Kamus Penyakit

8 Gejala Paru-Paru Basah yang Tidak Boleh Disepelekan

May 7, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Paru-paru basah merupakan salah satu penyakit yang tidak boleh disepelekan. Ini menjadi penting, karena paru-paru merupakan organ vital manusia yang sangat dibutuhkan untuk proses pernapasan. Lalu, apa saja gejala paru-paru basah yang bisa dirasakan seseorang?

Baca Juga: Yuk, Kenali Gejala Awal HIV Sejak Dini

Apa itu paru-paru basah?

Nama paru-paru basah sendiri sudah menjadi hal yang tidak asing di telinga masyarakat Indonesia, meski sebenarnya penyakit ini tidak memiliki istilah medis.

Paru-paru basah mengacu pada peradangan yang disebabkan oleh cairan berlebih di rongga antara dada dan paru-paru, yaitu membran pleura.

Maka dari itu, paru-paru basah dapat disebut sebagai efusi pleura. Beberapa gejalanya juga mirip dengan pneumonia, radang paru-paru yang saat ini menjadi perhatian publik semenjak wabah COVID-19 merebak. Lalu, apa saja gejala paru-paru basah pada tubuh?

Gejala paru-paru basah

Ada delapan gejala paru-paru basah yang bisa dirasakan seseorang. Semuanya berhubungan dengan aktivitas organ manusia itu sendiri, seperti pernapasan, keluarnya keringat berlebih, rasa sakit pada dada, dan beberapa tanda-tanda lainnya.

Baca juga: 8 Manfaat Buah Tomat untuk Kesehatan yang Perlu Kamu Tahu

1. Gejala paru-paru basah pada pernapasan

Salah satu gejala yang paling umum dirasakan oleh banyak penderita paru-paru basah adalah dispnea atau sulit bernapas. Sulit bernapas ditandai dengan napas berat atau napas pendek, sama seperti saat seseorang terkena asma.

Dispnea atau sulit bernapas bisa terjadi karena efusi pleura sendiri memberi dampak cukup serius pada organ sistem pernapasan manusia, seperti otot diafragma dan dinding dada. Dengan demikian, proses respirasi tidak berjalan sebagaimana fungsi normalnya.

Paru-paru yang menjadi organ utama dalam proses pernapasan tidak berfungsi secara maksimal akibat cairan yang menumpuk pada rongga pleura.

2. Gejala paru-paru basah pada dada

Tidak hanya pernapasan, organ paru-paru yang berada di sekitar dada juga bisa menimbulkan rasa nyeri. Ini disebabkan oleh iritasi atau peradangan dari penumpukan cairan pada lapisan pleura itu sendiri.

Rasa nyeri bisa jadi berbeda-beda antar satu pasien dengan yang lain. Semua tergantung pada tingkat keseriusan penyakit efusi pleura yang dialami. Jika digambarkan, rasa nyeri pada dada sama seperti sensasi ditusuk benda tajam.

Pada umumnya, rasa nyeri akibat efusi pleura terpusat di dinding dada atau perut bagian atas. Yang jelas, tidak jauh dari organ paru-paru berada. Nyeri tak tertahankan juga bisa disebabkan oleh iritasi diafragma, bisa semakin memburuk jika tidak segera mendapat penanganan medis.

3. Demam

Beberapa kalangan medis menyetujui bahwa demam pada manusia bisa terjadi karena sistem kekebalan tubuh sedang bekerja melawan virus penyebab penyakit. Ini juga berlaku pada demam yang menjadi gejala paru-paru basah.

Menurut Aaron Glatt, pakar kesehatan di Infectious Diseases Society of America, suhu tubuh manusia yang meninggi menunjukkan adanya aktivitas perlawanan antara imun tubuh dengan virus penyebab radang atau iritasi. Dalam hal ini, terjadi di paru-paru.

Meski bisa kembali normal dengan sendiri, penanganan medis relatif dibutuhkan untuk mengatasinya.

Penanganan medis diperlukan karena suhu tubuh yang tinggi pada penderita paru-paru basah bukan merupakan demam biasa, melainkan disebabkan virus yang bisa mengambil alih fungsi sel pada paru-paru, organ terpenting untuk pernapasan.

