Kamus Penyakit

Apa Itu Sindrom APS? Yuk Kenali Gejala Penyakit yang Tengah Diderita Jessica Iskandar

July 27, 2020 | Arianti Khairina
feature image

Dunia hiburan tengah diramaikan dengan berita presenter Jessica Iskandar yang menderita sindrom APS. Bahayanya adalah penyakit ini menyerang sistem kekebalan tubuh seseorang. Lalu seperti apa gejala sindrom APS? 

Baca Juga: Stres dan Tak Semangat Saat Bekerja? Bisa Jadi Akibat Sindrom Burnout

Apa itu sindrom APS? 

Dilansir dari Mayo Clinic, antifosfolipid atau antiphospholipid antibody syndrome (APS) adalah penyakit yang bisa dibilang cukup serius karena menyerang sistem kekebalan tubuh seseorang. 

Penyakit ini menyebabkan kamu mengalami autoimun atau menciptakan antibodi yang membuat darah lebih beku dari biasanya. 

Hal ini tentu dapat menyebabkan gumpalan darah yang berbahaya pada bagian kaki, ginjal, paru-paru dan otak. Pada wanita hamil, sindrom antifosfolipid juga dapat menyebabkan keguguran dan kelahiran mati.

Tidak ada obat untuk sindrom antifosfolipid, tetapi obat-obatan dapat mengurangi risiko pembekuan darah yang akan terjadi pada tubuh. 

Gejala sindrom APS 

Kamu perlu mengetahui beberapa gejala awal jika mulai terserang sindrom APS. Tujuannya agar mendapatkan perawatan yang sesuai dan tidak bertambah parah: 

1. Gumpalan darah di kaki 

Deep vein thrombosis atau DVT kondisi di mana terjadinya gumpalan pada kaki gejala yang timbul seperti rasa sakit, bengkak, serta berwarna kemerahan.

Berbahaya karena gumpalan darah ini dapat berjalan menuju ke paru-paru (emboli paru).

2. Keguguran berulang atau lahir mati

Komplikasi lain dari kehamilan termasuk tekanan darah tinggi yang berbahaya (preeklampsia) dan kelahiran secara prematur.

3. Stroke

Stroke dapat terjadi pada orang-orang yang masih berusia muda dan memiliki sindrom antifosfolipid tetapi tidak diketahui faktor risiko penyakit kardiovaskular.

4. Serangan iskemik transien 

Mirip dengan stroke, TIA atau transient ischemic attack biasanya hanya berlangsung beberapa menit dan tidak menyebabkan kerusakan permanen.

5. Ruam

Namun ada juga beberapa orang yang akan mengalami gejala ringan seperti timbulnya ruam merah dengan pola berenda seperti jaring.

Tak hanya itu saja, masih ada beberapa gejala ringan yang perlu kamu ketahui jika terserang sindrom APS ini.

Sebagian orang mungkin akan menganggap bahwa gejala ini adalah masalah sepele dan bukan penyakit serius. 

Kamu yang mengidap sindrom APS juga mengalami seperti kesemutan pada lengan dan tungkai, kelelahan, sakit kepala berulang, gangguan penglihatan, gangguan ingatan hingga mudah memar akibat jumlah sel trombosit yang rendah.

Baca juga: Memahami Sindrom Whiplash, Catat Ini Bukan Nyeri Leher Biasa!

Cara mencegah sindrom APS 

Hingga saat ini memang belum ada cara yang dianggap paling ampuh untuk mencegah sindrom APS. Namun setidaknya ada beberapa gaya hidup sehat yang dapat kamu terapkan untuk menurunkan risiko penyakit ini: 

  • Sangat disarankan menghindari kegiatan olahraga yang melibatkan kontak fisik secara langsung
  • Pilih sikat gigi yang memiliki tekstur lembut
  • Gunakan mesin cukur listrik
  • Mulai batasi mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin K seperti sawi, kacang kedelai. Kandungan vitamin K sebaiknya dibatasi karena dapat membuat warfarin kurang efektif.

Cara mengobati sindrom APS 

Menurut penjelasan dari NHS, pengobatan yang dilakukan bagi kamu yang menderita sindrom APS sebenarnya bertujuan untuk mencegah penggumpalan darah. 

Sebab kondisi ini mampu memicu banyak masalah, seperti emboli paru, trombosis vena dalam, hingga masalah kesehatan lainnya

Perawatan yang dilakukan, dokter akan memberikan resep obat antikoagulan seperti warfarin, atau obat antiplatelet seperti aspirin dosis rendah.

Obat ini bekerja dengan menghalangi proses pembentukan pembekuan darah. Dengan begitu berarti gumpalan darah cenderung terbentuk ketika mereka tidak diperlukan.

Tak hanya obat-obatan beberapa gaya hidup sehat juga perlu kamu lakukan seperti, hindari  merokok, mengonsumsi makanan yang rendah lemak dan gula, konsumsi sayur dan buah, olahraga secara teratur. 

Terakhir juga penting untuk kamu mempertahankan berat badan yang sehat dan menurunkan berat badan jika mengalami obesitas. 

Namun sebelum melakukan hal-hal di atas lebih baik kamu melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter agar mengetahui dosis obat yang tepat untuk mengobati sindrom APS yang kamu alami. 

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Nhs.uk (2018) diakses 23 Juli 2020. Antiphospholipid syndrome (APS)
  2. Mayoclinic.org (2019) diakses 23 Juli 2020. Antiphospholipid syndrome
  3. Emedicine.medscape.com (2018) diakses 23 Juli 2020. Antiphospholipid Syndrome 
    register-docotr