Kamus Penyakit

Flu Perut (Gastroenteritis)

December 1, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Flu perut merupakan salah satu penyakit yang tidak boleh dianggap remeh. Gangguan kesehatan tersebut bisa membuatmu tersiksa dengan rasa sakit berkepanjangan di area perut. Tentu saja, ini dapat mengganggu aktivitas harianmu.

Lalu, apa saja hal yang bisa menyebabkan penyakit tersebut? Bagaimana gejalanya? Apakah bisa dicegah? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Apa itu penyakit flu perut?

Flu perut adalah penyakit yang ditandai dengan peradangan di dinding saluran pencernaan, terutama lambung. Dalam dunia medis, penyakit ini dikenal dengan istilah gastroenteritis.

Meski sering disebut sebagai flu, faktanya penyakit ini tidak disebabkan oleh faktor pemicu yang sama seperti influenza. Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Baca juga: Daftar Penyakit Sistem Pencernaan Manusia yang Umum Dialami, Yuk Simak Ulasannya!

Apa penyebab flu perut?

Flu perut dapat disebabkan oleh infeksi bakteri dan virus. Norovirus dan Rotavirus adalah dua virus yang sering menyebabkan gastroenteritis. Sedangkan untuk kasus bakterial, penyebabnya adalah:

  • Yersinia, bakteri yang mudah dijumpai pada daging babi
  • Staphylococcus, bakteri yang biasa hidup di produk susu, daging, dan telur
  • Shigella, bakteri yang banyak ditemukan di air (kolam renang)
  • Salmonella, bakteri yang umum dijumpai di dalam daging, telur, dan produk susu
  • E. coli, bakteri yang dapat ditemukan di dalam daging giling dan salad
  • Campylobacter, bakteri yang biasa hidup di unggas dan produk dagingnya

Gastroenteritis adalah penyakit yang menular. Bakteri atau virus pemicunya bisa menyebar dari satu orang ke orang lain. Selain itu, seseorang juga bisa terpapar bakteri atau virus penyebab gastroenteritis dari:

  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi
  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang kurang matang
  • Tangan yang belum dicuci setelah dari kamar mandi atau mengganti popok
  • Mengonsumsi obat-obatan yang dapat mengurangi kadar asam lambung

Siapa saja yang lebih berisiko terkena flu perut?

Ada beberapa golongan yang berisiko mengalami flu perut jika dilihat berdasarkan kondisi dan tingkat kerentanannya, yaitu:

  • Lansia, biasanya memiliki sistem kekebalan yang menurun, sehingga rentan terhadap berbagai jenis infeksi
  • Anak sekolah, jajanan yang tidak higienis mungkin mengandung bakteri pemicu seperti yang telah dijelaskan di atas
  • Orang dengan penyakit imun. Seorang pengidap penyakit yang menyerang sistem imun seperti HIV sangat mudah terinfeksi virus atau bakteri lain

Apa gejala dan ciri-ciri flu perut?

Gejala utama dari gastroenteritis adalah nyeri di perut. Sedangkan tanda lainnya bisa berupa diare, mual, muntah, sakit kepala, demam, dan menggigil.

Untuk kasus flu perut yang disebabkan virus, nyeri di bagian lambung mungkin akan terasa lebih berat, dengan durasi 12 hingga 48 jam setelah paparan pertama.

Sedangkan pada kasus yang disebabkan oleh bakteri, gejala yang muncul mungkin dapat bertahan lebih lama, yaitu tiga hari atau lebih. Kondisi ini cukup berbahaya jika menyerang bayi, lansia, dan seseorang yang memiliki riwayat gangguan kesehatan lain.

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat gastroenteritis?

Komplikasi yang paling sering terjadi akibat gastroenteritis adalah dehidrasi. Tubuh akan kehilangan banyak cairan akibat muntah dan diare berkepanjangan. Gejala dari dehidrasi bisa berupa haus ekstrem, urine berwarna gelap, mudah pusing, dan mulut kering.

Pada kasus yang jarang terjadi, gastroenteritis dapat menyebabkan sindrom hemolitik uremik, yaitu penurunan kemampuan pembekuan darah akibat berkurangnya kadar trombosit dan sel darah merah. Sindrom tersebut paling sering terjadi pada anak di bawah usia 10 tahun.

Sindrom hemolitik uremik adalah kondisi yang dapat menyebabkan gagal ginjal dan memengaruhi kinerja sistem saraf.

