Kamus Penyakit

Deep Vein Thrombosis (DVT)

December 15, 2020 | Anisya Fitrianti | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Apakah kamu memiliki kebiasaan duduk berjam-jam? Waspada, karena sebuah penyakit bernama deep vein thrombosis dapat mengintaimu. Penyakit ini paling sering menyerang area kaki sehingga kaki terlihat bengkak dan terasa nyeri. 

Deep vein thrombosis juga dapat berakibat fatal dan mengancam nyawa bila dibiarkan tanpa perawatan. Lalu apa itu sebenarnya deep vein thrombosis?  

Apa itu penyakit deep vein thrombosis?

Deep vein thrombosis (DVT) atau trombosis vena dalam adalah kondisi terjadinya gumpalan darah (trombus) di satu atau lebih vena dalam di tubuh. 

DVT biasanya terjadi di area kaki seperti paha atau betis, tapi bisa juga terjadi di area tubuh lain kemudian menimbulkan rasa nyeri atau bengkak.

Deep vein thrombosis bisa berbahaya bila dibiarkan, pasalnya gumpalan ini dapat terbawa dalam aliran darah dan menyumbat pembuluh darah arteri. 

Apa penyebab deep vein thrombosis?

Pada dasarnya, trombosis vena dalam disebabkan oleh gumpalan darah sehingga peredaran darah tidak bisa berjalan normal. Berikut adalah beberapa kondisi yang dapat menyebabkan 

  • Cedera. Cedera dapat menyebabkan pembuluh darah rusak atau menyempit yang kemudian membuat darah mudah menggumpal.  
  • Operasi. Kerusakan pembuluh darah saat operasi dapat menyebabkan pembekuan darah. Di samping itu istirahat di tempat tidur dalam waktu lama setelah operasi juga dapat menyebabkan pembekuan darah. 
  • Tidak aktif bergerak. Sering duduk dapat menyebabkan darah terkumpul di kaki terutama bagian bawah. 
  • Konsumsi obat-obatan tertentu. Beberapa jenis obat dapat meningkatkan kemungkinan darah menggumpal.

Siapa saja yang lebih berisiko terkena deep vein thrombosis?

Ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena deep vein thrombosis. Semakin banyak faktor risiko yang dimiliki, semakin besar juga risiko terkena penyakit ini. Faktor risiko tersebut meliputi:

  • Berusia di atas 60 tahun
  • Obesitas
  • Merokok
  • Pernah mengalami DVT sebelumnya
  • Minum pil kontrasepsi 
  • Kanker
  • Gagal jantung
  • Varises

Di samping itu, beberapa situasi juga dapat meningkatkan risiko DVT seperti:

  • Telah lama beristirahat di rumah sakit
  • Melakukan perjalanan panjang (lebih dari 3 jam) misalnya dengan pesawat, kereta api, atau mobil 
  • Sedang hamil
  • Mengalami dehidrasi

Meski begitu terkadang DVT dapat terjadi tanpa alasan yang jelas.

Apa gejala dan ciri-ciri deep vein thrombosis?

Deep vein thrombosis dapat terjadi tanpa gejala. Namun secara umum berikut adalah gejala dan ciri-cirinya:

  • Pembengkakan di kaki, pergelangan kaki, atau tungkai
  • Terasa sakit, nyeri atau kram (biasanya rasa sakit dimulai di area betis)
  • Kaki terasa hangat
  • Warna kaki berubah atau memerah atau membiru
  • Vena terasa keras dan bengkak, juga sakit saat disentuh

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat deep vein thrombosis?

Penyakit DVT tidak bisa dianggap sepele, bahkan dapat mengancam keselamatan bila sudah menyumbat organ tubuh lain dan menimbulkan komplikasi berupa:

  • Emboli paru. Emboli paru terjadi ketika pembuluh darah di paru-paru tersumbat oleh darah yang membeku. 
  • Sindrom postphlebitic. Sindrom postphlebitic adalah gangguan sirkulasi darah akibat DVT. Bentuk komplikasi ini adalah yang paling umum terjadi dan menimbulkan luka kulit, sakit kaki, hingga pembengkakan yang terus-menerus. 

