Kamus Penyakit

Sering Merasa Haus Berlebihan? Waspada, Bisa Jadi Gejala Diabetes Insipidus!

July 30, 2020 | Richaldo Hariandja
feature image

Gejala diabetes insipidus yang paling umum adalah kamu akan merasakan haus yang berlebihan. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan ginjal untuk mempertahankan keseimbangan cairan di dalam tubuh.

Meskipun gejala ini hampir sama dengan diabetes melitus, tapi pada diabetes insipidus kamu tidak akan mengalami gula darah yang berlebihan. Maka dari itu, kemampuan tubuh untuk mengubah gula darah menjadi energi tetap berfungsi dengan baik.

Gejala-gejala diabetes insipidus

Diabetes insipidus dipengaruhi oleh aktivitas hormon dan ginjal, yaitu saat hormon vasopressin yang diproduksi di otak dan disimpan di kelenjar di bawah otak dan ginjal tidak berkomunikasi dengan baik.

Umumnya, saat kamu merasakan haus atau sedikit dehidrasi, level vasopressin akan meningkat, ginjal akan menyerap lebih banyak air sehingga urine menjadi lebih keruh. Jika kamu cukup minum maka vasopressin akan turun dan urine menjadi lebih jernih.

Saat tubuh tidak menghasilkan cukup vasopressin, maka kondisi ini dinamakan diabetes insipidus sentral. Sementara jika kamu menghasilkan cukup hormon ini tetapi ginjal tidak merespons dengan baik, kondisi ini dinamakan diabetes insipidus nefrogenik.

Kedua kondisi ini, akan membuat ginjal tidak bisa menyimpan air, sehingga sekalipun kamu dehidrasi, urine kamu akan tetap berwarna pucat dan banyak. Dengan melihat kondisi ini, maka gejala diabetes insipidus adalah:

Rasa haus yang tidak wajar

Rasa haus timbul sebagai bagian dari upaya tubuh mengatur asupan air. Gejala diabetes insipidus yang umum adalah kamu akan merasakan haus yang berlebihan karena ada yang tidak beres dengan sirkulasi cairan di dalam tubuh.

Kondisi ini bisa juga disebut sebagai polydipsia, salah satu gejala awal dari diabetes, insipidus dan melitus. Gejala ini juga akan dibarengi dengan rasa kering yang sementara atau berkepanjangan di mulut.

Buang air kecil berlebihan

Gejala diabetes insipidus ini juga dikenal dengan istilah poliuria, sebuah kondisi saat kamu buang air kecil melebihi frekuensi yang biasanya dan juga dengan volume yang berlebihan.

Poliuria ini yang menyebabkan kamu gejala mudah haus pada diabetes insipidus. Biasanya, kamu akan mengeluarkan lebih dari 3 liter urine per hari saat terkena poliuria.

Saat kamu terkena diabetes insipidus, urine yang kamu keluarkan akan berwarna pucat setiap 15 sampai 20 menit sekali. Dalam kondisi yang parah, kamu dapat mengeluarkan hingga 20 liter urine per hari.

Nocturia

Frekuensi buang air kecil yang meningkat juga bisa terjadi di malam hari, lho. Karena itu, gejala diabetes insipidus lainnya adalah dipaksanya kamu untuk buang air kecil di malam hari atau yang dikenal dengan istilah nokturnal poliuria (nocturia).

Seharusnya, produksi urine pada waktu tidur selalu lebih sedikit dibandingkan saat kamu terjaga. Ini berarti, pada kondisi normal kamu tidak perlu bangun untuk buang air kecil dalam waktu 6 sampai 8 jam supaya tidur kamu tidak terganggu.

Akan tetapi, diabetes insipidus akan membuat kamu harus bangun dan buang air kecil lebih sering malam hari. Itu sebabnya, dampak dari nokturia ini adalah kamu akan sulit mendapat waktu istirahat yang cukup, sehingga akibatnya pola tidur dan aktivitas jadi terganggu.

Gejala diabetes insipidus pada anak-anak

Penyakit ini juga bisa terjadi pada anak-anak. Tetapi untuk bayi, mereka terlalu kecil untuk menyadari rasa haus yang berlebih untuk dikeluhkan, sehingga kamu bisa melihat timbulnya penyakit ini dengan gejala-gejala berikut:

  • Menangis yang berkepanjangan
  • Mudah marah
  • Pertumbuhan yang lebih lambat
  • Suhu tubuh yang tinggi
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas

Pada anak dengan usia yang lebih besar, gejala diabetes insipidus adalah sebagai berikut:

  • Mengompol atau dalam istilah medis disebut dengan enuresis. Meskipun tidak semua anak yang mengompol memiliki diabetes insipidus
  • Kehilangan nafsu makan
  • Terlihat lelah sepanjang waktu

Komplikasi diabetes insipidus

Pada diabetes insipidus yang tidak dikontrol, dapat berujung pada kondisi sebagai berikut:

  • Dehidrasi: karena diabetes insipidus menyebabkan kamu sulit untuk mempertahankan keseimbangan cairan dalam tubuh, maka tubuh akan mudah dehidrasi
  • Ketidakseimbangan elektrolit: elektrolit merupakan mineral yang terdapat di dalam tubuh dengan kandungan listrik yang kecil. Saat kamu kehilangan terlalu banyak cairan, level elektrolit akan meningkat, sehingga menyebabkan:
    • sakit kepala
    • lelah sepanjang waktu
    • mudah marah
    • nyeri otot

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Mayoclinic.org (2019) diakses 27 Juli 2020. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetes-insipidus/symptoms-causes/syc-20351269
  2. Webmd.com (2020) diakses 27 Juli 2020. https://www.webmd.com/diabetes/guide/what-is-diabetes-insipidus
  3. Betterhealth.vic.go.au (2014) diakses 27 Juli 2020. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/ConditionsAndTreatments/diabetes-insipidus
  4. Diabetes.co.uk (2019) diakses 27 Juli 2020. https://www.diabetes.co.uk/symptoms/polyuria.htm
  5. Diabetes.co.uk (2019) diakses 27 Juli 2020. https://www.diabetes.co.uk/symptoms/polydipsia.htm
  6. Healthline.com (2018) diakses 27 Juli 2020. https://www.healthline.com/health/urination-excessive-at-night
  7. Nhs.uk (2019) diakses 27 Juli 2020. https://www.nhs.uk/conditions/diabetes-insipidus/symptoms/
    register-docotr