Kamus Penyakit

Fatty Liver Adalah Silent Killer Berbahaya, Kenali Gejala, Penyebab dan Cara Pengobatannya!

June 5, 2020 | Fitri Chaeroni | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Fatty liver adalah penyakit yang disebabkan adanya penumpukan lemak pada organ hati. Lemak berlebih pada hati bisa menyebabkan inflamasi, kerusakan hati hingga gagal hati.

Padahal hati termasuk organ penting yang berperan menyaring nutrisi dan racun dari apa yang kamu konsumsi.

Fatty liver sendiri ada beberapa jenisnya, tergantung dari penyebabnya. Untuk mengetahui apa saja jenis fatty liver dan seluk beluk tentangnya, langsung saja simak ulasan berikut ini.

Jenis-jenis fatty liver

Jenis fatty liver adalah
Jenis fatty liver. Sumber Foto : https://www.medicalnewstoday.com/

Pada dasarnya ada 2 tipe utama fatty liver yakni nonalcoholic fatty liver disease (NAFLD) dan alcoholic fatty liver disease (AFLD).

Jika dijabarkan, kedua tipe ini maka ada 5 jenis fatty liver yang berbeda. Berikut penjelasan lengkapnya, sebagaimana dilansir dari Healthline.

1. Nonalcoholic fatty liver disease (NAFLD)

NAFLD adalah kondisi terjadinya penumpukan lemak pada organ hati orang yang tidak banyak mengonsumsi alkohol.

Jika kamu mengalami penumpukan lemak pada organ hati dan tidak punya riwayat konsumsi alkohol, maka kemungkinan besar dokter akan mendiagnosis kamu terkena NAFLD.

Apabila penumpukan lemak tidak menyebabkan inflamasi atau komplikasi lain, maka kondisi kamu disebut dengan simple nonalcoholic fatty liver.

2. Nonalcoholic steatohepatitis (NASH)

NASH ini masih termasuk dalam fatty liver tipe NAFLD. Bedanya, pada tipe ini penumpukan lemak di organ hati juga disertai dengan adanya inflamasi.

Dokter akan mendiagnosis kamu terkena NASH apabila terjadi penumpukan lemak di hati, dan mengalami peradangan serta kerusakan sel hati. Namun, kamu tidak ada riwayat konsumsi alkohol.

Jika tidak ditangani dengan cepat, NASH bisa mengakibatkan luka atau kerusakan pada hati. Pada kasus yang parah, NASH bisa berakibat sirosis dan kanker.

3. Alcoholic fatty liver disease (ALFD)

ALFD terjadi pada orang-orang yang mengonsumsi banyak minuman beralkohol. Saat kamu meminum alkohol, hati akan memprosesnya untuk di keluarkan dari tubuh.

Tapi dalam prosesnya dapat menghasilkan zat yang berbahaya dan dapat merusak sel-sel hati meningkatkan peradangan dan melemahkan imunitas tubuh.

ALFD adalah level awal fatty liver pada orang yang mengonsumsi alkohol.

Baca juga: Ketahui Fakta Hepatitis, Penyakit yang Membuat Hati Meradang

Penyebab fatty liver

Untuk fatty liver alkoholik (AFLD) penyebabnya adalah konsumsi alkohol yang berlebih, tetapi untuk non-alkoholik (NAFLD) penyebab pastinya belum terlalu diketahui, mungkin bisa berhubungan dengan gen.

Selain konsumsi alkohol berlebih, AFLD juga bisa menyerang kamu apabila:

  • Obesitas.
  • Malnutrisi.
  • Riwayat penyakit hepatitis, khususnya hepatitis C.
  • Memiliki gen pembawa dari keluarga dengan riwayat fatty liver.
  • Termasuk ke dalam laki-laki keturunan Afrika-Amerika atau Hispanik.
  • Usia, semakin tua risiko terserang fatty liver juga meningkat.

Bagi kamu yang non-alkoholik, faktor genetik bisa saja menjadi penyebab terjadinya fatty liver. Namun, beberapa faktor lain juga dipercaya jadi faktor risiko kamu terserang NAFLD:

  • Obesitas
  • Tubuh kamu resisten terhadap insulin
  • Memiliki kadar trigliserida atau kolesterol jahat (LDL) yang tinggi, maupun kadar kolesterol baik (HDL) yang rendah
  • Memiliki sindrom ovarium polikistik
  • Penderita sleep apnea
  • Riwayat hipotiroidisme atau hipopituitarisme
  • Kurang gizi
  • Berat badan yang turun drastis
  • Terpapar racun atau bahan kimia tertentu
  • Usia yang semakin tua
  • Memiliki penyakit terkait sindrom metabolik

Gejala fatty liver

Orang yang menderita AFLD dan NAFLD umumnya tidak akan mengalami gejala apapun. Namun, beberapa ada yang merasakan sakit pada perut bagian kanan atas.

Beberapa gejala akan muncul pada orang yang mengalami ASH atau NASH karena kondisi hati yang mulai meradang. Berikut beberapa gejala yang biasanya muncul:

  • Perut membengkak.
  • Pelebaran pembuluh darah di bawah permukaan kulit.
  • Pada pria payudara akan terlihat lebih besar dari normalnya.
  • Telapak tangan yang kemerahan.
  • Kulit dan mata akan terlihat kekuningan akibat kondisi yang disebut jaundice.

Baca juga: Hepatitis B: Penyebab, Gejala, Hingga Pencegahan

Pengobatan fatty liver

Hingga saat ini, belum ada metode pengobatan khusus untuk penderita NAFLD. Dokter biasanya akan menyarankan untuk mengurangi berat badan. 

Menurunkan berat badan 3-5 persen mampu mengurangi lemak, inflamasi, dan kerusakan pada hati. Operasi juga bisa dilakukan apabila diperlukan untuk mengangkat lemak yang berlebih.

Sementara itu, untuk penderita AFLD, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghentikan konsumsi minuman beralkohol. Hal ini dilakukan untuk mencegah kerusakan yang lebih parah, bukan memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi.

Pada level ini, dokter bisa saja menyarankan pengobatan dengan cara konsumsi obat dan prosedur operasi. Operasi transplantasi bisa saja dilakukan apabila terjadi komplikasi serius akibat sirosis yang berakibat gagal hati.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

Healthline. Diakses pada 1 Juni 2020. Everything You Need to Know About Fatty Liver.

WebMD. Diakses pada 1 Juni 2020. Fatty Liver Disease (Hepatic Steatosis).

Mayo Clinic. Diakses pada 1 Juni 2020. Nonalcoholic fatty liver disease.

Medline Plus. Diakses pada 1 Juni 2020. Fatty Liver Disease.

Medical News Today. Diakses pada 1 Juni 2020. What to know about fatty liver disease.

    register-docotr