Kamus Penyakit

Apa Itu Angin Duduk dan Bagaimana Mengobatinya?

May 6, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Ingin konsultasi dengan dokter tentang angin duduk? Silakan chat langsung dengan dokter kami di fitur Kesehatan di aplikasi Grab. Atau langsung klik di sini untuk chat dengan dokter.

Angin duduk atau angina pectoris, adalah kondisi di mana dada terasa nyeri akibat terganggunya aliran darah ke jantung. Sering ditandai dengan tubuh yang gemetar, penderita angina umumnya akan merasa dadanya ditekan atau terbebani sesuatu yang berat di atasnya.

Angin duduk cukup umum terjadi pada siapa saja dan bisa hilang dengan sendirinya dalam waktu 1 sampai 15 menit. Namun jika rasa sakitnya sudah tidak bisa ditoleransi, kamu disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter terdekat.

Lalu bagaimana ciri-ciri angin duduk dan cara mengobatinya?

Baca Juga: Jaga Kondisi Tubuh Selama Puasa dengan 3 Langkah Ini

Penyebab angin duduk

Faktor pemicu utama angin duduk adalah berkurangnya aliran darah yang membawa oksigen ke jantung sehingga otot jantung kesulitan berfungsi. Kondisi ini disebut dengan istilah medis ischemia.

Hal ini terjadi karena atherosclerosis atau pembuluh arteri pada jantung menyempit akibat terhalangi lemak yang dinamakan plaques. Lemak tersebut biasanya muncul pada penderita kolesterol tinggi

Jika kondisi kekurangan oksigen ini terjadi saat kamu beristirahat atau tidak melakukan kegiatan apapun, otot jantung mungkin masih mampu berfungsi seperti biasanya.

Lain halnya apabila ini terjadi ketika kamu berolahraga atau beraktivitas yang memerlukan banyak asupan oksigen. Kemungkinan besar kamu akan merasakan nyeri dada yang teramat sangat.

Gejala angin duduk

Gejala angin duduk yang paling umum adalah nyeri dada. Tak hanya itu, biasanya juga muncul rasa tidak nyaman seperti sensasi terbakar atau begah.

Penderita angin duduk juga bisa saja merasakan sakit pada tangan, rahang, pundak, bahkan punggung. Semua tergantung banyaknya sumbatan yang terjadi pada arteri. Apabila dirinci lebih detil beberapa gejalanya adalah:

  1. Pusing
  2. Kelelahan
  3. Mual
  4. Susah bernafas, dan
  5. Berkeringat

Gejala-gejala di atas perlu ditinjau lebih medalam oleh tenaga medis terkait. Ini bertujuan untuk memastikan apakah jenis angina yang kamu alami mengarah kepada serangan jantung atau tidak.

Adapun tipe-tipe angina dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yakni:

Angin duduk stabil

Ini adalah angina yang paling sering terjadi. Biasanya ia dipicu oleh aktivitas fisik yang berlebihan seperti olahraga terlalu berat, naik turun tangga secara cepat, atau berjalan terburu-buru. Stres, makan terlalu banyak, dan kebiasaan merokok juga dapat memicu munculnya gejala ini.

Biasanya ia hanya berlangsung selama beberapa menit dan hilang sendiri seiring dengan kamu beristirahat. Meski begitu ini bisa menjadi pertanda awal bahwa kamu menderita penyakit jantung. Untuk itu sebaiknya kamu tetap perlu memeriksakan diri pada dokter.

Angin duduk tidak stabil (perlu segera ditindak secara medis)

Angina yang satu ini bisa muncul di tengah kamu sedang bersantai-santai. Penyebabnya ada dua, pertama karena lemak yang menghalangi aliran darah pecah, dan yang kedua adalah terjadi pembekuan darah yang mengurangi aliran darah ke arah jantung secara cepat.

Rasa sakit yang ditimbulkan angina jenis ini cukup kuat dan dapat berlangsung lama. Ia juga bisa datang berulang-ulang. Ini merupakan pertanda serius bahwa kamu memiliki serangan jantung. Segera temui dokter jika kamu merasa gejala-gejala tersebut ada pada dirimu.

Angin duduk microvascular

Penderita angin duduk microvascular juga akan merasakan nyeri pada dadanya. Namun penyebabnya bukan penyumbatan pembuluh arteri melainkan saluran arteri yang tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Ini membuat jantung tidak memperoleh asupan darah sebanyak yang dibutuhkan.

Biasanya angin duduk microvascular tidak berlangsung lebih dari 10 menit dan banyak ditemui pada kaum perempuan.

Angin duduk prinzmetal

Tipe angina yang satu ini relatif jarang terjadi. Ia bisa muncul karena adanya urat yang menghambat jalur masuknya darah menuju arteri. Rasa nyeri yang timbul umumnya datang saat penderitanya tidur di malam hari.

