Olahraga

Jangan Keliru, Begini Cara Tepat Melakukan Pilates untuk Skoliosis

May 4, 2020 | Ajeng Annastasia | dr Jati Satriyo
feature image

Pilates untuk skoliosis disebut-sebut bisa dilakukan untuk membantu proses penyembuhan. Skoliosis sendiri merupakan suatu kondisi di mana terjadi kelengkungan tulang belakang ke arah samping.

Nah, pilates pun menjadi salah satu metode penanganan non-bedah untuk mengatasi kondisi tersebut.

Yuk, cari tahu apa itu skoliosis dan metode pilates untuk skoliosis pada artikel di bawah ini!

Mengenal tentang skoliosis

Skoliosis merupakan kondisi lengkungnya tulang belakang yang banyak dialami oleh anak-anak/ Kondisi ini umumnya bersifat ringan dan tidak memerlukan perawatan khusus.

Namun, kondisi ini harus tetap diawasi oleh orang tua untuk mengetahui perkembangan dan menghindari komplikasi.

Penyebab skoliosis

Skoliosis bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Foto: Shutterstock.com

Pada sebanyak 80% kasus, dokter tidak menemukan alasan pasti yang menjadi penyebab melengkungnya tulang belakang. Hal ini disebut juga dengan idiopatik belum dapat terungkap jelas penyebabnya.

Walaupun tampaknya melibatkan faktor keturunan, namun beberapa jenis skoliosis memang memiliki penyebab yang jelas di antaranya yaitu:

  1. Kondisi neuormuskuler, seperti cerebral palsy dan distrofi otot
  2. Cacat lahir yang memengaruhi perkembangan tulang belakang
  3. Cedera atau infeksi tulang belakang

Baca juga: Jangan Takut, Puasa Ternyata Punya Banyak Manfaat bagi Penderita Diabetes

Gejala skoliosis

Untuk memastikan skoliosis, segera cek ke dokter. Foto: Shutterstock.com

Gejala pada skoliosis dapat dilihat dari perubahan penampilan seperti salah satu bahu menjadi lebih tinggi, panjang kaki tidak seimbang, salah satu tulang belikat tampak lebih menonjol, dan salah satu pinggul tampak lebih menonjol.

Kondisi ini menyebabkan bagian tubuh pada penderita skoliosis akan terlihat lebih condong ke satu sisi.

Selain gejala fisik yang dapat terlihat, ada beberapa gejala lain dari kondisi ini, yaitu nyeri punggung yang tidak semua dialami oleh pengidapnya. Pada pengidap yang telah dewasa, rasa sakit akan berpusat pada titik lengkungan.

Jika kondisi ini dibiarkan begitu saja, dalam jangka panjang skoliosis bisa sampai menimbulkan gangguan pada fungsi paru-paru dan jantung.

Tulang rusuk dapat menekan paru-paru yang membuatnya lebih sulit untuk bernapas  dan lebih sulit bagi jantung untuk memompa darah.

Benarkah pilates untuk skoliosis bisa dilakukan?

Pilates untuk skoliosis. Foto: Shutterstock.com

Banyak penderita skoliosis yang melakukan operasi sebagai langkah penanganan skoliosis jika kondisi ini tidak mendapatkan penanganan yang baik.

Namun, selain prosedur medis seperti operasi, ternyata ada metode lainnya yang dapat digunakan untuk menangani skoliosis sebelum menjadi parah, salah satunya dengan melakukan pilates.

Metode pilates dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kekuatan, fleksibilitas, dan kesadaran postural. 

Pilates difokuskan untuk menjaga keseimbangan kondisi muskuloskeletal (kondisi yang mengganggu fungsi sendi, ligamen, otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang), sehingga akan melibatkan struktur yang mendukung anggota badan, leher dan punggung.

Terapi pilates terbukti efektif dalam memperbaiki kondisi ketidakseimbangan tubuh pada suatu area yang lemah atau tidak selaras, contohnya pada penderita skoliosis.

