Kamus Penyakit

Benjolan di Payudara Tak Selalu Kanker, Ini Ulasan Lengkapnya

June 4, 2020 | Fitri Chaeroni | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Munculnya benjolan di payudara dan juga ketiak selalu dikaitkan dengan tanda kanker payudara. Padahal, kondisi ini bisa saja disebabkan oleh penyakit lain.

Selain itu, meski lebih umum terjadi pada perempuan, benjolan juga bisa muncul di kaum pria lho. Lalu, apa sih sebenarnya penyebab benjolan di payudara ini?

Bagaimana membedakan benjolan yang berbahaya dan yang tidak? Seperti apa benjolan yang menandakan penyakit kanker? Langsung saja simak ulasan berikut ini.

Baca juga: Jangan Sampai Tertukar, Yuk Pahami Perbedaan Tumor dan Kanker!

Mengenal benjolan di payudara

Benjolan di payudara adalah pertumbuhan jaringan yang berkembang di bagian payudara. Sebagian besar benjolan payudara tidaklah berbahaya, tetapi butuh pemeriksaan medis untuk memastikannya.

Benjolan payudara ini bisa muncul pada laki-laki maupun perempuan di usia berapa pun. Hormon memegang peranan penting dalam tumbuhnya jaringan pada payudara.

Perubahan hormon bisa menyebabkan berkembangnya benjolan payudara, dan dalam beberapa kasus benjolan tersebut bisa hilang dengan sendirinya.

Remaja putri yang belum puber biasanya merasakan adanya benjolan lunak di payudara mereka, dan akan hilang saat puber. Begitu pula dengan remaja putra saat puber, mereka kerap rasakan adanya benjolan dan biasanya akan hilang dalam beberapa bulan.

Gejala munculnya benjolan

Jaringan payudara umumnya terasa seperti menggumpal dan akan terasa lembut saat mendekati periode menstruasi. 

Jika terjadi adanya gangguan atau penyakit tertentu, biasanya kamu akan bisa merasakan perubahan pada payudara yang bisa ditandai dengan:

  • Munculnya benjolan yang terasa bulat, lunak, dan kencang.
  • Benjolan tersebut bisa bergerak dengan mudah di bawah permukaan kulit.
  • Bentuk benjolan keras dan tidak beraturan.
  • Kulit memerah atau berlesung seperti kulit jeruk.
  • Perubahan ukuran atau bentuk payudara.
  • Keluarnya cairan dari puting payudara.

Penyebab benjolan di payudara

Selain tanda kanker, ada banyak kemungkinan yang bisa menyebabkan berkembangnya benjolan payudara. Berikut beberapa di antaranya:

  • Kista payudara yang lunak dan berisi cairan.
  • Kista susu yang terkait dengan kantung susu yang ada pada masa menyusui.
  • Payudara fibrokistik, yakni kondisi jaringan payudara yang teksturnya terasa kental dan kadang terasa sakit.
  • Fibroadenoma, yakni benjolan non-kanker yang mudah bergerak di dalam jaringan kanker dan bisa menjadi kanker.
  • Hamartoma atau pertumbuhan tumor jinak pada payudara.
  • Papilloma intraductal, yakni tumor kecil non-kanker yang tumbuh di saluran susu.
  • Lipoma, yakni kondisi munculnya benjolan lemak yang tumbuh dengan lambat dan tidak bersifat kanker.
  • Mastitis atau infeksi payudara.
  • Cedera atau trauma pada payudara.
  • Kanker payudara.

Jenis benjolan di payudara

Dilansir dari Stony Brook Cancer Center, sebenarnya tidak semua benjolan di payudara adalah kanker. Bisa saja benjolan tersebut merupakan tanda dari penyakit lain.

Berikut beberapa jenis benjolan payudara yang harus kamu tahu:

Benign atau benjolan non-kanker

Benign. Sumber Foto : https://cancer.stonybrookmedicine.edu/

Meski setiap benjolan yang muncul dan terbentuk dari sel-sel tubuh secara teknis bisa disebut sebagai tumor, tidak semua tumor bersifat ganas dan berubah menjadi kanker.

Berdasarkan laporan biopsi dari Carol M. Baldwin Breast Care Center, 80 persen benjolan payudara bersifat benign (non-kanker) yang tidak berbahaya.

Berikut beberapa kondisi medis non-kanker yang bisa menimbulkan benjolan di payudara:

1. Perubahan fibrokistik

benjolan di payudara
Fibrokistik. Sumber Foto : https://cancer.stonybrookmedicine.edu/

Fibrokistik sendiri bukanlah penyakit, kondisi munculnya benjolan jinak non-kanker yang terjadi pada 50-60 persen wanita. Perubahan fibrokistik adalah respons berlebihan jaringan payudara terhadap perubahan hormon ovarium.

Perubahan hormon bisa menyebabkan serat jaringan payudara, kelenjar susu, dan saluran bereaksi berlebihan sehingga muncul lah benjolan. Bentuknya berupa kista kecil yang kental dan terasa seperti kantong yang berisi cairan. 

