Kamus Penyakit

Wajib Tahu! Kenali Gejala-gejala Meningitis Berdasarkan Penyebabnya

June 27, 2020 | Anisya Fitrianti
feature image

Gejala meningitis seringkali menyerang secara tiba-tiba. Penyakit ini dapat dialami siapa saja, tetapi banyak terjadi pada bayi, anak-anak, remaja, dan dewasa muda. 

Perlu diketahui bahwa gejala dan tanda meningitis bisa berbeda-beda bergantung dari faktor penyebabnya. Yuk pahami lebih lanjut dalam ulasan berikut ini!

Apa itu meningitis?

Meningitis adalah peradangan pada meninges, yakni membran yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang. Meningitis dapat terjadi ketika cairan di sekitar meninges terinfeksi.

Jika tidak segera ditangani dengan cepat, penyakit meningitis dapat menjadi sangat serius. 

Jenis-jenis meningitis

Infeksi virus dan bakteri adalah penyebab paling umum dari meningitis. Ada beberapa bentuk lain dari meningitis. Contohnya cryptococcal yang disebabkan oleh infeksi jamur, dan karsinomatosa yang berhubungan dengan kanker. Namun, jenis-jenis ini kurang umum.

  • Meningitis virus. Meningitis virus adalah jenis meningitis yang paling umum. 85 persen kasus meningitis virus disebabkan oleh virus dalam kategori Enterovirus, yakni coxsackievirus A, coxsackievirus B, dan echovirus.
  • Meningitis bakteri. Meningitis jenis ini menular dan disebabkan oleh infeksi dari bakteri tertentu. Meningitis bakteri bisa jadi fatal jika tidak ditangani dan memerlukan perawatan yang tepat.
  • Meningitis jamur. Meningitis jamur adalah jenis meningitis yang langka yang disebabkan oleh jamur yang menginfeksi tubuh dan kemudian menyebar dari aliran darah ke otak atau sumsum tulang belakang.
  • Meningitis parasit. Meningitis parasit lebih jarang terjadi daripada meningitis virus atau bakteri, dan disebabkan oleh parasit yang ditemukan di tanah, tinja, dan pada beberapa hewan dan makanan, seperti siput, ikan mentah, atau unggas.
  • Meningitis non-infeksi. Meningitis yang satu ini adalah jenis meningitis yang disebabkan oleh kondisi atau perawatan medis lainnya, seperti lupus, cedera kepala, operasi otak, kanker, obat-obatan tertentu.

Baca juga: Paling Banyak Diidap Anak-Anak, Seberapa Bahayanya Meningitis?

Gejala meningitis

Gejala meningitis virus dan bakteri dapat serupa pada awalnya. Namun, pada meningitis bakteri biasanya lebih parah. Gejalanya juga bervariasi tergantung pada usia.

Gejala meningitis virus

Meningitis virus pada bayi dapat menimbulkan beberapa gejala, di antaranya:

  • Nafsu makan menurun
  • Sifat rewel atau lekas marah
  • Sering mengantuk
  • Lesu
  • Demam

Sedangkan pada orang dewasa, gejala meningitis virus dapat ditandai dengan:

  •  Sakit kepala
  •  Demam
  •  Leher kaku
  •  Kejang
  •  Sensitivitas terhadap cahaya terang
  •  Sering mengantuk
  •  Lemah dan lesu
  •  Mual dan muntah
  •  Nafsu makan menurun

Gejala meningitis bakteri

Gejala meningitis bakteri dapat berkembang secara tiba-tiba. Gejala ini meliputi:

  • Perubahan status mental atau gangguan kesadaran
  • Mual
  • Muntah
  • Sensitivitas terhadap cahaya
  • Sifat lekas marah
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Panas dingin
  • Leher kaku
  • Area kulit berwarna ungu yang menyerupai memar
  • Sering mengantuk
  • Lemah atau lesu

Gejala meningitis jamur

Gejala meningitis jamur dapat meliputi beberapa hal seperti:

  • Mual
  • Muntah
  • Sensitivitas terhadap cahaya
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Kebingungan atau disorientasi

Setiap jenis meningitis memiliki beberapa gejala yang berbeda. Di samping itu, gejala penyakit ini dapat muncul secara tidak berurutan. Beberapa bahkan mungkin tidak muncul sama sekali. 

Jika kamu mengkhawatirkan kondisi diri sendiri atau orang terdekatmu. segeralah hubungi dokter.

Gejala khas meningitis bakteri: muncul ruam

gejala meningitis
Ruam meningitis tidak pudar bila ditekan dengan gelas. (Foto: nhs.uk)

Salah satu gejala terakhir bahwa salah satu bakteri penyebab meningitis, Neisseria meningitidis, ada dalam aliran darah adalah munculnya ruam di kulit. Bakteri dari infeksi meningitis meningokokus berkembang biak dalam darah dan sel target di sekitar kapiler.

Kerusakan sel-sel ini menyebabkan kerusakan kapiler dan kebocoran darah ringan. Hal ini menyebabkan munculnya ruam merah muda, merah, atau ungu samar. Bintik-bintik itu mungkin menyerupai batu kecil dan sering disalahartikan sebagai memar.

Ruam biasanya berukuran kecil, seperti ditusuk peniti sebelum menyebar dengan cepat dan berubah menjadi bercak merah atau ungu. Ruam tidak pudar jika ditekan dengan gelas bening dengan kuat pada kulit.

Jika ruam tidak memudar saat ditekan oleh gelas, bisa jadi itu tanda sepsis, atau terkadang disebut septikemia atau keracunan darah, dan saat hal tersebut terjadi, sebaiknya kamu segera menghubungi dokter.

Ruam bisa lebih sulit terlihat pada kulit yang gelap. Periksa area pucat seperti telapak tangan, telapak kaki, atap mulut, perut, bagian putih pada mata, atau bagian dalam kelopak mata.

Secara keseluruhan, diperkirakan 1 dari setiap 10 kasus meningitis bakterial berakibat fatal. Untuk itu, jangan ragu konsultasikan kondisi kesehatan pada dirimu atau orang terdekatmu saat mereka menunjukkan gejala meningitis.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
    register-docotr