Kamus Penyakit

Sering Diabaikan! Ini Ciri-ciri Infeksi Jamur pada Kuku

July 12, 2020 | Muhammad Hanif S.
feature image

Kaki adalah salah satu bagian tubuh yang memiliki tingkat kelembapan tinggi. Di tempat ini, berbagai infeksi rentan terjadi, termasuk jamur kuku. Pada tahap awal, ciri-ciri jamur kuku yang bisa dilihat adalah garis putih kekuningan di bawah kuku.

Jika dibiarkan, garis itu akan membesar dan mulai memengaruhi area di sekitarnya. Lalu, apa saja ciri-ciri jamur kuku yang lain? Serta, bagaimana cara menghilangkannya? Yuk simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Mengenal infeksi jamur kuku

Jamur kuku atau onikomikosis adalah infeksi yang berawal dari paparan jamur di bawah kuku. Kondisi ini lebih sering terjadi pada jari kaki, karena tingkat kelembapannya relatif lebih tinggi jika dibanding bagian tubuh lain.

Mengutip Mayo Clinic, infeksi tersebut paling sering disebabkan oleh jamur dermatofit. Ada banyak faktor yang bisa memicu berkembangnya jamur ini, seperti keringat berlebih, tidak menjaga kebersihan kaki, hingga sirkulasi darah yang terganggu.

Infeksi jamur kuku umumnya tidak berbahaya dan tidak mengancam nyawa. Tapi jika dibiarkan, kondisi ini bisa mengganggu rutinitas.

Baca juga: Mengenal Jamur Kuku, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ciri-ciri jamur kuku

Kamu bisa mengetahui ciri-ciri jamur kuku dengan memerhatikan area di sekeliling jari kaki. Menurut American Academy of Dermatology, infeksi jamur biasanya memengaruhi kondisi kuku dan sekitarnya, seperti:

1. Kuku berubah warna

ciri-ciri jamur kuku
Perubahan warna pada kuku. Sumber foto: www.scholl.co.uk

Ciri-ciri jamur kuku yang pertama adalah perubahan warna. Tanda-tanda ini sulit untuk dideteksi. Sebab, sangat jarang kuku pada kaki memiliki warna jernih seperti di tangan.

Kuku kaki yang mengalami infeksi jamur biasanya akan berubah warna menjadi kekuningan. Semakin banyak jamur yang menginfeksi, semakin banyak pula area yang berwarna lebih gelap dan pekat.

Wanita yang mengecat kukunya akan kesulitan untuk mengetahui infeksi ini. Sebab, warna dari cat biasanya lebih mencolok daripada yang dihasilkan jamur tersebut. Biasanya, seseorang akan mulai sadar terhadap infeksi saat rasa gatal terasa semakin intens.

2. Muncul rasa gatal

Menurut sebuah penelitian pada 2018, kuku adalah bagian dari tulang yang bertugas melindungi ujung jari. Ujung jari pada kaki sendiri merupakan tempat berkumpulnya banyak saraf.

Saat terdapat infeksi berupa jamur, kulit bisa mengeluarkan rasa gatal. Selain terlibat kontak fisik dengan lapisan kulit bagian luar, jamur tersebut juga meningkatkan sensitivitas saraf-saraf di dalam kulit.

3. Kuku menjadi retak

Berdasarkan sebuah publikasi di Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, sebagian besar jamur memiliki sifat parasit. Artinya, ia bisa hidup dengan cara menempel pada benda atau makhluk hidup lainnya, termasuk manusia.

Sebagai parasit, jamur tentu bisa membawa dampak yang tidak baik pada benda yang ditumpanginya. Dalam hal ini adalah kuku jari. Pada awalnya, jamur kuku biasanya menginfeksi bagian dalam di dekat lapisan luar kulit.

Tapi setelah berkembang, jamur tersebut bisa memberi tekanan pada kuku, lalu menyebabkannya retak, hingga terbelah. Sayangnya, tak sedikit yang menyadari kondisi ini, karena infeksi pertama dari jamur terjadi di bagian dalam kuku dan tak terlihat.

4. Bau tak sedap

Ciri-ciri jamur kuku yang jarang disadari adalah munculnya bau tak sedap pada kaki. Seringkali, seseorang cenderung menyalahkan sirkulasi udara di dalam sepatu yang buruk atas keadaan ini. Padahal, aroma tersebut sangat mungkin berasal dari kuku.

Sebenarnya, bau tersebut bukan berasal dari jamur, melainkan bakteri-bakteri yang berkumpul di sekitarnya. Infeksi adalah tempat ideal bagi bakteri dan kuman untuk berkembang.

Bau-bauan tersebut bisa diperparah oleh faktor lain, misalnya keringat menumpuk pada jari yang jarang dibersihkan.

Baca juga: Bau Kaki Bikin Enggak Percaya Diri? Begini Cara Menghilangkannya!

5. Pembengkakan jari

Jari kaki yang membengkak. Sumber foto: www.thepodiatrygroup.com

Jika ukuran jari kaki semakin membesar dan disertai rasa nyeri, kamu perlu mewaspadainya. Sebab, kondisi ini umumnya dipicu oleh peradangan.

Hanya saja, infeksi jamur bisa memperparah dan menyulitkan proses penyembuhannya. Saat jari terus membengkak, kamu akan kesulitan untuk berjalan, berdiri, memakai sepatu, atau sekadar menyentuhnya.

Cara mengatasi jamur kuku

Kamu bisa menggunakan obat topikal atau salep antijamur yang mudah ditemukan di apotek. Tapi pada umumnya, jamur kuku dan infeksi yang disebabkannya bisa di atasi dengan beberapa cara sederhana di rumah, seperti:  

  • Gunakan soda kue. Baking soda mampu menyerap kelembapan kaki. Infeksi jamur sendiri biasanya terjadi akibat air yang terjebak di dalam kuku, sehingga membuatnya lembap.
  • Cuka. Produk rumahan ini bisa digunakan untuk membasmi jamur pemicu infeksi. Hal tersebut tak lepas dari sifat asam yang bisa membunuh bakteri dan jamur.
  • Cairan pembersih mulut. Jika kamu memiliki cairan pembersih mulut atau mouthwash, gunakan juga untuk mengatasi infeksi yang ada di kuku. Mouthwash memiliki sifat antibakteri dan antijamur. Cukup rendam kakimu pada wadah kecil berisi cairan tersebut.
  • Bawang putih. Bumbu makanan ini mengandung antioksidan yang mampu memerangi infeksi akibat bakteri maupun jamur. Tumbuk dan haluskan bawang putih lalu bubuhkan pada kuku yang terdampak.

Nah, itulah ciri-ciri jamur kuku dan beberapa cara untuk mengatasinya. Tetap jaga kelembapan kulit kaki agar terhindar dari munculnya jamur, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

  1. Mayo Clinic, diakses 4 Juli 2020, Nail Fungus.
  2. News Medical, diakses 4 Juli 2020, Onychomycosis Symptoms.
  3. American Academy of Dermatology, diakses 4 Juli 2020, Nail Fungus: Signs And Symptoms.
  4. Medical News Today, diakses 4 Juli 2020, What is the best home remedy for toenail fungus?
  5. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 4 Juli 2020, Nail Properties and Bone Health: A Review.
  6. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 4 Juli 2020, Onychomycosis: Pathogenesis, Diagnosis, and Management.
  7. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 4 Juli 2020, Fungus or Parasite or Both: A Diagnostic Challenge.

    register-docotr