Kamus Penyakit

Jangan Anggap Remeh, Segera Periksakan Anak jika Mengalami Gejala DBD Ini

June 2, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang dapat menyerang siapa saja, termasuk anak-anak. Jika penyakit ini menyerang anak-anak, ada beberapa hal yang harus diperhatikan Moms, salah satunya adalah gejalanya. Kenali segera gejala DBD pada anak

DBD merupakan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk yang telah menyebar cepat di beberapa negara dalam beberapa tahun terakhir. Diperkirakan 400 juta infeksi dbd terjadi di seluruh dunia setiap tahunnya.

Dilansir dari Webmd, kebanyakan kasus, DBD terjadi di daerah tropis di seluruh dunia dengan risiko terbesar terjadi di Asia Selatan, Asia Tenggara, Cina Selatan, Taiwan, Kepulauan Pasifik, Karibia (kecuali Cuba dan Kepulauan Cayman), Meksiko, Afrika, dan Amerika Tengah serta Selatan.

Sebelum mengetahui gejala DBD pada anak, sebaiknya ketahuilah penyebabnya

Nyamuk DBD. Sumber foto: https://www.thephuketnews.com/

Demam berdarah merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh nyamuk yang terinfeksi.

Penyakit ini disebabkan oleh salah satu dari empat jenis virus dengue yang disebarkan oleh nyamuk yang tumbuh subur di dalam dan di luar tempat tinggal manusia.

VirusDBD ditularkan oleh nyamuk betina, terutama dari spesies Aedes aegypti, dan pada tingkat yang lebih rendah disebabkan oleh Aedes albopictus T.

Ketika nyamuk menggigit seseorang yang terinfeksi virus ini, virus tersebut masuk ke dalam tubuh nyamuk. Dan ketika nyamuk yang terinfeksi tersebut menggigit orang lain, virus tersebut memasuki aliran darah pada tubuh.

Setelah pulih dari demam berdarah, biasanya tubuh memiliki kekebalan terhadap virus yang menginfeksi. Namun, tidak terhadap tiga jenis virus lainnya.

Gejala DBD pada anak

Sama seperti penyakit pada umumnya, DBD juga memiliki gejala, bahkan gejala DBD dapat terlihat jelas. Pada kasus yang tidak terlalu parah, biasanya DBD tidak menunjukkan gejala dan tanda pada anak-anak dan remaja.

Ketika gejala muncul, biasanya dimulai empat atau tujuh hari setelah anak-anak tergigit nyamuk yang terinfeksi.

Berikut adalah gejala DBD pada anak-anak yang telah dirangkum dari berbagai sumber.

Baca juga: Jangan Sepelekan Demam Berdarah, Yuk, Ketahui Gejalanya

1. Demam tinggi yang terjadi secara tiba-tiba

Demam tinggi. Sumber foto: https://parenting.firstcry.com/

Demam berdarah memiliki gejala yang hampir sama dengan flu dan dapat berlangsung selama 2 hingga tujuh hari. Demam berdarah biasanya terjadi setelah masa inkubasi 4-10 hari setelah gigitan nyamuk yang terinfeksi.

Biasanya demam berdarah dapat menyebabkan demam 40°C/ 104°F, dan biasanya disertai setidaknya dua dari gejala lain berikut ini:

  • Sakit kepala
  • Nyeri di belakang mata
  • Nyeri ulu hati
  • Mual dan muntah
  • Pembengkakan kelenjar
  • Nyeri sendi, tulang atau otot.

2. Munculnya ruam berwarna merah

Ruam. Sumber foto: https://www.onlymyhealth.com/

Moms, salah satu gejala DBD pada anak yang paling dapat terlihat dan mudah dikenali adalah munculnya ruam berwarna merah, biasanya berupa bintik-bintik merah pada permukaan kulit.

Bintik-bintik merah ini disebut dengan ptekie dan tidak dapat menghilang jika ditekan.

Ruam pada DBD dapat muncul dalam 3-4 hari ketika ketika demam dan biasanya menutupi sebagian besar tubuh.

Terkadang, ruam ini dapat terasa gatal dan dapat membuat anak-anak menjadi tidak nyaman dan mudah tersinggung selama demam lho Moms. Oleh karena itu, gejala ini harus sangat diperhatikan.

Biasanya, ruam ini akan menghilang seiring dengan kondisi tubuh yang semakin sehat.

3. Sakit kepala

Sama seperti gejala pada flu, gejala pada demam berdarah yang juga patut diwaspadai adalah sakit kepala.

Gejala ini merupakan gejala umum yang sering terjadi dan biasanya diikuti juga dengan rasa sakit di belakang mata. Sakit kepala dapat muncul beberapa jam setelah demam.

4. Kehilangan nafsu makan

Rasa sakit yang diderita oleh anak-anak akibat demam berdarah juga dapat menyebabkan kehilangan nafsu makan lho Moms. Biasanya hilangnya nafsu makan ini juga disertai dengan rasa lelah.

Orang-orang yang berjuang dengan kondisi ini sangat sering mengalami kehilangan nafsu makan.

Hilangnya nafsu makan juga dapat diartikan kehilangan nutrisi tubuh, termasuk cairan. Hilangnya nutrisi dan cairan ini perlu segera dicegah dan diobati agar tidak menimbulkan komplikasi yang lebih serius.

Hilangnya nafsu makan merupakan gejala ringan dan sedang, anak-anak mungkin saja terbebas dari gejala ini paling lama 3-4 hari.

5. Mimisan

Mimisan adalah perdarahan yang tiba-tiba terjadi dari rongga hidung. Mimisan juga merupakan salah satu gejala DBD pada anak.

Mimisan dapat terjadi karena penyakit DBD menurunkan trombosit yang ada di dalam tubuh. Bila tubuh mengalami penurunan trombosit, tubuh akan lebih mudah mengalami perdarahan seperti mimisan, gusi berdarah, hingga buang air besar berwarna hitam.

Gejala ini perlu Moms perhatikan dan sampaikan ke dokter bila anak sakit DBD. Jika penanganannya terlewat dan terlambat, keluhan ini dapat mengancam anak.

Moms, demam berdarah merupakan penyakit yang tidak boleh disepelekan.

Jika anak mengalami tanda dan gejala di atas tidak boleh dibiarkan dan sebaiknya segeralah periksakan anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sebelum munculnya komplikasi yang lebih serius.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

Sitaram Bhartia (2018). Diakses pada 27 Mei 2020. Notice Dengue Symptoms in Your Child? Here’s What to Do 

Sitaram Bhartia (2018). Diakses pada 27 Mei 2020. Dengue Rashes: Appearance, Symptoms, and Meaning 

Mayo Clinic (2018). Diakses pada 27 Mei 2020. Dengue Fever

Paras HMRI Hospital (2018). Diakses pada 27 Mei 2020. Appetite Loss

Webmd (2019). Diakses pada 27 Mei 2020. Dengue Fever 

World Health Organization (WHO) (2020). Diakses pada 27 Mei 2020. Dengue and Severe Dengue 

World Health Organization (WHO) (2017). Diakses pada 27 Mei 2020. Dengue/Severe Dengue Frequently Asked Question 

    register-docotr