Bagaimana cara mengatasi dan mengobati flu perut?

Dokter kemungkinan besar mendiagnosis flu perut berdasarkan gejala dan pemeriksaan fisik. Tes darah bisa dilakukan untuk mendeteksi adanya virus atau bakteri di dalam tubuh.

Pada kasus gastroenteritis, tes tinja dinilai lebih akurat untuk mengetahui kemungkinan adanya virus atau bakteri pemicu.

Sedangkan untuk perawatan di rumah, kamu bisa melakukan beberapa cara seperti:

  • Mengonsumsi makanan bertekstur lunak
  • Biarkan perutmu tenang dengan berhenti makan makanan padat selama beberapa jam
  • Penuhi asupan cairan
  • Istirahat yang cukup untuk memulihkan energi

Apa saja obat flu perut yang biasa digunakan?

Guna membantu meredakan flu perut, ada beberapa pengobatan yang bisa kamu konsumsi, di antaranya:

Obat flu perut di apotik

Untuk kasus flu perut yang disebabkan bakteri, antibiotik mungkin dapat membantu. Tapi jika dipicu oleh virus, obat yang digunakan biasanya hanya untuk meredakan gejala, seperti ibuprofen dan asetaminofen sebagai pereda nyeri.

Obat antiemetik mungkin juga diresepkan dokter, berfungsi meredakan mual dan muntah. Beberapa obat yang masuk dalam golongan antiemetik adalah promethazine, metoclopramide, ondansetron, dan prochorperazine.

Obat flu perut alami

Tak hanya obat medis, kamu bisa memanfaatkan bahan-bahan alami atau herbal untuk mengatasi gejala dari gastroenteritis. Jahe dan kunyit misalnya, dua rempah dengan kandungan senyawa anti-inflamasi yang tinggi, bisa membantu meredakan peradangan di perut.

Apa saja makanan dan pantangan untuk penderita gastroenteritis?

Flu perut adalah penyakit yang memengaruhi saluran pencernaan. Sehingga, asupan makanan perlu diperhatikan. Mengutip dari Healthline, makanan hambar adalah pilihan terbaik untuk pengidap flu perut, seperti nasi, kentang, dan roti.

Pisang dan apel bisa masuk dalam menu penutup agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi. Sedangkan untuk makanan pedas sebaiknya dihindari, karena bisa memperparah keadaan. Begitu juga dengan makanan tinggi gula dan lemak, kafein, alkohol, serta produk susu.

Bagaimana cara mencegah flu perut?

Pencegahan terbaik agar terhindar dari gastroenteritis adalah meminimalkan paparan bakteri atau virus pemicu, yaitu dengan:

  • Mencuci tangan setelah keluar dari kamar mandi dan sebelum makan
  • Mencuci tangan sesudah menyentuh hewan, termasuk unggas
  • Menggunakan talenan terpisah untuk daging mentah
  • Mencuci sayuran dan buah-buahan dengan benar sebelum dikonsumsi
  • Hindari kontak dekat dengan penderita gastroenteritis
  • Tidak mengonsumsi daging atau ikan mentah
  • Masak daging dan makanan lain sampai benar-benar matang
  • Hindari minum produk susu yang tidak dipasteurisasi
  • Jaga kebersihan dapur dan kamar mandi

Nah, itulah ulasan lengkap tentang flu perut yang perlu kamu tahu. Melakukan pencegahan adalah langkah yang tepat untuk meminimalkan risiko terkena penyakit tersebut. Tetap jaga kesehatan, ya!

Jangan ragu untuk konsultasikan masalah kesehatanmu bersama dokter terpercaya melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. WebMD, diakses 17 November 2020, Gastroenteritis (“Stomach Flu”).
  2. WebMD, diakses 17 November 2020, Stomach Flu: What You Need to Know.
  3. Mayo Clinic, diakses 17 November 2020, Viral gastroenteritis (stomach flu).
  4. Healthline, diakses 17 November 2020, Viral Gastroenteritis (Stomach Flu).
  5. Healthline, diakses 17 November 2020, Bacterial Gastroenteritis.
  6. Medical News Today, diakses 17 November 2020, How to treat and prevent bacterial gastroenteritis.
  7. Medical News Today, diakses 17 November 2020, Causes and treatments of stomach flu.

    register-docotr