Kamus Penyakit

Kenali Ciri-Ciri Asam Urat serta Cara Pengobatannya

May 12, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Asam urat diakibatkan karena peradangan pada sendi yang umumnya menyebabkan rasa nyeri hebat, pembengkakan, hingga kekakuan pada persendian. Kenali ciri-ciri asam urat agar kamu bisa melakukan penanganan yang tepat.

Serangan asam urat dapat datang dengan cepat dan terus kembali dari waktu ke waktu secara perlahan hingga merusak jaringan di area peradangan. Faktor risiko yang bisa meningkatan asam urat terjadi adalah hipertensi, kardiovaskular, dan kelebihan berat badan atau obesitas.

Baca juga: Fakta Serta Manfaat Daun Kumis Kucing Bagi Kesehatan

Ciri-ciri asam urat secara umum

Asam urat sering muncul dengan gejala yang tiba-tiba tanpa peringatan dan sering terjadi di tengah malam. Gejala utamanya adalah nyeri sendi hebat yang bisa menyebabkan rasa tidak nyaman, peradangan, hingga kemerahan.

Beberapa orang memiliki banyak asam urat di dalam darah, namun tidak menunjukkan gejala yang jelas. Asam urat sering memengaruhi sendi besar jempol kaki, namun juga bisa terjadi di pergelangan kaki, lutut, siku, pergelangan tangan, dan jari-jari. 

Gejala asam urat akut datang dengan cepat dari penumpukan kristal di sendi yang berlangsung selama 3 hingga 10 hari. Jika penyakit tidak segera diobati, maka bisa berlanjut ke tahap kronis.

Pada tahap kronis, benjolan keras akan berkembang di persendian, kulit, serta jaringan lunak yang mengelilinginya. 

Penyebab utama asam urat

Selain penumpukan kristal, asam urat juga bisa terjadi karena kondisi tertentu. Beberapa kondisi yang dimaksud, seperti gangguan metabolisme atau dehidrasi, masalah ginjal atau tiroid, serta kelainan bawaan. Faktor risiko seseorang bisa terkena asam urat dengan mudah, seperti:

Usia dan jenis kelamin

Secara umum, pria menghasilkan lebih banyak asam urat daripada wanita. Nah, biasanya penyakit asam urat pada wanita sering kali terjadi ketika setelah menopause. 

Genetika

Seorang penderita asam urat memiliki kemungkinan besar terjadi akibat faktor genetik atau riwayat keluarga. Jika salah satu keluarga ada yang menderita asam urat, maka ada kemungkinan kamu bisa terkena  penyakit ini juga.

Pilihan gaya hidup pengaruhi munculnya ciri-ciri asam urat

Gaya hidup yang buruk juga bisa menjadi faktor penyebab asam urat. Beberapa gaya hidup buruk yang dimaksud adalah sering mengonsumsi alkohol karena dapat mengganggu penurunan asam urat dan diet tinggi purin karena bisa meningkatkan asam urat.

Kelebihan berat badan

Obesitas atau kelebihan berat badan bisa meningkatkan risiko asam urat karena ada lebih banyak pergantian jaringan tubuh. Tingkat lemak tubuh yang tinggi juga dapat meningkatkan peradangan sistemik karena sel-sel lemak menghasilkan sitokin pro-inflamasi.

Faktor penyebab lain yang bisa menyebabkan seseorang menderita asam urat, yakni masalah pada ginjal, tekanan darah tinggi, hingga diabetes. 

Baca juga: Penyebaran Infeksi Leptospirosis dan Cara Pencegahannya

Komplikasi serta pencegahan terhadap ciri-ciri asam urat

Dalam beberapa kasus, asam urat dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Bahaya atau komplikasi berbahaya yang diakibatkan karena tidak melakukan pengobatan terhadap ciri-ciri asam urat, antara lain batu ginjal dan asam urat berulang.

  • Batu ginjal terjadi jika kristal urat berkumpul di saluran kemih hingga menjadi batu.
  • Sementara asam urat berulang biasanya dialami oleh beberapa orang hingga menyebabkan kerusakan pada sendi serta jaringan di sekitarnya. 

Untuk mencegah asam urat ada berbagai cara, mulai dari mengatur pola hidup menjadi lebih sehat hingga mencoba melindungi diri dari faktor risiko. Tindak pencegahan lainnya yang bisa dilakukan, seperti:

  • Pertahankan asupan cairan yang tinggi sekitar 2 hingga 4 liter setiap harinya.
  • Hindari konsumsi minuman dengan kandungan alkohol.
  • Jaga berat badan agar tetap ideal dan kondisi tubuh lebih sehat.
  • Lakukan diet seimbang karena dapat membantu mengurangi gejala.

Pencegahan juga bisa dilakukan dengan mengurangi makanan yang tinggi purin untuk memastikan bahwa kadar asam urat dalam darah tidak terlalu tinggi. Makanan tinggi purin yang harus diwaspadai, berupa teri, asparagus, ginjal sapi, otak, kacang-kacangan, ikan kembung, jamur, serta kerang.

Biasanya, dokter akan mendiagnosis penyakit berdasarkan riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, serta gejala yang dirasakan penderita. Dokter juga perlu melakukan beberapa pemeriksaan atau tes, pengambilan sampel darah, serta meminta pasien  menjalani rontgen sendi.

Perawatan yang direkomendasikan dokter tergantung pada stadium dan tingkat keparahan asam urat.

  • Obat-obatan yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit akibat asam urat meliputi: obat antiinflamasi non steroid atau NSAID, seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen.
  • Obat-obatan yang dapat mencegah serangan asam urat, yakni xanthine oksidase inhibitor, seperti allopurinol dan febuxostat.
  • Obat-obatan ini bekerja dengan dua cara, yaitu menghilangkan rasa sakit serta menurunkan peradangan atau mencegah serangan asam urat dengan menurunkan kadarnya dalam tubuh.

Apabila berbagai cara sudah dilakukan namun ciri-ciri asam urat masih sering terjadi, segera konsultasikan bersama dokter. Perawatan yang tepat bersama dokter tak hanya bisa mencegah penyakit terjadi, tapi juga menghindari komplikasi penyakit lebih lanjut.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline (2019), diakses 11 Mei 2020. Everything You Need to Know About Gout
  2. Medical News Today (2017), diakses 11 Mei 2020. Everything you need to know about gout
    register-docotr