Kamus Penyakit

Bisa Berakibat Fatal, Kenali Gejala Alergi Obat Berikut Ini

August 25, 2020 | Felicia Elfriestha | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Alergi obat yang terlambat ditangani ternyata dapat berakibat fatal bahkan mengancam jiwa. Agar tidak terlambat menanganinya, yuk pahami gejala alergi obat di bawah ini!

Baca Juga: Obat Gatal Alergi, Mulai dari Resep Apotek Hingga Bahan Alami!

Gejala alergi obat

Secara umum obat tidak dapat menyebabkan dampak buruk bagi tubuh jika diminum sesuai dengan anjuran dokter. Tetapi bagi sebagian orang yang memiliki alergi, sistem kekebalan tubuh akan bereaksi menyerang zat obat tersebut.

Nah, berikut adalah beberapa gejala alergi obat pada tubuh, antara lain:

Ruam pada kulit

Gejala alergi obat yang sering terjadi adalah munculnya ruam berupa benjolan gatal berwarna merah pada kulit kulit atau biduran.

Biduran biasanya berkembang dengan muncul berkelompok dan dapat menutupi area kulit serta dapat mempengaruhi bagian tubuh mana pun.

Ruam pada kulit muncul ketika sistem kekebalan melepaskan zat kimia yang disebut histamin setelah kamu terpapar alergen yang merupakan zat pemicu alergi.

Demam

Demam dapat terjadi karena sistem kekebalan tubuh sedang melawan peradangan. Gejala demam karena alergi dapat disebabkan sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan saat melawan zat di dalam obat yang diminum. 

Mata gatal dan berair

Gejala yang dapat timbul karena alergi juga bisa menimbulkan mata berarir. Hal ini dapat terjadi ketika sistem kekebalan tubuh di sekitar mata mendeteksi zat obat yang dianggap sebagai alergen. 

Maka, sistem kekebalan tubuh akan mengeluarkan histamin lewat sel di mata yang disebut dengan sel mast. Pelepasan histamin dari sel khusus ini akan menyebabkan mata terasa gatal.

Pembengkakan di area tubuh tertentu

Pembengkakan dapat terjadi ketika sistem kekebalan tubuh mendeteksi obat yang masuk sebagai zat berbahaya. Tubuh akan melepaskan zat lain yang dapat menyebabkan kulit membengkak.

Pembengkakan dapat terjadi pada area wajah seperti bibir, lidah, dan tenggorokan. Pembengkakan di satu area biasanya berlangsung antara satu hingga tiga hari. 

Bahkan pembengkakan juga dapat terjadi di organ dalam seperti kerongkongan yang dampaknya bisa memicu nyeri dada atau perut. Bengkak di tubuh ini kadang juga disertai gejala gatal dan sering menimbulkan rasa tidak nyaman. .

Sesak napas

Gejala alergi pada obat yang lebih parahnya lagi dapat menyebabkan sesak napas. Sesak napas terjadi karena penyempitan saluran napas yang dikarenakan pembengkakan sebelumnya. 

Hal ini terjadi ketika zat obat atau zat yang dianggap alergen masuk ke kerongkongan, tubuh umumnya akan mencoba mengeluarkan hal tersebut.  

Cara tubuh mengeluarkannya adalah dengan menghasilkan antibodi dan histamin. 

Histamin yang keluar di bagian tenggorokan itulah yang dapat menyebabkan saluran udara meradang dan memproduksi banyak lendir. Hal tersebut dapat menyebabkan tenggorokan bengkak dan berlendir sehingga menyebabkan sesak napas.

Apakah alergi obat berbahaya?

Alergi obat bisa berbahaya atau seringkali disebut dengan anafilaktik yaitu ciri-ciri alergi obat yang sudah parah, karena dapat mengancam nyawa. Hal ini dapat terjadi ketika tubuh terpapar sesuatu zat seperti obat dalam jumlah banyak.

Hal ini harus segera ditangani karena dapat membahayakan tubuh bahkan mengancam keselamatan jiwa. Adapun beberapa ciri-ciri yang harus diwaspadai, di antaranya adalah:

  • Mengalami kesulitan atau sesak napas secara tiba- tiba.
  • Nyeri perut hebat.
  • Detak jantung bergerak sangat cepat.
  • Merasa gelisah dan pusing.
  • Kejang-kejang.
  • Kehilangan kesadaran akibat tekanan darah menurun drastis.

Cara mengatasi gejala alergi obat

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi alergi pada obat-obatan tertentu, antara lain:

  • Menghindari konsumsi obat atau zat yang menyebabkan alergi.
  • Mengonsumsi obat antihistamin yang berfungsi untuk menghambat produksi histamin yang keluar dari dalam tubuh dan membantu meredakan reaksi alergi.
  • Mengonsumsi obat kortikosteroid yang berfungsi untuk membantu mengurangi peradangan yang menjadi penyebab reaksi gejala muncul.
  • Pemberikan suntikan epinefrin jika pada kondisi yang parah dan mengancam jiwa seperti kondisi anafilaktik. Suntikan ini diberikan pada orang yang mengalami kondisi seperti napas jadi sesak, tekanan darah menurun, dan denyut nadi melemah.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar info sehat lainnya? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. mayoclinic.org (2017) diakses 24 Agustus 2020. Drug allergy. 24 Agustus 2020 pukul 16.30.
  2. healthline.com (2014) diakses 24 Agustus 2020. What Is a Drug Allergy?. 24 Agustus 2020 pukul 17.00.
  3. medlineplus.gov (2020) diakses 24 Agustus 2020. Drug allergies. 24 Agustus 2020 pukul 17.30.
    register-docotr