Ukuran dan tekstur benjolan jenis ini biasanya meningkat sebelum haid dan menurun setelah periode berakhir. Pendapat medis masih terbagi atas apakah penyakit fibrokistik meningkatkan risiko kanker payudara.

Perubahan fibrokistik adalah kondisi gangguan payudara non-kanker yang paling umum terjadi. Kondisi ini sering terjadi pada wanita usia antara 20 hingga 50 tahun.

2. Fibroadenoma

benjolan di payudara
Fibroadenoma. Sumber Foto : https://cancer.stonybrookmedicine.edu/

Kondisi ini sangat umum terjadi pada perempuan berusia 20 hingga 30 tahun. Fibroadenoma merupakan kondisi munculnya tumor jinak berupa benjolan padat dari jaringan fibrosa dan kelenjar.

Jika disentuh, benjolan ini akan terasa bulat, keras, dan bisa mudah digerakkan di bawah permukaan kulit. Untuk menghilangkan benjolan ini bisa dilakukan dengan prosedur operasi.

3. Papiloma intraduktus

Papiloma. Sumber Foto : https://cancer.stonybrookmedicine.edu/

Papiloma intraductal adalah pertumbuhan benjolan mirip kutil yang berkembang di saluran payudara. Benjolan ini biasanya muncul di bawah puting.

Selain itu, kondisi ini juga bisa mengakibatkan munculnya cairan dari puting baik berupa cairan bening bahkan darah.

Kondisi ini lebih sering terjadi pada perempuan yang masih mengalami periode menstruasi. Untuk menghilangkannya diperlukan prosedur operasi.

Tumor maligna

Jika pada tipe benign benjolan tidak bersifat kanker, maka tumor maligna kebalikannya. Benjolan tumor maligna jika tak segera diatasi akan terus tumbuh, menyerang, dan menghancurkan jaringan di dekatnya.

Bila tidak diperiksa, mereka akan menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya. Kemudian, dengan proses yang disebut metastasis, sel-sel kanker akan melepaskan diri dari tumor dan menyebar melalui sistem getah bening dan aliran darah, ke seluruh tubuh.

Benjolan ganas seperti ini sekitar 50 persen muncul di kuadran luar atas payudara, lalu memanjang ke ketiak, di mana jaringan lebih tebal daripada di tempat lain. Berikut tahapan benjolan payudara yang bisa berubah menjadi kanker.

1. Kanker payudara stadium awal

benjolan di payudara
Kanker payudara dini. Sumber Foto : https://cancer.stonybrookmedicine.edu/

Benjolan tumor ini baru berkembang di daerah payudara saja, dan ukurannya kurang dari 1 inchi. Butuh waktu setidaknya 8 tahun sampai benjolan tumor ini bisa terdeteksi.

Untuk mendeteksi benjolan tumor yang bersifat kanker ini, diperlukan adanya pemeriksaan dari pihak medis menggunakan prosedur tertentu. Salah satunya adalah mammogram.

Tingkat kelangsungan hidup lima tahun untuk wanita yang kanker payudara yang diobati pada tahap awal yang adalah 96%. Jadi semakin cepat dideteksi akan semakin bagus.

2. Kanker payudara stadium lanjut  

benjolan di payudara
Kanker payudara stadium lanjut. Sumber Foto : https://cancer.stonybrookmedicine.edu/

Pada tahap ini benjolan tumor sudah menyebar dari payudara ke kelenjar getah bening di ketiak, leher atau dada. Karena ini, tingkat kelangsungan hidup lima tahun turun menjadi 73 persen atau kurang. 

Diperkirakan 46.000 wanita dan 300 pria meninggal karena kanker payudara pada tahun 1994. Meskipun perawatan pengangkatan tumor, pembedahan kelenjar getah bening, dan (dalam kasus ekstrem) ovarium sudah dilakukan.

Angka kematian ini dapat dihindari jika lebih banyak wanita memeriksa payudara mereka sendiri dan segera berkonsultasi dengan dokter jika ada temuan yang mencurigakan.

3. Kanker payudara stadium akhir

Pada tahap ini, sel kanker sudah keluar dari benjolan tumor dan menyebar ke organ-organ lain di tubuh melalui proses bernama metastasis.

Organ yang terpengaruh seperti hati, paru-paru, dan bahkan otak. Ketika pengobatan tidak dimulai sampai kanker telah menyebar, tingkat kelangsungan hidup lima tahun sangat rendah.

Benjolan payudara pada pria

Ya, pria juga bisa mengalami pembesaran payudara yang lembut, seringkali ditandai dengan munculnya benjolan di bawah puting. 

Kadang-kadang terjadi pada satu payudara saja, tapi bisa juga terjadi pada keduanya. Kondisi non-kanker ini disebut dengan ginekomastia.

