Kamus Penyakit

Berbagai Penyakit pada Prostat Pria yang Perlu Diketahui

August 1, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu
feature image

Berbagai penyakit pada prostat bisa terjadi dan jika ditangani akan mengakibatkan masalah serius, lho! Ya, kelenjar prostat merupakan organ dari sistem reproduksi pria yang memiliki peran penting.

Karena itu, penting bagi pria untuk melakukan skrining kanker prostat dengan dokter sebagai bagian dari pemeriksaan fisik tahunan. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut yuk simak penjelasan berbagai penyakit pada prostat. 

Baca juga: Kondisi Kulit Kering dan Gatal? Yuk, Simak Beberapa Penyebab Dermatitis

Berbagai penyakit pada prostat yang perlu diketahui

Tabung tipis yang memungkinkan urin dan air mani keluar dari penis atau uretra melalui kelenjar prostat. Cairan alkali yang diproduksi oleh kelenjar prostat dapat membantu menyehatkan sperma dan meninggalkan uretra sebagai ejakulasi atau semen.

Kelenjar prostat biasanya seukuran kenari dan bisa tumbuh lebih besar seiring bertambahnya usia.

Pembesaran kelenjar prostat dapat menyebabkan munculnya gejala, seperti nyeri saat buang air kecil, rasa sakit pada punggung bawah, ketidakmampuan untuk berkemih, dan ejakulasi menyakitkan.

Sekitar 25 persen pria berusia 55 tahun keatas memiliki gangguan prostat dan akan meningkat hingga 50 persen pada usia 70 tahun. Nah, berbagai penyakit pada prostat antara lain sebagai berikut:

Peradangan pada prostat atau prostatitis

Prostatitis merupakan peradangan pada prostat yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Pria dari berbagai kalangan usia bisa menderita penyakit prostatitis dan dapat membesar atau tidak. Namun, biasanya lebih umum terjadi pada pria yang berusia antara 30 dan 50 tahun.

Dilansir dari Webmd, gejala prostatitis meliputi kesulitan buang air kecil, sering berkemih terutama malam hari, nyeri atau terbakar ketika buang air kecil, dan menggigil hingga demam. Terdapat jenis utama prostatitis yang perlu diketahui, yakni:

Prostatitis bakteri

Prostatitis bakteri ini merupakan jenis infeksi bakteri akut atau kronis. Dalam beberapa kasus, penyebab prostatitis jenis ini belum diketahui. Prostatitis bakteri akan merespon dengan baik terhadap obat antibiotik yang dapat masuk ke prostat.

Prostatitis non bakteri

Prostatitis non bakteri yang dikenal sebagai sindrom nyeri panggul kronis atau CPPS. Nah, prostatitis jenis ini merupakan bentuk yang paling umum dan lebih sulit untuk ditangani. Gejalanya sangat bervariasi dan tidak ada tes tunggal untuk mendiagnosisnya.

Kemungkinan penyebab CPPS, meliputi infeksi bakteri prostatitis masa lalu, iritasi bahan kimia, masalah dengan otot-otot dasar panggul, dan masalah kecemasan kronis.

Hiperplasia prostatik jinak atau BPH

Hiperplasia prostat jinak atau BPH adalah pembesaran kelenjar prostat yang bukan kanker. Hal ini sangat umum terjadi, namun jarang menyebabkan gejala sebelum usia 40 tahun. BPH tidak akan mengancam jiwa tetapi dapat memengaruhi kualitas hidup.

Pembesaran kelenjar prostat yang mengelilingi bagian atas uretra menyebabkan uretra menyempit dan memberi tekanan pada pangkal kandung kemih.

Hal ini bisa mengakibatkan retensi urin akut yang sangat menyakitkan dan akan hilang dengan memasukkan tabung tipis atau kateter untuk melepaskan urin.

Retensi kronis atau berkelanjutan jarang sekali terjadi, namun jika dibiarkan maka dapat menyebabkan akumulasi urin berbahaya. Suatu bentuk retensi urin kronis dikaitkan dengan tekanan kandung kemih yang tinggi sehingga dapat merusak fungsi ginjal.

Kanker prostat

Kanker prostat biasanya menyerang pria yang berada di atas usia 50 tahun. Penyebab penyakit masih belum bisa diketahui, meskipun usia lanjut dan riwayat keluarga berkontribusi besar dalam masalah ini. 

Pada tahap awal, sel-sel kanker terbatas pada kelenjar prostat. Jika jenis kanker prostat lebih agresif, maka sel-sel kanker akan memasuki sistem vaskular dan limfatik sejak dini dan menyebar ke bagian lain dari tubuh dimana tumor sekunder terutama di tulang bisa berkembang.

Seorang pria yang mengalami kanker prostat bisa ditandai dengan beberapa gejala. Gejala yang umum, sering buang air kecil terutama pada malam hari, sulit memulai untuk berkemih, aliran urin lemah atau terganggu, terdapat darah dalam urin, dan sakit saat ejakulasi. 

Baca juga: Awas! Sakit Kepala dan Mual Bisa Menjadi Pertanda Penyakit Berbahaya

Bagaimana melindungi diri dari berbagai penyakit pada prostat?

Jika mengalami gejala penyakit prostat, maka pemeriksaan bersama dokter ahli harus segera dilakukan. Untuk mengetahui diagnosis penyakit, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan dengan menanyakan riwayat kesehatan dan masalah medis masa lalu.

Selama pemeriksaan, dokter akan memasukkan jari bersarung ke dalam dubur untuk merasakan prostat daerah keras atau menggumpal. Dokter mungkin juga melakukan tes darah guna memeriksa level prostate-specific antigen atau PSA. 

Apabila tes menunjukkan bahwa ada kanker pada prostat, maka dokter perlu mengonfirmasi hal ini dengan biopsi. Dokter akan mengambil potongan kecil dari prostat untuk mencari sel kanker atau melakukan pemeriksaan lainnya. 

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. Webmd (2019), diakses 28 Juli 2020. Types of Prostate Disease
  2. Betterhealth (2018), diakses 28 Juli 2020. Prostate disease
  3. Medicinenet (2019), diakses 28 Juli 2020. Prostate Problems
    register-docotr