Kamus Obat

Ragam Salep Gatal untuk Selangkangan Berdasarkan Penyebabnya

August 6, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Selangkangan merupakan salah satu bagian tubuh yang paling lembap. Kondisi ini pun membuatnya mudah gatal. Untuk mengatasinya, kamu bisa menggunakan salep gatal untuk selangkangan yang dijual bebas di apotek.

Tapi, jangan sembarangan untuk mengoleskan krim pada area kulit terdampak, ya. Sebab masing-masing salep memiliki kandungan yang berbeda.

Penggunaan yang keliru justru bisa memperparah keadaan. Yuk, cari tahu apa saja salep gatal untuk selangkangan dengan ulasan berikut ini!

Salep gatal untuk selangkangan berdasarkan penyebabnya

Sangat penting untuk memerhatikan faktor penyebab gatal pada selangkangan. Dengan begitu, kamu bisa memilih salep yang sesuai agar rasa gatal bisa segera hilang.

Ini dia berbagai salep gatal untuk selangkangan berdasarkan penyebabnya:

1. Salep gatal untuk infeksi jamur

Penyebab paling umum dari selangkangan gatal adalah infeksi jamur. Mengutip dari American Academy of Dermatology, infeksi ini dipicu oleh tingkat kelembapan selangkangan yang tinggi dan suhu yang lebih hangat dari luar. Belum lagi, keringat menumpuk bisa memperparah keadaan.

Salep gatal untuk selangkangan dengan infeksi jamur yang bisa kamu gunakan di antaranya adalah dengan kandungan butenafine hydrocloride, tolnaftate, terbinafine hydrocloride, clotrimazole, miconazole nitrat, dan ketoconazole.

Beberapa merek yang bisa digunakan misalnya Fungiderm, Kalpanax K, atau Daktarin.

Salep-salep tersebut bekerja dengan cara yang hampir sama, yaitu menghambat perkembangan jamur, merusak struktur jamur, dan membunuh jamur secara keseluruhan.

Baca juga: Infeksi Jamur Tinea Cruris, Salah Satu Penyebab Gatal pada Selangkangan

2. Salep gatal akibat alergi

Alergi tidak hanya terjadi di kulit yang terbuka, tapi juga di area yang tertutup seperti selangkangan. Selain makanan, reaksi alergi di selangkangan bisa muncul karena sejumlah faktor, seperti penggunaan produk douche vagina dan spray pembersih kelamin.

Kamu bisa gunakan salep yang mengandung zat antihistamin, seperti doksepin dan difenhidramin. Dua krim tersebut bekerja dengan menekan pelepasan histamin, senyawa kimia dari dalam tubuh yang bertugas memberikan reaksi alergi.

Khusus untuk doksepin, sangat disarankan untuk berhati-hati dalam penggunaannya. Krim ini tidak boleh mengenai vagina, karena bisa menimbulkan dampak lain. Serta jangan terus menggunakan krim ini jika setelah 8 hari rasa gatal tak kunjung hilang.

3. Salep gatal karena kutu kemaluan

Gatal di selangkangan dapat disebabkan oleh kutu kemaluan, atau yang juga dikenal sebagai pubic lice. Kutu ini adalah parasit yang hidup di rambut kemaluan, ditandai dengan bintik-bintik di area tersebut. Bintik-bintik itu adalah telur dari kutu yang dimaksud.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan bahwa kutu tersebut bisa berjalan dan berpindah ke area lain, meski tetap bersarang di rambut kemaluan. Maka dari itu, rasa gatal tak hanya terjadi di organ genital, tapi juga selangkangan.

Jika kamu ingin mencari salep gatal untuk selangkangan karena faktor kutu, CDC menyarankan untuk memilih krim yang mengandung permethrin, piretrin, atau piperonil butoksida. Tiga zat tersebut bisa membunuh kutu dan parasit yang hidup di rambut manusia, termasuk di area kemaluan.

4. Salep gatal karena iritasi

Selain tiga penyebab di atas, salah satu faktor yang sering memicu rasa gatal di selangkangan adalah iritasi. Kondisi ini dapat terjadi karena peradangan akibat gesekan antar kulit, biasanya di pangkal paha.

Gesekan-gesekan itu biasanya terjadi saat kamu sedang berjalan dan berlari. Ruam merah akan terlihat dengan jelas, biasanya disertai perih yang akan terasa saat kamu menyentuhnya.

Ada beberapa salep gatal untuk selangkangan akibat iritasi yang bisa kamu pilih, di antaranya adalah desitin dan krim petroleum. Keduanya bekerja dengan menghidrasi kulit untuk meredakan iritasi yang ada.

5. Salep gatal karena psoriaris

Psoriaris merupakan peradangan kulit yang disebabkan oleh gangguan sistem imun. Saat kondisi ini terjadi, kulit akan melakukan regenerasi lebih cepat sehingga menimbulkan bercak yang disertai rasa gatal. Meski tidak menular, psoriaris dapat bertahap dalam jangka waktu yang lama.

Tazaroten merupakan salep gatal untuk selangkangan akibat psoriaris yang bisa kamu gunakan. Kandungan vitamin A di dalamnya bisa meredakan peradangan dan rasa gatal yang muncul. Oleskan krim ini ke area terdampak dan segera bilas tanganmu sesudahnya.

Baca juga: Inilah Penyebab Selangkangan Lecet dan Cara Mengatasi yang Paling Ampuh

6. Salep gatal karena herpes dan kutil kelamin

Herpes dan kutil kelamin merupakan dua pemicu rasa gatal di selangkangan yang tidak boleh disepelekan. Keduanya disebabkan oleh infeksi virus yang mudah menyebar. Kamu pun perlu mengatasinya dengan cepat dan tepat.

Beberapa salep gatal untuk selangkangan yang telah terinfeksi virus tersebut di antaranya adalah famciclovir, acyclovir, imiquimod, podofilox, dan sinekatekin. Salep-salep tersebut bekerja dengan menghambat perkembangan dan penyebaran virus pemicu lalu membunuhnya.

Yang perlu diingat, segera tutup area kulit terdampak agar virus tak menyebar. Serta, segera cuci tangan dengan sabun untuk memastikan tidak ada virus yang menempel.

Nah, itulah ragam salep gatal untuk selangkangan berdasarkan faktor penyebabnya. Jika gatal tak kunjung hilang, segera hubungi dokter kulit dan kelamin untuk penanganan lebih serius. Tetap jaga kesehatan, ya!

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

  1. Men’sHealth, diakses 3 Agustus 2020, 8 Reasons Your Crotch Is Itchy and What to Do About It.
  2. American Academy of Dermatology, diakses 3 Agustus 2020, 8 Reasons Your Groin Itches And How To Get Relief.
  3. WebMD, diakses 3 Agustus 2020, Tazarotene Cream.
  4. Mayo Clinic, diakses 3 Agustus 2020, Psoriasis.
  5. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diakses 3 Agustus 2020, Parasites.
  6. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diakses 3 Agustus 2020, Parasites Treatment.
  7. Drugs.com, diakses 3 Agustus 2020, Doxepin topical.
  8. Drugs.com, diakses 3 Agustus 2020, Topical antihistamines.
  9. Pharmacy Times, diakses 3 Agustus 2020, Combating Fungal Skin Infections.

    register-docotr