Kamus Penyakit

Penyebab Wajah Tampak Melorot, Yuk Kenali Ciri-Ciri Penyakit Bell’s Palsy

August 9, 2020 | Arianti Khairina
feature image

Terjadinya kelumpuhan pada otot wajah dan menyebabkan salah satu sisi tampak melorot disebut penyakit bell’s palsy. Kondisi ini bisa muncul secara tiba-tiba, oleh karena itu yuk ketahui ciri-ciri bell’s palsy. 

Apa itu bell’s palsy? 

Dilansir dari Healthline, bell’s palsy adalah suatu kondisi yang menyebabkan kelemahan sementara atau kelumpuhan otot-otot di wajah. 

Kondisi ini bisa terjadi ketika saraf yang mengontrol otot-otot wajah meradang, bengkak, atau terkompresi.

Bell’s palsy menyebabkan satu sisi wajahmu terkulai atau menjadi kaku. Penyakit ini membuat kamu mengalami kesulitan seperti tersenyum atau menutup mata pada sisi yang sakit. 

Dalam beberapa kasus penyakit bell’s palsy bersifat sementara dan gejala yang muncul akan hilang setelah beberapa minggu.

Baik muda atau orang tua bisa terkena penyakit bell’s palsy, namun penyakit ini lebih sering terjadi pada orang berusia 16 hingga 60 tahun. 

Ciri-ciri bell’s palsy 

Seseorang yang terkena penyakit ini biasanya akan mengalami gejala yang dapat berkembang selama satu hingga dua minggu. 

Gejala-gejala tersebut biasanya akan timbul setelah kamu menderita pilek, infeksi telinga, atau infeksi mata. Pada umumnya gejala bell’s palsy akan muncul tiba-tiba, seperti ketika kamu bangun di pagi hari atau saat mencoba untuk makan dan minum.

Bell’s palsy ditandai dengan penampilan murung di satu sisi wajah dan ketidakmampuan untuk membuka atau menutup mata pada sisi yang terpengaruh. 

Namun perlu kamu ketahui bahwa dalam beberapa kasus, jarang terjadi bell’s palsy dapat memengaruhi kedua sisi wajah.

Ciri-ciri bell’s palsy yang lainnya seperti mengutip Healthline

  • Keluar air liur.
  • Kesulitan makan dan minum.
  • Ketidakmampuan untuk membuat ekspresi wajah, seperti tersenyum atau cemberut.
  • Otot berkedut di wajah.
  • Mata dan mulut kering.
  • Sakit kepala.
  • Sensitivitas terhadap suara.
  • Iritasi mata pada sisi yang terlibat.
  • Rasa sakit di sekitar rahang, bisa juga di dalam atau di belakang telinga pada bagian yang sakit.
  • Perubahan jumlah air mata dan air liur yang kamu hasilkan.

Hubungi dokter sesegera mungkin jika kamu mengalami gejala-gejala ini. Kamu tidak boleh mendiagnosis diri sendiri terkait penyakit bell’s palsy. 

Perlu kamu ketahui bahwa gejala-gejalanya dapat serupa dengan kondisi serius lainnya, seperti stroke atau tumor otak. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk periksa ke dokter agar mendapatkan diagnosis serta perawatan yang benar.

Risiko seseorang terkena bell’s palsy akan meningkat ketika mereka sedang dalam kondisi hamil, menderita diabetes, mengalami infeksi paru-paru, dan memiliki riwayat keluarga dengan penyakit tersebut.

Diagnosis bell’s palsy 

Sebagai langkah awal untuk mengetahui penyakit bell’s palsy, biasanya dokter terlebih dahulu melakukan pemeriksaan fisik untuk menentukan sejauh mana kelemahan otot-otot wajah.

Mereka juga akan menanyakan pertanyaan tentang gejala yang kamu alami, termasuk kapan gejala itu muncul atau ketika kamu pertama kali melihatnya.

Kemudian dokter akan menggunakan berbagai tes untuk membuat diagnosis bell’s palsy. Tes yang dilakukan seperti tes darah untuk memeriksa keberadaan infeksi bakteri atau virus. 

Ada kemungkinan juga dokter akan menggunakan MRI atau CT scan untuk memeriksa saraf di bagian wajah.

Baca juga: Sering Alami Kedutan pada Mata? Ini Penjelasan Medis

Komplikasi

Menurut penjelasan dari Mayo Clinic, kasus bell’s palsy yang ringan biasanya hilang dalam waktu satu bulan. Pemulihan dari kasus yang lebih parah akan banyak melibatkan kelumpuhan total secara bervariasi. Komplikasi tersebut dapat meliputi:

  • Kerusakan permanen pada saraf wajah
  • Pertumbuhan kembali serat saraf yang tidak normal. Hal ini dapat mengakibatkan kontraksi otot-otot tertentu secara tidak sadar ketika kamu mencoba tersenyum
  • Kebutaan sebagian atau seluruhnya pada mata yang tidak dapat ditutup karena kekeringan yang berlebihan dan goresan pelindung mata (kornea).

Ketika kamu mengalami gejala dari penyakit ini, tak ada salahnya untuk segera periksa ke dokter.

Walaupun pada beberapa kasus akan sembuh dengan sendirinya, tetapi jangan dianggap sepele karena dapat menyebabkan kompliasi jika tidak segera diobati.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar miom? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Mayoclinic.org (2020) diakses 5 Agustus 2020. Bell’s palsy
  2. Healthline.com (2019) diakses 5 Agustus 2020. Bell’s Palsy: What Causes It and How Is It Treated?
  3. Medicalnewstoday.com (2017) diakses 5 Agustus 2020. What are the causes of Bell’s palsy? 
    register-docotr