Kamus Penyakit

Selain Hiperaktif, Berikut Ciri-Ciri Autisme yang Paling Umum Terlihat!

July 17, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu
feature image

Ciri-ciri autisme dapat terlihat dari perilaku dan bisa berkembang menjadi gejala cukup berbahaya. Nah, autisme sendiri dapat menyebabkan seseorang untuk membentuk pola perilaku dan seringkali mengganggu interaksi sosial dengan orang lain.

Dokter biasanya mendiagnosis gangguan spektrum autisme atau ASD di masa kanak-kanak ketika gejala muncul sebelum usia 3 tahun. Untuk mengetahui ciri-ciri autisme lainnya, berikut penjelasan lengkapnya. 

Baca juga: Sering Tak Disadari, Kenali Gejala Penyakit Hepatitis A dan Cara Mencegahnya

Bagaimana ciri-ciri autisme secara umum?

Dilansir dari Mayo Clinic, gangguan spektrum autisme merupakan suatu kondisi yang berkaitan dengan perkembangan otak sehingga berdampak pada cara memandang dan bersosialisasi.

Istilah spektrum ini mengacu pada berbagai gejala dan tingkat keparahan. Gangguan ini dimulai pada anak usia dini dan pada akhirnya menyebabkan masalah secara sosial.

Meski tidak ada obat untuk gangguan spektrum autisme, perawatan dini yang intensif dapat membuat perbedaan besar dalam kehidupan. Nah, untuk lebih jelasnya berikut beberapa ciri-ciri autisme yang perlu diketahui.

Keterampilan sosial

Ciri-ciri autisme pada anak bisa terdeteksi dari keterampilan sosialnya. Seorang anak dengan gangguan spektrum autisme akan mengalami kesulitan berinteraksi dengan orang lain. Salah satu tanda yang paling umum adalah masalah dengan keterampilan sosial.

Penderitanya mungkin memiliki hubungan dekat, akan tetapi tidak tahu bagaimana caranya. Jika anak dalam spektrum, mungkin akan menunjukkan beberapa gejala sosial pada saat berusia 8 hingga 10 bulan.

Beberapa ciri-ciri autisme yang terlihat, antara lain tidak menanggapi ketika dipanggil, tidak tertarik untuk bermain serta berbicara, lebih suka menyendiri, menolak kontak fisik dan menghindari kontak mata.

Tak hanya itu, ketika marah juga penderita autisme tidak ingin untuk dihibur. Anak dengan gangguan spektrum autisme mungkin tidak mengulurkan tangannya untuk dibimbing ketika berjalan. 

Ciri-ciri autisme terlihat dari kemampuan berkomunikasinya

Sekitar 40 persen anak-anak dengan gangguan spektrum autisme tidak berbicara sama sekali, dan antara 25 persen dan 30 persen lainnya mengembangkan keterampilan bahasa selam bayi.

Keterampilan berkomunikasi ini dapat kehilangan kemampuannya dan beberapa di antaranya justru mulai berbicara kemudian hari.

Sebagian besar penderita autisme memiliki beberapa masalah dengan komunikasi, termasuk keterampilan bicara dan bahasa tertunda, suara datar, dan mengulang frasa yang sama. Tak jarang, beberapa penderita autisme juga tidak menanggapi ketika diajak berbicara. 

Jika sudah dewasa, tak jarang juga tidak mampu untuk tetap pada topik ketika berbicara atau menjawab pernyataan. Selain itu, ciri-ciri autisme yang terkait dengan komunikasi yakni penderitanya sulit diajak bercanda dan tidak mengakui sarkasme.

Pola perilaku

Anak-anak dengan gangguan spektrum autisme juga bertindak dengan cara yang tampak tidak biasa atau memiliki minat tidak khas. Beberapa pola perilaku yang menjadi ciri-ciri autisme antara lain perilaku berulang seperti mengepakkan tangan, mengayun, melompat, dan memutar-mutar. 

Penderitanya juga akan memiliki perilaku bergerak konstan atau mondar-mandir serta hiper. Tak hanya itu, sensitivitas ekstrem juga akan terjadi terhadap sentuhan, cahaya, dan suara.

Pola perilaku lain yang mungkin akan terlihat adalah kurang koordinasi, impulsif atau bertindak tanpa berpikir, dan agresif baik pada diri sendiri serta orang lain.

Ketika sudah beranjak dewasa, beberapa penderita dengan gangguan spektrum autisme bisa menjadi masalah lain. Namun, tak jarang penderitanya dapat menjalani kehidupan mendekati normal meski masih memiliki kesulitan dengan keterampilan bahasa.

Baca juga: Dibalik Ragam Manfaat Vitamin D, Bisakah Menurunkan Risiko Infeksi dan Mencegah COVID-19?

Pengobatan tepat terhadap anak yang menunjukkan ciri-ciri autisme

Tidak ada perawatan tepat untuk penderita autisme karena setiap orang dengan kondisi tersebut memiliki perbedaan. Namun, terapi dan strategi tersedia untuk mengelola masalah kesehatan satu ini.

Terapi ini juga bertujuan untuk mengatasi masalah lain, termasuk epilepsi, depresi, gangguan obsesif-kompulsif atau OCD, dan gangguan tidur. Dokter akan meresepkan obat untuk anak autis atau orang dewasa yang bertujuan mengatasi kejang, depresi, dan gangguan tidur.

Penyebab autisme belum diketahui dengan pasti, namun peluang paling besar adalah berasal dari gen. Karena itu, perlu tindak pencegahan agar tidak melahirkan anak dengan gangguan ini, seperti:

  • Hidup sehat. Lakukan pemeriksaan rutin, konsumsi makanan seimbang, dan olahraga teratur. Pastikan juga untuk melakukan perawatan prenatal dengan baik dan minum vitamin serta suplemen yang direkomendasikan dokter.
  • Tidak minum obat selama kehamilan. Tanyakan pada dokter sebelum mengonsumsi obat jenis apapun. Hal ini juga berlaku jika kamu ingin mengonsumsi beberapa obat anti-kejang.
  • Dapatkan vaksinasi. Pencegahan autisme pada anak bisa dicegah dengan rutin melakukan vaksin campak Jerman atau rubella sebelum hamil. Hal ini dapat mencegah autisme yang berkaitan dengan rubella.

Segera beritahu dokter jika anak mengalami beberapa ciri-ciri autisme seperti yang sudah dijelaskan di atas. Biasanya, dokter akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum kemudian memberikan pengobatan tepat untuk mengatasi masalah tersebut.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Mayo Clinic (2o18), diakses 13 Juli 2020. Autism spectrum disorder
  2. Medical News Today (2018), diakses 13 Juli 2020. What to know about autism
  3. Webmd (2018), diakses 13 Juli 2020. How Do Doctors Diagnose Autism?
    register-docotr