4. Batuk

Gejala paru-paru basah berupa batuk biasanya terjadi pada kategori ringan dan tidak terlalu berat. Meski begitu, tanda-tanda ini tidak boleh diremehkan, karena bisa memperburuk situasi.

Batuk yang ditimbulkan bisa saja ringan, karena produksi sputum atau dahak tidak pada kategori berat. Ini akan berbeda saat paru-paru basah menjadi bagian dari pneumonia, produksi lendir atau dahak akan semakin meningkat.

Gejala batuk bisa membantu dokter untuk mengidentifikasi apa yang sebenarnya terjadi pada paru-paru. Seseorang yang telah mengalami pneumonia akan cenderung batuk berdahak. Tapi, sistem kekebalan tubuh yang baik dapat mencegah terjadinya gejala yang satu ini.

Baca juga: 6 Cara Mudah Mencegah Batuk Pilek yang Efektif dan Praktis

5. Tubuh gemetar

Jika kamu sering menggigil tanpa sebab, bukan tidak mungkin bahwa itu merupakan gejala dari paru-paru basah. Tubuh yang menggigil atau gemetar secara tiba-tiba tanpa sebab dipicu oleh pertumbuhan bakteri pada aliran darah.

Menurut Charles Dela Cruz, seorang profesor di Yale School of Medicine, Amerika Serikat, menggigil pada gejala penyakit ini biasanya terjadi secara intens, dan tanpa ada tanda-tanda.

Tubuh gemetar biasanya disertai dengan gejala paru-paru basah lainnya, seperti demam dan pusing. Oleh karena itu, jika kamu merasakan tiga gejala itu dalam waktu yang hampir bersamaan, segera periksakan dirimu ke dokter, ya.

6. Mudah berkeringat

Selain demam, tubuh akan memberikan reaksi khusus lainnya dari aktivitas perlawanan sel imun terhadap virus atau bakteri, yaitu berkeringat. Pada gejala ini, keringat yang keluar dari pori-pori kulit menandakan adanya bakteri yang ikut mengalir dalam darah.

Dengan banyaknya keringat yang keluar tanpa menjalankan aktivitas berat seperti olahraga, kulit akan semakin terasa lembap. Jangan anggap remeh gejala ini, karena bisa jadi menandakan adanya sepsis, yaitu komplikasi berbahaya yang diakibatkan infeksi atau peradangan.

7. Kepala pusing

Saat sepsis terjadi, itu artinya tubuhmu sedang tidak dalam kondisi baik. Ada ‘kekacauan’ yang terjadi pada saraf dan aliran darah. Ini akan membuat kepala, tempat otak sebagai pusat saraf berada, terasa pusing.

Selain itu, gejala-gejala lain yang akan muncul adalah menurunnya tekanan darah, kebingungan, dan turunnya produksi urine. Saat kamu sudah merasa pusing, cemas, dan kebingungan, tidak ada alasan untuk tidak pergi ke dokter.

Baca juga: Vertigo: Penyebab, Penanganan, dan Cara Pencegahannya

Baca Juga: Pahami Jenis-jenis Kolesterol, Manfaat serta Risikonya

8. Gejala paru-paru basah yang tidak umum

Gejala paru-paru basah tidak terbatas pada hal-hal di atas, melainkan ada tanda-tanda yang lain. Misalnya pada anak kecil dan balita, ada gejala tidak spesifik seperti dehidrasi. Bayi atau balita akan lebih sering menangis karena merasa haus yang tidak seperti biasanya.

Itulah beberapa gejala paru-paru basah yang perlu diketahui. Saat kondisi sudah dirasa semakin parah, segera hubungi dokter untuk menghindari kemungkinan terburuk, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. WebMD, diakses 4 Mei 2020, What is Pleural Effusion?
  2. E-medicine Medscape (2016), diakses 4 Mei 2020, Pleural Effusion Clinical Presentation.
  3. Health.com (2020), diakses 4 Mei 2020, How to Tell if You Have Pneumonia: 8 Symptoms You Shouldn’t Ignore.

    register-docotr