Kamus Penyakit

Bikin Susah Makan,Yuk Cari Tahu Penyebab Sariawan dan Cara Mencegahnya

September 19, 2020 | Husni Efendi | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Kamu mengalami sariawan, yang mengganggu saat mengunyah makanan atau berbicara? Cek di sini mengenai penyebab, gejala dan pencegahan sariawan.

Apa itu sariawan?

Sariwan atau disebut juga luka aphthous adalah luka atau iritasi kecil dan dangkal, yang berkembang pada jaringan lunak di mulut atau di dasar gusi.

Sariawan adalah permasalahan di area mulut yang cukup sering dialami banyak orang dan kerap muncul di area lidah, bibir, bahkan gusi.

Sariawan sesungguhnya tidak menular, namun keberadaannya bisa terasa sakit, perih dan sangat mengganggu, saat mengunyah makanan atau berbicara.

Baca Juga: 10 Makanan untuk Imunitas Tubuh, Bantu Lawan COVID-19

Penyebab sariawan

Penyebab sariawan
Penyebab sariawan. Sumber Foto: sonnykimdmd.com

Sejumlah studi menemukan bahwa kombinasi beberapa faktor berikut ini berkontribusi terhadap terjadinya sariawan, di antaranya adalah:

  • Cidera kecil pada mulut, karena faktor gigi yang menyebabkan insiden di mulut (tergigit), atau menyikat gigi terlalu sering
  • Pasta gigi dan obat kumur yang mengandung sodium lauryl sulfate juga dicurigai bisa menyebabkan sariawan
  • Sensitivitas makanan, terutama terhadap cokelat, kopi, stroberi, telur, kacang-kacangan, keju, dan makanan pedas atau asam
  • Program diet yang dalam menunya kekurangan vitamin B-12, folat (asam folat) atau zat besi
  • Respons alergi terhadap bakteri tertentu di mulut
  • Helicobacter pylori, bakteri yang sama yang menyebabkan nyeri lambung
  • Pergeseran hormon selama menstruasi
  • Stres.

Sariawan juga dapat terjadi karena kondisi dan penyakit tertentu, seperti:

  • Penyakit seliaka, yakni gangguan usus serius yang disebabkan oleh sensitivitas terhadap gluten
  • Penyakit radang usus, seperti penyakit crohn dan kolitis ulserativa
  • Penyakit behcet, yakni kelainan langka yang menyebabkan peradangan di seluruh tubuh, termasuk mulut
  • HIV / AIDS, yang menekan sistem kekebalan tubuh.

Bakteri penyebab sariawan

Salah satu faktor yang bisa menjadi penyebab sariawan adalah adanya infeksi bakteri. Terutama untuk sariawan di gusi.

Helicobacter pylori adalah jenis bakteri yang kerap jadi penyebab sariawan. Sebenarnya bakteri ini kerap sebabkan infeksi tukak lambung.

Namun ia kerap terbawa hingga mulut dan sebabkan infeksi serta peradangan sehingga menyebabkan timbulnya sariawan di gusi.

Gejala sariawan

Terdapat beberapa gejala sariawan yang biasanya terjadi, di antaranya:

  • Luka kecil berbentuk oval putih atau kuning di mulut
  • Daerah merah yang menyakitkan di mulut
  • Sensasi kesemutan di mulut

Dalam beberapa kasus, gejala lain mungkin juga hadir, termasuk:

  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Demam
  • Tidak enak badan

Gejala sariawan berdasarkan jenisnya

Ciri-ciri sariawan bergantung juga dengan jenis sariawannya. Jenis-jenis sariawan di antaranya adalah sariawan minor, sariawan mayor, dan herpetiformis.

Ciri-ciri sariawan minor:

  • Biasanya bentuk sariawannya kecil
  • Berbentuk oval dengan tepi merah
  • Sembuh tanpa bekas luka dalam satu hingga dua minggu

Ciri-ciri sariawan mayor di antaranya:

  • Lebih besar dan lebih dalam dari sariawan minor
  • Biasanya berbentuk bulat dengan batas yang ditentukan, tetapi mungkin memiliki tepi yang tidak teratur ketika berukuran sangat besar
  • Bisa sangat menyakitkan
  • Dapat memakan waktu hingga enam minggu untuk sembuh dan dapat meninggalkan jaringan parut yang luas

Ciri-ciri sariawan herpetiformis:

  • Lukanya tidak lebih besar dari diameter seperdelapan inci (3 mm)
  • Kerap terjadi dalam cluster 10 sampai 100 luka sariawan, meski dapat juga bergabung menjadi satu luka besar
  • Memiliki tepi yang tidak beraturan
  • Sembuh tanpa bekas luka dalam satu hingga dua minggu

Sariawan pada bayi

Bayi yang usianya masih sangat mudah rentan terkena infeksi sariawan. Walaupun itu hanya infeksi ringan, sariawan bisa menjadi tidak nyaman atau bahkan menyakitkan untuk bayi.