Printzmetal angina sangat bisa diperparah oleh stres, kebiasaan merokok, obat-obatan yang mempersempit aliran darah seperti obat sakit kepala sebelah, dan penggunaan obat-obatan terlarang.

Kasus angina pada perempuan

Angin duduk lebih banyak ditemukan pada perempuan. Penyebabnya adalah karena kaum hawa cenderung mengabaikan gejala sakit yang dirasakan dan menganggapnya sebagai gangguan kesehatan biasa.

Adapun angina pada perempuan memiliki ciri yang berbeda dengan gejala angina pada umumnya. Perbedaan ini disebabkan karena adanya keterlambatan pemeriksaan.

Sebagai contoh, nyeri dada adalah gejala yang umum ditemui pada penderita angina. Namun ia bukan satu-satunya tolok ukur yang dijadikan acuan angina pada perempuan karena biasanya ada beberapa gejala tambahan yakni:

  1. Mual
  2. Nafas yang pendek-pendek
  3. Nyeri pada perut bagian bawah
  4. Rasa tidak nyaman padaleher, rahang, atau punggung
  5. Dada terasa ditusuk-tusuk

Faktor yang meningkatkan risiko angin duduk

Beberapa hal di bawah ini secara medis telah terbukti memicu risiko lebih besar munculnya angin duduk pada seseorang:

Tembakau

Baik dimakan secara langsung atau dihisap melalui rokok, kebiasaan mengonsumsi tembakau dapat menghalangi pasokan darah yang dibutuhkan oleh jantung.

Ini terjadi karena secara jangka panjang nikotin pada tembakau akan merusak dinding arteri jantung, kemudian menyebabkan lemak dapat masuk dengan mudah ke dalamnya.

Diabetes

Diabetes meningkatkan risiko seseorang mengalami rasa nyeri pada dada yang mengarah pada gejala angin duduk bahkan serangan jantung. Sebabnya adalah diabetes dapat mempercepat proses atherosclerosis dan meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

Tekanan darah tinggi

Kolesterol adalah salah satu penyebab utama terjadi penyumbatan lemak di dinding arteri jantung. Penderita tekanan darah tinggi sendiri umumnya memiliki kadar kolesterol low density lipoprotein (LDL) yang tinggi.

LDL adalah kolesterol jahat yang bisa memicu terjadinya angina dan penyakit jantung.

Keturunan

Apabila ada salah satu anggota keluarga kamu yang memiliki riwayat gangguan jantung, kemungkinan besar kamu juga akan terpapar risiko angin duduk lebih besar dari orang pada umumnya.

Lanjut usia

Laki-laki dengan usia di atas 45 tahun dan perempuan berumur lebih dari 55 tahun memiliki risiko lebih besar terkena gejala-gejala angina.

Kelebihan berat badan

Berat badan berlebih menyebabkan tubuh menyimpan lemak yang lebih banyak dari seharusnya. Ini meningkatkan risiko munculnya komponen lemak yang menghalangi jalur arteri pada jantung.

Jarang berolahraga

Menjaga kesehatan tubuh dengan rutin berolahraga terbukti efektif membakar lemak, termasuk kolestrol jahat. Kebiasaan ini juga dapat mengurangi faktor pemicu angina yang lain seperti tekanan darah tinggi, dan obesitas.

Stres

Terlalu sering stres, atau mudah marah dapat membuat tekanan darah menjadi tinggi. Gelombang hormon yang diproduksi pada dua kondisi ini dapat mempersempit arteri dan memperburuk gejala angina.

Komplikasi akibat angin duduk

Beberapa komplikasi angina yang membahayakan dan perlu penanganan medis dengan segera adalah sebagai berikut:

  1. Sensasi tertekan, begah, dan diremas-remas pada bagian tengah dada yang berlangsung beberapa menit.
  2. Rasa sakit yang menjalar dari dada ke bahu, lengan, punggung, bahkan gigi dan rahang.
  3. Frekuensi nyeri dada yang semakin sering terjadi
  4. Mual dan muntah
  5. Sakit berkepanjangan pada perut bagian atas
  6. Kesulitan bernafas
  7. Berkeringat lebih banyak dari biasanya
  8. Pingsan

Cara mencegah angin duduk

Kamu bisa mencegah terjadinya angina dengan merubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Ini termasuk melakukan beberapa hal di bawah ini:

  1. Berhenti merokok
  2. Rutin melakukan medical check up
  3. Menjaga berat badan tetap normal
  4. Makan makanan bergizi dan menerapkan pola diet sehat
  5. Tidak mudah stres
  6. Berhenti mengonsumsi minuman beralkohol
  7. Rutin melakukan vaksin influenza tahunan untuk menghindari komplikasi jantung yang disebabkan virus

Cara mendiagnosis angin duduk

Diagnosis yang tepat sangat penting mengingat ini akan menunjukkan tingkat kecenderungan angina terhadap penyakit jantung. Sebagai permulaan, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik.

