Kamus Penyakit

Serangan Jantung Merenggut Nyawa, Cegah Sedini Mungkin

May 8, 2020 | Santi Andriani | dr. Febrina Fajria
feature image

Penyakit jantung merupakan penyakit yang paling banyak merenggut nyawa manusia. Kenali gejala penyakit jantung sedini mungkin untuk memperpanjang usia dan kualitas hidup.

Baca Juga: 6 Kesalahan dalam Pengobatan yang Membuat Diabetes Makin Parah

Penyakit jantung penyebab kematian nomer 1 di dunia

Di Amerika Serikat, satu orang meninggal setiap 37 detik akibat penyakit jantung. Jika ditotal, 647.000 orang Amerika atau 1 dari 4 kematian di Amerika disebabkan oleh penyakit jantung. 

Di dunia, penyakit jantung juga merupakan penyebab kematian nomor satu. Sebanyak 17,9 juta kematian atau 31% dari total kematian di dunia disebabkan oleh penyakit kardiovaskuler.

Banyak orang tidak sadar mereka memiliki faktor risiko jantung yang tinggi

gejala penyakit jantung
Kenali gejala penyakit jantung. Foto: https://www.webmd.com/

Prevalensi yang tinggi ini cukup mengkhawatirkan mengingat banyak orang kesulitan untuk mengontrol faktor risiko dan bahkan tidak menyadari bahwa mereka berisiko tinggi terkena penyakit jantung. 

Serangan jantung dapat dicegah dengan cara mengontrol berbagai faktor risiko melalui perubahan gaya hidup serta pengobatan jika dibutuhkan.

Di antara faktor risiko penyakit jantung termasuk:

  • Konsumsi tembakau
  • Pola makan tidak sehat
  • Kekurangan aktivitas fisik
  • Penyalahgunaan alkohol
  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol tinggi
  • Gula darah tinggi 

Kondisi gangguan kesehatan yang tidak terkontrol itu kebanyakan dipicu oleh faktor sosial dan didorong beberapa hal seperti penuaan, penghasilan, dan urbanisasi. 

Selain itu, gangguan jantung juga bisa disebabkan oleh stres berat, obesitas, preeklamsia dalam kehamilan, atau turunan keluarga.

Jenis-jenis dan gejala penyakit jantung

gejala penyakit jantung
Penyakit jantung paling umum adalah jantung koroner. Foto: https://www.shutterstock.com

Di antara penyakit jantung yang paling umum adalah jantung koroner, aritmia, infark miokard atau serangan jantung, dan gagal jantung. Meski jenis gangguan jantung sangat beragam, namun gejala-gejala yang terjadi tergantung pada jenis kondisi yang gangguan jantung yang diderita.

Gejala umum termasuk antara lain sakit pada bagian dada, sesak nafas, jantung berdebar-debar dan tidak teratur, pusing, kehilangan kesadaran secara tiba-tiba atau pingsan, dan badan lemas serta kelelahan.

Rasa sakit yang dirasakan oleh penderita gangguan jantung tidak hanya menyerang bagian dada tapi juga bagian tubuh lainnya. Umumnya, rasa sakit bagian dada pada serangan jantung biasanya dirasakan menjalar ke lengan bagian kiri. 

Selain itu, sakit juga dirasakan pada perut bagian atas, bahu, punggung, leher dan tenggorokan, dan gigi atau rahang.

Gejala penyakit jantung pada perempuan

gejala penyakit jantung
Pusing bisa jadi gejala penyakit jantung pada perempuan. Foto: https://www.shutterstock.com

Gangguan jantung tidak mengenal jenis kelamin. Baik pria maupun wanita yang memiliki faktor risiko dapat rentan terkena penyakit jantung. Gejala yang umum terjadi dapat dirasakan oleh pria dan wanita. 

Namun, sebuah penelitian mengatakan bahwa wanita mengalami gejala beberapa minggu sebelum terkena serangan jantung. Sebuah penelitian mengatakan bahwa 80% wanita setidaknya mengalami 1 gejala sekurangnya empat minggu sebelum terkena serangan jantung. 

Gejala gangguan jantung ini cukup vital untuk dideteksi karena tidak selalu terasa terus menerus, namun juga datang dan pergi. Gejala-gejala yang biasanya secara spesifik dirasakan oleh wanita yang kemungkinan dapat memicu serangan jantung antara lain:

  • merasa lemah dan oleng disertai kecemasan
  • pusing
  • kepala enteng
  • pingsan
  • masalah pencernaan, dan mual disertai muntah-muntah. 
  • sesak nafas ketika dalam posisi berbaring juga kerap dirasakan, dan untuk mengurangi gejalanya dapat dilakukan dengan duduk tegak. 
  • keringat berlebihan tanpa sebab yang jelas, lembab, dan dingin, juga merupakan gejala masalah atau serangan jantung yang sering terjadi pada wanita.
  • gangguan tidur yang dialami meliputi susah tidur
  • kelelahan meski tidur cukup, dan bangun secara tiba-tiba di malam hari.

Baca Juga: Mengenal Seluk Beluk Loratadine, Obat Ampuh untuk Alergi

Serangan jantung pada usia menopause

penyakit jantung juga bisa serang usia menopause. Foto: https://www.healthline.com/

Pada usia setelah menopause, resiko serangan jantung pada wanita juga meningkat karena menurunnya kadar estrogen. Gejala yang khas terjadi pada wanita setelah menopause antara lain:

  • rasa sakit atau tidak nyaman pada lengan, punggung, leher, perut,atau rahang
  • rasa sakit parah di dada
  • berkeringat tanpa sebab
  • detak jantung yang cepat atau tidak stabil

Jika kamu tergolong pada kelompok yang memiliki faktor resiko yang cukup tinggi, segera periksakan secara rutin ke dokter dan segera ubah gaya hidup menjadi gaya hidup sehat. 

Bagi wanita yang berusia di atas 40 tahun, sebaiknya diperiksa secara reguler untuk mengenali faktor risiko sejak dini. Penanganan dini dapat mengurangi resiko terkena serangan jantung.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

Heart Disease Facts. Diakses pada 11 Desember 2019. Centers for Disease Control and Prevention.

Cardiovascular Diseases – Overview. Diakses pada 11 Desember 2019. World Health Organization.

Everything you need to know about heart disease – Causes. Diakses pada 11 Desember 2019. MedicalNewsToday.

Warning Signs of a Heart Attack – Not just chest pain. Diakses pada 11 Desember 2019. Healthline.

Women and heart attacks. Diakses pada 11 Desember 2019. British Heart Foundation.

    register-docotr