Cara cek benjolan di payudara

benjolan di payudara
SADARI. Sumber Foto : https://www.medicalnewstoday.com/

Ada gerakan bernama SADARI atau Periksa Payudara Sendiri, kampanye ini dipopulerkan untuk membuat perempuan lebih waspada dengan kanker payudara.

Caranya adalah dengan melakukan pengecekan mandiri terhadap payudara di rumah. Bagaimana cara melakukannya? Berikut langkah-langkahnya:

  • Pertama, berdirilah di depan cermin lalu perhatikan ukuran, bentuk, warna, dan cari apakah ada tanda benjolan maupun pembengkakan di area payudara.
  • Kedua, angkat lengan kamu dan ulangi langkah pertama.
  • Ketiga, periksa apakah ada cairan yang keluar dari puting. Baik cairan susu, kuning, atau bahkan darah.
  • Keempat, cobalah untuk berbaring lalu periksa dengan lembut apakah ada tanda-tanda benjolan di payudara dan juga di bawah lengan sampai ke rusuk.
  • Ulangi langkah keempat dengan posisi berdiri dan juga duduk.

Apa yang harus dilakukan apabila menemukan benjolan?

Ingat meski kamu bisa menemukan benjolan di payudara sendiri, hanya dokter yang dapat menentukan secara akurat apakah benjolan tersebut jinak atau ganas. 

Jadi jika merasakan adanya benjolan di payudara, dan mengalami beberapa gejala di bawah ini, segera datangi dokter untuk berkonsultasi.

  • Perubahan ukuran, bentuk, atau kontur payudara.
  • Benjolan atau area yang menebal di atau dekat payudara atau ketiak tidak hilang meski periode menstruasi sudah selesai.
  • Ukuran benjolan bisa sekecil kacang polong sampai berukuran besar.
  • Perubahan terjadi pada kulit payudara dan juga puting. Baik itu bersisik, mengerut, atau meradang.
  • Cairan bening atau berdarah keluar dari puting susu
  • Kulit merah di payudara atau puting
  • Puting menjorok ke bagian dalam.

Pemeriksaan dokter

Saat kamu mengunjungi dokter untuk memeriksakan benjolan payudara, umumnya dokter akan melakukan 3 prosedur berikut ini:

  • Pemeriksaan payudara.
  • Pemindaian melalui rontgen payudara (mammogram) atau dengan ultrasound (USG).
  • Tes biopsi dengan cara memasukkan jarum ke dalam benjolan untuk mengambil sampel dari benjolan tersebut. Sampel itu kemudian akan dibawa ke lab untuk diteliti.

Perawatan benjolan di payudara

Sebelum memberikan rencana perawatan, dokter akan menganalisa apa penyebab benjolan payudara yang kamu alami. Sebab, tak semua benjolan butuh perawatan.

Jika kamu mengalami infeksi payudara, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik untuk mengobatinya. Jika kamu didiagnosis kista, maka dokter akan menyedot cairan di dalamnya.

Biasanya, kista akan hilang setelah cairannya terkuras. Dalam beberapa kasus, kista tidak perlu dirawat dan dapat menghilang dengan sendirinya.

Jika benjolan tersebut didiagnosis sebagai kanker payudara, maka beberapa pengobatan yang biasanya dilakukan adalah:

  • Lumpectomy, yakni prosedur pengangkatan benjolan payudara.
  • Mastektomi, yakni prosedur pengangkatan jaringan payudara secara menyeluruh.
  • Kemoterapi, alias penggunaan obat untuk melawan atau menghancurkan sel kanker yang sudah menyebar ke tubuh.
  • Terapi radiasi, yakni suatu perawatan yang menggunakan sinar atau bahan radioaktif untuk melawan kanker.

Perawatan akan tergantung pada jenis kanker payudara yang dimiliki, ukuran, lokasi tumor, dan apakah kanker telah menyebar di luar payudara.

Cara menjaga payudara tetap sehat

Kanker payudara lebih berisiko pada perempuan berusia 45 hingga 54 tahun. Maka The American Cancer Society merekomendasikan wanita untuk rutin menjalani tes mammogram.

Mammogram adalah prosedur rontgen yang membantu mengidentifikasi kelainan payudara. Pengecekan mammogram secara rutin bisa dijadikan sebagai bahan analisis apabila terjadi perubahan antara hasil tiap pengecekan.

Wanita berusia 55 tahun ke atas dapat beralih ke mammogram setiap tahun atau melanjutkan dengan tes skrining tahunan. Wanita berusia 40 hingga 44 tahun dapat memulai mammogram tahunan.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Medical News Today. Diakses pada 3 Juni 2020. What are breast lumps?.

NHS. Diakses pada 3 Juni 2020. Breast lumps.

Healthline. Diakses pada 3 Juni 2020. Breast Lump.

WebMD. Diakses pada 3 Juni 2020. Breast Lumps: Causes and When to Call a Doctor.

Mayo Clinic. Diakses pada 3 Juni 2020. Suspicious breast lumps.

Stony Book Cancer Center. Diakses pada 3 Juni 2020. Different Kinds of Breast Lumps.

    register-docotr