Pemeriksaan ini biasanya diiringi beberapa pertanyaan untuk mencari tahu gejala, faktor risiko, riwayat kesehatan anggota keluarga. Selanjutnya rangkaian tes yang akan dilakukan antara lain:

  1. Electrocardiogram (EKG), untuk merekam aktivitas elektrik yang muncul pada jantung dan mendeteksi kapan jantung kekurangan oksigen
  2. Stress test, untuk membaca tekanan darah pada saat pasien melakukan aktivitas fisik yang berat
  3. Foto x ray, agar dokter dapat melihat struktur di dalam dada
  4. Angiography: merupakan metode x ray khusus untuk melihat kondisi di dalam arteri
  5. Tes darah, bertujuan mengecek kadar lemak, kolesterol, gula, dan protein.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, dokter mungkin akan menanyakan beberapa hal sebagai langkah pemeriksaan awal. Adapun untuk membantu analisis dokter, kamu mungkin akan menjawab beberapa pertanyaan seperti:

  1. Berapa lama kamu mengalami kondisi ini?
  2. Dalam skala 1 – 10, ada di level berapa rasa sakit yang kamu alami?
  3. Apa yang biasanya memicu terjadinya rasa sakit yang kamu alami?
  4. Apa yang bisa mengurangi rasa sakit yang kamu alami?

Pengobatan angin duduk

Pengobatan angin duduk biasanya merupakan kombinasi antara pengobatan medis dan perbaikan gaya hidup. Ini bertujuan untuk mengurangi rasa sakit, mencegah timbulnya gejala, dan meminimalisir terjadinya risiko serangan jantung.

Adapun obat-obatan yang biasa diberikan antara lain yang mengandung nitrates, seperti nitroglycerin. Nitroglycerin berfungsi mencegah atau mengurangi intensitas gejala angina dengan membuat saluran pembuluh darah rileks dan melebar.

Beberapa jenis obat lain yang juga umum dipakai dalam pengobatan angina adalah;

  1. Beta blockers
  2. Calcium channel blockers
  3. Angiotensin-covering enzyme (ACE) inhibitors
  4. Oral anti-platelet medicines, dan
  5. Anticoagulants

Obat-obatan yang dipakai untuk mengatasi penyakit tekanan darah tinggi juga bisa diresepkan untuk mengurangi gejala angina. Ini bertujuan untuk menurunkan tekanan darah, kadar kolesterol, memperlambat detak jantung, merilekskan pembuluh darah, dan mencegah terjadinya penggumpalan darah.

Operasi dan rehabilitasi untuk mengatasi angin duduk

Pada beberapa kasus yang sudah parah, dokter akan memberikan prosedur operasi untuk menangani angina seperti angioplasty. Ini dilakukan dengan memperlebar pembuluh darah agar sumbatan pada arteri dapat hilang dan aliran darah kembali terpasok dengan normal ke arah jantung.

Rehabilitasi jantung juga merupakan tindakan medis tersupervisi yang dirancang untuk membantu pasien angina pulih. Umumnya ini dijadwalkan setelah pasien melakukan tindakan operasi demi mencegah timbulnya gangguan jantung lainnya. Tindakan ini secara umum terdiri dari:

  1. Latihan fisik secara berkala dan terstruktur untuk membantu menguatkan otot dan meningkatkan stamina
  2. Bimbingan dan konseling untuk membantu kamu teredukasi seputar hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko munculnya gangguan jantung di masa yang akan datang.

Angina adalah gejala yang umum terjadi pada sebagian besar orang. Jadi kamu tidak perlu terlalu khawatir apabila dokter mendiagnosis kamu dengan hal ini.

Apabila kamu masih merasa cemas, cari dukungan dengan menceritakan kondisi mu pada teman atau anggota keluarga terdekat. Selain itu berkonsultasi pada dokter agar mengetahui langkah penanganan yang tepat juga sangat dianjurkan.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Angina, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/angina/symptoms-causes/syc-20369373 diakses pada 5 Mei 2020

Angina (Ischemic Chest Pain), https://www.webmd.com/heart-disease/heart-disease-angina# diakses pada 5 Mei 2020

Everything you need to know about angina, https://www.medicalnewstoday.com/articles/8886#risk-factors diakses pada 5 Mei 2020

Angina (Chest pain), https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/angina-chest-pain diakses pada 5 Mei 2020

Angina, https://www.heartandstroke.ca/heart/conditions/angina diakses pada tanggal 5 Mei 2020

    register-docotr