Kamus Penyakit

Cegah AIDS, Kenali Gejala HIV Sejak Dini

May 11, 2020 | Felicia Elfriestha | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Pasti semua orang takut jika terkena virus yang mematikan satu ini. Ya, HIV (Human  immunpdefiency virus) adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh dan se CD4. Agar tidak berakibat fatal, yuk kita kenali gejala HIV, simak ulasannya!

Pengertian HIV

Virus ini menyerang sel darah putih di dalam tubuh (limfosit), yang pada akhirnya mengakibatkan turunnya sistem kekebalan tubuh manusia. Biasanya gejala HIV juga tidak terlihat di awal loh.

Infeksi HIV yang terus berlanjut akan menyebabkan rusaknya sistem imun yang disebut AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).

AIDS adalah tahap akhir dari infeksi HIV, yaitu ketika kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah tidak ada lagi hingga berujung pada kematian.

Pada umumnya biasanya para penderita yang tak menyadari tertular HIV karena gejala awalnya mirip dengan infeksi virus biasa. Selain itu gejala awal HIV berlangsung secara lambat hingga terlambat untuk dideteksi. 

Dikarenakan bahaya penyakit ini mengerikan, itulah sebabnya kamu harus mengetahui gejala HIV ini. Berikut beberapa gejala yang mungkin terjadi jika seseorang terkena virus membahayakan ini:

Gejala HIV

Gejala dari penyakit ini terbagi menjadi 3 tahapan, berikut ulasannya.

  1. Tahap 1: gejala infeksi HIV akut

Banyak orang yang tidak mengetahui secara langsung jika terkena penyakit ini. Gejala akan muncul dalam waktu 2 hingga 6 minggu setelah terserang virus. Pada dasarnya gejala penyakit ini hampir sama dengan gejala flu, berikut tanda-tandanya:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Sakit perut
  • Sakit tenggorokan 
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Ruam merah
  • Sakit dan nyeri otot persendian

Jika kamu memiliki gejala yang telah dijabarkan di atas, apalagi kamu telah berhubungan dengan sesorang penderita penyakit ini dalam 2 hingga 6 minggu terakhir, silahkan pergi ke dokter dan lakukan tes HIV agar lebih pasti.

2. Tahap 2: gejala litensi klinis

Jika selama tahap ini tidak ditangani dengan tepat, HIV ini akan membunuh sel CD4 dan menghancurkan sistem kekebalah tubuh kamu. Berikut tanda-tanda kedua penderita penyakit ini:

  • Secara umum tidak menimbulkan gejala lebih lanjut secara bertahun-tahun
  • Virus telah menyebar dan merusak sistem kekebalan tubuh kamu
  • Penderita dapat menularkan atau menginfeksi orang lain
  • Kamu juga akan mengalami penurunan berat badan.

3. Tahap Ketiga: gejala AIDS

Keadaan ini di mana sistem kekebalan tubuh akan mengalami rusak parah. Hal ini mudah menyerang kepada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah, bahkan dapat mengakibatkan kanker kulit dan pneumonia.

Berikut tanda-tanda seseorang pengidap AIDS:

  • Daya tahan tubuh kamu akan semakin lemah 
  • Demam terus menerus lebih dari 10 hari
  • Terasa cepat lelah dan sulit bernapas
  • Diare jangka panjang
  • Terjadi infeksi jamur pada tenggorokan, mulut, dan vagina
  • Adanya bintik-bintik ungu yang tidak hilang
  • Penurunan berat badan

Komplikasi akibat HIV

Secara umum, komplikasi dari virus HIV adalah penyakit AIDS. Infeksi penyakit ini dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan berbagai infeksi lainnya. Beberapa komplikasi yang dapat ditimbulkan dari penyakit ini, seperti:

Infeksi

Salah satunya adalah infeksi dari kuman lain yang dapat terjadi dalam waktu yang bersamaan. Hal ini tentunya sangat berbahaya untuk kesehatan tubuh kamu loh! Jadi harus hati-hati ya jangan sampai dibiarkan

Kanker

Hal yang lebih mengerikannya lagi kamu bisa terkena panyakit kanker dengan mudahnya. Beberapa jenis kanker yang biasanya terjadi seperti kanker paru-paru, ginjal, limfa, dan sakorma Kaposi.

Tuberkulosis (TBC)

Penyakti ini merupakan infeksi yang paling umum terjadi ketika seseorang yang menderita HIV. Maka dari itu, tuberculosis merupakan penyebab utama kematian di antara orang yang menderita HIV/AIDS.

Sitomegalovirus

Penyakit yang ini berasal dari virus herpes yang biasanya mudah tertular dari bentukan cairan tubuh seperti air liur, darah, urine, dan air susu ibu.