Penyebab sariawan pada bayi

Para ahli tidak tahu apa penyebab pastinya. Tetapi banyak faktor yang diduga berperan dengan perkembangan sariawan di bayi. Di antaranya:

  • Sistem kekebalan yang lemah
  • Alergi terhadap makanan, seperti kopi, coklat, keju, kacang-kacangan, dan buah jeruk
  • Virus dan bakteri
  • Cedera mulut
  • Nutrisi buruk
  • Obat-obatan tertentu

Mengatasi sariawan pada bayi

Kebanyakan sariawan akan sembuh dengan sendirinya. Ini biasanya membutuhkan waktu satu atau dua minggu.

Kamu dapat memberikan obat pereda nyeri pada anak seperti parasetamol anak jika sedang kesakitan. Konsultasi dulu dengan dokter jika ingin memberikan obat ke bayi.

Jika sariawan terus kembali, coba konsultasi dengan dokter. Dokter mungkin akan mengirim anak untuk tes darah. Ini untuk melihat apakah ada penyebab yang mendasari (seperti rendahnya vitamin atau zat besi tertentu, atau penyakit celiac).

Penyebab sariawan terus menerus

Sariawan terus menerus disebut dengan recurrent aphthous stomatitis atau RAS. Penyebab pasti sariawan terus menerus tidak diketahui secara pasti, tetapi kemungkinan ada faktor imunologi yang terlibat.

Ada beberapa faktor yang mendasari atau pemicu yang meliputi anemia, defisiensi vitamin, stres dan trauma, gigi tajam, kawat gigi / tambalan gigi atau sikat gigi. 

Beberapa orang yang berhenti merokok mengalami sariawan berulang dan alasannya tidak jelas. Kadang-kadang, RAS jadi bagian dari gejala penyakit yang mempengaruhi bagian tubuh lain seperti penyakit Behçet.

Kapan perlu menemui dokter

Biasanya sariawan bisa hilang dengan sendirinya dalam satu atau dua minggu, namun kamu perlu segera memeriksakan ke dokter, jika kamu memiliki sariawan yang  besar atau sariawan yang tidak kunjung sembuh.

Kamu perlu segera berkonsultasi dengan dokter, jika kamu mengalami hal berikut:

  • Sariawan dengan bentuk luka yang besar
  • Luka sariawan yang berulang, dengan yang baru muncul dan berkembang sebelum yang lama sembuh, atau sering pecah
  • Luka sariawan yang membandel, berlangsung dua minggu atau lebih
  • Luka sariawan yang memanjang ke bibir (vermilion border)
  • Rasa sakit yang tidak bisa kamu kendalikan dengan tindakan perawatan sendiri
  • Sulit makan atau minum
  • Sariawan yang disertai dengan demam tinggi.

Cara mencegah sariawan

Sariawan sering kambuh kembali, tetapi kamu dapat melakukan pencegahan dan mengurangi frekuensi kemunculannya, dengan mengikuti beberapa hal berikut ini:

1. Perhatikan apa yang kamu makan

Usahakan untuk menghindari makanan yang mengiritasi mulut, di antaranya kacang, keripik, makanan dengan bahan rempah-rempah tertentu, makanan asin, hingga buah-buahan rasa asam, seperti nanas, dan jeruk Bali. Hindari makanan apapun yang membuat kamu sensitif atau alergi.

2. Pilih makanan sehat

Untuk membantu mencegah kekurangan gizi, coba makan lebih banyak buah-buahan dan sayuran.

3. Lakukan kebiasaan menjaga kebersihan pada mulut

Menyikat gigi secara teratur setelah makan dan membersihkan gigi sekali sehari, dapat menjaga mulut kamu bersih dan bebas dari makanan yang bisa memicu sakit.

Gunakan sikat dengan ujung sikat yang lembut. untuk membantu mencegah iritasi pada jaringan mulut.

Hindari pasta gigi dan larutan kumur yang mengandung natrium lauril sulfat.

4. Lindungi mulut dan gigi

Jika kamu memakai kawat gigi atau peralatan gigi lainnya, tanyakan kepada dokter gigi  tentang wax ortodontik untuk menutupi ujung yang tajam.

5. Kurangi stres

Jika sariawan yang kamu alami ada kaitannya dengan stres, pelajari dan gunakan teknik pengurangan stres, seperti meditasi.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

mayoclinic.com, diakses 21 Mei 2020 – Canker sore

webmd.com, diakses 21 Mei 2020 – Canker Sore (Aphthous Ulcer)

medicinenet.com, diakses 21 Mei 2020 – Canker Sores (Causes, Home Remedies, Treatment, and Prevention)

NHS. Diakses pada 18 September 2020. Recurrent Aphthous Stomatitis

What to expect. Diakses pada 18 September 2020. What Is Thrush in Babies?

HSE.ie. Diakses pada 18 September 2020. Mouth ulcers in babies and children

 

    register-docotr