Kamus Penyakit

Diastatis Recti: Pemisahan Otot Perut yang Rentan Dialami Ibu Hamil

October 6, 2020 | Muhammad Hanif S.
feature image

Diastatis recti adalah kondisi yang umum dialami oleh ibu hamil. Pembesaran perut adalah salah satu faktor utama pemicunya. Meski tidak menyebabkan kematian, diastatis recti bisa menimbulkan komplikasi berupa disfungsi gerak.

Seperti apa sih kondisi diastatis recti itu? Bagaimana gejalanya? Apakah hanya bisa terjadi pada ibu hamil? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Apa itu diastatis recti?

Ilustrasi diastatis recti. Sumber foto: www.visionexercisephysiology.com.au

Diastatis recti terjadi ketika ada pemisahan rektus abdominis atau otot yang memanjang di permukaan perut. Otot ini juga sering disebut otot sixpack yang saling bertemu di bagian tengah perut.

Sebagian besar kasus diastatis recti terjadi pada ibu hamil, meski masih ada faktor lain yang bisa menyebabkan kondisi ini.

Ketika otot perut bergerak ke samping (menjauh dari bagian tengah), maka rahim, usus, dan organ lainnya hanya memiliki jaringan ikat tipis untuk menahannya. Kondisi tersebut akan menyulitkan proses persalinan vaginal.

Apa penyebab diastatis recti?

Mengutip dari Healthline, salah satu pemicu utama dari diastatis recti adalah tekanan yang besar dari dalam perut. Pada saat hamil, rahim akan mendorong perut untuk terus membuncit. Ini yang kemudian menyebabkan bagian kanan dan kiri perut menjadi tampak ‘terpisah’ .

Kedua bagian permukaan perut tersebut tidak lagi saling berdekatan akibat adanya peregangan kulit yang disebabkan oleh dorongan dari dalam. Bukan hanya ketika sedang hamil, saat sedang mengejan untuk melahirkan, ini juga dapat menimbulkan dorongan yang sama.

Siapa saja yang lebih berisiko terkena diastatis recti?

Seperti yang telah dijelaskan, ibu hamil adalah orang yang paling rentan untuk mengalami kondisi ini. Meski, diastatis recti juga dapat terjadi pada orang-orang yang tidak sedang hamil.

Dilansir WebMD, pria yang melakukan olahraga angkat beban dengan teknik yang keliru misalnya, bisa saja mengalami diastatis recti. Begitu juga dengan orang-orang yang menerapkan diet yoyo, yaitu mengurangi makanan secara ekstrem pada waktu yang relatif singkat.

Baca juga: 5 Cara Mengecilkan Perut Setelah Operasi Caesar

Apa gejala dan ciri-ciri diastatis recti?

Gejala paling umum dari diastatis recti adalah munculnya pooch atau tonjolan di perut, terutama ketika sedang berusaha meregangkan atau mengencangkan otot. Gejala lainnya bisa berupa kembung dan nyeri punggung bawah.

1. Diastatis recti saat hamil

Selama kehamilan, mungkin kamu tidak bisa merasakan tonjolan diastatis recti, karena ukuran perut akan terus membesar. Tapi menjelang trimester ketiga, ketika perut benar-benar membuncit, tonjolan itu bisa terlihat dengan jelas di bagian atas atau di bawah pusat.

2. Setelah melahirkan

Diastatis recti bisa bertahan meski kamu telah melahirkan. Kamu bisa mengenali gejalanya dengan beberapa cara mandiri berikut:

  1. Berbaring telentang dengan kaki ditekuk
  2. Angkat bahu sedikit lebih tinggi dari lantai dan letakkan satu tanganmu di belakang kepala untuk mengganjal, lalu lihat perut dengan seksama
  3. Gerakkan tangan yang lain ke atas dan ke bawah pusat, lalu sentuh garis tengah pada perut
  4. Cobalah untuk menekan jari ke bagian tengah perut tersebut
  5. Jika terasa ada celah, kemungkinan besar kamu sedang mengalami diastatis recti

Tak perlu khawatir, celah tersebut akan berangsur ‘menyempit’ dan normal kembali beberapa minggu setelah proses persalinan.

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat diastatis recti?

Pada dasarnya, diastatis recti pada ibu hamil dan postpartum bisa pulih dengan sendirinya. Namun, ada beberapa kondisi yang jika tidak ditangani bisa menimbulkan komplikasi seperti:

Baca juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Perut Buncit Meski Sudah Rajin Olahraga

Bagaimana cara mengatasi dan mengobati diastatis recti?

Dokter biasanya akan menggunakan alat pengukur caliper atau jangka sorong untuk mendeteksi adanya celah pada perut. Teknologi ultrasound atau gelombang suara juga dapat dipakai untuk memeriksa kondisi struktur otot di perut.

Pemulihan diastatis recti bukan menggunakan obat, melainkan terapi. Terapi fisik digunakan untuk mengembalikan otot-otot yang ‘terpisah’. Metode ini bisa dilakukan baik di rumah sakit maupun ketika sudah pulang.

Bagaimana cara mencegah diastatis recti?

Bagi ibu hamil, tidak ada cara efektif untuk mencegah diastatis recti. Sebab, wanita hamil pasti mengalami pembesaran ukuran perut. Hal tersebut secara mutlak akan memberikan dorongan pada otot di permukaan perut.

Hal yang bisa dilakukan adalah memperkuat otot inti dengan senam sebelum terjadinya kehamilan. Otot inti yang dimaksud adalah otot dasar panggul dan otot samping. Selain itu, hindari olahraga apa pun yang bisa menyebabkan punggung dan perut menegang.

Nah, itulah ulasan tentang diastatis recti yang perlu kamu tahu. Jika sudah merasakan adanya gejala seperti tonjolan di perut dan celah di bagian tengahnya, bicarakan dengan dokter untuk mendapat langkah penanganan yang tepat.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

  1. Healthline, diakses 5 Oktober 2020, Diastasis Recti: What Is It, and How Is It Treated?
  2. WebMD, diakses 5 Oktober 2020, Abdominal Separation (Diastasis Recti).
  3. Verywell Family, diakses 5 Oktober 2020, Diastasis Recti: What Is It and How It’s Treated.

    register-docotr