Kamus Penyakit

Ereksi Tak Henti-henti, Mungkin Kamu Mengalami Gangguan Priapismus

June 22, 2020 | Richaldo Hariandja
feature image

Gangguan priapismus merupakan kondisi ereksi berkepanjangan dan terkadang menyakitkan bagi pria. Saat terkena priapismus, biasanya kamu akan ereksi selama empat jam atau lebih meskipun tanpa stimulasi seksual.

Gangguan priapismus ini merupakan hal yang tidak biasa, tapi kondisi ini umumnya terjadi pada pria dengan usia 30’an tahun.

Ereksi yang berlangsung lebih dari 4 jam adalah sebuah kondisi yang perlu penangan medis. Kalau kamu mendiamkannya, maka dapat merusak jaringan penis dan menghasilkan disfungsi ereksi permanen.

Tipe gangguan priapismus

Ada dua tipe gangguan priapismus, yaitu priapismus iskemik yang terjadi karena darah terperangkap di penis. Sejauh ini belum jelas apa penyebab dari penyakit ini.

Tapi beberapa pria yang memiliki penyakit sel sabit, leukemia atau malaria bisa terkena priapismus iskemik.

Sementara tipe lainnya adalah priapismus noniskemik, yang lebih jarang terjadi dan biasanya tidak terlalu sakit. Kondisi ini terjadi saat ada cedera di penis atau di perineum, yaitu lokasi di antara penis dan anus.

Cedera ini biasanya mengakibatkan robeknya arteri sehingga sirkulasi darah di penis tidak berjalan dengan normal.

Gejala gangguan priapismus

Gejala dari penyakit ini berbeda-beda, tergantung dari tipe mana yang kamu derita. Jika itu priapismus iskemik, maka kamu akan merasakan gejala seperti:

  • Ereksi yang berlangsung lebih dari empat jam
  • Batang penis yang keras dengan ujung yang lunak
  • Penis terasa sakit

Priapismus iskemik bisa menjadi kondisi berulang. Saat gejala ini muncul, ereksi yang tidak disadari akan berlangsung selama beberapa menit terlebih dahulu, seiring waktu, ereksi akan menjadi lebih lama.

Sementara, untuk priapismus noniskemik, kamu akan merasakan gejala yang serupa, namun rasa sakit yang jauh lebih ringan.

Penyebab priapismus

Normalnya, ereksi penis berlangsung karena adanya stimulus. Peningkatan aliran darah ke penis membuatnya menjadi ereksi dan ketika stimulus itu berakhir, aliran darah akan berkurang dan ereksi pun akan pergi.

Akan tetapi, dalam gangguan priapismus, ada masalah pada aliran darah di penis. Dan ada beberapa kondisi yang dapat mengganggu aliran darah keluar dan masuk penis, di antaranya adalah:

  • Anemia sel sabit, sekitar 42 persen orang dewasa yang memiliki anemia ini mengalami priapismus.
  • Leukemia
  • Multiple myeloma

Gangguan priapismus juga dapat terjadi jika kamu mengonsumsi obat tertentu atau menyalahgunakan alkohol, mariyuana dan obat-obatan terlarang. Obat yang dapat mengganggu aliran darah ke penis di antaranya adalah:

  • Obat untuk disfungsi ereksi
  • Antidepresan
  • Alfa bloker atau obat untuk hipertensi
  • Obat untuk gangguan kegelisahan
  • Pengencer darah
  • Terapi hormon
  • Obat untuk ADHD
  • Keracunan karbon monoksida
  • Gigitan serangga laba-laba black widow
  • Kelainan metabolisme
  • Kelainan neurogenic
  • Kanker terkait penis

Pengobatan gangguan priapismus

Pengobatan tergantung dari tipe priapismus yang kamu derita. Beda tipe, maka akan beda juga penanganan

Priapismus iskemik

Jika kamu memiliki priapismus iskemik, darah yang melimpah di penis kamu akan dikeluarkan dengan menggunakan jarum dan penyuntik. Cara ini untuk mengurangi sakit dan menghentikan ereksi yang tidak disadari.

Metode penanganan lain adalah dengan menyuntikan obat ke penis kamu. Obat ini akan menyempitkan pembuluh darah yang mengalirkan darah ke penis, dan melebarkan pembuluh darah yang membawa darah ke luar penis.

Jika kedua hal itu tidak menghasilkan perbaikan, maka kamu bisa saja direkomendasikan untuk dioperasi agar aliran darah di penis menjadi lancar kembali.

Priapismus noniskemik

Tipe ini tidak terlalu memerlukan penanganan segera. Karena gangguan priapismus yang terjadi biasanya akan pergi dengan sendirinya, meskipun dokter akan melihat kondisi kamu sebelum meresepkan pengobatan.

Terapi dengan menggunakan es dapat menyingkirkan ereksi yang tidak disadari ini. Terkadang kamu akan disarankan untuk menjalankan operasi untuk menghentikan aliran darah ke penis atau memperbaiki kerusakan arteri di sekitaran penis.

Priapismus berulang

Ketika priapismus berulang, kamu bisa meminta obat dekongestan untuk mengurangi aliran darah ke penis. Kamu juga bisa menggunakan obat penghambat hormon atau obat untuk disfungsi ereksi.

Sementara untuk kondisi tertentu yang menyebabkan priapismus seperti anemia sel sabit, kelainan darah atau kanker, kamu harus menjalani pengobatan yang dapat memperbaiki kondisi penyebab ini.

Jaga selalu kesehatan kamu dan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kami yang sedia 24/7 di Good Doctor. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Helathline.com (2018) diakses 19 Juni 2020. https://www.healthline.com/health/priapism
  2. Webmd.com (2019) diakses 19 Juni 2020. https://www.webmd.com/erectile-dysfunction/erectile-dysfunction-priapism#1
  3. Pionas.pom.go.id diakses 19 Juni 2020. http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-2-sistem-kardiovaskuler-0/23-antihipertensi/233-alfa-bloker
    register-docotr