Kamus Penyakit

Anxiety Disorder atau Cemas Biasa? Cari Tahu Perbedaannya!

May 14, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Merasa cemas adalah hal yang wajar terjadi. Namun jika kecemasan yang dirasakan berlebihan, bisa jadi kamu mengalami gangguan kecemasan atau anxiety disorder. 

Apa bedanya rasa cemas biasa dengan gangguan kecemasan? Bila pada cemas biasa masih bisa dikendalikan dan dapat diatasi dengan waktu singkat, pada gangguan kecemasan berlaku sebaliknya. 

Pada gangguan kecemasan rasa khawatir akan menetap dan perasaan cemas pun akan semakin parah dari waktu ke waktu. 

Berikut penjelasan selengkapnya mengenai anxiety disorder:

Apa itu anxiety disorder?

Anxiety disorder adalah gangguan perasaan cemas yang dialami dalam waktu lama dan memburuk dari waktu ke waktu.

Aktivitas sehari-hari orang yang mengalaminya bisa terganggu, jika sudah dalam tahap yang cukup parah. 

Terdapat beberapa jenis gangguan kecemasan yang perlu kamu ketahui, yaitu:

Gangguan kecemasan umum (generalized anxiety disorder)

Gangguan kecemasan umum merupakan rasa cemas yang berlebihan sehingga mengganggu kegiatan sehari-hari.

Kemudian dapat disertai gejala fisik. Seperti ketegangan otot atau masalah tidur, sulit berkonsentrasi, mudah lelah dan gelisah. 

Seringkali rasa cemas muncul karena hal-hal yang terjadi di sekitar seperti tanggung jawab pekerjaan, kesehatan keluarga. Atau hal lainnya seperti memikirkan kendaraan yang perlu diperbaiki.

Gangguan panik (panic disorder)

Seseorang mengalami gangguan panik jika dia mengalami serangan panik yang berulang. Biasanya timbul karena kombinasi tekanan fisik dan psikologis.

Seseorang yang mengalami serangan panik akan menunjukkan gejala seperti jantung berdebar, gemetar, sesak napas, nyeri dada, pusing.

Bisa juga berupa mati rasa atau kesemutan, mual atau sakit perut dan perasaan takut kehilangan kendali. 

Karena gejala yang parah, orang yang mengalaminya seringkali berpikir mereka terkena penyakit yang mengancam jiwa, seperti serangan jantung. 

Serangan panik dapat terjadi karena adanya gangguan mental lainnya seperti depresi. Bisa juga karena post-traumatic stress disorder (PTSD) atau gangguan trauma setelah menyaksikan kejadian tidak menyenangkan.

Fobia

Fobia adalah rasa takut berlebihan dan terus menerus terhadap objek, situasi atau aktivitas tertentu yang bagi orang lain tidak terlihat berbahaya. 

Orang yang mengalaminya sadar akan hal tersebut, namun di sisi lain dia tidak bisa mengatasi rasa takutnya. Dalam beberapa kasus ini dapat mengganggu pekerjaan. 

Misalnya pada orang yang takut terbang, akan kesulitan jika harus melakukan pekerjaan jarak jauh yang membutuhkan penerbangan pesawat sebagai moda transportasi.

Gangguan kecemasan sosial (social anxiety disorder)

Melibatkan rasa takut, cemas dan orang yang mengalaminya. Orang tersebut akan menghindari situasi sosial karena perasaan malu dan rasa khawatir dihakimi.

Orang tersebut juga akan takut dipandang negatif oleh orang lain. Masalah ini berlangsung setidaknya selama enam bulan.

Agoraphobia

Merupakan rasa takut terjebak dalam situasi yang sulit untuk melarikan diri atau dalam situasi memalukan dan sulit mendapat bantuan. 

Kondisi tersebut memungkinkan seseorang yang mengalaminya merasakan panik berlebihan. 

Seperti apa gejala anxiety disorder?

Gangguan kecemasan atau anxiety disorder memiliki gejala yang berbeda-beda sesuai dengan jenisnya. Namun secara umum, beberapa gejala umum yang perlu diketahui antara lain:

  • Merasa gelisah, tegang atau gugup
  • Merasa bahaya atau malapetaka akan datang
  • Jantung berdebar kencang
  • Bernapas dengan cepat
  • Berkeringat
  • Gemetar
  • Lemas atau lelah
  • Sulit konsentrasi
  • Sulit tidur
  • Mengalami masalah gastrointestinal
  • Sulit mengendalikan kekhawatiran
  • Berusaha menghindari hal yang dapat memicu rasa cemas

Apa yang menyebabkan anxiety disorder?

Dilansir Mayo Clinic, penyebab gangguan kecemasan tidak sepenuhnya dipahami. Namun peristiwa traumatis berpengaruh pada timbulnya gangguan kecemasan. 

Sifat bawaan seseorang juga bisa menjadi faktor. Sementara untuk sebagian orang, masalah kecemasan bisa terjadi karena terkait dengan kondisi kesehatan yang pernah dialaminya. 