Bagaimana cara mengatasi dan mengobati deep vein thrombosis?

Segeralah berkonsultasi dengan dokter bila kamu merasakan gejala DVT. Penyakit ini dapat diatasi dan diobati dengan cara berikut. 

Perawatan DVT di dokter

Perawatan DVT di dokter akan diawali dengan pemeriksaan awal dan gejala. Setelah itu dokter akan menentukan perawatan mana yang cocok. 

  • Minum obat-obatan. Trombosis vena dalam paling sering diobati dengan obat pengencer darah. Obat ini dapat diberikan dengan cara disuntik ataupun diminum. Konsumsi obat pengencer darah akan mencegah gumpalan membesar tapi tidak bisa memecah gumpalan yang sudah terbentuk.
  • Menggunakan pemecah gumpalan darah (clot busters). Pada konsisi yang lebih serius, DVT harus ditangani dengan clot busters. Jenis obat ini diberikan melalui jalur infus untuk memecah gumpalan darah atau melalui kateter yang ditempatkan langsung ke dalam gumpalan.
  • Memasang filter. Jika obat-obatan dinilai tidak bekerja, DVT mungkin diatasi dengan cara memasang filter ke dalam pembuluh darah besar atau vena cava di area perut. Hal ini berfungsi untuk mencegah gumpalan darah terbawa ke paru-paru. 
  • Menggunakan stoking kompresi. Untuk membantu mencegah pembengkakan, biasanya penggunaan stoking kompresi akan disarankan oleh dokter. Stoking ini setidaknya perlu dipakai dalam waktu dua tahun. 

Cara mengatasi DVT secara alami di rumah

Selain mengonsumsi obat-obatan, penyakit ini juga harus diatasi dengan:

  • Aktif bergerak
  • Jalan kaki setiap hari
  • Rajin melakukan latihan tangan atau kaki agar darah tidak menumpuk
  • Menggunakan stoking kompresi yang dirancang khusus untuk DVT

Apa saja obat deep vein thrombosis yang biasa digunakan?

Obat DVT di apotek

Berikut ini adalah obat DVT yang dapat ditemukan di apotek:

  • Apixaban (Eliquis)
  • Betrixaban (Bevyxxa)
  • Dabigatran (Pradaxa)
  • Edoxaban (Savaysa)
  • Fondaparinux (Arixtra)
  • Heparin
  • Rivaroxaban (Xarelto)
  • Warfarin

Obat DVT alami

DVT perlu diobati dengan obat pengencer darah. Namun untuk mencegahnya, ada beberapa tanaman yang diketahui efektif bekerja:

  • Jahe
  • Kunyit
  • Cabai rawit
  • Vitamin E
  • Asam lemak omega-3

Apa saja makanan dan pantangan untuk penderita deep vein thrombosis?

Ketika sedang mengonsumsi obat pengencer darah, ada beberapa makanan yang harus dihindari. 

Sayuran seperti kangkung, bawang putih, bayam, kubis Brussel, lobak, hingga sawi dapat memengaruhi kerja obat.

Bukan hanya itu, vitamin K, teh hijau, jus cranberry, dan alkohol juga harus dihindari karena dapat memengaruhi obat pengencer darah. 

Baca juga: Serba Serbi Obat Pengencer Darah yang Perlu Kamu Pahami Sebelum Minum

Bagaimana cara mencegah deep vein thrombosis?

  • Hindari duduk diam berlama-lama. Bila kamu pernah menjalani operasi sehingga harus istirahat di tempat tidur, cobalah bergerak sesekali. 
  • Jangan menyilangkan kaki saat duduk. Duduk dengan menyilangkan kaki dapat menghambat darah. 
  • Mengubah gaya hidup. Bila kamu seorang perokok, segeralah berhenti. Pastikan juga kamu memiliki 
  • Biasakan olahraga rutin.Olahraga teratur menurunkan risiko penggumpalan darah

Itu dia informasi seputar deep vein thrombosis. Aktif bergerak dan berolahraga dapat menjadi cara mudah untuk mencegah penyakit yang satu ini. Namun, bila kamu mengalami gejalanya, segeralah berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
    register-docotr