Kamus Penyakit

Waspada Moms! Kenali Penyakit Hipotiroid pada Bayi sebelum Terlambat Ditangani

July 31, 2020 | Felicia Elfriestha | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Jika sang buah hati jarang menangis, sering merasa kedinginan, dan pendiam bisa jadi mengidap penyakit hipotiroid. Supaya tidak terlambat mengetahuinya, yuk Moms kenali penyakit hipotiroid pada bayi di bawah ini!

Baca Juga: Mengenal Penyakit Hipotiroidisme, Kondisi yang Bikin Penderitanya Mudah Lelah

Pengertian penyakit hipotiroid pada bayi

Hipotiroid pada bayi seringkali disebut dengan hipotiroid bawaan (hipotiroid kongenital) yakni penyakit pada bayi sejak lahir atau sejak dalam kandungan. Penyebabnya, kekurangan hormon tiroid yakni hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar gondok (tiroid).

Kelenjar tiroid sendiri berbentuk kupu-kupu dan terdapat di leher bagian bawah. Hormon tiroid bertugas dalam mengatur pertumbuhan, perkembangan otak, dan metabolisme tubuh.

Hipotiroid kongenital pada bayi menandakan bahwa tubuhnya kekurangan hormon tiroid. Jika mengalami penyakit ini akan berisiko mengganggu tumbuh kembang bayi.

Selain itu, dapat mengganggu sistem pernapasan, kerja organ jantung, sistem kerja sistem saraf, fungsi tubuh dalam mengatur suhu, kekuatan otot, kesehatan kulit, berat badan, tingkat kolesterol, dan perkembangan otak juga ikut terganggu.

Penyebab hipotiroid pada bayi

Beberapa penyebab hipotiroid yang dapat terjadi pada bayi, antara lain:

Faktor genetik

Faktor genetik menjadi penyebab sang bayi mengidap penyakit yang satu ini. Adanya riwayat hipotiroid dalam keluarga, mulai dari orangtua hingga kakek atau nenek, akan meningkatkan risiko keturunannya mengalami kondisi yang sama.

Kekurangan yodium

Ini merupakan penyebab hipotiroid kongenital yang paling umum karena kurangnya kandungan yodium di dalam makanan ibu dan bayi. Padahal, asupan yodium sangat penting dalam proses produksi hormon tiroid.

Penyakit autoimun

Penyakit hipotiroid dapat terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar tiroid, sehingga menyebabkan peradangan dan menghambat fungsi kelenjar untuk memproduksi hormon tiroid.

Konsumsi obat-obatan tertentu

Selain itu, jika kamu mengonsumsi obat tertentu seperti contohnya Lithium, yang berfungsi menurunkan produksi hormon tiroid, dalam takaran yang terlalu banyak atau sedikit mengonsumsi yodium, serta paparan radiasi.

Gejala hipotiroid pada bayi

Secara umum, jika bayi mengidap penyakit hipotiroid tidak memberikan tanda spesifik, tetapi ada beberapa tanda yang Moms perlu perhatikan, antara lain:

  • Tidak mau minum ASI.
  • Sang bayi kurang aktif bergerak dan sering tertidur.
  • Sering merasa kedinginan atau menggigil.
  • Jarang menangis.
  • Suara tangisan terdengar serak.
  • Kulit dan mata bayi menjadi menguning (penyakit jaundice).
  • Sulit buang air besar.
  • Ubun-ubun dan lidah membesar.
  • Pertumbuhan tulang menjadi lambat.
  • Pusar terlihat lebih menonjol.
  • Terlambat belajar duduk ataupun berdiri.
  • Kepala yang terlihat lebih besar dari ukuran normal.
  • Nadi terasa lebih lambat dan denyut jantung lemah.
  • Refleks yang lambat.

Hal-hal tersebut dapat menimbulkan masalah pada perkembangan tubuh dan otak anak. Misalnya, tubuh anak pendek, mengalami keterlambatan jalan, terlambat berbicara, atau bahkan gangguan dalam berpikir.

Pengobatan hipotiroid pada bayi

Jika Moms merasa bahwa sang buah hati mengalami gejala-gejala yang seperti disebutkan di atas, sebaiknya Moms konsultasikan langsung kepada dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Biasanya dokter akan memberikan obat maupun terapi pengganti hormon (hormone replacement therapy). Melalui pengobatan yang baik dan teratur, diharapkan anak yang menderita hipotiroid dapat hidup normal seperti anak-anak pada umumnya.

Selain itu, dokter juga biasanya melakukan melakukan pemeriksaan skrining. Tes ini dilakukan saat bayi berusia 48-72 jam atau sebelum bayi pulang. Pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan skrining hipotiroid kongenital pada bayi diambil dari tumit bayi.

Dokter biasanya akan memeriksa kadar darah T4 atau tiroksin, salah satu hormon tiroid, dan Thyroid-stimulating hormone (TSH). Biasanya pada bayi, obat ini hanya perlu diberikan sehari sekali, dengan sediaan tablet yang dihancurkan kemudian diberikan dengan campuran ASI atau air.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

register-docotr