Baca juga: Mengenal Ginekomastia: Pertumbuhan Payudara Besar pada Pria

Gerakan-gerakan pilates untuk skoliosis

Berikut ini beberapa gerakan pilates yang bisa dilakukan untuk penderita skoliosis guna memperbaiki postur tubuh dan menormalkan posisi tulang belakang. Gerakan tersebut di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Step down and one arm reach. Pertama, baringkan tubuh pada matras. Kemudian tekuk kaki kanan hingga membentuk sudut siku-siku. Setelah itu rentangkan kaki kiri hingga lurus ke arah belakang dan sejajar dengan badan, sembari mengangkat tangan kanan. Lakukan gerakan ini secara bergantian selama 10 kali gerakan
  • Upward and downward dog. Pertama, posisikan diri dengan kepala menghadap ke bawah dengan tumpuan kaki dan tangan hingga tubuh membentuk segitiga sama kaki. Kemudian, turunkan tubuh dengan kedua kaki lurus ke belakang, kemudian angkat tubuh bagian atas hingga membentang lurus seperti cobra position. Tahan setiap posisi selama 10 detik, dan ulangi gerakan ini sebanyak 5 kali
  • Split stance with arm reach. Pertama, Anda bisa berdiri tegak dengan kaki kiri sedikit ke depan dan kaki kanan ke belakang. Kemudian, tarik bagian tubuh hingga ke belakang. Tahan posisi ini selama 10 detik. Selanjutnya, tekuk kaki kiri hingga membentuk segitiga siku-siku dan kaki kanan ke belakang. Tarik bagian tubuh hingga ke belakang, kemudian tahan posisi ini selama 10 detik
  • Latissimus dorsi pulls with twist. Pertama, baringkan tubuh anda secara tengkurap dengan bantal kecil di bawah perut untuk mengurangi lordosis tulang belakang. Lalu kedua tangan lurus keatas sejajar dengan kepala.
  • Right side. Pertama, atur posisi dengan berbaring di lantai. Agar leher tetap rileks, angkat kepala dan lengan sekitar 10 derajat dari lantai. Kemudian, tarik napas diikuti dengan gerakan memutar leher 90 derajat ke arah kanan sambil perlahan menggambarkan busur setengah lingkaran menuju pinggul kanan dengan lengan kanan.

Kemudian sambil  mengembuskan napas, gerakkan lengan kiri membentuk busur setengah lingkaran menuju pinggul kiri. Lakukan gerakan tersebut 5-10 kali pengulangan

Hasil akhir dari perawatan pilates untuk skoliosis adalah untuk menentukan apakah pasien mengalami penurunan rasa sakit dan peningkatan fungsi dari sistem tulang dan otot.

Sangat penting bahwa olahraga seperti pilates jika benar dilakukan dapat menjadi alternatif fisioterapi yang efektif untuk pasien skoliosis.

Ingat ya, tetap diperlukan konsultasi dari dokter spesialis rehabilitasi medis ataupun fisioterapis untuk pasien skoliosis demi menghindari adanya risiko cedera.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter terkait dengan masalah kesehatan kamu di aplikasi Good Doctor. Dokter terpercaya kami akan membantu dengan layanan 24/7.

Reference

1. Mayo Clinic (2019) diakses pada 19 Oktober 2019. Scoliosis
2. WebMD (2018) diakses pada 18 Oktobber 2019. What is Scoliosis and What Causes It?
3. WebMD (2018) diakses pada 18 Oktober 2019. What are the Symptoms of Scoliosis?
4. PMC (2016) diakses pada 17 Oktober 2019. Effects of Schroth and Pilates exercises on the Cobb angle and weight distribution of patients with scoliosis
5. Journal Manipulative and Physiological Therapeutics (2002) diakses pada 19 Oktober 2019. Chiropractic and pilates therapy for the treatment of adult scoliosis

    register-docotr