Kamus Penyakit

Hati-Hati Terinfeksi Norovirus, Penyebab Diare dan Masalah Usus

October 16, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Ada banyak penyebab diare atau gangguan pada lambung dan usus. Salah satunya yang perlu kamu ketahui adalah norovirus. Virus ini mudah menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Menurut Webmd, 450 ribu orang di Amerika Serikat, dilarikan ke unit gawat darurat akibat virus ini. Untuk lebih mengenal virus ini, yuk simak penjelasan berikut.

Apa itu penyakit norovirus?

Norovirus adalah virus yang memengaruhi kesehatan lambung dan usus. Virus ini mudah menular dan dapat menyerang berbagai usia, dari anak-anak hingga orang dewasa. 

Virus ini awalnya dikenal dengan nama norwalk virus. Karena virus ini pertama kali ditemukan di Kota Norwalk, Ohio, pada 1972 lalu. Namun seiring dengan berkembangnya penelitian tentang virus ini, orang kemudian menyebutnya dengan norovirus.

Penyakit akibat norovirus

Norovirus dikenal sebagai penyebab paling umum dari gastroenteritis akut. Gastroenteritis adalah peradangan dan infeksi pada lambung dan saluran usus. Faktanya, sebanyak 21 juta kasus disebabkan virus ini setiap tahunnya di Amerika Serikat.

Karena menyebabkan masalah pada perut, virus ini seringkali disebut sebagai penyebab flu perut. Meski dinamakan flu, penyakit akibat norovirus tidak berhubungan dengan flu yang disebabkan oleh virus influenza

Penyebab terinfeksi norovirus

Seseorang bisa terinfeksi norovirus saat mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi virus ini. Makanan mentah adalah sumber paling umum yang membawa virus ini masuk ke dalam tubuh. Salah satu contohnya adalah mengonsumsi tiram setengah matang atau mentah. 

Selain itu penyebab lainnya adalah menyentuh benda atau permukaan yang terinfeksi virus, kemudian menyentuh hidung, mulut atau mata. Virus akan dengan mudah masuk ke dalam tubuh. 

Siapa saja yang berisiko terkena penyakit akibat norovirus

  • Virus ini menyebar dengan mudah di tempat banyak orang berkumpul. Karena itu orang yang tinggal di panti asuhan atau panti jompo lebih berisiko terkena penyakit akibat norovirus. 
  • Penitipan anak dan sekolah juga berisiko menjadi tempat penularan norovirus.
  • Melakukan perjalanan panjang di kapal pesiar, bisa berisiko tertular virus ini.
  • Orang yang makan di tempat kurang higienis juga berisiko terinfeksi virus ini.
  • Terakhir, orang yang berisiko tinggi terkena penyakit ini adalah yang melakukan kontak dengan orang yang sedang terinfeksi norovirus.

Apa gejala dan ciri-ciri penyakit akibat norovirus?

Dilansir dari CDC, gejala paling umum dari penyakit norovirus adalah:

  • Diare
  • Muntah
  • Mual
  • Sakit perut

Selain itu, orang yang terinfeksi juga dapat mengalami gejala berupa:

  • Demam ringan
  • Meriang
  • Sakit kepala
  • Nyeri badan

Gejala biasanya dimulai antara 12 hingga 48 jam setelah terpapar virus. Gejala yang muncul berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang hanya menunjukkan gejala ringan namun ada juga yang mengalami gejala berat. 

Gejala tersebut biasanya akan bertahan selama 24 hingga 72 jam. Jika lebih dari waktu tersebut dan kamu masih mengalami gejala seperti yang sudah disebutkan di atas, sebaiknya konsultasikan pada dokter.

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat norovirus?

Komplikasi yang paling mungkin timbul dari penyakit norovirus adalah dehidrasi. Dehidrasi terjadi karena virus ini membuat orang yang terinfeksi mengalami diare. 

Kamu harus menjaga cairan tubuh agar tidak mengalami dehidrasi. Kamu juga perlu waspada jika sudah menunjukkan gejala dehidrasi seperti:

  • Mulut dan tenggorokan kering
  • Berkurangnya jumlah urine atau urine gelap
  • Jika terjadi pada bayi, bayi tidak buang air kecil lebih dari 6 sampai 8 jam
  • Tidak buang air kecil lebih dari 12 jam untuk anak-anak
  • Mata cekung
  • Mengantuk dan kelelahan
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Kebingungan dan lesu
  • Detak jantung cepat

Bagaimana cara mengatasi dan mengobati penyakit akibat norovirus?

Tidak ada pengobatan khusus untuk mengatasi penyakit norovirus. Berbeda dengan bakteri, virus tidak akan sembuh meski diobati dengan antibiotik. Karena itu, pengobatan yang bisa dilakukan hanya perawatan rumahan seperti:

Menjaga tubuh tetap terhidrasi

Minum oralit dan banyak air putih dapat membantu mengganti elektrolit yang terbuang akibat diare. Sebaiknya hindari minuman manis, beralkohol atau yang mengandung kafein karena akan memperparah diare.

Makan makanan yang menenangkan perut

Beberapa pilihan makanan yang bisa kamu konsumsi, antara lain:

  • Sup
  • Kentang
  • Yoghurt
  • Pasta
  • Telur
  • Roti
  • Buah segar
  • Sayuran yang dimasak
  • Protein tanpa lemak seperti ikan atau ayam

Beristirahat

Istirahat sementara waktu, sampai kondisi pulih. Kamu membutuhkan waktu untuk memulihkan tenaga setelah mengalami diare parah akibat norovirus.

Bagaimana cara mencegah penyakit norovirus

Virus ini dapat masuk dalam tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Karenanya perlu menjaga kebersihan agar terhindar dari infeksi norovirus. Selain itu, virus ini sangat mudah menular, kamu perlu berhati-hati jika sekitarmu atau keluargamu sedang terinfeksi virus ini.

Berikut yang bisa dilakukan agar kamu terhindar dari infeksi norovirus:

  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama setelah menggunakan toilet atau mengganti popok.
  • Hindari makanan dan air yang tidak higienis, termasuk makanan yang mungkin telah disiapkan oleh orang yang sedang sakit.
  • Cuci buah dan sayuran sebelum makan.
  • Masak seafood dengan bersih dan sampai matang.
  • Buang muntahan dan tinja anak yang sedang terinfeksi dengan hati-hati untuk menghindari penyebaran norovirus melalui udara.
  • Bersihkan dengan disinfektan permukaan yang mungkin telah terkontaminasi.

Jika kamu sedang terinfeksi virus ini, lakukan hal berikut untuk mencegah penularan pada orang lain:

  • Tetap di rumah. Istirahat sementara waktu dari kantor supaya tidak menulari orang lain, terutama jika pekerjaan kamu berkaitan dengan makanan.
  • Anak-anak yang terkena virus ini sebaiknya tidak ke sekolah sementara waktu, untuk mencegah penularan ke teman satu kelas. Begitu juga dengan balita yang terkena norovirus, sebaiknya tidak dititipkan di penitipan anak sampai benar-benar sembuh.
  • Hindari bepergian sampai tanda dan gejala hilang.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

CDC, diakes 15 Oktober 2020
Norovirus
Webmd, diakes 15 Oktober 2020
Norovirus
Mayoclinic, diakes 15 Oktober 2020
Norovirus infection
Healthline, diakes 15 Oktober 2020
Everything You Need to Know About Norovirus

    register-docotr