Kamus Penyakit

Fase Demam Berdarah yang Wajib Kamu Ketahui agar Waspada Gejalanya!

September 18, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Demam berdarah adalah penyakit yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Penderita demam berdarah biasanya akan mengalami beberapa gejala. Perkembangan penyakit demam berdarah sendiri terdiri dari tiga fase. Lantas, apa saja fase demam berdarah?

Dilansir dari Healthline, Center for Disease Control and Prevention, memperkirakan bahwa setidaknya terdapat 400 juta kasus demam berdarah di seluruh dunia setiap tahunnya. Daerah tropis merupakan daerah yang paling terpengaruh.

Sangat penting untuk mengetahui fase demam berdarah, hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan penanganan yang tepat agar terhindar dari bahaya lainnya.

Baca juga: Jangan Anggap Remeh, Segera Periksakan Anak jika Mengalami Gejala DBD Ini

Mengenal fase demam berdarah

Demam berdarah adalah penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk yang mengandung virus dengue. Penyakit ini tidak dapat ditularkan dari orang ke orang.

Demam berdarah terjadi secara tiba-tiba setelah masa inkubasi 5-7 hari, dan perjalanannya terdiri dari tiga fase, yakni fase demam, kritis, dan pemulihan.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah penjelasan selengkapnya mengenai fase demam berdarah.

1. Fase demam (febrile phase)

Pada fase ini, demam biasanya berlangsung selama 2-7 hari. Beberapa gejala lain yang juga dapat ditimbulkan di antaranya adalah sakit kepala yang parah, nyeri otot, sendi, dan tulang, munculnya bintik merah di kulit, mual, serta muntah.

Selama fase demam, pasien mungkin akan kesulitan dalam menjalankan kegiatan sehari-hari, seperti kerja maupun sekolah. Sulit untuk membedakan penyakit demam berdarah dengan demam biasa selama fase ini.

Pasien harus dipantau untuk tanda peringatan dan parameter klinis lainnya untuk perkembangan fase kritis.

2. Fase kritis (critical phase)

Sebagian pasien membaik selama fase ini, tetapi hal inilah yang harus diwaspadai karena fase kritis demam berdarah terjadi pada waktu defervescene dan biasanya berlangsung selama 24-48 jam. Defervescene sendiri adalah periode saat demam kembali normal.

Pada fase ini pasien memasuki periode tertinggi untuk mengembangkan kondisi yang lebih parah, yakni kebocoran plasma dan perdarahan yang mana hal ini dapat menyebabkan syok yang berpotensi dapat mengancam jiwa.

Beberapa gejala lainnya yang dapat dialami oleh pasien di antaranya adalah, sakit perut, muntah terus-menerus, perdarahan mukosa yang terjadi secara spontan, kelesuan, maupun pembesaran hati lebih dari 2 cm.  

Tak hanya itu, pasien juga dapat mengalami peningkatan hematokrit (sel darah merah dalam darah) yang disertai dengan penurunan jumlah trombosit yang cepat.

Pada fase ini, pasien harus ditangani dengan cepat untuk menghindari bahaya lain yang dapat ditimbulkan yang dapat mengancam jiwa.

3. Fase pemulihan (convalescent phase)

Ketika kebocoran plasma mereda, pasien kemudian akan masuk ke dalam fase pemulihan dan mulai menyerap kembali cairan yang bocor dari ruang intravaskuler (yaitu plasma dan cairan intravena yang diberikan).

Fase pemulihan sendiri dimulai 48-72 jam setelah fase kritis. Kondisi pasien akan mulai membaik, tanda-tanda vital dan status hemodinamik (aliran darah) menjadi stabil, dan kadar hematokrit kembali normal atau lebih rendah karena efek cairan yang diserap kembali.

Tak hanya itu, pada fase ini jumlah sel darah putih pada pasien biasanya mulai meningkat yang diikuti dengan pemulihan jumlah trombosit. Sangat penting untuk menjaga cairan yang masuk ke tubuh pasien tidak berlebihan pada fase ini.

Hal tersebut dikarenakan cairan berlebih yang masuk ke dalam pembuluh darah dapat menyebabkan edema dan gagal jantung yang mana hal ini dapat menyebabkan kematian.

Bagaimana pengobatan pada demam berdarah?

Tidak ada pengobatan yang spesifik untuk mengobati penyakit akibat gigitan nyamuk ini. Namun, sebaiknya segeralah kunjungi dokter untuk mengatasi gejala demam berdarah dengan tepat.

Dokter akan melakukan pemeriksaan medis dan menyarankanmu untuk banyak beristirahat serta minum banyak cairan. Minumlah banyak cairan seperti air putih atau minuman elektrolit tambahan untuk menjagamu tetap terhidrasi.

Namun, jika kamu merasa gejala semakin memburuk setela 24 jam pertama sakit (setelah demam turun) kamu harus segera memeriksakan kembali kondisimu untuk memeriksa komplikasi yang mungkin terjadi.

Itulah beberapa informasi mengenai fase demam berdarah. Fase deman berdarah ini harus sangat diperhatikan dan harus selalu dipantau. Demam berdarah sendiri tidak boleh diabaikan dan harus segera mendapatkan perawatan yang tepat untuk menghindari bahaya yang lebih serius.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Center for Disease Control and Prevention (2020). Diakses pada 15 September 2020. Dengue Symptoms and Treatment 

Center for Disease Control and Prevention (2019). Diakses pada 15 September 2020. Clinical Presentation 

GP Notebook. Diakses pada 15 September 2020. Phases of Dengue Infection 

Healthline (2017). Diakses pada 15 September 2020. Dengue Fever 

Kalayanarooj, Sirirpen (2011). Clinical Manifestations and Management of Dengue/DHF/DDS. NCBI (diakses pada 15 September 2020)

    register-docotr