Kamus Penyakit

Muncul di Area Tertutup, Apakah Kutil Kelamin Tetap Bisa Menular?

August 15, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Kutil kelamin merupakan benjolan yang terdapat di sekitar organ genital, biasanya disertai rasa gatal dan nyeri. Dilihat dari lokasinya, sebagian orang mungkin akan bertanya apakah kutil kelamin menular atau tidak.

Sebab, kutil kelamin berada di area yang tertutup. Berbeda dengan gangguan kulit di area terbuka yang biasanya menular melalui embusan angin. Yuk, cari tahu jawabannya dengan ulasan berikut ini.

Baca juga: Sering Tak Disadari, Yuk, Ketahui Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati Penyakit HPV

Sekilas tentang kutil kelamin

apakah kutil kelamin menular
Ilustrasi kutil kelamin pada penis. Sumber foto: shutterstock.

Mengutip Healthline, kutil kelamin merupakan infeksi menular seksual. Infeksi ini disebabkan oleh Human papillomavirus (HPV), bisa terjadi pada pria maupun wanita.

Apakah kutil kelamin menular?

Tak sedikit yang bertanya apakah kutil kelamin menular atau tidak. Menurut pakar di University of Texas, Amerika Serikat, kutil kelamin adalah infeksi yang sangat menular. Bahkan, penyebarannya dianggap lebih cepat dari jenis kutil lainnya.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat juga menjelaskan, HPV merupakan virus yang penyebarannya masif.

Kutil di area genital biasanya muncul mulai satu hingga enam bulan setelah terpapar HPV. Dengan begitu, seseorang yang telah terinfeksi bisa saja menularkannya ke orang lain tanpa disadari. Belum lagi, tak semua kutil di organ kelamin bisa dilihat dengan jelas karena ukurannya yang sangat kecil.

Penularan kutil kelamin

Setelah mengetahui jawaban dari pertanyaan apakah kutil kelamin menular atau tidak, kamu perlu memahami bagaimana cara penyebaran virus pemicunya. Sebuah publikasi di University of Michigan menyebutkan, kutil kelamin dapat menyebar dengan cepat lewat kontak kulit atau skin-to-skin.

Karena terletak di sekitar organ genital, penularan lebih sering terjadi lewat hubungan seks tanpa kondom, baik vaginal, anal, maupun oral. Tanpa adanya pelindung, virus dapat bermigrasi melalui penetrasi.

Dengan kata lain, terjadi kontak fisik antara vagina, vulva, penis, mulut rahim, bahkan anus. Penularan menjadi lebih rentan jika ada luka terbuka. Seperti diketahui, luka adalah tempat ideal bagi virus dan bakteri untuk berkembang.

Tidak hanya melalui hubungan seks tanpa kondom, tangan yang telah menyentuh kutil di area genital juga dapat menjadi media penyebaran virus HPV.

Apakah kutil kelamin menular lewat transfusi darah?

Jika virus seperti HIV dapat menyebar lewat proses donor darah, apakah kutil kelamin juga menular lewat transfusi? Menurut sebuah publikasi, penyebaran HPV lewat transfusi darah dapat terjadi jika DNA dari virus melekat pada sel kanker yang telah bermetastasis atau berkembang.

Dengan kata lain, penularan kutil kelamin melalui transfusi darah bisa terjadi jika pendonor-nya mengidap penyakit kanker. Beruntung, Palang Merah Indonesia (PMI) telah mewajibkan setiap pendonor harus bebas dari penyakit kanker.

Penelitian lain juga menjelaskan, penerima donor biasanya mempunyai sistem kekebalan yang rendah, sehingga rentan tertular penyakit melalui darah yang terkontaminasi.

Tapi kamu tak perlu khawatir, karena setiap pendonor harus menjalani serangkaian pemeriksaan lebih dulu untuk memastikan kesehatannya.

Baca juga: Jangan Ragu Donor Darah, Ini Manfaat Kesehatannya bagi Tubuh

Apakah kutil kelamin menular lewat benda terpapar?

Selain hubungan seks dan transfusi darah, apakah kutil kelamin juga menular lewat benda yang terpapar? Mengutip Verywell Health, virus pemicu kutil kelamin kemungkinan dapat menyebar ke benda yang telah dipakai oleh orang terinfeksi, misalnya toilet duduk. Tetapi ini masih harus di teliti lebih lanjut.

Berbeda dengan HIV, HPV merupakan virus yang bisa menyebabkan infeksi luar. Artinya, virus tersebut bisa menempel pada benda yang telah tersentuh oleh kutil di kulit. Bahkan, sebuah penelitian menemukan adanya HPV pada sebuah handuk melalui pemeriksaan ultrasound.

Mencegah penularan kutil kelamin

Cara paling efektif untuk mencegah penularan kutil kelamin adalah dengan tidak melakukan kontak kulit dengan pengidap, terutama berhubungan seks.

Saat ingin berhubungan seks dengan seseorang, jangan lupa untuk gunakan kondom dan pastikan tidak ada luka terbuka atau kutil di area genital masing-masing.

Selain itu, kamu juga perlu untuk menjaga sistem imun. Sebab, menurut John Hopkins Medicine, kekebalan tubuh yang baik dapat menangkal serangan zat asing seperti virus.

Sebaliknya, menurunnya sistem imun akan memudahkan bakteri atau virus untuk menyerang serta menginvasi sel dan jaringan tubuh.

Nah, itulah penjelasan lengkap dari pertanyaan apakah kutil kelamin menular atau tidak. Selain melakukan pencegahan, kamu juga bisa meminimalkan risikonya dengan rajin periksa ke dokter. Tetap jaga kesehatan, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diakses 8 Agustus 2020, Genital HPV Infection – Fact Sheet
  2. The University of Texas, diakses 8 Agustus 2020, Genital warts.
  3. University of Michigan, diakses 8 Agustus 2020, Genital Warts (Human Papillomavirus).
  4. John Hopkins Medicine, diakses 8 Agustus 2020, HPV: 5 Things All Women Should Know.
  5. Healthline, diakses 8 Agustus 2020, How Do Warts Spread and How Can You Prevent This?
  6. Science Daily, diakses 8 Agustus 2020, Papillomaviruses may be able to be spread by blood.
  7. Online Library Wiley, diakses 8 Agustus 2020, Possible non‐sexual modes of transmission of human papilloma virus.
  8. National Center for Biotechnology Information, diakses 8 Agustus 2020, Could Human Papillomaviruses Be Spread Through Blood?
  9. Verywell Health, diakses 8 Agustus 2020, Can You Get HPV From a Toilet Seat?
  10. UTD PMI Provinsi DKI Jakarta, diakses 8 Agustus 2020, Tentang Donor Darah.
  11. American Cancer Society, diakses 8 Agustus 2020, New Clues About How HPV Spreads in the Body.

    register-docotr