Kamus Penyakit

Jangan Dianggap Sepele, Gondongan pada Anak: Ini Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

June 23, 2020 | Arianti Khairina | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Penyakit gondongan pada umumnya menyerang anak-anak hingga remaja. Kondisi gondongan tentu sangat mengganggu aktivitas kehidupan sehari-hari karena terjadi pembengkakan pada leher. Sebenarnya apa saja penyebab gondongan pada anak?

Apa itu gondongan?

Dilansir dari healthline.com, gondongan adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang berpindah dari satu orang ke orang lain. Virus ini bisa menyebar dengan cepat melalui air liur, sekresi hidung, dan kontak erat dengan orang yang terinfeksi.

Kondisi ini sangat mempengaruhi kelenjar ludah atau disebut juga kelenjar parotis. Kelenjar inilah yang berfungsi untuk memproduksi air liur.

Ada tiga set kelenjar air liur yang kamu miliki di setiap sisi wajah, yang terletak di belakang dan di bawah telinga. Kemudian gejala khas gondongan yang paling sering terjadi adalah pembengkakan kelenjar ludah.

Penyebab gondongan pada anak

Seperti penjelasan di atas bahwa penyakit ini adalah salah satu penyakit menular. Virus ini bisa ditularkan hanya dengan kontak fisik dan percikan bersin atau batuk (droplets). 

Tak hanya itu saja, virus ini juga dapat hidup di berbagai tempat seperti gagang pintu dan peralatan makan. Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa anak-anak lebih mudah tertular gondongan dibanding orang dewasa. 

Bagi kamu para orang tua, sebaiknya perlu tahu bahwa anak lebih berisiko terkena penyakit ini jika berada di sekitar orang yang terkena gondongan.

Gejala gondongan

Jika penyakit ini menyerang pada anak-anak, gejala yang timbul biasanya muncul dalam 2-3 minggu setelah mereka melakukan kontak virus. Berikut ini beberapa gejala umum yang terjadi pada anak-anak: 

  • Rasa nyeri pada bagian leher karena timbul benjolan 
  • Sakit demam 
  • Batuk dan pilek
  • Tidak nafsu makan
  • Sakit perut

Biasanya demam pada suhu 38 ° C atau lebih tinggi dan pembengkakan kelenjar ludah terjadi selama beberapa hari berikutnya. Kelenjar mungkin tidak semua membengkak sekaligus. Lebih umum, mereka membengkak dan menjadi lebih nyeri seiring berjalannya penyakit. 

Kemungkinan besar kamu menularkan virus gondong kepada orang lain sejak berhubungan dengan virus dan ketika kelenjar parotis mulai membengkak.

Walaupun menunjukkan gejala, ada juga beberapa kasus penyakit gondongan pada anak yang tidak menimbulkan tanda-tanda sama sekali. Jika mulai muncul gejala-gejala tersebut, lebih baik segera bawa anak ke dokter untuk mendapat diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Baca juga: Gondongan, Penyakit Menular yang Bisa Menyerang Siapa Saja

Cara mengobati gondongan

Sama halnya seperti penyakit lain, cara mengobati gondongan pun berdasarkan pada gejala, kondisi kesehatan serta usianya. Pengobatan yang diberikan ada dua macam dari sisi medis dan juga alami. 

Pada umumnya, gondongan pada anak akan pulih dalam waktu 2 minggu. Jarang terjadi kasus penyakit ini terus berlanjut lebih dari 2 minggu. Gondongan adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus, maka dari itu pengobatanya pun hanya untuk mengurangi gejala. 

Pastikan juga selama menerima pengobatan imun tubuh kuat kembali ya. Berikut ini cara untuk membantu meringankan gejala gondongan: 

1. Obat-obatan 

Dokter biasanya akan memberikan beberapa obat ini jika gondongan terjadi ada anak-anak: 

  • Obat ibuprofen

Tujuan ibuprofen diberikan pada anak yang mengalami gondongan untuk meringankan demam dan rasa sakitnya. 

Namun perlu diingat jangan memberi ibuprofen pada anak berusia di bawah 6 bulan.

Lakukan konsultasi serta baca dengan teliti petunjuk pemakaian obat dengan baik dan benar.

  • Obat acetaminophen

Sama seperti obat sebelumnya, acetaminophen ini mampu mengurangi demam dan meredakan nyeri pada pembengkakan atau gondongan. Pastikan kamu memberikannya pada anak sesuai dengan resep dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada obat ya.

2. Pengobatan alami

  • Istirahat cukup 

Tak jauh berbeda dengan cara pengobatan penyakit lain, ketika anak mengalami gondongan pastikan harus mendapatkan istirahat yang cukup. Sangat disarankan jika anak tidak melakukan aktivitas apapun terlebih dahulu. 

Sebaiknya batasi anak untuk berinteraksi dengan orang lain seperti bermain dan bersekolah. Hal tersebut demi mengurangi terjadinya proses penularan pada orang lain dan menjaga imunitas anak.

  • Banyak minum air putih

Saat gondongan, anak-anak biasanya lebih berisiko akan mengalami dehidrasi. Demi mencegah hal tersebut berikanlah banyak cairan untuk diminum, pastikan banyak meminum air putih. 

Jika sampai terjadi dehirasi, kondisi gondongan pada anak justru akan semakin parah. Sementara waktu tak ada salahnya kamu tidak terlalu banyak memberikan jus atau minuman yang asam pada anak saat gondonga. Tujuan agar rasa nyeri tidak semakin parah. 

  • Kompres es

Ketika gondongan, benjolan pada bagian leher anak biasanya akan timbul. Salah satu cara agar membuatnya kempes atau memperkecil benjolan dengan metode kompres es. 

Kamu cukup letakkan es pada benjolan di leher anak. Balut es batu dengan handuk, lalu letakkan di bagian yang benjol. 

  • Konsumsi makanan lembut

Rasa nyeri akibat terjadinya pembengkakan tentu membuat anak sulit mengunyah makanan yang masuk. Cara alternatif agar anak tidak kehilangan selera makan dengan memberikan beberapa makanan yang lembut dan mudah dikunya. 

Kamu bisa mencoba menu makanan seperti kentang yang di giling dan sup hangat. Jika anak mengalami gondongan para orang tua sebaiknya sangat teliti dan berhati-hati saat merawatnya di rumah.

Jika setelah 7 hari penyakit gondongan tak kunjung sembuh pada anak, sebaiknya bawa segera ke dokter untuk mendapat pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut secara tepat.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar gondongan? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline.com (2018) diakses 19 Juni 2020. Mumps: Prevention, Symptoms, and
  2. Aboutkidshealth.ca (2020) diakses 19 Juni 2020. Mumps
  3. Nhs.uk (2018) diakses 19 Juni 2020. Mumps
    register-docotr