Kamus Penyakit

Jangan Dianggap Sepele! Kenali Gejala hingga Penyebab Hipokalemia

May 28, 2020 | Felicia Elfriestha | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Hipokalemia adalah kondisi ketika kadar kalium dalam darah rendah. Jika hal ini dibiarkan dapat menyebabkan masalah yang serius. Agar tidak terlambat, yuk kita kenali gangguan kesehatan ini secara mendalam!

Pengertian hipokalemia

Kondisi hipokalemia adalah rendahnya kadar potasium dalam tubuh yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan metabolisme tubuh. Potasium atau kalium merupakan sebuah mineral (elektrolit) yang diperlukan tubuh agar dapat berfungsi normal.

Potasium atau kalium berfungsi untuk membantu otot-otot tubuh untuk bergerak, membantu sel-sel tubuh untuk mendapatkan nutrisi, dan membantu kerja saraf-saraf tubuh. 

Tak hanya itu saja, potasium juga sangat penting untuk untuk sel-sel otot jantung yang membantu mencegah tekanan darah menjadi terlalu tinggi.

Normalnya kadar kalium dalam darah adalah 3,6-5,2 mmol/L. Kadar kalium yang sangat rendah (kurang dari 2,5 mmol/L) bisa mengancam jiwa dan membutuhkan tindakan medis darurat.

Bahkan yang lebih berbahayanya lagi pada orang yang lanjut usia, penyakit ini bisa menurunkan fungsi organ, kehilangan selera makan, bahkan bisa menyebabkan penyakit tertentu. Selain itu, beberapa pengobatan bisa meningkatkan risiko hipokalemia.

Gejala hipokalemia adalah saat tubuh merasakan tujuh masalah ini

Hipokalemia dapat terjadi saat tubuh tiba-tiba kehilangan banyak cairan. Berikut beberapa gejala kamu mengidap penyakit yang satu ini, antara lain:

Tubuh terasa lelah dan lemas

Ketika tubuh kekurangan kalium, maka kontraksi pada otot menjadi lemah. Hal ini dapat menyebabkan tubuh kamu akan merasa lelah dan lesu. Kadar kalium yang rendah juga bisa menghambat tubuh menggunakan nutrisi yang menyebabkan kelelahan.

Masalah detak jantung

Fungsi kalium salah satunya untuk membantu mengatur detak jantung. Sehingga ketika tubuh kekurangan mineral dapat berisiko memiliki masalah pada detak jantung atau palpitasi. Para penderitanya akan merasakan detak jantung terasa lebih cepat.

Detak jantung tidak teratur atau aritmia dapat dipicu oleh defisiensi kalium. Bahkan aritmia sering kali dikaitkan dengan masalah jantung yang lebih serius.

Gejala hipokalemia adalah munculnya kram otot

Kalium juga berfungsi dalam mekanisme kontraksi otot. Mineral ini berfungsi untuk menyampaikan sinyal dari otak yang merangsang kontraksi dan sebaliknya juga mengakhiri kontraksi tersebut.

Jika kadar potasium rendah, otak tidak dapat menyampaikan sinyal dengan efektif. Hal ini dapat menyebabkan kontraksi yang berkepanjangan seperti halnya kram otot.

Kesulitan bernapas

Ketika tubuh kekurangan kalium, paru-paru akan menjadi sulit untuk mengembang dan berkontraksi. Hal ini dapat menyebabkan napas pendek dan kesulitan bernapas. 

Selain itu, kalium rendah akan menyebabkan tekanan darah rendah yang dapat membuat aliran darah terhambat sehingga mengakibatkan kesulitan bernapas. Bahkan yang lebih fatalnya lagi dapat menyebabkan paru-paru berhenti bekerja.

Nyeri dan otot kaku

Kekurangan kalium juga dapat menyebabkan pembuluh darah berkontraksi dan dapat menghambat aliran darah termasuk otot. Selain itu, pasokan oksigen ke otot juga dapat terganggu dan dapat memicu terjadinya nyeri dan kaku pada otot.

Tekanan darah tinggi

Pada dasarnya kalium berperan untuk merileksasi pembuluh darah , sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Selain itu kalium juga dapat berfungsi untuk membantu menyeimbangkan kadar garam (natrium) di dalam tubuh. 

Jika natrium yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kamu mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Gejala hipokalemia adalah munculnya masalah pada pencernaan

Kalium berfungsi untuk membantu menyampaikan sinyal dari otak ke otot di saluran pencernaan. Sinyal tersebut berguna untuk merangsang sistem pencernaan untuk mencerna makanan. 

Jika kamu mengalami penyakit ini, proses penyampaian sinyal akan terganggu sehingga mengganggu kinerja pencernaan.

Penyebab hipokalemia

Kekurangan kalium disebabkan oleh banyak hal, salah satu yang paling umum adalah terlalu banyak kehilangan zat kalium dalam urine. Ini biasanya setelah mengonsumsi obat yang meningkatkan buang air kecil.

Berikut beberapa penyebab kekurangan kalium yang sering terjadi, antara lain:

  • Muntah-muntah
  • Mengalami diare secara berlebihan
  • Konsumsi obat diuretik (yang menyebabkan sering buang air kecil)
  • Penyakit ginjal kronis
  • Penyakit diabetes
  • Mengonsumsi alkohol secara berlebihan
  • Berkeringat secara berlebihan
  • Kekurangan asam folat
  • Penggunaan antibiotik tertentu.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. healthine.com (2017) diakses 27 Mei 2020. Hypokalemia. 27 Mei 2020 pukul 13.30.
  2. mayoclinic.org (2018) diakses 27 Mei 2020. Low potassium (hypokalemia). 27 Mei 2020 pukul 14.00.
    register-docotr