih. Gunakan air matang atau air hangat yang bersih (layak minum), bukan panas. Ada baiknya kamu melakukannya menggunakan air mengalir.

Jika kamu mempunyai cairan antiseptik, ini bisa membantu membunuh kuman dan bakteri yang bisa memperparah luka. Berikan antiseptik secara perlahan untuk menghindari rasa perih yang berlebih.

Luka yang tidak segera dibersihkan membuat kuman dan bakteri di sekitarnya mudah untuk berkembangbiak.

2. Mengobati luka diabetes menggunakan pelembap

Setelah mencuci dengan air hangat dan antiseptik, kamu bisa mulai mengoleskan pelembap secukupnya.

Pelembap sendiri berfungsi untuk menjaga permukaan kulit tetap lembut dan mencegah terjadinya iritasi yang ditimbulkan oleh gesekan.

Tapi, jangan sekali-sekali mengoleskan pelembap di antara ruas jari kaki, ya. Ini bisa memicu tumbuhnya jamur. Lakukan langkah ini secara berkala untuk mencegah terjadinya peradangan pada luka.

Baca juga: 6 Kesalahan dalam Pengobatan yang Membuat Diabetes Makin Parah

3. Mengobati luka diabetes dengan perban

mengobati luka diabetes dengan perban
Menggunakan perban. Sumber foto: www.health.harvard.edu

Untuk menjaga luka agar terhindar dari paparan bakteri dan kuman setelah dibersihkan, kamu bisa menutupnya menggunakan perban atau kasa. Tutupi dengan perban menggunakan plester medis yang dijual bebas, namun jangan terlalu mengikatnya dengan kencang.

Tidak hanya itu, kamu juga perlu memerhatikan kebersihan perban atau penutup luka yang telah digunakan. Ganti dengan perban atau kasa yang baru tiap setelah mandi agar tidak menjadi tempat baru berkumpulnya bakteri.

4. Jangan beri tekanan pada luka

Mengobati luka diabetes tidak hanya berhubungan dengan obat-obatan. Yang perlu diperhatikan yakni mengurangi tekanan pada bagian yang terluka.

Misalnya, saat kamu memiliki luka di satu kaki, gunakan kaki lainnya untuk menopang beban tubuhmu ketika menjalankan aktivitas.

Selain itu, tekanan pada luka bisa terjadi saat mengenakan kaus kaki yang ketat. Ini bisa membuat luka semakin parah dan sulit untuk sembuh.

Ada baiknya, gunakan lapisan berupa bantalan di atas luka sebelum memakai kaus kaki. Ini bisa mencegah atau mengurangi beban pada luka itu sendiri.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan RI juga menyarankan, kamu perlu menggunakan sepatu atau alas kaki yang nyaman. Nyaman dalam hal ini maksudnya memiliki ukuran yang pas dan tidak sesak saat digunakan.

5. Kenali infeksi yang terjadi

Luka di kaki adalah gejala umum yang dimiliki oleh sebagian pengidap diabetes. Hanya saja, sering tidak disadari bahwa luka di kaki bisa saja disebabkan oleh banyak faktor maka penanganannya bisa berbeda.

Saat ada bagian tubuh yang terluka, kenali dengan baik jenisnya, apakah hanya luka ringan, infeksi, atau ada tanda-tanda yang lain. Jika kamu ragu, segera hubungi dokter.

Hal yang perlu diingat yakni jangan terlalu sering menyentuh luka tersebut dengan tanganmu, sebab bisa jadi tempat berkumpulnya kuman. Jika terpaksa, segera cuci luka dengan antiseptik dan ditutup perban.

6. Mengobati luka diabetes dengan antibiotik

Jika sedang dalam pengawasan dokter, kemungkinan besar kamu akan lebih sering meminum antibiotik yang menghambat pertumbuhan atau membunuh bakteri pemicu infeksi.

Yang perlu diingat, jangan pernah menyisakan antibiotik yang diberikan dokter. Artinya, jika dokter memberikan antibiotik dengan jumlah tertentu, kamu harus menghabiskannya meski kondisi luka semakin membaik.

Penggunaan antibiotik sampai habis bisa mencegah kambuhnya infeksi. Pastikan konsumsi antibiotik selalu dengan anjuran dokter.

Bila tidak sesuai anjuran dokter, tubuh akan menunjukkan resistensi terhadap antibiotik sehingga obat lama-lama tidak efektif untuk pengobatan.

Baca juga: Bagi Penderita Diabetes, Ini Bahaya Minuman Bersoda bagi Tubuh Kamu

7. Periksa luka setiap hari

Hal terakhir yang perlu dilakukan untuk mengobati luka diabetes adalah memeriksa infeksi setiap hari. Jika tidak kunjung membaik, itu artinya luka tersebut membutuhkan penanganan lebih serius.

Periksa juga tingkat keparahannya, seperti demam, pembengkakan, nyeri, timbul nanah atau berbau tidak sedap, bintik yang muncul, dan ruam kemerahan.

Mengutip Diabetes Self Management, lebih dari 80 persen amputasi kaki dimulai dari luka yang tidak kunjung membaik.

Itulah tujuh langkah mengobati luka diabetes yang bisa kamu lakukan secara mandiri. Kamu juga bisa melakukan pencegahan dengan mengontrol kadar gula darah dan mengonsumsi makan-makanan bergizi. Tetap jaga kesehatan, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Healthy Essentials, diakses 16 Mei 2020, 5 Wound Care Tips for Patients with Diabetes.
  2. Diabetes Self Management, diakses 16 Mei 2020, Six Dos and Don’ts for Diabetes Wound Care.
  3. Kementerian Kesehatan, diakses 16 Mei 2020, Cara Perawatan Kaki Diabetes.

    register-docotr