Virus ini dapat mengakibatkan gangguan kesehatan lain, seperti kerusakkan mata, saluran pencernaan, paru-paru, dan organ lainnya.

Toksoplasmosis

Ini adalah salah satu infeksi yang mematikn yang disebabkan oleh Toxoplasma gondii yang biasanya menyebar melalui kucing. Jika kondisi penderita HIV terkena toksoplasmosis dan tidak ditangani dengan benar dapat menyebabkan infeksi otak yang bisa berakibat fatal.

Kriptokokus miningitis

Kondisi ini terjadi akibat adanya peradangan pada selaput otak dan cairan yang mengililingi otak dan tulang belakang. Miningitis jenis ini biasanya ditemukan pada penderita penyakit HIV/AIDS.

Crysptosporidiosis

Hal ini terjadinya karena disebabkan oleh parasit usus yang secara umum ditemukan pada hewan. Biasanya seseorang akan terkena parasit itu lewat makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi.

Jika terkena parasit ini, para penderita HIV/AIDS akan mengalami diare parah dan berisiko mengalami masalah neurologis dan masalah ginjal.

Diagnonis gejala HIV

Ada beberapa hal yang biasanya dilakukan oleh dokter untuk mengetahui apakah kamu terinfeksi penyakit ini atau tidak, berikut jabarannya.

  • Tes antibody/antigen. Biasanya hal ini dilakukan melalui tes darah, di mana jika hasilnya positif akan menandakan adanya antibodi terhadap HIV yang berarti sudah terinfeksi.

Tetapi biasanya antibodi akan muncul dalam jangan waktu selama 12 minggu dari awalnya virus ini masuk ke tubuh kamu. Sebaiknya dilakukan pemerikasaan ulang untuk lebih pastinya.

  • Tes penghitungan sel CD4. Pada umumnya, secara normal jumlah CD4 setiap orang sebesar 500-1400 sel per milimeter kubik darah. Tetapi jika seseorang terkena HIV akan terjadi penurunan CD4 mencapai di bawah 200 per milimeter kubik darah.
  • Pemeriksaan viral load (HIV RNA). Hal ini merupakan beban virus dengan menjumlah virus dalam darah kamu. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menunjukkan perkembangan virus HIV itu sendiri.
  • Tes resistensi obat. Biasanya hal ini dilakukan untuk membantu para dokter untuk melakukan terapi kepada para penderita HIV ini.

Cara mengobati HIV

Sayangnya hingga saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan penyakit yang satu ini. Namun, gejala penyakit ini dapat dikendalikan dan sistem imum tubuh kamu dapat ditingkatkan melalui beberapa cara.

Terapi antiretoviral (ARV)

Obat ARV  pada dasarnya tidak dapat menyembuhkan penyakit ini, tetapi dapat membantu penderitanya hidup lebih lama dan sehat, Selain itu, baiknya lagi terapi ini dapat membantu mengurangi penularan HIV itu sendiri.

Tujuan utama obat ini untuk mencegah dan mengurangi virus HIV dalam tubuh dan menghambat virus ini memperbanyak diri.

Berkurangnya virus ini dapat memberikan kesempatan bagi kamu yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat untuk melawan infeksi dan juga kanker.

Selain ARV ada banyak obat untuk HIV yang biasanya dikelompokkan sesuai dengan kegunaannya itu sendiri.

Biasanya penggunaan obat ini akan berbeda-beda ke setiap orang karena biasanya akan menimbulkan efek samping dan interaksi obat lainnya secara berbeda.

Gaya hidup yang harus diperbaiki

Selain mengonsumsi obat-obatan untuk menghambat dan mengurangi infeksi penyakit ini, sebaiknya kamu mengubah gaya hidup untuk mengatasi HIV. Apa saja?

  • Konsumsi makanan yang bergizi seimbang seperti sayur, buah, bij-bijian, dan protein tanpa lemak
  • Biasakanlah rajin berolahraga untuk mencegah virus ini
  • Perbanyak istirahat agar terhindar dari berbagai penyakit termasuk HIV
  • Hindari konsumsi obat-obat terlarang termasuk alkohol
  • Hindarilah merokok
  • Lakukan olahraga ringan seperti yoga ataupun meditasi
  • Rajinlah mencuci tangan dengan air bersih dan sabun setiap memegang benda atau hewan
  • Hindarilah konsumsi makanan mentah, seperti daging mentah, telur mentah, dan makanan laut mentah
  • Sebaiknya lakukan vaksin untuk mencegah infeksi seperti flu dan paru

