Kamus Penyakit

Jangan Abaikan! Trombosit Rendah Bisa Berbahaya bagi Tubuh Lho

July 20, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu
feature image

Bahaya trombosit rendah dapat terjadi jika masalah ini dibiarkan tanpa penanganan dokter, lho! Perlu diketahui, ketika kamu tidak memiliki cukup trombosit dalam darah, maka tubuh tidak dapat membentuk gumpalan untuk menghentikan perdarahan.

Karena itu, akan sangat berbahaya jika kulit yang rusak atau terluka tidak bisa disembuhkan karena trombosit rendah. Nah, untuk lebih jelasnya yuk simak penjelasan mengenai bahaya trombosit rendah berikut.

Baca juga: Dibalik Ragam Manfaat Vitamin D, Bisakah Menurunkan Risiko Infeksi dan Mencegah COVID-19?

Apa saja bahaya trombosit rendah yang perlu diketahui?

bahaya trombosit rendah
Kondisi darah yang rendah trombositnya. Foto: https://specialty.mims.com

Dilansir dari Healthline, jumlah trombosit yang rendah bisa disebut juga dengan trombositopenia. Kondisi ini dapat berkisar dari ringan hingga berat, dan tergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Seseorang yang memiliki jumlah trombosit rendah biasanya akan mengalami gejala yang cukup terlihat.

Beberapa gejalanya, seperti mudah memar, perdarahan superfisial ke kulit, muncul bintik-bintik ungu kemerahan, darah dalam urine, mengalami kelelahan, dan limpa yang membesar.

Bagi sebagian orang, gejalanya dapat berupa perdarahan hebat dan mungkin berakibat fatal jika tidak segera diobati. Nah, berikut beberapa bahaya trombosit rendah pada tubuh yang perlu diketahui.

Kehilangan darah berlebih

Jika kamu memiliki kondisi trombositopenia yang parah, maka bisa berisiko menyebabkan memar dan perdarahan berlebih. Bahkan cedera terkecil atau dengan luka ringan pun bisa mengancam jiwa.

Perlu diketahui, risiko perdarahan paling serius terjadi ketika jumlah trombosit turun di bawah 10.000 hingga 20.000 per mikroliter. Apabila trombosit turun ke tingkat yang sangat rendah, maka kemungkinan tubuh mulai berdarah secara internal termasuk melalui sistem pencernaan.

Bahaya trombosit rendah yakni mengalami anemia

Trombosit adalah salah satu dari tiga jenis sel darah merah yang diproduksi oleh sumsum tulang. Nah, jumlah trombosit yang rendah dapat berkontribusi pada jumlah sel darah merah umum.

Ketika tingkat total sel darah merah berkurang, maka tubuh kemungkinan akan mengalami anemia.

Anemia berarti tubuh tidak mendapatkan oksigen yang dibutuhkan tubuh agar berfungsi dengan baik. Terkadang, anemia juga bersifat ringan atau sementara dan dalam kasus lain penyakit ini bisa berubah menjadi kronis, menyebabkan kecacatan, dan mengancam jiwa.

Gangguan sistem kekebalan tubuh

Bahaya trombosit rendah dalam tubuh yakni bisa mengganggu sistem kekebalan. Infeksi seperti human immunodeficiency virus atau HIV dapat menyebabkan jumlah trombosit turun terlalu rendah.

Leukimia yang merupakan kanker dari sumsum tulang juga dapat menyebabkan tubuh tidak memproduksi trombosit dengan cukup. Selain itu, banyak kondisi lain yang bisa menghancurkan trombosit sehingga menjadi tidak efektif di dalam tubuh.

Bahaya trombosit rendah termasuk menimbulkan komplikasi parah

Perlu dipahami, jumlah trombosit yang rendah dapat mengancam jiwa dan memicu munculnya masalah perdarahan pada otak. Meski masalah sangat jarang, namun sudah terjadi beberapa kasus sehingga perlu penanganan segera.

Trombositopenia yang sudah parah dan berat umumnya bisa diobati jika penyebab utama mampu dikendalikan. Untuk itu, jika kamu merasakan gejala trombosit rendah maka segera lakukan konsultasi dengan dokter untuk mencegah komplikasi lebih parah.

Baca juga: Ketahui Gejala Diabetes Tipe 1 Lebih Awal, Yuk Simak Juga Cara Mengobatinya!

Bagaimana penanganan terhadap trombosit rendah?

Perawatan untuk mencegah bahaya trombosit rendah dilakukan tergantung pada tingkat keparahan dan kondisi tubuh. Jika kondisi dianggap ringan, maka dokter mungkin akan menunda perawatan dan hanya akan melakukan pemantauan.

Dokter kemungkinan juga menyarankan untuk mencegah bahaya trombosit rendah dengan menghindari beberapa hal. Seperti menghindari olahraga, menghindari melakukan aktivitas yang berisiko tinggi menyebabkan perdarahan, dan batasi konsumsi alkohol.

Selain itu, orang dengan kondisi trombosit rendah perlu menghentikan atau mengganti obat yang dapat memengaruhi trombosit, seperti aspirin dan ibuprofen. Jika jumlah trombosit rendah lebih parah, mungkin memerlukan perawatan medis, seperti:

  • Transfusi darah atau trombosit
  • Mengubah obat-obatan yang menyebabkan jumlah trombosit turun
  • Gunakan steroid dan globulin imun.

Untuk mempercepat peningkatan jumlah trombosit dalam tubuh, kamu juga perlu mengonsumsi kortikosteroid. Obat ini berguna untuk memblokir antibodi sehingga trombosit dalam tubuh tidak rendah.

Dokter umumnya juga akan menganjurkan pemakaian obat-obatan yang berguna untuk menekan sistem kekebalan tubuh. Apabila kondisi sudah semakin parah, dokter mungkin menyarankan untuk melakukan operasi pengangkatan limpa.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Mayo Clinic (2020), diakses 15 Juli 2020. Thrombocytopenia (low platelet count)
  2. Healthline (2018), diakses 15 Juli 2020. Low Platelet Count (Thrombocytopenia)
  3. Healthfully (2018), diakses 15 Juli 2020. Complications of a Low Platelet Count
    register-docotr