Kamus Penyakit

Mata Menguning dan Warna Urine Berubah? Waspada Gejala Sirosis Hati!

July 13, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Sirosis merupakan gangguan kesehatan yang menyerang organ hati manusia. Mengetahui berbagai gejala sirosis hati adalah hal penting. Sebab menurut Kementerian Kesehatan, prevalensi penyakit ini masih cukup tinggi.

Data Kemenkes RI dalam 10 tahun terakhir menunjukkan bahwa 1 dari 4 orang pengidap hepatitis terancam kehilangan nyawa akibat kerusakan hati.

Nah, apa saja gejala sirosis hati yang bisa diamati? Yuk, simak ulasannya berikut ini:

Apa itu sirosis hati?

Sirosis adalah kondisi saat organ hati mengalami kerusakan kronis, disebabkan oleh terbentuknya jaringan parut. Jaringan tersebut bisa muncul karena beberapa faktor, umumnya dipengaruhi oleh hepatitis dan gangguan kesehatan akibat terlalu sering minum alkohol.

Jika tidak mendapat penanganan serius, penyakit ini bisa berujung pada kematian. Sebab, organ hati sudah tak bisa lagi menjalankan fungsinya, seperti menyaring racun atau zat berbahaya, mengatur sirkulasi hormon, menciptakan enzim perncernaan, dan masih banyak lagi.

Baca juga: Kecanduan Minuman Alkohol? Hati-hati Berisiko Penyakit Sirosis Hati!

Gejala sirosis hati

Penyakit sirosis hati hanya bisa diperiksa melalui prosedur medis. Tapi, beberapa tanda-tandanya bisa diamati lewat perubahan sejumlah bagian tubuh, seperti warna urine dan mata. Untuk lengkapnya, ini dia 6 gejala sirosis hati yang perlu kamu tahu:

1. Perubahan warna mata

Salah satu gejala sirosis hati yang mudah untuk diamati adalah perubahan warna pada mata. Kondisi adalah tanda paling umum dari berbagai masalah pada organ hati, termasuk sirosis.

Warna putih pada mata akan berubah menjadi kekuningan, disebabkan oleh tingginya kadar bilirubin yang tidak terkontrol dengan baik oleh hati.

Bilirubin adalah senyawa pigmen yang menghasilkan warna kuning. Pada tahapan yang parah, warna kuning ini juga bisa muncul di telapak tangan, kaki, serta anggota tubuh lainnya.

2. Perubahan warna urine

Warna pada urine bisa mendeteksi kondisi kesehatan seseorang. Menurut Kementerian Kesehatan, urine yang sehat adalah berwarna kuning pucat. Warna yang lebih pekat menandakan bahwa kamu harus minum air lebih banyak lagi.

Tapi pada penderita sirosis hati, warna urine akan berubah menjadi gelap. Ini dipengaruhi oleh tingginya kadar urobilin, yaitu bilirubin yang terdapat pada kandung kemih.

Kadar urobilin sangat dipengaruhi oleh hati. Saat hati tak mampu menjalankan fungsinya, kadar bilirubin akan meningkat.

Sayangnya, banyak tak menyadari bahwa kondisi ini merupakan gejala dari sirosis hati. Sebab, urine yang gelap juga mengindikasikan kurangnya asupan cairan dalam tubuh. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemeriksaan dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.

3. Perut kembung

Gejala lain dari sirosis hati adalah perut kembung. Mengutip dari Healthfully, kembung yang diakibatkan oleh gangguan organ hati berbeda dengan kondisi pada umumnya. Perut yang mengembang disebabkan oleh tingginya akumulasi cairan, atau yang biasa disebut dengan asites.

Berkumpulnya air di perut dipicu oleh tekanan yang tinggi pada pembuluh darah dan menurunnya kadar albumin. Albumin adalah protein alami yang diproduksi oleh hati, berfungsi menjaga tekanan agar cairan di pembuluh darah tidak bocor ke bagian atau jaringan di sekitarnya.

Kamu bisa menggunakan obat diuretik untuk mengeluarkan kelebihan cairan yang berkumpul di perut tersebut. Selain itu, batasi asupan natrium agar keadaannya tak semakin memburuk.

4. Mudah lelah

Gejala sirosis hati selanjutnya adalah mudah lelah. Organ hati memiliki peran penting dalam menghasilkan enzim yang bertugas membantu organ pencernaan untuk memecah makanan.

Saat terjadi sirosis, produksi enzim tersebut menjadi terbatas, sehingga organ pencernaan tidak maksimal dalam penyerapan nutrisi. Padahal, ada kandungan gizi yang bersifat sebagai sumber energi, yaitu karbohidrat.

5. Kulit mudah memar

Jika kulit mudah memar atau lebam, kamu perlu curiga dengan kesehatan organ hatimu. Sirosis hati bisa menyebabkan pembuluh darah menjadi tipis. Sebab, protein yang diproduksi organ hati untuk melindungi dinding pembuluh darah menjadi berkurang.

Saat dinding pembuluh darah menipis, sel-sel darah bisa keluar dan itu dapat meninggalkan bekas berupa ruam di kulit. Pada penyakit sirosis hati, pembuluh darah balik atau vena lebih rentan mengalami kondisi ini. Jika dibiarkan, vena bisa pecah dan mengakibatkan dampak lebih serius.

Baca juga: Penyakit Liver: Kenali Jenis-jenis, Gejala, hingga Penyebabnya!

6. Penurunan berat badan yang drastis

Gejala terakhir dari sirosis hati adalah penurunan berat badan dalam kurun waktu yang singkat. Ini disebabkan oleh hilangnya nafsu makan yang dipicu oleh berkumpulnya banyak cairan di dalam perut. Saat perut dalam kondisi penuh, saraf akan mengirim pesan ke otak sebagai rasa kenyang.

Selain menurunkan berat badan, berkurangnya asupan makanan juga memengaruhi nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Sehingga, berbagai gangguan kesehatan akibat ketidakseimbangan gizi bisa terjadi.

Nah, itulah 6 gejala dari sirosis hati yang perlu kamu tahu. Mengenali tanda-tandanya sejak dini bisa menghindarkanmu dari tahapan yang lebih parah. Tetap jaga kesehatan, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Mayo Clinic, diakses 5 Juli 2020, Cirrhosis.
  2. Healthfully, diakses 5 Juli 2020, Early Signs of Cirrhosis.
  3. Hep.org.au, diakses 5 Juli 2020, Signs and Symptoms of Liver Damage or Disease.
  4. Kementerian Kesehatan, diakses 5 Juli 2020, Saatnya Lawan Hepatitis.
  5. Detik.com, diakses 5 Juli 2020, 1 Dari 4 Pasien Hepatitis Terancam Kematian Akibat Sirosis Hati.

    register-docotr