Jika dokter mencurigai seseorang mengalami gangguan kecemasan karena masalah medis, mungkin akan dilakukan tes tertentu untuk mencari masalahnya.

Beberapa masalah medis yang dapat terkait dengan gangguan kecemasan antara lain:

  • Penyakit jantung
  • Diabetes
  • Gangguan tiroid seperti hipertiroidisme
  • Gangguan pernapasan seperti penyakit paru kronik atau asma
  • Penyalahgunaan narkoba
  • Nyeri kronis atau sindrom iritasi usus
  • Tumor langka yang menghasilkan hormon tertentu

Seseorang mungkin saja mengalami gangguan kecemasan karena terkait kondisi medis lain, seperti yang sudah disebutkan di atas jika:

  • Tidak ada riwayat keluarga yang mengalami anxiety disorder
  • Tidak mengalami gangguan kecemasan saat kecil
  • Tiba-tiba mengalami gangguan kecemasan yang tidak terkait pada peristiwa kehidupan dan tidak ada riwayat kecemasan sebelumnya

Selain timbul karena terkait masalah medis tertentu, kamu juga perlu mengetahui faktor risiko yang memungkinkan seseorang mengalami gangguan kecemasan. Beberapa faktor risiko tersebut antara lain:

  • Trauma. Anak-anak yang menyaksikan kejadian traumatis dapat mengalami gangguan kecemasan di titik tertentu dalam hidupnya. Orang dewasa juga mungkin mengalaminya
  • Stres karena satu penyakit. Mengetahui mengidap penyakit serius dapat menyebabkan seseorang mengkhawatirkan kondisinya dan dapat berakibat gangguan kecemasan
  • Penumpukan stres. Kejadian berat yang berlangsung terus menerus seperti stres dalam pekerjaan ditambah meninggalnya anggota keluarga. Disusul masalah lainnya bisa menjadi faktor risiko
  • Kepribadian. Orang dengan tipe kepribadian tertentu lebih rentan terhadap gangguan kecemasan daripada yang lain
  • Gangguan kesehatan mental lainnya. Orang dengan gangguan kesehatan mental lainnya, seperti depresi, sering juga memiliki gangguan kecemasan
  • Keluarga dengan riwayat gangguan kecemasan. Jika ada anggota keluarga yang mengalaminya, maka dapat menjadi faktor risiko untuk keluarga yang lainnya.
  • Narkoba dan alkohol. Penggunaan keduanya dapat menjadi faktor risiko atau juga dapat memperparah kondisi orang yang mengalami gangguan kecemasan

Seperti apa diagnosis anxiety disorder?

Di awal pemeriksaan dokter akan menanyakan riwayat medis pasien. Dokter akan menanyakan beberapa hal terkait penyakit medis yang mungkin berpengaruh pada gangguan kecemasan. 

Tidak ada tes laboratorium khusus yang dapat mendiagnosis gangguan kecemasan secara spesifik.

Jika dokter tidak menemukan keterkaitan dengan penyakit lain, maka dokter akan merekomendasikan pasien untuk bertemu psikiater atau spesialis kesehatan mental lainnya.

Di tahap lanjutan tersebut, pasien akan kembali mendapat sejumlah pertanyaan. Ini dilakukan untuk menguji apakah pasien benar-benar mengalami gangguan kecemasan atau mengalami gangguan lainnya. 

Dokter akan memeriksa gejala dan seberapa intens pasien mengalami anxiety disorder. Dokter juga akan melihat apakah gejala yang dialami membuat aktivitas sehari-hari pasien terganggu.  

Efek yang dialami seseorang dengan anxiety disorder

Gangguan kecemasan atau anxiety disorder dapat mengganggu kegiatan sehari-hari. Misalnya mengganggu konsentrasi.

Bagi remaja, bisa mengganggu konsentrasi belajar. Bagi orang dewasa dapat berdampak pada pekerjaan yang dilakukan. 

Selain mengganggu kegiatan sehari-hari, gangguan kecemasan juga dapat menyebab komplikasi. Ini berpengaruh pada kondisi fisik dan mental seseorang, seperti:

  • Depresi, seringkali terjadi bersamaan dengan gangguan kecemasan atau gangguan kesehatan mental lainnya
  • Gangguan tidur, insomnia
  • Masalah pencernaan atau usus
  • Sakit kepala atau sakit kronis lainnya
  • Melakukan isolasi sosial
  • Masalah di sekolah atau tempat kerja dan lingkungan sosial lain
  • Buruknya kualitas hidup
  • Bunuh diri

Bagaimana cara mengatasi anxiety disorder?

Kebanyakan orang yang mengalami gangguan kecemasan akan menjalani satu atau beberapa terapi. Jenis-jenis terapi yang biasa dilakukan yaitu:

Psikoterapi

Terapi ini berupa terapi bicara, yang diarahkan pada kecemasan spesifik yang dialami seseorang. Salah satu jenis dari psikoterapi yang diperuntukan mengatasi gangguan kecemasan dikenal dengan nama terapi perilaku kognitif. 

