Olahraga

Mudah dan Sehat, Ini 5 Hal Tentang Olahraga Skipping yang Perlu Kamu Tahu

December 11, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Meski pandemi membuat pola olahraga kamu berubah, bukan berarti kamu tidak bisa menjaga kebugaran tubuh sama sekali.

Masih ada berbagai pilihan olahraga yang bisa dilakukan di rumah, seperti lompat tali atau biasa disebut skipping.

Nah, agar hasilnya optimal, ayo simak beberapa hal mengenai skipping di rumah berikut ini!

Mengapa memilih olahraga skipping?

Lompat tali dapat membantu menurunkan berat badan lebih cepat, serta sekaligus mengencangkan seluruh anggota tubuh.

Menurut Peter Schulman, MD dari University of Connecticut ini dikarenakan skipping dapat memperkuat tubuh bagian atas dan bawah, sembari membakar banyak kalori dalam waktu singkat.

Baca juga: Jangan Lupa Terapkan 4 Tips Ini Agar Terhindar dari Cedera Olahraga

Manfaat skipping bagi kesehatan

Saat kamu memilih olahraga ini sebagai rutinitas latihan, ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh tubuh di antaranya:

  • Membuat jantung lebih kuat, karena skipping meningkatkan detak jantung ke intensitas yang lebih tinggi dari biasanya
  • Menurunkan risiko stroke
  • Mengurangi risiko penyakit jantung
  • Berlatih skipping secara konsisten akan meningkatkan keseimbangan dan membuat tubuh bisa berkoordinasi dengan lebih baik dalam kehidupan sehari-hari

Cara skipping yang benar

Posisi awal skipping yang benar. Sumber foto: Shutterstock

Lompat tali memerlukan koordinasi yang baik. Jika kamu baru pertama kali melakukannya, penting untuk mengikuti tahapan skipping berikut ini:

  1. Mulailah berdiri tegak di permukaan lantai yang rata
  2. Pendekkan tali sehingga pegangannya mencapai ketiak
  3. Atur tinggi dengan kaki selebar bahu dan posisikan tali di belakang kaki
  4. Pegang kedua pegangan tali dengan masing-masing tangan dan ayunkan tali untuk mengembangkan sensasi ritme
  5. Mulailah berlatih lompat. Pastikan selama melompat bahu dan lengan harus rileks serta jangan biarkan siku meninggalkan sisi tubuh

Jika tubuh sudah mulai menemukan ritmenya, cobalah untuk melompat bergantian dengan latihan intensitas rendah, seperti berbaris dalam durasi yang lebih lama.

Berapa lama durasi skipping yang tepat?

Tidak ada jawaban tunggal untuk pertanyaan ini, karena hal tersebut akan sangat tergantung dengan tujuan kamu melakukan lompat tali.

Sebagai contoh, apabila kamu ingin membangun ketahanan dan stamina, maka kamu harus fokus pada lompatan berdurasi lebih lama dengan intensitas yang lebih rendah.

Dilansir Livestrong, sesi lompat tali selama 20 sampai 60 menit dianggap bagus untuk membangun kebugaran aerobik, tetapi bisa menimbulkan tekanan yang cukup besar pada kaki dan jaringan ikat.

Adapun jika tujuanmu adalah menurunkan berat badan, maka melakukan skipping selama 30 menit sehari bisa cukup efektif untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

Baca Juga: 7 Manfaat Teh Hijau untuk Kesehatan, Bisa untuk Diet Lho!

Tips aman melakukan skipping

Apabila kamu masih pemula, siapkanlah tali manik karena bentuknya lebih mudah dikendalikan daripada kain ringan atau tali vinil. Kenakan sepatu atletik yang pas dan usahakan untuk melompat di atas permukaan yang tahan benturan seperti kayu.

Jangan mencoba melompat di atas karpet, rumput, beton, atau aspal, karena semua itu bisa mengurangi benturan dan menimbulkan cedera lebih berat bila kamu terjatuh.

Upayakan untuk mendarat dengan tepat dan pastikan tumit tidak boleh menyentuh tanah. Kesalahan paling umum saat skipping adalah melompat terlalu tinggi. Jadi usahakan untuk menjaga lompatan agar tetap rendah, yakni sekitar seperempat inci dari tanah.

Melompat terlalu tinggi hanya akan menyulitkan kamu menemukan ritme dan membuat tubuh lebih cepat merasa lelah.

Kapan sebaiknya skipping di rumah?

Pada dasarnya kamu boleh melakukan olahraga ini kapan pun kamu mau. Namun mendedikasikan waktu untuk skipping di pagi hari dinilai punya kelebihan tertentu karena kamu jadi terbiasa untuk tidak menunda-nunda olahraga di hari itu.

Selain itu, berolahraga setelah bangun tidur juga lebih menyegarkan karena tubuh telah beristirahat di malam hari.

Lompat tali saja tidak cukup untuk membuat tubuh sehat. Kamu perlu mengikuti diet seimbang dan tetap berpegang pada rutinitas olahraga yang baik untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Key recommendations, https://www.nhlbi.nih.gov/health/educational/lose_wt/recommen.htm diakses pada 2 Desember 2020

Skipping Rope Doesn’t Skip Workout, https://www.webmd.com/fitness-exercise/features/skipping-rope-doesnt-skip-workout#1 diakses pada 2 Desember 2020

Balanced Workout Routine with Jump Rope Can Help You Lose Weight, https://www.healthline.com/health/jumping-rope-to-lose-weight#other-benefits diakses pada 2 Desember 2020

Best at-home exercise: Skipping for just one minute can help you burn up to 20 calories, https://www.thehealthsite.com/fitness/weight-loss/best-at-home-exercise-to-lose-weight-skipping-for-just-one-minute-can-help-you-burn-up-to-20-calories-753771/ diakses pada 2 Desember 2020

How Often Should You Jump Rope Each Week? Answered, https://www.crossrope.com/blogs/blog/how-often-should-you-jump-rope-each-week/ diakses pada 2 Desember 2020

How Much Should I Jump Rope a Day?, https://www.livestrong.com/article/504480-how-much-should-i-jump-rope-a-day/ diakses pada 2 Desember 2020

Morning, Noon or Night: When Is the Best Time to Break a Sweat?, https://www.huffpost.com/entry/morning-noon-or-night-when-is-the-best-time-to-break-a-sweat_b_8746768#:~:text=Making%20a%20morning%20workout%20part,on%20that%20evening%20sweat%20session. diakses pada 2 Desember 2020

8 WAYS TO IMPROVE YOUR JUMP ROPE SKILLS, https://ashotofadrenaline.net/jump-rope-skills/ diakses pada 2 Desember 2020

 

    register-docotr