Cara mencegah gejala HIV

Siapa sih yang mau terkena virus yang mematikan ini, pasti semua orang tidak mau terkena virus ini. Nah dikarenakan vaksin dan obat untuk menyembuhkan penyakit ini belum ditemukan, kamu dapat melakukan pencegahannya, seperti:

  • Jangan melakukan hubungan seks dengan sembarang orang, sebaiknya menggunakan alat pengaman (kondom)
  • Jangan melakukan hubungan seks dengan banyak orang, diusahakan cukup 1 orang saja
  • Melakukan tes HIV untuk mengetahui virus yang ada di tubuh kamu, biasanya hal ini dilakukan oleh orang yang berisiko tinggi seperti pekerja seks, pengguna narkoba, dan tenaga medis.
  • Hindari menggunakan jarum suntik secara bersamaan dengan orang lain
  • Jika memungkinkan, kamu sebaiknya mengonsumsi obat PEP (post-exposure prophylaxis). Hal ini dilakukan jika kamu merasa terkena virus ini.

Makanan yang baik untuk penderita HIV

Selain gaya hidup yang benar dan tetap sehat, kamu juga harus menghindari konsumsi makanan sembarangan. Ini dia beberapa contoh makanan yang sangat baik untuk para penderita penyakit ini:

Buah-buahan dan sayuran

Pastinya kamu sudah paham betul jika buah dan sayur adalah sumber makanan yang kaya akan zat-zat yang sangat baik untuk tubuh kamu. Kandungan antioksidannya juga sangat baik untuk tubuh.

Sebaiknya kamu mengonsumsi 5 hingga 6 porsi buah dan sayur dalam sehari agar kebutuhan akan vitamin dan mineral kamu terpenuhi.

Olahan susu

Susu memiliki kandungan kalsium yang sangat baik untuk tulang dan tubuh kita. Kamu bisa mengonsumsi olahan susu seperti yoghurt, susu, keju yang rendah lemak.

Jika alergi susu, kamu bisa menggantinya dengan kedelai, kacang-kacangan, oat ataupun kelapa untuk sumber asupan kalsium dan zat besi yang baik untuk tubuh kamu.

Makanan berkarbohidrat

Sebagaimana kita ketahui, makanan berkarbohidrat sangat baik bagi sumber energi tubuh kamu, karena mengadung serat, kalsium, besi, dan vitamin B.

Kamu bisa mengonsumsi makanan sumber karbohidrat seperti roti, singkong, sereal, pisang hijau, kentang, pasta, nasi, dan ubi.

Tetapi ingat kamu juga harus makan yang cukup dan jangan berlebih ya, karena sesuatu yang berlebih juga tidak baik untuk kesehatan kamu.

Kacang-kacangan

Sumber makanan yang satu ini juga sangat baik untuk tubuh kamu karena merupakan sumber protein, mineral, dan vitamin.

Kamu bisa memiliki kacang-kacangan seperti kacang polong, kacang kapri, atau kacang lentil karena mengandung protein yang tinggi namun rendah lemak.

Ikan

Kandungan omega 3 yang ada di dalam ikan juga pastinya sangat baik untuk kesehatan tubuh. Kamu sebaiknya mengonsumsi ikan minimal 2 kali dalam seminggu.

Kamu bisa memilih ikan salmon, tuna, sarden. Omega 3 merupakan asam lemak esensial yang juga memiliki anti-inflamasi yang dapat mencegah gangguan pada jantung.

Baca Juga: Rubeola dan Rubella Keduanya Sama-Sama Campak, Tapi Ini Bedanya

Hindari stres pikiran

Jadi, sekarang sudah paham kan bagaimana gejala maupun segala hal yang terkait dengan penyakit HIV ini? Jadi, karena obat penyakit yang satu ini belum ditemukan, kamu harus menjaga dan mencegahnya agar tidak berakibat fatal.

Kamu juga harus mengingat kalau pola hidup yang sehat juga menentukan kesehatan kamu loh. Jadi, usahakan agar tetap jaga pola hidup kamu sehat dan benar ya.

Kamu juga harus selalu berpikir positif agar kamu terhindar dari stres yang menjadi salah satu sumber penyakit. Hilangkan stres dan jalani hari-harimu dengan sesuatu hal yang positif ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. hiv.gov (2020) diakses 8 Mei 2020. What Are HIV and AIDS?. 8 Mei 2020 pukul 19.45.
  2. healthline (2014) diakes 8 Mei 2020. What is HIV?. 8 Mei 2020 pukul 20.00.
  3. web.md diakses 8 Mei 2020. Nutrition and HIV/AIDS. 8 Mei 2020 pukul 20.15.
    register-docotr