Dalam terapi pasien akan diajarkan cara berpikir, berperilaku dan bereaksi terhadap objek dan situasi yang menimbulkan rasa cemas atau takut. 

Terapi ini juga membantu orang belajar dan mempraktikkan keterampilan sosial yang sangat penting untuk mengobati gangguan kecemasan sosial. 

Terapi ini bisa dilakukan perorangan atau dilakukan secara berkelompok. Dalam satu kelompok akan diikuti oleh orang-orang yang mengalami gangguan yang serupa. 

Seringkali dalam satu sesi berkelompok, peserta terapi akan diberikan latihan untuk diselesaikan antar sesi terapi.

Terapi obat

Terdapat banyak jenis antidepresan yang dapat digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan. Beberapa jenis obat tersebut antara lain escitalopram dan fluoxetine. 

Obat yang biasanya digunakan untuk epilepsi tertentu dan obat antipsikotik dosis rendah dapat membantu perawatan gangguan kecemasan. 

Obat jenis anxiolytics juga dapat menurunkan gejala gangguan kecemasan, seperti alprazolam dan clonazepam. 

Semua obat tersebut dapat dikonsumsi hanya jika telah diresepkan oleh dokter. Biasanya digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan jenis gangguan panik dan gangguan kecemasan sosial. 

Selain dua terapi tersebut, kamu juga dapat melakukan hal alami atau hal sederhana yang dapat mengendalikan gejala gangguan kecemasan, seperti:

  • Kurangi makanan dan minuman yang mengandung kafein. Kafein adalah obat yang mengubah suasana hati, dan dapat memperburuk gejala gangguan kecemasan
  • Olahraga. Berolahraga dapat membantu melepaskan zat kimia otak yang mengurangi stres
  • Tidur cukup. Masalah dan gangguan kecemasan terjadi beriringan dan terkadang membuat orang yang mengalaminya kurang tidur. Prioritaskan istirahat
  • Hindari alkohol dan penyalahgunaan obat. Keduanya dapat memperparah kondisi gangguan kecemasan. Temui dokter untuk mengonsultasikan lebih lanjut mengenai kondisi gangguan kecemasan

Untuk menentukan jenis terapi atau jenis perawatan perlu dilakukan di bawah para ahli. Jenis terapi juga akan disesuaikan dengan situasi medis pasien. 

Jenis perawatan pun bisa diubah beberapa kali sampai dirasa sudah mendapatkan yang tepat.

Dokter biasanya akan mendiskusikan dengan pasien, serta mempertimbangkan beberapa hal seperti:

  • Seberapa baik obat yang sudah diberikan bekerja untuk memperbaiki kondisi pasien
  • Manfaat dan efek samping dari setiap pengobatan
  • Risiko efek samping serius yang mungkin terjadi berdasar riwayat medis pasien
  • Kemungkinan perubahan gaya hidup karena efek samping obat
  • Biaya yang dikeluarkan untuk masing-masing pengobatan
  • Pilihan pengobatan alternatif lain, seperti tambahan suplemen yang akan membantu memaksimalkan kerja obat atau terapi
  • Bagaimana pengobatan nantinya dihentikan. Karena ada beberapa obat-obatan yang tidak bisa dihentikan tiba-tiba. Perlu dilakukan pengurangan dosis secara perlahan di bawah pengawasan dokter

Apakah gangguan kecemasan bisa dicegah?

Tidak ada cara untuk memprediksi dengan pasti apa yang membuat seseorang mengalami gangguan kecemasan. Karena itu juga sulit untuk melakukan pencegahan secara pasti. 

Namun kamu bisa melakukan berbagai hal untuk mengurangi gejala jika sudah mengalaminya. Yang bisa kamu lakukan antara lain:

  • Cari bantuan sedini mungkin

Gangguan kecemasan sama dengan gangguan kesehatan mental lainnya. Bisa lebih sulit diatasi jika menunggu. Temui psikolog atau psikiater untuk melakukan diagnosis awal

  • Tetap aktif

Melakukan aktivitas yang kamu sukai dan membuat nyaman dapat mengurangi rasa cemas. Menikmati interaksi sosial dan hubungan yang positif juga dapat membantu

  • Ubah pola hidup

Berusaha untuk hidup sehat. Gaya hidup yang tidak sehat dapat memperburuk gejala gangguan kecemasan. Hindari alkohol dan narkoba. Serta memilih komunitas yang membawa pengaruh positif.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Webmd.com diakses 12 Mei 2020 What Are Anxiety Disorders? 
  2. Nimh.nih.gov diakses 12 Mei 2020 Anxiety Disorders 
  3. Mayoclinic.org diakses 12 Mei 2020 Anxiety Disorders 
  4. Psychiatry.org diakses 12 Mei 2020 What are Anxiety Disorders? 
    register-docotr